IISJ Bab 4 - Janji

Ucapan Sander membuat Ethan terdiam. Untuk beberapa saat, tatapannya kembali mengarah ke Ashlyn yang masih tertidur lelap di dalam mobil.

Sander tidak salah.

Kalau tujuannya hanya ingin menolong gadis itu, sebenarnya Ethan tidak perlu membawanya tinggal di mansion ini. Cukup mencarikan tempat tinggal yang aman dan memberinya sejumlah uang. Lalu menugaskan beberapa orang untuk menjaganya dari jauh.

Dengan begitu Ashlyn tetap terlindungi, sementara kehidupan Ethan tidak akan berubah sedikit pun.

Bukankah itu keputusan yang paling masuk akal?

Ethan mengembuskan napas pelan. Ia hampir saja membuka mulut untuk menyetujui usul Sander.

Namun kelopak mata Ashlyn perlahan bergerak. Sinar lampu di halaman menembus kaca mobil tepat mengenai wajahnya hingga membuat Ashlyn mengerjapkan mata beberapa kali.

Ashlyn mengusap kedua matanya perlahan dan hal pertama yang keluar dari bibirnya bahkan sebelum ia benar-benar sadar adalah tentang Ethan.

"Suamiku," panggil Ashlyn lirih.

Ashlyn menoleh ke kanan dan tak melihat siapapun, Ia menoleh ke kiri juga kosong. Seketika raut wajahnya berubahnya cemas.

"Suamiku," panggil Ashlyn lagi. Nada suaranya mulai dipenuhi kepanikan.

Matanya bergerak ke segala arah mencari sosok yang beberapa saat lalu selalu berada di sampingnya. Ketika melihat Ethan sedang berdiri di luar mobil, wajah Ashlyn langsung berubah panik.

Tanpa sempat memakai alas kaki dengan benar, Ashlyn buru-buru keluar.

"Suamiku!" Ashlyn menghampiri Ethan. Begitu tiba di hadapan sang suami, Ashlyn langsung memeluk lengan Ethan dengan kedua tangannya sekuat tenaga.

Air matanya tiba-tiba mengalir begitu saja. Takut di hatinya terasa begitu nyata, karena saat pertama kali membuka mata Ethan tidak ada disampingnya.

"Suamiku, jangan tinggalkan Ashlyn." Tubuh kecil Ashlyn sampai gemetar saking takutnya.

"Ashlyn akan jadi anak baik. Ashlyn akan dengar semua kata Suami. Jangan tinggalkan Ashlyn, Ashlyn tidak mau sendirian lagi." tangis Ashlyn jadi semakin pecah.

Ucapan itu membuat suasana halaman mansion berubah sunyi. Para penjaga yang berjajar di depan gerbang saling bertukar pandang.

Para pelayan yang baru saja keluar untuk menyambut sang jenderal pun hanya mampu menahan napas. Tak ada seorang pun yang pernah melihat seorang wanita memeluk Jenderal Ethan Harold seperti ini.

Sander yang sejak tadi berdiri di samping Ethan langsung melangkah maju. "Nona, lepaskan Jenderal."

Tangannya terulur hendak menarik Ashlyn. Namun tangan Ethan lebih dulu menahan pergelangan tangannya.

Sander membeku. "Jenderal?"

Ethan menatapnya tanpa mengubah ekspresi. "Biarkan."

Sander benar-benar tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya. "Tapi, Jenderal_"

"Aku bilang biarkan."

Sander langsung menarik kembali tangannya. "Baik, Jenderal."

Ethan menunduk memandangi Ashlyn yang masih menangis sambil memeluk lengannya erat-erat. Entah mengapa Ethan tidak tega melepaskan pelukan itu.

Beberapa detik kemudian Ethan kembali mengangkat wajahnya menatap Sander.

"Cari semua informasi tentang Ashlyn. Seluruh riwayat hidupnya, keluarga, kerabat, dan apa pun yang berhubungan dengannya." Ethan berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada yang lebih tegas. "Sampai tujuh turunannya. Aku ingin semua informasi itu secepat mungkin."

"Siap, Jenderal." Sander memberi hormat. Meski masih dipenuhi pertanyaan, ia tidak lagi berusaha membantah keputusan sang atasan.

Sementara Ethan mulai melangkah memasuki mansion dan Ashlyn tetap memeluk lengannya sambil berjalan di samping, takut Ethan akan menghilang jika ia melepaskannya.

Begitu melewati pintu utama Ashlyn langsung menghentikan langkah. Kedua matanya membulat sempurna saat melihat isi mansion tersebut.

