Episode 2

Bab 2: Identitas Tersembunyi

Arya tidak langsung menjawab.

Hujan tipis menempel di rambut dan bahunya. Di balik gerbang Rumah Besar Keluarga Permata, lampu-lampu hangat masih menyala, suara orang tertawa samar kembali terdengar, seolah tidak ada yang baru saja diusir dari sana.

"Mobil sudah saya siapkan di ujung jalan," kata Pak Satria dari telepon. "Bukan mobil mencolok. Toyota Alphard hitam, pelat biasa. Jika Tuan Muda ingin langsung ke Gedung Takdir, saya bisa minta Eko membuka lift privat."

Arya melihat ke arah jalan yang basah. Sebuah motor ojek online lewat pelan, jas hujannya berkibar tertiup angin malam. Di kejauhan, klakson mobil terdengar pendek, tertahan macet Kota Awan yang tidak pernah benar-benar tidur.

"Tidak perlu," kata Arya.

Pak Satria terdiam. "Tuan Muda?"

"Aku ingin jalan sebentar."

"Hujan."

"Aku tahu."

Suara pria tua itu melembut. "Baik. Saya akan mengikuti dari jauh."

Arya tersenyum tipis. "Pak Satria, jangan perlakukan aku seperti anak kecil."

"Di mata saya, Anda tetap anak dari Tuan Bagaskara."

Nama itu membuat langkah Arya tertahan sejenak.

Bagaskara Suryanegara.

Ayahnya.

Nama yang selama tiga tahun terakhir lebih sering ia simpan di dasar ingatan daripada ia ucapkan. Nama yang dulu membuat pintu-pintu ruang direksi terbuka, kepala cabang keluarga menunduk, dan para konglomerat tua berhitung ulang sebelum berbicara. Nama yang kemudian dikubur bersama kabar kecelakaan yang terlalu rapi untuk disebut kecelakaan.

Arya memejamkan mata sebentar.

"Aku akan menghubungimu nanti," katanya.

"Saya menunggu perintah."

Panggilan terputus.

Arya memasukkan ponsel ke saku, lalu mulai berjalan. Sandal lamanya menyipratkan air dari trotoar. Kemeja putihnya semakin basah. Jika ada orang yang melihatnya saat itu, mereka hanya akan melihat mantan menantu miskin yang baru diusir dari rumah mertua, membawa tas kain seperti seseorang yang tidak punya tujuan.

Tidak ada yang akan menyangka bahwa pria itu adalah pemilik sebenarnya dari perusahaan terbesar di Kota Awan.

Tidak ada yang akan menyangka bahwa gedung tertinggi di kawasan bisnis, yang puncaknya menyala seperti pisau perak di tengah hujan, dibangun dari keputusan-keputusan dingin yang ia buat selama tiga tahun terakhir.

PT Takdir Nusantara Group.

Orang-orang di Kota Awan menyebutnya raksasa. Anak perusahaannya memegang kontrak hotel, infrastruktur, media, logistik, restoran, dan proyek properti bernilai puluhan triliun rupiah. Para pengusaha kecil ingin dekat dengannya. Bank-bank besar ingin meminjamkan uang kepadanya. Pejabat daerah tersenyum lebih lebar setiap kali namanya disebut dalam rapat investasi.

Dan Keluarga Permata?

Delapan puluh persen napas bisnis mereka tersambung ke jaringan Takdir.

Ironis.

Maryam mengusirnya dengan menyebutnya pengemis, padahal setiap pesta keluarga yang ia banggakan dibayar oleh arus uang yang diam-diam Arya biarkan mengalir.

Arya berhenti di bawah halte kosong. Sebuah layar iklan besar di seberang jalan menampilkan wajah seorang selebritas perempuan yang sedang tersenyum sambil memegang botol parfum. Di bagian bawah layar, ada logo sponsor: Takdir Entertainment Group.

Ia menatap logo itu beberapa detik.

Tiga tahun lalu, ketika ia datang ke Kota Awan, PT Takdir Nusantara Group hampir mati.

Direksinya terpecah. Utang proyek menumpuk. Vendor menolak mengirim barang. Anak-anak perusahaan saling menyalahkan. Dewan Komisaris diam-diam mencari pembeli murah untuk menjual aset terbaik perusahaan.

Lalu Arya masuk.

Tidak sebagai pewaris.

Tidak sebagai bos.

Ia masuk sebagai menantu miskin Keluarga Permata, lelaki yang datang ke kantor hanya sesekali, mengenakan kemeja sederhana, bicara sedikit, dan sering dikira kurir dokumen oleh resepsionis baru.

Tetapi pada malam hari, setelah Sinta tidur di kamar terpisah dan Maryam selesai memaki-maki tentang tagihan listrik, Arya bekerja.

