Diusir Mertua, Ternyata Pewaris Konglomerat

Diusir Mertua, Ternyata Pewaris Konglomerat

Episode 1

Bab 1: Diusir dari Rumah Mertua

Foto-foto itu jatuh ke meja kaca dengan suara tajam.

PRAK.

Arya Suryanegara tidak langsung menunduk untuk melihatnya. Ia masih berdiri di sisi ruang keluarga Rumah Besar Keluarga Permata, dengan kemeja putih yang sudah pudar di bagian kerah dan tas kain tua di dekat kakinya. Di hadapannya, lampu kristal menggantung tinggi, memantulkan cahaya dingin ke lantai marmer. Semuanya bersih, mahal, dan asing, seolah rumah itu tidak pernah mengizinkannya menjadi bagian dari apa pun.

Maryam menunjuk wajahnya.

"Masih mau pura-pura tidak tahu?" suara perempuan itu melengking, memecah udara malam. "Lihat baik-baik, Arya. Lihat kelakuanmu sendiri!"

Baru setelah itu Arya menurunkan pandangan.

Foto pertama memperlihatkan dirinya keluar dari sebuah kamar hotel. Foto kedua memperlihatkan Wulan, sahabat Sinta, berdiri tidak jauh darinya dengan rambut berantakan dan bahu sengaja dibuka. Foto ketiga lebih kasar lagi: sudutnya dipotong, cahayanya dibuat remang, seolah mereka baru saja melakukan sesuatu yang memalukan.

Arya hampir tertawa.

Hotel itu adalah tempat ia mengantar dokumen proyek dua minggu lalu. Wulan saat itu muncul di lobi, sengaja menabraknya, lalu menjatuhkan tas kecil. Arya bahkan tidak menyentuh tangannya. Kamera di sudut lobi pasti merekam semuanya dengan jelas.

Tetapi tentu saja, yang ada di meja malam ini bukan rekaman asli.

aang ada hanyalah foto-foto murah, dipotong untuk membunuh harga diri seorang laki-laki.

"Kenapa diam?" Maryam maju satu langkah. Gelang emas di pergelangan tangannya berdenting. "Laki-laki macam apa kamu? Sudah tiga tahun makan nasi dari rumah ini, masih berani main perempuan di luar?"

Di sofa panjang, Sinta Permata duduk dengan punggung tegak. Wajahnya cantik, dingin, dan lelah. Gaun krem yang ia kenakan tampak terlalu rapi untuk seseorang yang katanya baru saja dikhianati suaminya.

Arya menatapnya. "Kamu percaya foto itu?"

Bibir Sinta bergerak sedikit.

Untuk satu detik, Arya melihat sesuatu di matanya. Bukan keyakinan. Bukan marah. aang tersisa justru ragu yang cepat-cepat ia kubur di balik wajah beku.

"Buktinya ada di depan mata," jawab Sinta.

Wulan yang duduk di sampingnya segera menunduk, memainkan ujung rambut. Suaranya dibuat gemetar, tetapi sudut bibirnya terlalu tenang.

"Aku juga tidak mau masalah ini jadi besar, Sin. Tapi waktu itu aku benar-benar takut. Mas Arya... dia memintaku jangan cerita ke siapa-siapa."

Seorang ART yang berdiri dekat pintu dapur menahan napas. Dua pelayan lain saling melirik, lalu cepat-cepat menunduk. Di rumah ini, bahkan orang yang biasa Arya bantu membawakan galon pun tahu kapan harus ikut membisu.

Arya mengangkat satu foto dari meja.

Kertasnya licin. Cetakannya baru. Ujungnya belum benar-benar kering.

"Wulan," katanya pelan, "berapa mereka membayarmu?"

Wulan tersentak. "Apa maksudmu?"

"Aku bertanya baik-baik."

"Kamu menuduhku?" Wulan langsung berdiri. Air matanya keluar terlalu cepat. "Sin, lihat! Sudah ketahuan masih berani memutar balikkan keadaan!"

