IISJ Bab 2 - Pertama Kali Bertemu

Suara pengaman pistol yang dilepas terdengar hampir bersamaan.

Klik!

Klik!

Klik!

Beberapa prajurit yang berada di barisan depan langsung mengangkat senjata api mereka dan mengarahkannya tepat ke kepala Ashlyn.

"Jangan bergerak!"

"Menjauh dari kendaraan Jenderal!"

"Angkat kedua tanganmu!"

Suasana yang semula hanya dipenuhi rasa penasaran berubah mencekam dalam sekejap.

Para warga desa yang menyaksikan kejadian itu langsung mundur beberapa langkah. Beberapa ibu bahkan menutup mata anak-anak mereka.

"Astaga! mereka mengeluarkan pistol dan pedang."

"Gadis itu akan mati."

"Berani sekali mengaku sebagai istri Jenderal Ethan."

"Kasihan, ternyata dia benar-benar idiot."

Namun semua ancaman itu tidak berarti apapun bagi Ashlyn. Ia sama sekali tidak melihat moncong-moncong pistol dan pedang yang mengarah kepadanya. Yang Ashlyn lihat hanyalah sosok pria tampan di balik kaca mobil. Meski tak pernah bertemu secara langsung namun Ashlyn sering sekali melihat foto Ethan dimana-mana.

Seorang Jenderal yang paling dikagumi oleh semua orang, terutama di wilayah perbatasan. Karena itulah ketika pertama kali melihat Ashlyn langsung bisa mengenali sang suami.

Dengan wajah penuh harapan, Ashlyn pun melambaikan tangan kecilnya. "Suamiku!"

Para prajurit semakin menegang.

"Diam!"

Ashlyn menggeleng pelan. "Ashlyn tidak mau diam."

Seorang kapten pasukan melangkah maju. Jarinya sudah berada di pelatuk pistol. "Nona, mundur sekarang juga atau kami tembak!"

Bukannya takut, Ashlyn justru tersenyum semakin lebar. "Tapi Ashlyn mau ikut pulang bersama suami."

Kalimat polos itu membuat seluruh jalanan menjadi sunyi.

"Ashlyn tidak punya rumah lagi," lanjutnya lirih. "Mama dan Papa menyuruh Ashlyn mencari suami. Jadi, Ashlyn mau ikut pulang."

Beberapa prajurit saling berpandangan.

Apa gadis ini benar-benar tidak mengerti situasinya?

Sementara itu di dalam mobil, Ethan Harold masih memperhatikan setiap gerak-gerik gadis tersebut.

Tatapannya dingin dan pikirannya dipenuhi tanda tanya. Tapi sejak beberapa menit lalu, Ethan tidak sekali pun melihat kepura-puraan di mata gadis tersebut.

Tak ada rasa takut.

Tak ada ambisi.

Tak ada kepentingan.

Yang ada hanyalah kepolosan seorang gadis yang benar-benar percaya bahwa dirinya sedang berbicara dengan suaminya.

Ethan perlahan mengangkat tangan. "Turunkan senjata."

Semua prajurit membeku.

"Jenderal?"

"Aku bilang turunkan," ucap Ethan yang suaranya terdengar begitu datar.

Tanpa berani membantah, seluruh pistol dan senjata segera diturunkan.

Para warga semakin dibuat tercengang.

"Apa aku salah dengar?"

"Jenderal tidak marah?"

"Tidak mungkin."

Pintu mobil hitam itu akhirnya terbuka dan Ethan turun dengan langkahnya yang tenang. Tubuhnya yang tinggi dan tegap memancarkan wibawa yang membuat semua orang otomatis menundukkan kepala.

Ethan berhenti tepat di depan Ashlyn. Sementara Ashlyn mendongak sambil tersenyum manis. Sumpah demi apapun, ternyata jenderal Ethan terlihat lebih tampan jika dilihat secara langsung dan sedekat ini.

Untuk beberapa detik Ashlyn sampai terpaku melihat ketampanan itu.

