IISJ Bab 5 - Kecuali Aku

Ethan memejamkan mata sejenak. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa seorang Jenderal yang disegani di seluruh negeri kini justru dibuat tidak berkutik oleh seorang gadis dengan pola pikir seperti anak kecil.

'Aku ingin Suami menemaniku membersihkan diri.'

Permintaan itu membuat seluruh pelayan yang berdiri di ruang tengah langsung menahan napas. Bisa-bisanya gadis itu mengucapkan hal tersebut dengan begitu gamblang. Beberapa pelayan bahkan yakin betul bahwa sekarang Jenderal Ethan tak akan menahan dirinya lagi dan langsung memberi hukuman pada gadis itu.

Mereka semua diam-diam melirik ke arah Ethan, menunggu bagaimana sang jenderal akan menolak permintaan yang jelas terdengar tidak masuk akal tersebut.

Namun di luar dugaan Ethan justru hanya mengembuskan napas pelan. "Baiklah," ucap Ethan akhirnya.

Satu kata itu kembali membuat semua orang tercengang.

"Tapi kamu tetap mandi bersama kepala pelayan."

Ashlyn langsung mengangguk cepat. "Baik, asal Suamiku tidak pergi. Aku sudah senang."

Ethan kemudian berbalik menuju lantai dua mansion dan Ashlyn langsung berjalan di sampingnya sambil memegang ujung lengan seragam sang jenderal, selalu takut Ethan menghilang jika ia melepaskannya walau hanya sesaat.

Sesampainya di lantai atas, Ethan membuka pintu kamar pribadinya. Ruangan ini sangat luas dengan nuansa hitam dan abu-abu yang nampak mewah. Rak buku memenuhi salah satu sisi dinding, sementara sebuah sofa besar berada tidak jauh dari tempat tidur.

"Kepala Pelayan," panggil Ethan.

"Ya, Jenderal."

"Bawa dia mandi."

"Baik."

Para pelayan yang lain juga mulai menjalankan tugasnya masing-masing, ada yang membeli baju baru untuk Ashlyn dan ada juga yang menghubungi dokter untuk datang ke sini dan memeriksa Ashlyn secara langsung.

Sementara kepala pelayan dengan sabar membimbing Ashlyn menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar Ethan.

Sebelum pintu kamar mandi tertutup, Ashlyn masih sempat melambaikan tangan. "Suamiku jangan pergi ya."

Ethan mengangguk singkat. "Aku di sini."

Barulah Ashlyn tersenyum lega.

Sekitar tiga puluh menit kemudian akhirnya terdengar suara pintu kamar mandi perlahan terbuka.

Ashlyn keluar dengan mengenakan handuk kimono putih yang membungkus tubuhnya. Rambut panjang Ashlyn yang masih basah menjuntai hingga pinggang, sementara pipinya tampak kemerahan karena air hangat.

Begitu melihat Ethan masih duduk di sofa, wajah Ashlyn langsung dipenuhi senyum.

"Suamiku!" Ashlyn berlari kecil menghampiri Ethan. "Aku sudah mandi."

Ashlyn mengangkat kedua lengannya sambil mengendus tubuhnya sendiri. "Sabunnya harum sekali."

Ethan yang semula hanya menatap berkas laporan di tangannya perlahan mengangkat kepala.

Tatapannya langsung tertuju pada kedua kaki Ashlyn yang ternyata penuh luka. Terlihat jelas kedua betis Ashlyn dipenuhi lebam berwarna kebiruan. Ada bekas luka lama yang belum sepenuhnya hilang, bercampur dengan memar yang masih baru.

Tatapan Ethan berubah semakin dalam. "Kakimu terluka," gumam Ethan pelan.

Ashlyn mengikuti arah pandang Ethan, lalu melihat kedua kakinya sendiri.

"Oh..." Ashlyn tampak tidak terlalu memedulikannya.

Ethan meletakkan berkas di atas meja. "Duduk," titahnya seraya menepuk tempat kosong di sisi tubuhnya.

Ashlyn menurut tanpa banyak bertanya. Ia duduk di samping Ethan dengan kedua tangan bertumpu di atas paha.

"Pakaianmu masih dalam perjalanan," ucap Ethan.

"Iya, Suamiku."

Ethan kembali memperhatikan luka-luka di kaki Ashlyn. "Darimana kamu mendapatkan semua luka itu?"

Ashlyn menjawab seolah sedang menceritakan hal yang biasa. "Yang ini dipukul Mama." Jarinya menunjuk memar di betis kanan.

"Kalau yang ini," Ashlyn berpindah ke kaki sebelah. "Sandrina yang pukul."

Ethan tetap diam.

Ashlyn justru melanjutkan dengan wajah polosnya. "Di bahuku juga ada banyak luka."

Sebelum Ethan sempat mengatakan apa pun, Ashlyn langsung menarik turun bagian handuk kimono yang menutupi bahu kirinya.

Seketika tatapan Ethan membeku.