Maryam menghantam meja dengan telapak tangan.

"Cukup!" teriaknya. "Dasar benalu! Dari awal aku sudah bilang, laki-laki seperti dia tidak pantas masuk keluarga kita. Tidak punya pekerjaan jelas, tidak punya mobil, tidak punya rumah, tidak punya malu. Tiap hari cuma menumpang nama Permata!"

Arya diam.

Tiga tahun.

Selama tiga tahun ia mencuci piring setelah makan keluarga. Mengantar Maryam ke salon saat sopir mereka cuti. Menunggu Sinta pulang dari kantor sampai lewat tengah malam. Memperbaiki pipa bocor di gudang. Menelan tawa sepupu-sepupu Permata setiap kali mereka menyebutnya si miskin.

Tiga tahun ia bisa membalas.

Satu telepon saja cukup untuk membuat rekening Keluarga Permata membeku. Satu perintah saja cukup untuk memutus kontrak mereka dengan PT Takdir Nusantara Group. Satu tanda tangan saja cukup untuk menunjukkan siapa yang sebenarnya memberi makan rumah besar ini dari balik layar.

Tetapi ia tidak melakukannya.

Karena dulu, ia pernah berpikir Sinta berbeda.

Sekarang perempuan itu duduk di depannya, membiarkan ibunya melempar kotoran ke wajahnya, dan memilih percaya pada foto palsu yang bahkan tidak disusun dengan cerdas.

Ada sesuatu di dalam dada Arya yang akhirnya berhenti bergerak.

"Baik," katanya.

Ruang keluarga mendadak hening.

Maryam menyipitkan mata. "Apa?"

"Kalau kalian ingin aku pergi, aku pergi."

Sinta menoleh cepat. "Arya..."

Maryam tertawa sinis. "Dengar itu, Sinta? Akhirnya dia sadar diri."

Ia mengambil sebuah map cokelat dari meja samping dan melemparkannya ke hadapan Arya. Isinya sudah disiapkan: surat pernyataan kesediaan bercerai, pernyataan pelepasan klaim atas harta gono-gini, dan beberapa lembar tambahan yang disusun oleh pengacara keluarga. Tanda tangan Sinta sudah ada di bagian bawah.

Arya membaca sekilas.

Tidak ada kejutan.

Rumah ini bahkan tidak ingin menunggu proses hukum berjalan. Mereka ingin gambar malam ini terlihat sempurna: suami miskin ketahuan selingkuh, menunduk, tanda tangan, lalu keluar tanpa membawa apa pun.

"Tanda tangan," kata Maryam. "Kamu pergi tanpa membawa apa-apa. Baju, uang, perhiasan, kendaraan, semua yang ada di rumah ini milik keluarga kami. Jangan harap bisa menuntut satu rupiah pun."

Arya memandang pena di atas map.

Sinta menggenggam ujung sofa. "Arya, ini bukan berarti aku ingin mempermalukanmu. Tapi setelah semua yang terjadi, kita memang tidak bisa lanjut."

"Setelah semua yang terjadi?" Arya mengulang.

Sinta menelan ludah.

Arya menatapnya beberapa detik lebih lama. "Kamu pernah bertanya apa yang sebenarnya terjadi?"

Sinta membuka mulut, tetapi tidak ada suara keluar.

Maryam memotong dengan kasar, "Untuk apa bertanya? Foto sudah cukup. Jangan pakai drama orang miskin yang sok terluka. Kamu pikir air mata bisa membuat kami iba?"

Arya mengambil pena.

Ia menandatangani lembar pertama.

Lalu lembar kedua.

Lalu lembar ketiga.

Goresan penanya tenang. Tidak gemetar. Tidak ragu. Justru karena terlalu tenang, Wulan yang tadi pura-pura menangis mulai berhenti mengusap mata. Maryam juga menatapnya dengan sedikit bingung, seolah kemenangan yang terlalu mudah justru terasa tidak wajar.

