Istri Pengantin Untuk CEO Lumpu

Istri Pengantin Untuk CEO Lumpu

Bab 1: Pengantin yang Hilang

Hujan rintik-rintik seolah turut meratapi suasana di dalam aula pernikahan termewah di kota itu. Lampu gantung kristal yang berkilauan memantulkan cahaya keemasan, menyinari deretan tamu undangan yang sebagian besar adalah tokoh terpandang, pejabat, dan rekan bisnis berpengaruh. Namun, kemegahan itu terasa hampa, bahkan seakan mencekik, ketika mata semua orang tertuju pada satu sosok yang duduk diam di atas kursi roda di pelaminan.

Itu adalah Argan Adhyaksa—pewaris tunggal keluarga konglomerat Adhyaksa, pemimpin perusahaan yang namanya disegani di seluruh negeri. Tubuhnya tegap namun terlihat kaku, kemeja jas putih yang disesuaikan dengan sempurna menutupi bekas luka yang masih terasa perih, bukan hanya pada tubuhnya yang lumpuh sejak kecelakaan setahun silam, melainkan juga pada hatinya yang lama tertutup rapat. Wajahnya tampan namun dingin, matanya yang tajam tak menyiratkan sedikit pun kegembiraan yang seharusnya dimiliki seorang pengantin pria. Hanya ada kekosongan, dan sedikit rasa lelah yang tak mampu ia sembunyikan.

Ia sudah tahu sejak awal pernikahan ini hanyalah sebuah perjanjian. Perjanjian yang disusun oleh kedua orang tuanya, untuk menyatukan keluarga Adhyaksa dengan keluarga tunangannya, Aisyah. Sebuah pernikahan yang dimaksudkan untuk menjaga nama baik keluarga, memperkuat kerja sama bisnis, dan memastikan bahwa tak ada yang tahu betapa hancurnya dirinya pasca kecelakaan itu. Argan setuju, bukan karena cinta, melainkan karena ia sudah tak punya alasan untuk menolak—setelah kecelakaan itu merenggut kemampuannya berjalan sekaligus harapan bahwa ia akan pernah dicintai apa adanya.

Jam dinding di ujung aula berdentang pelan, tepat menunjukkan pukul delapan malam. Upacara seharusnya sudah dimulai sepuluh menit yang lalu. Namun, sosok yang seharusnya berdiri di sampingnya—Aisyah—tak kunjung muncul.

Bisik-bisik pelan mulai terdengar di antara tamu undangan. Awalnya samar, lalu perlahan makin nyaring.

“Mana pengantin wanitanya?”

“Bukankah undangan sudah menyatakan mereka akan menikah hari ini?”

“Dengar-dengar dia tak mau menikah dengan pria yang tak bisa berjalan...”

“Kasihan sekali Tuan Muda Argan...”

Setiap bisikan itu terasa seperti jarum yang menusuk perlahan ke dalam dada Argan. Rahangnya mengeras, tangannya yang bertumpu pada sandaran kursi roda mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Ia sudah menduga hal ini mungkin terjadi. Aisyah selalu terlihat ragu setiap kali mereka bertemu, dan tatapannya yang penuh rasa iba perlahan berubah menjadi rasa jijik yang tak bisa disembunyikan. Namun, ia tak pernah menyangka wanita itu akan berani melarikan diri tepat di hari pernikahan mereka, di hadapan semua orang yang mereka kenal.

Saat kebingungan mulai berubah menjadi keributan kecil, seorang wanita muda melangkah masuk ke dalam aula dengan langkah ragu. Ia mengenakan gaun pengantin sederhana yang sedikit kebesaran, wajahnya pucat pasi namun matanya berkilat penuh keteguhan yang tak terduga. Itu adalah Aruna—adik kandung Aisyah.

Ia berjalan melewati barisan tamu yang menatapnya heran, langkahnya gemetar namun tak berhenti sampai ia berdiri tepat di samping Argan. Dengan suara yang sedikit bergetar namun jelas terdengar oleh siapa saja yang mendengarnya, ia berkata:

“Maafkan keterlambatan saya... Saya Aruna, pengantin wanita Tuan Argan malam ini.”

Kata-kata itu membuat seluruh aula mendadak senyap total. Bahkan Argan sendiri tertegun menatap wanita di hadapannya itu, matanya menyiratkan tanya yang besar—tak mengerti mengapa adik tunangannya yang menghilang justru datang menggantikan posisinya, dan apa yang sebenarnya tersembunyi di balik keputusan mendadak itu. Aruna menatapnya balik, menyembunyikan rasa takut dan sedih yang mendalam di balik senyum tipisnya, menyadari bahwa langkah yang baru saja ia ambil akan mengubah seluruh hidupnya dan hidup pria dingin di hadapannya itu selamanya.