Di bahu putih gadis itu tampak bekas cambukan tipis, memar keunguan, bahkan beberapa bekas luka yang telah mengering.

Semua itu jelas bukan luka yang muncul dalam satu atau dua hari. Melainkan bekas kekerasan yang telah berlangsung sangat lama.

Tatapan Ethan perlahan mengeras. Untuk sesaat hawa dingin yang selama ini selalu menyelimutinya kembali muncul.

Namun berbeda dari biasanya. Kali ini kemarahan itu bukan ditujukan kepada musuh di medan perang. Melainkan kepada orang-orang yang tega melakukan semua ini kepada seorang gadis yang bahkan tidak mampu membela dirinya sendiri.

Meski begitu, suara Ethan tetap terdengar tenang. "Ashlyn."

"Iya, Suamiku."

"Apa kamu sering menunjukkan tubuhmu seperti ini kepada orang lain?"

Ashlyn menggeleng cepat. "Tidak."

"Lalu kenapa kamu menunjukkannya kepadaku?"

Ashlyn tersenyum begitu polos, seolah pertanyaan itu memiliki jawaban yang sangat sederhana. "Karena Jenderal adalah Suamiku."

Ashlyn memiringkan kepalanya sedikit dan menatap Ethan dengan kedua matanya yang berbinar. "Ashlyn tahu suami itu adalah orang yang dekat dengan kita, tapi kata mama tidak ada pria yang mau jadi suamiku. Karena itulah saat mama berkata bahwa jenderal Ethan adalah suamiku, Ashlyn senang sekali."

Ethan menelan ludahnya sendiri dengan kasar, sampai jakun di lehernya bergerak dengan jelas. Meski penuh dengan luka tapi tetap saja bagian tubuh yang Ashlyn perlihatkan sekarang adalah bagian yang baginya sangat sensitif.

Bagi Ethan semua luka itu tidak berpengaruh apapun, tetap saja itu adalah tubuh seorang wanita.

Ditubuhnya sendiri pun sama saja penuh dengan banyak luka.

Dengan hati-hati Ethan pun membantu Ashlyn untuk kembali memasang handuk kimononya dengan benar. Perlakuan lembut itu membuat Ashlyn makin tersenyum.

"Suamiku baik sekali," ucap Ashlyn.

"Jangan tunjukkan tubuhmu pada orang lain. Mulai sekarang jangan percaya siapapun kecuali aku."

Terpopuler

Comments

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

astagaa Ashlyn bener2 kayak ayam yang takut di tinggalkan induknya 😁 gimana ethan enggak akan luluhh dengan kepolosan ashlyn. pasti habis ini ethan akan tambah terpana, saat melihat ashlyn terlihat segar dan bersih, pasti kecantikan ashlyn akan semakin memancarr dan aura bangsawannya akan menguarr 🤭 wanita itu akan terlihat cantik jika ada Dana nya kan? 😂

2026-08-05

5

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

Hukuman yang enak2 yaaa 😂 tapi enggaklahh! ethan enggak bakal menggunakan kesempatan dalam kenikmatannn. ethan hanya kejamm dan bringas saat menghadapi musuh2nya di medan perang. tapi saat di mansion Ethan tetaplah seorang pemimpin yang bijakk, yang di segani dan di hormati oleh semua orang. sudah terlihat saat pertama bertemu Ashlyn dan Ashlyn memegang dan memeluk tangan ethan. ethan tidak sekalipun membentakk dan menghardik Ashlyn dengan kata2 kotorr. tapi ethan malah trenyuhh melihat kepolosan ashlyn. pasti dalam hati ethan berkata, kejammnya keluarga yang sudah membuang dan membohongi Ashlyn..

2026-08-05

0

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

pasti selama ini ashlyn sering di siksa oleh sinta. Dan menurut aku ashlyn sebenarnya dia cerdas, tapi ashlyn pura2 seperti anak kecil supaya sinta tidak smapai menjuall atau membuat nya tambah tersiksa gitu mungkin 🤔🤭 dan saat ini bisa saja ashlyn cuma melanjutkan drama nya, supaya dirinya mendapatkan perlindungan dan tidak di kembali kan ke keluarga nya yang kejamm 🤔