"Suamiku," ucap Ashlyn pelan, masih mencoba sadar dari ketampanan Ethan yang membuatnya membeku.

Dan Ethan menatap wajah gadis itu beberapa saat. "Kamu memanggilku?"

Ashlyn mengangguk cepat. "Iya."

"Kamu mengenalku?"

"Iya."

"Dari mana?"

"Mama yang bilang."

"Apa yang dia katakan?"

Ashlyn menjawab tanpa ragu sedikit pun. "Katanya Jenderal Ethan Harold adalah suamiku."

Hening.

Tak seorang pun berani bersuara.

Ethan memperhatikan wajah Ashlyn lebih lama. Tidak ada sedikit pun tanda bahwa gadis itu sedang berbohong. Tatapannya sebening mata seorang anak kecil.

Tiba-tiba Ethan bertanya dengan suara datar. "Di mana keluargamu?"

Ashlyn menoleh ke belakang. "Mereka pulang."

"Pulang?"

"Iya. Mama bilang Ashlyn harus mencari suami. Ashlyn tidak boleh ikut mereka lagi."

Entah mengapa kalimat sederhana itu membuat hati Ethan yang selama ini membeku seakan terusik. Tanpa perlu dijelaskan dengan gamblang, mereka semua bisa tahu bahwa wanita di hadapan saat ini adalah seseorang yang memiliki keistimewaan. Tubuhnya memang sudah besar, tapi pemikirannya tak lebih dari anak berusia lima tahun.

Kata-kata 'Tak boleh ikut mereka lagi' artinya gadis ini telah dibuang, tapi bahkan gadis ini pun seperti tak mengetahui maknanya.

Ethan sudah melihat ribuan korban perang. Menyaksikan kematian dan kehilangannya anak buah. Saat ini harusnya ia mati rasa, namun tatapan kosong seorang gadis yang baru saja dibuang keluarganya membuat hati Ethan benar-benar terusik.

Setelah beberapa saat terdiam, Ethan akhirnya membuka suara. "Masuk."

Ashlyn berkedip.b"Masuk?"

"Kamu ingin ikut denganku, bukan?"

Wajah Ashlyn langsung berbinar. "Iya!"

Tanpa pikir panjang, Ashlyn menghampiri Ethan dengan langkah kecil yang riang.

Melihat itubpara prajurit langsung panik. "Jenderal! Anda serius? Identitas gadis ini bahkan belum diketahui. Kami belum memeriksa apakah dia berbahaya atau tidak!"

Asisten kepercayaan Ethan ikut maju. "Tuan, membawa orang asing ke kediaman Anda sangat berisiko."

Ethan bahkan tidak menoleh. "Ini perintah."

Satu kalimat itu langsung membungkam semua orang. Tak ada yang berani membantah keputusan seorang Jenderal Ethan Harold.

Ashlyn dengan polosnya masuk ke dalam mobil mewah milik Ethan. Begitu duduk di kursi empuk, matanya langsung membulat kagum.

"Waah!" Tangan Ashlyn menyentuh jok kulit dengan hati-hati. "Lembut sekali."

Ashlyn melihat ke kanan dan ke kiri seperti anak kecil yang baru pertama kali masuk ke dunia baru. "Suamiku kaya sekali!"

Ucapan itu membuat beberapa pengawal yang duduk di depan hampir tersedak. Mereka saling melirik melalui kaca spion.

Belum pernah ada orang yang berani memanggil Ethan seperti itu berulang kali. Dan yang lebih mengejutkan, Jenderal mereka bahkan membiarkannya.

Ethan duduk di samping Ashlyn. Aroma bunga liar yang samar tercium dari tubuh gadis itu. Ethan menatap Ashlyn yang sejak tadi sibuk mengagumi interior mobil.

Di hadapan gadis ini semua ketegasan dan kewibawaannya seperti tidak ada artinya. Ethan

 mengembuskan napas pelan.

"Siapa namamu?" tanya Ethan kemudian.