Sinta menatap tanda tangan itu. Wajahnya memucat sedikit.

"Mulai malam ini," kata Arya sambil menutup map, "urusan kita selesai."

Maryam menyambar map itu, memeriksa tanda tangan seperti takut Arya menipu mereka. Setelah yakin semuanya lengkap, ia tersenyum puas.

"Bagus. Sekarang keluar."

Arya membungkuk mengambil tas kainnya.

Tas itu ringan. Di dalamnya hanya ada dua potong pakaian, charger ponsel lama, dan sebuah kotak kecil berisi foto usang ibunya. Selama tiga tahun tinggal di rumah besar ini, barang miliknya memang tidak pernah lebih banyak dari itu.

Ketika ia berjalan menuju pintu, seorang pelayan tua secara refleks ingin membantunya membawa tas. Maryam langsung membentak.

"Biarkan! Dia bukan tamu. Dia juga bukan keluarga."

Tangan pelayan itu berhenti di udara.

Arya menoleh sedikit pada pelayan itu. "Tidak apa-apa, Bu. Terima kasih."

Kalimat sederhana itu membuat mata pelayan tua tersebut memerah. Selama tiga tahun, hanya Arya yang pernah memanggilnya Bu, lebih dari sekadar pembantu.

Maryam mendengus. "Masih sempat cari simpati."

Di ambang pintu, Sinta akhirnya berdiri.

"Arya."

Langkah Arya berhenti.

"Kalau nanti kamu kesulitan..." Suara Sinta mengecil. "Aku bisa minta orang kantor mencarikan pekerjaan untukmu. Setidaknya bagian administrasi atau keamanan."

Ruang itu kembali diam.

Wulan menunduk untuk menyembunyikan senyum.

Maryam tertawa pendek. "Dia? Administrasi? Jangankan mengurus dokumen, mengurus hidup sendiri saja tidak bisa."

Arya tidak marah.

Anehnya, ia benar-benar tidak marah lagi.

Ia hanya menatap Sinta seperti menatap seseorang yang berdiri di sisi lain kaca. Dekat, tetapi tidak mungkin disentuh.

"Simpan tawaran itu," katanya. "Keluarga Permata akan lebih membutuhkannya daripada aku."

Alis Sinta berkerut. "Apa maksudmu?"

Arya tidak menjawab.

Maryam menunjuk pintu utama dengan dagu terangkat. "Pergi sana, pengemis! Jangan pernah kembali ke rumah ini. Kalau besok aku masih melihatmu di sekitar gerbang, aku lapor satpam komplek!"

Di luar, hujan mulai turun tipis. Air memukul halaman batu, membawa aroma tanah basah dan bunga kamboja dari taman depan. Arya melangkah melewati pintu besar yang dulu ia pel setiap pagi saat sopir keluarga belum bangun.

Tidak ada yang mengantar.

Tidak ada yang menahan.

Pintu di belakangnya ditutup keras oleh Maryam.

BRAK.

Suara itu seharusnya terasa seperti akhir.

Tetapi bagi Arya, suara itu justru seperti kunci yang akhirnya terbuka.

Ia berjalan menuruni tangga marmer, melewati air mancur kecil yang lampunya berkedip. Sandal lamanya menyentuh genangan. Kemejanya mulai basah oleh hujan, tetapi punggungnya tetap tegak.

Di dalam rumah, suara Maryam masih terdengar samar.

"Akhirnya rumah ini bersih dari pembawa sial."

Arya berhenti sejenak di depan gerbang besi.

Ia tidak menoleh.

Sudut bibirnya naik sangat tipis.

Tiga tahun.

Cukup.

Ponsel lamanya bergetar di saku.

Nomor yang muncul tidak memiliki nama, tetapi Arya mengenalnya lebih baik daripada siapa pun. Ia mengangkat panggilan itu, menempelkan ponsel ke telinga, dan memandang jalanan Kota Awan yang basah oleh hujan.

