“Jadi dia pembunuh bertopeng itu?” tanya Ahqam.
“Ya. Kemungkinan besar dia pelakunya.”
“Tapi kami tidak bisa langsung menangkapnya karena tidak memiliki bukti bahwa dia pembunuhnya.”
“Makanya kami perlu mengawasinya. Kami harus memantau pergerakannya, agar tidak ada korban berikutnya. Setidaknya jika dia mau beraksi, dan ada yang mengawasi, jadi ada yang bisa memberitahu kami.”
“Siapa yang mau kamu kirim?”
“Masih kami pikirkan.”
Suasana hening sejenak. Sebelumnya, Asep dan Nino sudah berdiskusi, siapa yang layak diutus untuk mengawasi Anindito.
Terlalu berisiko jika mereka mengirim Nilan, Riri, atau Saras. Namun, jika ingin mengirimkan Eris, apa Ahqam mengizinkannya?
Belum lagi Ahqam selalu mengikuti ke mana kekasihnya pergi. Ahqam tidak bisa ikut mengawasi Anindito, karena mereka membutuhkan jin itu untuk mengurus hal lain.
Karena tak punya pilihan, Nino pun memutuskan berbicara dengan Ahqam.
“Gini, Qam, kita berdua sih maunya Eris yang mengawasi Anindito. Soalnya kalau kirim Nilan, Riri atau Saras, terlalu berisiko. Tapi kamu jangan ikutan. Karena kita butuh kamu juga,” ujar Asep.
Ahqam tidak mengatakan apa pun. Jin itu masih memikirkan ucapan Asep barusan. Di satu sisi, dia tidak mau Eris pergi sendiri, tapi di sisi lain, juga harus memastikan keselamatan Asep dan Nino.
“Ya sudah, tidak apa-apa kalau Eris mau dijadikan pengawas Anindito. Aku setuju.”
Nino dan Asep bernapas lega. Mereka tidak harus sampai perang urat saraf dengan Ahqam. Tidak disangka jin itu mengizinkan Eris mengawasi Anindito.
“Kalau begitu, besok kamu ke kantor ATCS. Kamu awasi Anindito dan ikuti sampai ke rumahnya. Kalau dia melakukan hal yang mencurigakan, cepat beritahu kami.”
“Baiklah.”
Setelah berbicara dengan Nino dan Asep, Ahqam mengajak Eris pergi. Ada hal yang ingin dia bicarakan dengan Eris. Jin itu mengajak Eris bicara di atas genting.
“Anindito itu orang gila. Kamu harus berhati-hati dengannya.”
“Iya, aku tahu.”
“Ini,” Ahqam mengeluarkan sebuah lonceng kecil lalu memberikannya pada…
Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi
Persekutuan Dengan Jin
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ulalala...pinter niii Ibun ngecohnya....
yaelaa Bun mana curiga sama pemeran piguran macam Anindito ...yg munculnya dikit doang.....selama baca di giringnya kan ke Dipta .....jadi maaf² kate yee kalo dah su'udzon sama Dipta....bukan salah pembacanya ....salahin aja Bunda Icha yg sdh berhasil menggiring opini seolah² Dipta sang eksekutor sadis dan gila si rajanya iblis🫣🙈🙏🏻✌🏻✌🏻✌🏻🤭
2026-08-31
3
Teti Usmayanti
ya ampun, daebak thorr. ternyata tersangka sdh di spill di bab awal. tdk ngeh sama sekali, ya ampun.. tdk kepikiran ke sana lah thorr. selalu ada kejutan d setiap babny 👍👍
2026-08-31
2
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
owalah ....kerjaan utamanya Ki Rakhsa cuma semacam yayasan TKMA penyedia jasa Tenaga Kerja Makhluk Astral....tugasnya sesuai permintaan kliennya.....bukan begitu Ki Rakhsa .....bila bikin topeng hanya sampingan mah 🤔
2026-08-31
1