Ia membongkar laporan keuangan palsu. Mengganti manajer proyek yang korup. Memindahkan utang jangka pendek menjadi obligasi korporasi yang lebih sehat. Menutup tiga lini usaha yang hanya membakar uang. Membeli saham pemasok kunci melalui perusahaan cangkang. Menekan vendor yang bermain dua kaki. Mengundang investor Singapura lewat Prima Investment Corp., tanpa pernah membiarkan nama Suryanegara muncul di dokumen publik.

Dalam enam bulan, Takdir berhenti berdarah.

Dalam satu tahun, Takdir kembali untung.

Dalam tiga tahun, Takdir menjadi kerajaan bisnis.

Dan di rumah besar Permata, Maryam masih menyuruhnya memperbaiki dispenser.

Arya tertawa pelan.

Tawanya tidak hangat, tetapi juga tidak pahit. Lebih seperti seseorang yang akhirnya melihat sebuah sandiwara terlalu panjang sampai kehilangan rasa lucunya.

Sebuah mobil patroli satpam komplek melintas. Pengemudinya melambat saat melihat Arya, lalu mengenalinya.

"Pak Arya?" Satpam itu membuka kaca jendela. Namanya Rahim, pria paruh baya yang sering bertugas malam. "Hujan begini jalan kaki? Mau saya antar ke gerbang utama?"

Arya menggeleng. "Tidak usah, Pak Rahim. Terima kasih."

Rahim melirik tas kain di tangan Arya, lalu ke arah rumah besar Permata di belakang. Wajahnya berubah canggung. Ia mungkin sudah mendengar sesuatu dari radio internal satpam. Di komplek elit, kabar keluarga kaya lebih cepat bergerak daripada mobil ambulans.

"Kalau butuh tempat berteduh, pos saya kosong," kata Rahim pelan. "Tidak enak kalau Bapak basah begini."

Bapak.

Di dalam rumah itu, Arya disebut benalu. Di pos satpam, seorang pria bergaji biasa masih punya cukup hormat untuk memanggilnya Bapak.

Arya menepuk bahu Rahim ringan. "Jaga kesehatan. Anakmu masih kelas berapa?"

Rahim terkejut. "Kelas dua SMP, Pak. Bapak masih ingat?"

"Dia pernah sakit demam waktu kamu pinjam uang ke bagian administrasi komplek."

Mata Rahim melebar. Ia tidak pernah tahu siapa yang diam-diam melunasi pinjaman kecil itu. Saat ia ingin bertanya, Arya sudah melangkah lagi.

Malam Kota Awan membuka dirinya di depan Arya.

Lampu jalan memantul di aspal. Aroma sate dari gerobak kaki lima bercampur dengan bau hujan dan bensin. Di satu sisi jalan, pekerja kantor pulang dengan wajah lelah. Di sisi lain, mobil mewah berbaris menuju restoran mahal. Kota ini selalu seperti itu: sebagian orang menghitung receh, sebagian lain membakar uang untuk satu botol parfum.

Arya pernah hidup di kedua sisi.

Ia lahir sebagai putra sah garis utama Keluarga Suryanegara, keluarga konglomerat yang namanya cukup untuk membuat pengusaha senior menurunkan suara. Ia tumbuh di rumah yang dijaga pengawal bersenjata, belajar membaca laporan keuangan sebelum remaja, dan melihat perang kekuasaan keluarga lebih cepat daripada anak lain belajar bersepeda.

Tetapi ayahnya tidak membesarkannya sebagai tuan muda manja.

Bagaskara mengirimnya ke jalur paling keras.

Pelatihan militer.

Kopassus.

Di sana, tidak ada yang peduli marga Suryanegara. Lumpur tetap lumpur. Darah tetap darah. Jika ia lambat, ia tertinggal. Jika ia sombong, ia dipatahkan. Jika ia lemah, ia membahayakan tim.

Arya belajar menembak dalam hujan, bernapas dalam air keruh, membaca jejak di tanah gelap, dan mematahkan serangan lawan sebelum lawan sempat menyelesaikan niatnya. Ia belajar bahwa kekuasaan sejati bukan suara keras, tetapi kemampuan membuat keputusan tepat saat semua orang panik.

Kemampuan itu yang ia bawa ke dunia bisnis.

Orang seperti Revan Hadinata mengira kekuasaan adalah membawa lima pengawal dan menghina orang di restoran. Maryam mengira kekuasaan adalah rumah besar, gelang emas, dan mulut yang tidak pernah berhenti merendahkan orang lain.

Mereka tidak tahu apa-apa.

Kekuasaan adalah jaringan kontrak yang bisa diputus dalam satu malam.

Kekuasaan adalah nama yang tidak muncul di dokumen, tetapi ditakuti oleh semua orang yang membaca dokumen itu.

Kekuasaan adalah membuat musuh tertawa hari ini, lalu membuat mereka memohon besok tanpa mengerti kapan pisau itu masuk.