Episodes
1 Bab 1: Pengantin yang Hilang
2 Bab 2: Di Balik Topeng Kebenaran
3 Bab 3: Aturan Permainan Baru
4 Bab 4: Hati yang Beku
5 Bab 5: Jejak Pengkhianatan
6 Bab 6: Jejak yang Tak Hilang
7 Bab 7: Memperbaiki Segalanya
8 Bab 8: Langkah Kecil yang Berani
9 Bab 9: Bayang yang Belum Hilang
10 Bab 10: Belajar Berdiri Bersama
11 Bab 11: Ancaman yang Tak Lagi Sembunyi
12 Bab 12: Langkah Pertama Kembali
13 Bab 13: Berdiri Saling Menguatkan
14 Bab 14: Berjalan di Hadapan Dunia
15 Bab 15: Janji yang Sebenarnya
16 Bab 16: Memimpin dengan Hati
17 Bab 17: Menjadi Penopang Saat Kau Tak Bisa Berdiri
18 Bab 18: Pulang ke Awal yang Berbeda
19 Bab 19: Badai Terakhir Sebelum Teduh
20 Bab 20: Cahaya Setelah Badai
21 Bab 21: Langkah Menuju Hari Esok
22 Bab 22: Kasih yang Semakin Tumbuh
23 Bab 23: Bukti Kasih yang Tak Bersuara
24 Bab 24: Rumah Tempat Hati Pulang
25 Bab 25: Satu Hati, Satu Jalan
26 Bab 26: Saat Waktu Menghampiri
27 Bab 27: Cahaya Baru Bernama Arka
28 Bab 28: Mendidik Tanpa Kemewahan
29 Bab 29: Ujian Kepercayaan
30 Bab 30: Musuh dari Masa Lalu
31 Bab 31: Cinta yang Tak Luntur
32 Bab 32: Belajar Melangkah Bersama Arka
33 Bab 33: Keputusan yang Sulit
34 Bab 34: Kembali Mengajar
35 Bab 35: Arka Mulai Bertanya
36 Bab 36: Perjalanan Menemukan Jati Diri
37 Bab 37: Ancaman Baru di Dunia Bisnis
38 Bab 38: Aruna Berdiri di Garis Depan
39 Bab 39: Argan Memilih Percaya
40 Bab 40: Ujian Kesetiaan Paling Berat
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Bab 1: Pengantin yang Hilang
2
Bab 2: Di Balik Topeng Kebenaran
3
Bab 3: Aturan Permainan Baru
4
Bab 4: Hati yang Beku
5
Bab 5: Jejak Pengkhianatan
6
Bab 6: Jejak yang Tak Hilang
7
Bab 7: Memperbaiki Segalanya
8
Bab 8: Langkah Kecil yang Berani
9
Bab 9: Bayang yang Belum Hilang
10
Bab 10: Belajar Berdiri Bersama
11
Bab 11: Ancaman yang Tak Lagi Sembunyi
12
Bab 12: Langkah Pertama Kembali
13
Bab 13: Berdiri Saling Menguatkan
14
Bab 14: Berjalan di Hadapan Dunia
15
Bab 15: Janji yang Sebenarnya
16
Bab 16: Memimpin dengan Hati
17
Bab 17: Menjadi Penopang Saat Kau Tak Bisa Berdiri
18
Bab 18: Pulang ke Awal yang Berbeda
19
Bab 19: Badai Terakhir Sebelum Teduh
20
Bab 20: Cahaya Setelah Badai
21
Bab 21: Langkah Menuju Hari Esok
22
Bab 22: Kasih yang Semakin Tumbuh
23
Bab 23: Bukti Kasih yang Tak Bersuara
24
Bab 24: Rumah Tempat Hati Pulang
25
Bab 25: Satu Hati, Satu Jalan
26
Bab 26: Saat Waktu Menghampiri
27
Bab 27: Cahaya Baru Bernama Arka
28
Bab 28: Mendidik Tanpa Kemewahan
29
Bab 29: Ujian Kepercayaan
30
Bab 30: Musuh dari Masa Lalu
31
Bab 31: Cinta yang Tak Luntur
32
Bab 32: Belajar Melangkah Bersama Arka
33
Bab 33: Keputusan yang Sulit
34
Bab 34: Kembali Mengajar
35
Bab 35: Arka Mulai Bertanya
36
Bab 36: Perjalanan Menemukan Jati Diri
37
Bab 37: Ancaman Baru di Dunia Bisnis
38
Bab 38: Aruna Berdiri di Garis Depan
39
Bab 39: Argan Memilih Percaya
40
Bab 40: Ujian Kesetiaan Paling Berat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!