Ashlyn langsung menoleh. "Ashlyn."

Ethan menatapnya lekat. "Bagaimana bisa aku menjadi suamimu?"

Ashlyn tersenyum karena pertanyaan itu sangat mudah untuk dijawab. "Karena Mama bilang Jenderal Ethan Harold adalah suamiku."

"Itu saja?"

Ashlyn mengangguk polos. "Iya."

Ethan mengusap pelipisnya. Berarti semua ini bermula dari ucapan seseorang. Entah karena sengaja atau karena alasan lain.

Sebelum Ethan sempat bertanya lagi, Ashlyn tiba-tiba memajukan wajahnya hingga jarak mereka hanya beberapa senti. Tatapan bening Ashlyn dipenuhi rasa penasaran.

"Jenderal," panggil Ashlyn lembut.

"Apa?"

"Bukannya ini pertama kali kita bertemu?"

"Benar."

Ashlyn mengerucutkan bibirnya, lalu berkata dengan nada kecewa yang begitu polos.

"Kalau begitu, apa Jenderal tidak ingin memelukku?"

Terpopuler

Comments

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

Seorang jendral yang konon katanya kejamm, ternyata kekejamannya hanya berlaku di medan perang. tapi, saat bertemu dengan rakyat jelatah, ethan tetaplah manusia biasa yang punya hati nurani. di saat orang tua ashlyn yang tak punya hati , sampai tega membuang ashlyn. beda dengan ethan yang malah menerima kepolosan ashlyn...

2026-08-04

2

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

Di saat semua orang ketakutan dan gemeter melihat ethan, Beda dengan ashlyn yang malah menunjukkan senyum manis nya 😂 kalau begini mah ethan mana sanggup mau menembak kamu Ash 🤭

2026-08-04

0

RiriChiew🌺

RiriChiew🌺

astagaaa, gemess sekali kau ashilyn . muka datar kaya tembok sedingin kutub Utara pun lama² lelehh jugaa itu jend. Ethan 🤭 jadi gak sabar nunggu kelanjutannya

2026-08-04

1

lihat semua
Episodes
1 IISJ Bab 1 - Suamiku
2 IISJ Bab 2 - Pertama Kali Bertemu
3 IISJ Bab 3 - Seekor Kucing
4 IISJ Bab 4 - Janji
5 IISJ Bab 5 - Kecuali Aku
6 IISJ Bab 6 - Aku Tidak Bodoh
7 IISJ Bab 7 - Pertama Kali
8 IISJ Bab 8 - Kenapa Bersembunyi Di Sini?
9 IISJ Bab 9 - Tempat Duduk Favoritku
10 IISJ Bab 10 - Mau Sampai Kapan?
11 IISJ Bab 11 - Ketenangannya Goyah
12 IISJ Bab 12 - Satu-satunya Jalan Terbaik
13 IISJ Bab 13 - Semudah Itu?
14 IISJ Bab 14 - Bukan Tanggung Jawabku
15 IISJ Bab 15 - Matahari Mulai Terbenam
16 IISJ Bab 16 - Sander Akan Pergi Sekarang
17 IISJ Bab 17 - Bagaimana?
18 IISJ Bab 18 - Benar-benar Bahaya
19 IISJ Bab 19 - Nanti
20 IISJ Bab 20 - Siapa Wanita Itu?
21 IISJ Bab 21 - Istri Jenderal Ethan Harold
22 IISJ Bab 22 - Menemani
23 IISJ Bab 23 - Menemuiku Sendiri
24 IISJ Bab 24 - Istriku
25 IISJ Bab 25 - Sesuatu Yang Tak Beres
26 IISJ Bab 26 - Setara
27 IISJ Bab 27 - Jangan Gerak-gerak
28 IISJ Bab 28 - Di Pangkuan Ethan
29 IISJ Bab 29 - Banyak Sekali Pertanyaan
30 IISJ Bab 30 - Sungguhan Saja
31 IISJ Bab 31 - Semoga Kamu Cepat Sadar
32 IISJ Bab 32 - Semakin ditatap
33 IISJ Bab 33 - Harus Waspada
34 IISJ Bab 34 - Biar Adil
35 IISJ Bab 35 - Siang Nanti
36 IISJ Bab 36 - Dua Sampah
37 IISJ Bab 37 - Ideku Sendiri
38 IISJ Bab 38 - Ciuman Selamat Tidur
39 IISJ Bab 39 - Undangan Pernikahan
40 IISJ Bab 40 - Main Kakak Adik
41 IISJ Bab 41 - Karena Ashlyn Cantik
42 IISJ Bab 42 - Bagaimana Caranya Bisa Punya Anak?
43 IISJ Bab 43 - Sangat Mengejutkan
44 IISJ Bab 44 - Saat Itu
45 IISJ Bab 45 - Rumahku Sekarang
46 IISJ Bab 46 - Si Gadis Jahat Itu
47 IISJ Bab 47 - Seharusnya Sudah Mati
Episodes

