Bab 2: Di Balik Topeng Kebenaran

Suasana hening itu masih menyelimuti aula bagai selimut tebal yang mencekik. Argan masih terpaku menatap Aruna, matanya menyisir setiap inci wajah gadis itu—mencari kepalsuan atau sekadar kebingungan yang biasa ditunjukkan adiknya. Namun yang ia temukan hanyalah keteguhan yang dipaksakan, seolah gadis itu sedang memikul beban yang jauh lebih berat dari usianya.

“Kau?” suara Argan terdengar berat dan rendah, hanya terdengar oleh mereka berdua. “Di mana Aisyah?”

Aruna menelan ludah, jari-jarinya meremas ujung gaun yang kebesaran itu. “Kakak... Kakak tidak bisa datang, Tuan. Saya di sini untuk menggantikannya.”

Tawa sinis kecil lolos dari bibir Argan, namun tak ada senyum di matanya. “Menggantikan? Pernikahan ini bukan soal sepatu yang bisa ditukar saat tak pas, Aruna. Kau tahu apa yang kau katakan?”

“Saya tahu,” jawab Aruna cepat, suaranya bergetar namun tak mundur. “Saya tahu ini perjanjian antar keluarga. Saya tahu jika pernikahan ini batal malam ini, nama baik keluarga kami hancur, dan nama baik Anda pun tak kalah buruk. Biarlah saya yang menggantikannya.”

Sebelum Argan sempat membalas, ayah mereka bergegas menghampiri, wajahnya merah padam antara malu dan putus asa. “Argan... mohon terimalah. Aisyah... dia pergi tanpa pesan. Aruna rela melakukannya demi menyelamatkan kehormatan kedua keluarga.”

Argan memejamkan mata sejenak, merasakan kepahitan yang makin menumpuk. Ia tak punya pilihan. Membatalkan upacara saat ini berarti mengumumkan pada seluruh dunia bahwa ia ditelantarkan calon istrinya—bahwa ia tak cukup berharga untuk dipertahankan. Dan ia tak sanggup menanggung rasa malu itu.

Dengan gerakan lambat, ia membuka mata, menatap Aruna tajam. “Baiklah. Kau mau menggantikannya? Kalau begitu kau harus menjalani semuanya. Jangan harap aku akan memperlakukanmu lembut hanya karena kau adiknya.”

“Saya siap,” jawab Aruna pelan, meski hatinya berteriak takut.

Upacara pun dilanjutkan dengan kaku. Tak ada janji cinta yang tulus, tak ada senyum bahagia. Hanya ucapan janji suci yang terucap bagai beban berat, disaksikan orang-orang yang masih tampak bingung dan berbisik-bisik. Saat pria tua penghulu mengucapkan kalimat sah, Aruna merasakan genggaman tangan Argan yang dingin dan kaku—tak ada kehangatan, hanya tekanan yang menandakan sebuah ikatan yang dipaksakan.

Setelah semua tamu perlahan pulang dan kemeriahan berubah menjadi sunyi senyap, mereka berdua kini berada di kamar pengantin yang luas dan mewah namun terasa dingin seperti istana es. Argan membiarkan dirinya didorong kursi rodanya ke tengah ruangan, lalu menatap Aruna yang berdiri tak jauh dari pintu.

“Sekarang katakan padaku yang sebenarnya,” ucap Argan tiba-tiba, suaranya menekan. “Apa yang sebenarnya terjadi pada Aisyah? Dan kenapa kau begitu rela menyerahkan hidupmu hanya untuk menggantikannya?”

Aruna menunduk, air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh membasahi pipi. “Kakak pergi... Ia tak sanggup menerima Anda yang seperti ini. Ia bilang ia tak bisa hidup bersama pria yang tak bisa berjalan, yang tak bisa menemaninya berpesta atau berkeliling dunia. Ia meminta saya untuk menutupi kekacauannya sampai ia aman pergi jauh.”

Argan tertawa pahit, kali ini lebih keras. “Jadi kau dikorbankan untuk keserakahannya? Kau rela menjadi istri bayangan pria cacat hanya karena kakakmu pengecut?”

“Saya melakukannya karena saya tak ingin keluarga kami hancur,” isak Aruna pelan, namun ia tetap mengangkat wajahnya menatap Argan. “Dan saya tidak menganggap Anda cacat, Tuan Argan. Anda mungkin tak bisa berjalan sekarang... tapi saya yakin hati dan pikiran Anda jauh lebih utuh daripada orang yang berlari menjauh saat masa sulit datang.”

Kata-kata itu seolah menampar Argan. Ia terdiam lama, menatap gadis di hadapannya dengan pandangan yang berubah—dari kebencian dan kekecewaan, menjadi rasa ingin tahu yang bercampur heran. Di balik topeng pernikahan palsu ini, ternyata ada rahasia yang lebih dalam, dan perasaan yang mungkin perlahan tumbuh di tempat yang tak pernah ia duga.