Arya tiba di sebuah jembatan penyeberangan. Dari sana, Gedung Takdir terlihat jelas di kejauhan. Menara kaca itu menjulang di tengah kawasan bisnis, logo emasnya menyala di antara kabut hujan.

Ia berdiri di pagar jembatan, menatap gedung itu.

Tiga tahun sebagai menantu miskin telah selesai.

Pertanyaannya sekarang bukan apakah Keluarga Permata akan hancur.

Pertanyaannya adalah seberapa cepat mereka akan menyadari siapa yang baru saja mereka usir.

Ponselnya kembali bergetar.

Kali ini nomor yang muncul tidak tersimpan.

Arya mengangkatnya.

Sebelum ia sempat bicara, suara perempuan terdengar dari seberang. Jernih, cepat, dan membawa kegembiraan yang tidak disembunyikan.

"Mas Arya! Akhirnya kamu bebas juga!"

Arya mengerutkan kening sedikit. "Tiara?"

Perempuan itu tertawa kecil. "Jangan terdengar begitu dingin. Aku sudah menunggu hari ini tiga tahun, tahu? Sinta benar-benar perempuan bodoh. Kalau dia tahu siapa yang baru saja dia buang, dia bisa menyesal sampai tua."

Di bawah jembatan, lampu sebuah mobil hitam menyapu wajah Arya sebentar sebelum menghilang ke tikungan.

"Dari mana kamu tahu?" tanya Arya.

Tiara menurunkan suara, tetapi nadanya masih tajam. "Aku tahu lebih banyak dari yang kamu kira, Mas. Dan malam ini lebih dari sekadar tentang perceraianmu."

Arya menatap logo Gedung Takdir yang berkilau di tengah hujan.

"Lanjutkan."

Tiara menarik napas.

"Revan Hadinata ada di balik foto-foto itu."

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 166
167 Episode 167
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 Episode 176
177 Episode 177
178 Episode 178
179 Episode 179
180 Episode 180
181 Episode 181
182 Episode 182
183 Episode 183
184 Episode 184
185 Episode 185
186 Episode 186
187 Episode 187
188 Episode 188
189 Episode 189
190 Episode 190
191 Episode 191
192 Episode 192
193 Episode 193
194 Episode 194
195 Episode 195
196 Episode 196
197 Episode 197
198 Episode 198
199 Episode 199
200 Episode 200
201 Episode 201
202 Episode 202
203 Episode 203
204 Episode 204
205 Episode 205
206 Episode 206
207 Episode 207
208 Episode 208
209 Episode 209
210 Episode 210
211 Episode 211
212 Episode 212
213 Episode 213
214 Episode 214
215 Episode 215
216 Episode 216
217 Episode 217
218 Episode 218
219 Episode 219
220 Episode 220
221 Episode 221
222 Episode 222
223 Episode 223
224 Episode 224
225 Episode 225
226 Episode 226
227 Episode 227
228 Episode 228
229 Episode 229
230 Episode 230
231 Episode 231
232 Episode 232
233 Episode 233
234 Episode 234
235 Episode 235
236 Episode 236
237 Episode 237
238 Episode 238
239 Episode 239
240 Episode 240
241 Episode 241
242 Episode 242
243 Episode 243
244 Episode 244
245 Episode 245
246 Episode 246
247 Episode 247
248 Episode 248
249 Episode 249
250 Episode 250
Episodes

Updated 250 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 166
167
Episode 167
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
Episode 176
177
Episode 177
178
Episode 178
179
Episode 179
180
Episode 180
181
Episode 181
182
Episode 182
183
Episode 183
184
Episode 184
185
Episode 185
186
Episode 186
187
Episode 187
188
Episode 188
189
Episode 189
190
Episode 190
191
Episode 191
192
Episode 192
193
Episode 193
194
Episode 194
195
Episode 195
196
Episode 196
197
Episode 197
198
Episode 198
199
Episode 199
200
Episode 200
201
Episode 201
202
Episode 202
203
Episode 203
204
Episode 204
205
Episode 205
206
Episode 206
207
Episode 207
208
Episode 208
209
Episode 209
210
Episode 210
211
Episode 211
212
Episode 212
213
Episode 213
214
Episode 214
215
Episode 215
216
Episode 216
217
Episode 217
218
Episode 218
219
Episode 219
220
Episode 220
221
Episode 221
222
Episode 222
223
Episode 223
224
Episode 224
225
Episode 225
226
Episode 226
227
Episode 227
228
Episode 228
229
Episode 229
230
Episode 230
231
Episode 231
232
Episode 232
233
Episode 233
234
Episode 234
235
Episode 235
236
Episode 236
237
Episode 237
238
Episode 238
239
Episode 239
240
Episode 240
241
Episode 241
242
Episode 242
243
Episode 243
244
Episode 244
245
Episode 245
246
Episode 246
247
Episode 247
248
Episode 248
249
Episode 249
250
Episode 250

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!