Updated 47 Episodes

1
IISJ Bab 1 - Suamiku
2
IISJ Bab 2 - Pertama Kali Bertemu
3
IISJ Bab 3 - Seekor Kucing
4
IISJ Bab 4 - Janji
5
IISJ Bab 5 - Kecuali Aku
6
IISJ Bab 6 - Aku Tidak Bodoh
7
IISJ Bab 7 - Pertama Kali
8
IISJ Bab 8 - Kenapa Bersembunyi Di Sini?
9
IISJ Bab 9 - Tempat Duduk Favoritku
10
IISJ Bab 10 - Mau Sampai Kapan?
11
IISJ Bab 11 - Ketenangannya Goyah
12
IISJ Bab 12 - Satu-satunya Jalan Terbaik
13
IISJ Bab 13 - Semudah Itu?
14
IISJ Bab 14 - Bukan Tanggung Jawabku
15
IISJ Bab 15 - Matahari Mulai Terbenam
16
IISJ Bab 16 - Sander Akan Pergi Sekarang
17
IISJ Bab 17 - Bagaimana?
18
IISJ Bab 18 - Benar-benar Bahaya
19
IISJ Bab 19 - Nanti
20
IISJ Bab 20 - Siapa Wanita Itu?
21
IISJ Bab 21 - Istri Jenderal Ethan Harold
22
IISJ Bab 22 - Menemani
23
IISJ Bab 23 - Menemuiku Sendiri
24
IISJ Bab 24 - Istriku
25
IISJ Bab 25 - Sesuatu Yang Tak Beres
26
IISJ Bab 26 - Setara
27
IISJ Bab 27 - Jangan Gerak-gerak
28
IISJ Bab 28 - Di Pangkuan Ethan
29
IISJ Bab 29 - Banyak Sekali Pertanyaan
30
IISJ Bab 30 - Sungguhan Saja
31
IISJ Bab 31 - Semoga Kamu Cepat Sadar
32
IISJ Bab 32 - Semakin ditatap
33
IISJ Bab 33 - Harus Waspada
34
IISJ Bab 34 - Biar Adil
35
IISJ Bab 35 - Siang Nanti
36
IISJ Bab 36 - Dua Sampah
37
IISJ Bab 37 - Ideku Sendiri
38
IISJ Bab 38 - Ciuman Selamat Tidur
39
IISJ Bab 39 - Undangan Pernikahan
40
IISJ Bab 40 - Main Kakak Adik
41
IISJ Bab 41 - Karena Ashlyn Cantik
42
IISJ Bab 42 - Bagaimana Caranya Bisa Punya Anak?
43
IISJ Bab 43 - Sangat Mengejutkan
44
IISJ Bab 44 - Saat Itu
45
IISJ Bab 45 - Rumahku Sekarang
46
IISJ Bab 46 - Si Gadis Jahat Itu
47
IISJ Bab 47 - Seharusnya Sudah Mati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!