 

Lanjut ke Bab 3 sekarang?

Episodes
1 Bab 1: Pengantin yang Hilang
2 Bab 2: Di Balik Topeng Kebenaran
3 Bab 3: Aturan Permainan Baru
4 Bab 4: Hati yang Beku
5 Bab 5: Jejak Pengkhianatan
6 Bab 6: Jejak yang Tak Hilang
7 Bab 7: Memperbaiki Segalanya
8 Bab 8: Langkah Kecil yang Berani
9 Bab 9: Bayang yang Belum Hilang
10 Bab 10: Belajar Berdiri Bersama
11 Bab 11: Ancaman yang Tak Lagi Sembunyi
12 Bab 12: Langkah Pertama Kembali
13 Bab 13: Berdiri Saling Menguatkan
14 Bab 14: Berjalan di Hadapan Dunia
15 Bab 15: Janji yang Sebenarnya
16 Bab 16: Memimpin dengan Hati
17 Bab 17: Menjadi Penopang Saat Kau Tak Bisa Berdiri
18 Bab 18: Pulang ke Awal yang Berbeda
19 Bab 19: Badai Terakhir Sebelum Teduh
20 Bab 20: Cahaya Setelah Badai
21 Bab 21: Langkah Menuju Hari Esok
22 Bab 22: Kasih yang Semakin Tumbuh
23 Bab 23: Bukti Kasih yang Tak Bersuara
24 Bab 24: Rumah Tempat Hati Pulang
25 Bab 25: Satu Hati, Satu Jalan
26 Bab 26: Saat Waktu Menghampiri
27 Bab 27: Cahaya Baru Bernama Arka
28 Bab 28: Mendidik Tanpa Kemewahan
29 Bab 29: Ujian Kepercayaan
30 Bab 30: Musuh dari Masa Lalu
31 Bab 31: Cinta yang Tak Luntur
32 Bab 32: Belajar Melangkah Bersama Arka
33 Bab 33: Keputusan yang Sulit
34 Bab 34: Kembali Mengajar
35 Bab 35: Arka Mulai Bertanya
36 Bab 36: Perjalanan Menemukan Jati Diri
37 Bab 37: Ancaman Baru di Dunia Bisnis
38 Bab 38: Aruna Berdiri di Garis Depan
39 Bab 39: Argan Memilih Percaya
40 Bab 40: Ujian Kesetiaan Paling Berat
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengantin yang Hilang
2
Bab 2: Di Balik Topeng Kebenaran
3
Bab 3: Aturan Permainan Baru
4
Bab 4: Hati yang Beku
5
Bab 5: Jejak Pengkhianatan
6
Bab 6: Jejak yang Tak Hilang
7
Bab 7: Memperbaiki Segalanya
8
Bab 8: Langkah Kecil yang Berani
9
Bab 9: Bayang yang Belum Hilang
10
Bab 10: Belajar Berdiri Bersama
11
Bab 11: Ancaman yang Tak Lagi Sembunyi
12
Bab 12: Langkah Pertama Kembali
13
Bab 13: Berdiri Saling Menguatkan
14
Bab 14: Berjalan di Hadapan Dunia
15
Bab 15: Janji yang Sebenarnya
16
Bab 16: Memimpin dengan Hati
17
Bab 17: Menjadi Penopang Saat Kau Tak Bisa Berdiri
18
Bab 18: Pulang ke Awal yang Berbeda
19
Bab 19: Badai Terakhir Sebelum Teduh
20
Bab 20: Cahaya Setelah Badai
21
Bab 21: Langkah Menuju Hari Esok
22
Bab 22: Kasih yang Semakin Tumbuh
23
Bab 23: Bukti Kasih yang Tak Bersuara
24
Bab 24: Rumah Tempat Hati Pulang
25
Bab 25: Satu Hati, Satu Jalan
26
Bab 26: Saat Waktu Menghampiri
27
Bab 27: Cahaya Baru Bernama Arka
28
Bab 28: Mendidik Tanpa Kemewahan
29
Bab 29: Ujian Kepercayaan
30
Bab 30: Musuh dari Masa Lalu
31
Bab 31: Cinta yang Tak Luntur
32
Bab 32: Belajar Melangkah Bersama Arka
33
Bab 33: Keputusan yang Sulit
34
Bab 34: Kembali Mengajar
35
Bab 35: Arka Mulai Bertanya
36
Bab 36: Perjalanan Menemukan Jati Diri
37
Bab 37: Ancaman Baru di Dunia Bisnis
38
Bab 38: Aruna Berdiri di Garis Depan
39
Bab 39: Argan Memilih Percaya
40
Bab 40: Ujian Kesetiaan Paling Berat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!