"Waah," ucap Ashlyn tanpa sadar, kini mulutnya sudah ternganga dan tangisnya mereda begitu saja. Seolah ketakutan yang beberapa detik lalu ia rasakan kini menghilang begitu saja. Begitu mudah suasana hati Ashlyn berubah-ubah.

Dilihat oleh Ashlyn langit-langit mansion menjulang tinggi dengan lampu kristal raksasa yang berkilauan.

Tangga melingkar berdiri megah di tengah ruangaan dan lukisan-lukisan mahal menghiasi setiap dinding. Ashlyn menutup mulutnya dengan kedua tangan.

"Suamiku, kenapa kita datang ke istana?" tanya Ashlyn, Ia menatap Ethan dengan mata berbinar. Lalu menoleh ke segala arah dengan terkagum-kagum.

Panggilan suamiku yang Ashlyn ucap sontak membuat semua pelayan yang ada di sana tersentak, namun tak ada satupun yang berani menginterupsi.

Ethan tidak menjawab pertanyaan Ashlyn, menghentikan langkah saat tiba di ruang tengah.

"Kepala Pelayan," panggil Ethan.

Seorang wanita paruh baya segera maju dan membungkukkan badan. "Ya, Jenderal."

"Siapkan kamar dan pakaian. Panggil dokter untuk memeriksanya dan pastikan semua kebutuhannya terpenuhi," titah Ethan, semua orang pun ragu jika maksud Ethan adalah tentang gadis asing tersebut.

"Baik, Jenderal." Kepala pelayan segera mengangguk hormat sebelum menghampiri Ashlyn dengan senyum ramah. "Nona, mari ikut saya."

Namun baru satu langkah kepala pelayan mendekat, Ashlyn langsung bersembunyi di belakang tubuh Ethan. Ashlyn kembali memeluk lengan sang suami dengan erat.

"Tidak," jawab Ashlyn, kepalanya menggeleng kuat. "Ashlyn tidak mau."

Kepala pelayan berhenti. "Nona, saya akan melayani Anda."

Ashlyn mengintip dari balik lengan Ethan dengan mata yang mulai berkaca-kaca."Jangan pisahkan Ashlyn dari Suami. Semuanya boleh, tapi jangan itu."

Ashlyn kembali menatap Ethan dengan penuh ketakutan. "Suamiku, kalau Ashlyn ikut orang lain...Nanti Suami pergi seperti Mama dan Papa."

Air mata kembali mengalir di pipi Ashlyn, bahkan lebih deras dari beberapa saat lalu. Ethan sampai tertegun melihatnya, begitu mudahnya Ashlyn mengeluarkan air mata.

"Ashlyn takut, tempat ini memang indah. Istananya besar sekali, tapi Ashlyn tidak mau sendirian," ucap Ashlyn lirih, tangisnya makin sesenggukan.

"Sekarang Ashlyn cuma punya Suami," ucap Ashlyn lagi.

Ethan terdiam, ini adalah kali pertama di dalam hidupnya menghadapi seseorang seperti Ashlyn.

Di medan perang Ethan tahu bagaimana caranya menghadapi musuh dengan berbagai strategi. Di ruang rapat ia tahu bagaimana mengambil keputusan. Bahkan ketika nyawanya berada di ujung tanduk, Ethan selalu mampu berpikir tenang untuk bertahan.

Namun kini Ethan benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Gadis di hadapannya menangis tanpa henti, seolah seluruh dunianya hanya bergantung pada dirinya.

Dan yang paling aneh Ethan tidak sanggup mengabaikannya begitu saja. Tatapan mata bening yang dipenuhi ketakutan itu membuat hatinya terusik dengan cara yang belum pernah Ethan rasakan sebelumnya.

Ethan mengembuskan napas pelan. Dengan gerakan yang terasa sangat canggung dan kaku, ia perlahan mengangkat kedua tangannya, lalu membalas pelukan Ashlyn.

Tangan Ethan yang besar menepuk pelan punggung Ashlyn.

Gerakannya sangat kaku, ia sendiri tidak terbiasa melakukan hal seperti itu.

Di dalam pikiran Ethan hanya ada satu tujuan. Mungkin dengan begini, tangisnya akan berhenti.

Benar saja, tangisan Ashlyn perlahan mulai mereda setelah ia merasakan pelukan sang suami. Meski masih sesenggukan, pelukan Ashlyn tidak lagi sekuat beberapa saat yang lalu.

Ashlyn mendongak menatap Ethan dengan mata yang masih dipenuhi air mata. "Suamiku," panggil Ashlyn.

Ethan berdeham pelan sebelum akhirnya berkata dengan suara serendah mungkin. "Tempat ini bukan istana."

Ashlyn berkedip. "Bukan Istana?"

"Bukan."

"Lalu ini apa?"

"Ini rumahku."