2026-08-05

0

lihat semua
Episodes
1 IISJ Bab 1 - Suamiku
2 IISJ Bab 2 - Pertama Kali Bertemu
3 IISJ Bab 3 - Seekor Kucing
4 IISJ Bab 4 - Janji
5 IISJ Bab 5 - Kecuali Aku
6 IISJ Bab 6 - Aku Tidak Bodoh
7 IISJ Bab 7 - Pertama Kali
8 IISJ Bab 8 - Kenapa Bersembunyi Di Sini?
9 IISJ Bab 9 - Tempat Duduk Favoritku
10 IISJ Bab 10 - Mau Sampai Kapan?
11 IISJ Bab 11 - Ketenangannya Goyah
12 IISJ Bab 12 - Satu-satunya Jalan Terbaik
13 IISJ Bab 13 - Semudah Itu?
14 IISJ Bab 14 - Bukan Tanggung Jawabku
15 IISJ Bab 15 - Matahari Mulai Terbenam
16 IISJ Bab 16 - Sander Akan Pergi Sekarang
17 IISJ Bab 17 - Bagaimana?
18 IISJ Bab 18 - Benar-benar Bahaya
19 IISJ Bab 19 - Nanti
20 IISJ Bab 20 - Siapa Wanita Itu?
21 IISJ Bab 21 - Istri Jenderal Ethan Harold
22 IISJ Bab 22 - Menemani
23 IISJ Bab 23 - Menemuiku Sendiri
24 IISJ Bab 24 - Istriku
25 IISJ Bab 25 - Sesuatu Yang Tak Beres
26 IISJ Bab 26 - Setara
27 IISJ Bab 27 - Jangan Gerak-gerak
28 IISJ Bab 28 - Di Pangkuan Ethan
29 IISJ Bab 29 - Banyak Sekali Pertanyaan
30 IISJ Bab 30 - Sungguhan Saja
31 IISJ Bab 31 - Semoga Kamu Cepat Sadar
32 IISJ Bab 32 - Semakin ditatap
33 IISJ Bab 33 - Harus Waspada
34 IISJ Bab 34 - Biar Adil
35 IISJ Bab 35 - Siang Nanti
36 IISJ Bab 36 - Dua Sampah
37 IISJ Bab 37 - Ideku Sendiri
38 IISJ Bab 38 - Ciuman Selamat Tidur
39 IISJ Bab 39 - Undangan Pernikahan
40 IISJ Bab 40 - Main Kakak Adik
41 IISJ Bab 41 - Karena Ashlyn Cantik
42 IISJ Bab 42 - Bagaimana Caranya Bisa Punya Anak?
43 IISJ Bab 43 - Sangat Mengejutkan
44 IISJ Bab 44 - Saat Itu
45 IISJ Bab 45 - Rumahku Sekarang
46 IISJ Bab 46 - Si Gadis Jahat Itu
47 IISJ Bab 47 - Seharusnya Sudah Mati
Episodes

Updated 47 Episodes

1
IISJ Bab 1 - Suamiku
2
IISJ Bab 2 - Pertama Kali Bertemu
3
IISJ Bab 3 - Seekor Kucing
4
IISJ Bab 4 - Janji
5
IISJ Bab 5 - Kecuali Aku
6
IISJ Bab 6 - Aku Tidak Bodoh
7
IISJ Bab 7 - Pertama Kali
8
IISJ Bab 8 - Kenapa Bersembunyi Di Sini?
9
IISJ Bab 9 - Tempat Duduk Favoritku
10
IISJ Bab 10 - Mau Sampai Kapan?
11
IISJ Bab 11 - Ketenangannya Goyah
12
IISJ Bab 12 - Satu-satunya Jalan Terbaik
13
IISJ Bab 13 - Semudah Itu?
14
IISJ Bab 14 - Bukan Tanggung Jawabku
15
IISJ Bab 15 - Matahari Mulai Terbenam
16
IISJ Bab 16 - Sander Akan Pergi Sekarang
17
IISJ Bab 17 - Bagaimana?
18
IISJ Bab 18 - Benar-benar Bahaya
19
IISJ Bab 19 - Nanti
20
IISJ Bab 20 - Siapa Wanita Itu?
21
IISJ Bab 21 - Istri Jenderal Ethan Harold
22
IISJ Bab 22 - Menemani
23
IISJ Bab 23 - Menemuiku Sendiri
24
IISJ Bab 24 - Istriku
25
IISJ Bab 25 - Sesuatu Yang Tak Beres
26
IISJ Bab 26 - Setara
27
IISJ Bab 27 - Jangan Gerak-gerak
28
IISJ Bab 28 - Di Pangkuan Ethan
29
IISJ Bab 29 - Banyak Sekali Pertanyaan
30
IISJ Bab 30 - Sungguhan Saja
31
IISJ Bab 31 - Semoga Kamu Cepat Sadar
32
IISJ Bab 32 - Semakin ditatap
33
IISJ Bab 33 - Harus Waspada
34
IISJ Bab 34 - Biar Adil
35
IISJ Bab 35 - Siang Nanti
36
IISJ Bab 36 - Dua Sampah
37
IISJ Bab 37 - Ideku Sendiri
38
IISJ Bab 38 - Ciuman Selamat Tidur
39
IISJ Bab 39 - Undangan Pernikahan
40
IISJ Bab 40 - Main Kakak Adik
41
IISJ Bab 41 - Karena Ashlyn Cantik
42
IISJ Bab 42 - Bagaimana Caranya Bisa Punya Anak?
43
IISJ Bab 43 - Sangat Mengejutkan
44
IISJ Bab 44 - Saat Itu
45
IISJ Bab 45 - Rumahku Sekarang
46
IISJ Bab 46 - Si Gadis Jahat Itu
47
IISJ Bab 47 - Seharusnya Sudah Mati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!