Ashlyn langsung menoleh ke sekeliling sekali lagi. "Rumah?"

"Iya."

Mata Ashlyn membulat semakin lebar. "Rumah Suamiku sebesar ini?"

Ethan hanya mengangguk singkat. Entah Sudah berapa banyak Ethan mendengar Ashlyn menyebutnya sebagai Suamiku, ia tak bisa menghitungnya lagi.

Beberapa pelayan yang berdiri di sekitar mereka hanya terpaku melihat pemandangan itu, bertanya-tanya pula di dalam benak benarkah gadis lusuh itu istri sang jenderal?

Ethan kembali menatap Ashlyn. "Sekarang kamu harus membersihkan diri."

Ashlyn langsung memegang lengan Ethan lebih erat saat ada isyarat bahwa ia harus pergi.

"Tidak," tolak Ashlyn.

"Kepala pelayan akan membantumu," kata Ethan lagi.

Ashlyn kembali menggeleng kuat. "Ashlyn tidak mau."

"Kamu harus mandi."

"Tidak."

"Kamu harus ganti pakaian."

"Tidak." Jawaban Ashlyn tetap sama.

Ethan mengusap pelipisnya pelan. Ia mulai mengerti bahwa membujuk gadis ini tidak semudah memberi perintah kepada pasukannya.

"Ashlyn," panggil Ethan setelah menghela nafas pelan.

"Iya?"

"Kamu percaya padaku?"

Ashlyn mengangguk cepat tanpa berpikir. "Percaya."

"Kalau begitu dengarkan ucapan ku."

Ethan menunjuk kepala pelayan yang masih berdiri dengan sabar. "Dia akan membantumu membersihkan diri. "Setelah selesai kita akan bertemu lagi."

Ashlyn tampak ragu. "Benarkah?"

"Ya."

"Suamiku tidak bohong?"

"Tidak."

Ashlyn masih menatap Ethan beberapa detik, memastikan bahwa Ethan benar-benar tidak akan menghilang. "Suami janji?"

Ethan mengangguk. "Aku janji."

Tapi bahkan setelah mendengar janji itu Ashlyn masih belum merasa lega.

"Apalagi sekarang? Aku sudah berjanji," ucap Ethan.

"Aku ingin Suami menemaniku membersihkan diri."

Terpopuler

Comments

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

masuk akal sih! 🤭 apalagi kalian bukan pasangan halal, kalau smapai tinggal Seatap apa kata Pemirsahh 😂 pasti Pemirsahh akan jadi setannya 🤭 makanya mending ashlyn tinggal di tempat lain saja wkwk
tapi pertanyaan nya? apakah kamu tega membiarkan ashlyn tinggal sendirian, meski keberadaan ashlyn selalu dalam pengawasan kamu ethan? aku kok berfikir kamu enggak bakalan tega. apalagi melihat kepolosan ashlyn pasti membuat kamu makin enggak tega 🤭

2026-08-05

3

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

kak lunoxs 😩 jangan buat otak mungil ku traveloka 😩 masih pagi belum sarapan 🤭 tangannya saja besarrr apalagi kakinya 🤭🤣 kaki yaa kaki bukan kaki yang lain wkwkwk

2026-08-05

0

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ

nahhhlohhh 🤣 apa gua bilang 🤣 wess nikmat mana lagi yang kau dustakan ethan! 🤭 awass lhoo ethan..jendral kagak boleh nackal, jangan kayak jendral konoha 🤣 tapi kalau khilaf dikit enggak apa2 eth..kan yang godah ashlyn wkwkw

2026-08-05

0

lihat semua
Episodes
1 IISJ Bab 1 - Suamiku
2 IISJ Bab 2 - Pertama Kali Bertemu
3 IISJ Bab 3 - Seekor Kucing
4 IISJ Bab 4 - Janji
5 IISJ Bab 5 - Kecuali Aku
6 IISJ Bab 6 - Aku Tidak Bodoh
7 IISJ Bab 7 - Pertama Kali
8 IISJ Bab 8 - Kenapa Bersembunyi Di Sini?
9 IISJ Bab 9 - Tempat Duduk Favoritku
10 IISJ Bab 10 - Mau Sampai Kapan?
11 IISJ Bab 11 - Ketenangannya Goyah
12 IISJ Bab 12 - Satu-satunya Jalan Terbaik
13 IISJ Bab 13 - Semudah Itu?
14 IISJ Bab 14 - Bukan Tanggung Jawabku
15 IISJ Bab 15 - Matahari Mulai Terbenam
16 IISJ Bab 16 - Sander Akan Pergi Sekarang
17 IISJ Bab 17 - Bagaimana?
18 IISJ Bab 18 - Benar-benar Bahaya
19 IISJ Bab 19 - Nanti
20 IISJ Bab 20 - Siapa Wanita Itu?
21 IISJ Bab 21 - Istri Jenderal Ethan Harold
22 IISJ Bab 22 - Menemani
23 IISJ Bab 23 - Menemuiku Sendiri
24 IISJ Bab 24 - Istriku
25 IISJ Bab 25 - Sesuatu Yang Tak Beres
26 IISJ Bab 26 - Setara
27 IISJ Bab 27 - Jangan Gerak-gerak
28 IISJ Bab 28 - Di Pangkuan Ethan
29 IISJ Bab 29 - Banyak Sekali Pertanyaan
30 IISJ Bab 30 - Sungguhan Saja
31 IISJ Bab 31 - Semoga Kamu Cepat Sadar
32 IISJ Bab 32 - Semakin ditatap
33 IISJ Bab 33 - Harus Waspada
34 IISJ Bab 34 - Biar Adil
35 IISJ Bab 35 - Siang Nanti
36 IISJ Bab 36 - Dua Sampah
37 IISJ Bab 37 - Ideku Sendiri
38 IISJ Bab 38 - Ciuman Selamat Tidur
39 IISJ Bab 39 - Undangan Pernikahan
40 IISJ Bab 40 - Main Kakak Adik
41 IISJ Bab 41 - Karena Ashlyn Cantik
42 IISJ Bab 42 - Bagaimana Caranya Bisa Punya Anak?
43 IISJ Bab 43 - Sangat Mengejutkan
44 IISJ Bab 44 - Saat Itu
45 IISJ Bab 45 - Rumahku Sekarang
46 IISJ Bab 46 - Si Gadis Jahat Itu
47 IISJ Bab 47 - Seharusnya Sudah Mati
Episodes

Updated 47 Episodes

1
IISJ Bab 1 - Suamiku
2
IISJ Bab 2 - Pertama Kali Bertemu
3
IISJ Bab 3 - Seekor Kucing
4
IISJ Bab 4 - Janji
5
IISJ Bab 5 - Kecuali Aku
6
IISJ Bab 6 - Aku Tidak Bodoh
7
IISJ Bab 7 - Pertama Kali
8
IISJ Bab 8 - Kenapa Bersembunyi Di Sini?
9
IISJ Bab 9 - Tempat Duduk Favoritku
10
IISJ Bab 10 - Mau Sampai Kapan?
11
IISJ Bab 11 - Ketenangannya Goyah
12
IISJ Bab 12 - Satu-satunya Jalan Terbaik
13
IISJ Bab 13 - Semudah Itu?
14
IISJ Bab 14 - Bukan Tanggung Jawabku
15
IISJ Bab 15 - Matahari Mulai Terbenam
16
IISJ Bab 16 - Sander Akan Pergi Sekarang
17
IISJ Bab 17 - Bagaimana?
18
IISJ Bab 18 - Benar-benar Bahaya
19
IISJ Bab 19 - Nanti
20
IISJ Bab 20 - Siapa Wanita Itu?
21
IISJ Bab 21 - Istri Jenderal Ethan Harold
22
IISJ Bab 22 - Menemani
23
IISJ Bab 23 - Menemuiku Sendiri
24
IISJ Bab 24 - Istriku
25
IISJ Bab 25 - Sesuatu Yang Tak Beres
26
IISJ Bab 26 - Setara
27
IISJ Bab 27 - Jangan Gerak-gerak
28
IISJ Bab 28 - Di Pangkuan Ethan
29
IISJ Bab 29 - Banyak Sekali Pertanyaan
30
IISJ Bab 30 - Sungguhan Saja
31
IISJ Bab 31 - Semoga Kamu Cepat Sadar
32
IISJ Bab 32 - Semakin ditatap
33
IISJ Bab 33 - Harus Waspada
34
IISJ Bab 34 - Biar Adil
35
IISJ Bab 35 - Siang Nanti
36
IISJ Bab 36 - Dua Sampah
37
IISJ Bab 37 - Ideku Sendiri
38
IISJ Bab 38 - Ciuman Selamat Tidur
39
IISJ Bab 39 - Undangan Pernikahan
40
IISJ Bab 40 - Main Kakak Adik
41
IISJ Bab 41 - Karena Ashlyn Cantik
42
IISJ Bab 42 - Bagaimana Caranya Bisa Punya Anak?
43
IISJ Bab 43 - Sangat Mengejutkan
44
IISJ Bab 44 - Saat Itu
45
IISJ Bab 45 - Rumahku Sekarang
46
IISJ Bab 46 - Si Gadis Jahat Itu
47
IISJ Bab 47 - Seharusnya Sudah Mati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!