"Pak Satria," katanya pelan, "aku sudah keluar."

Di seberang sana, napas seorang pria tua terdengar bergetar.

"Tuan Muda..." Suara Pak Satria serak, seolah menahan sesuatu selama bertahun-tahun. "Akhirnya."

Arya memejamkan mata sebentar. Semua hinaan di ruang keluarga tadi menguap bersama dingin hujan.

"Tiga tahun sudah cukup," katanya.

"Benar, Tuan Muda." Kali ini suara Pak Satria menjadi lebih mantap. "Semua sudah siap, Tuan Muda."

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
141 Episode 141
142 Episode 142
143 Episode 143
144 Episode 144
145 Episode 145
146 Episode 146
147 Episode 147
148 Episode 148
149 Episode 149
150 Episode 150
151 Episode 151
152 Episode 152
153 Episode 153
154 Episode 154
155 Episode 155
156 Episode 156
157 Episode 157
158 Episode 158
159 Episode 159
160 Episode 160
161 Episode 161
162 Episode 162
163 Episode 163
164 Episode 164
165 Episode 165
166 Episode 166
167 Episode 167
168 Episode 168
169 Episode 169
170 Episode 170
171 Episode 171
172 Episode 172
173 Episode 173
174 Episode 174
175 Episode 175
176 Episode 176
177 Episode 177
178 Episode 178
179 Episode 179
180 Episode 180
181 Episode 181
182 Episode 182
183 Episode 183
184 Episode 184
185 Episode 185
186 Episode 186
187 Episode 187
188 Episode 188
189 Episode 189
190 Episode 190
191 Episode 191
192 Episode 192
193 Episode 193
194 Episode 194
195 Episode 195
196 Episode 196
197 Episode 197
198 Episode 198
199 Episode 199
200 Episode 200
201 Episode 201
202 Episode 202
203 Episode 203
204 Episode 204
205 Episode 205
206 Episode 206
207 Episode 207
208 Episode 208
209 Episode 209
210 Episode 210
211 Episode 211
212 Episode 212
213 Episode 213
214 Episode 214
215 Episode 215
216 Episode 216
217 Episode 217
218 Episode 218
219 Episode 219
220 Episode 220
221 Episode 221
222 Episode 222
223 Episode 223
224 Episode 224
225 Episode 225
226 Episode 226
227 Episode 227
228 Episode 228
229 Episode 229
230 Episode 230
231 Episode 231
232 Episode 232
233 Episode 233
234 Episode 234
235 Episode 235
236 Episode 236
237 Episode 237
238 Episode 238
239 Episode 239
240 Episode 240
241 Episode 241
242 Episode 242
243 Episode 243
244 Episode 244
245 Episode 245
246 Episode 246
247 Episode 247
248 Episode 248
249 Episode 249
250 Episode 250
Episodes

Updated 250 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140
141
Episode 141
142
Episode 142
143
Episode 143
144
Episode 144
145
Episode 145
146
Episode 146
147
Episode 147
148
Episode 148
149
Episode 149
150
Episode 150
151
Episode 151
152
Episode 152
153
Episode 153
154
Episode 154
155
Episode 155
156
Episode 156
157
Episode 157
158
Episode 158
159
Episode 159
160
Episode 160
161
Episode 161
162
Episode 162
163
Episode 163
164
Episode 164
165
Episode 165
166
Episode 166
167
Episode 167
168
Episode 168
169
Episode 169
170
Episode 170
171
Episode 171
172
Episode 172
173
Episode 173
174
Episode 174
175
Episode 175
176
Episode 176
177
Episode 177
178
Episode 178
179
Episode 179
180
Episode 180
181
Episode 181
182
Episode 182
183
Episode 183
184
Episode 184
185
Episode 185
186
Episode 186
187
Episode 187
188
Episode 188
189
Episode 189
190
Episode 190
191
Episode 191
192
Episode 192
193
Episode 193
194
Episode 194
195
Episode 195
196
Episode 196
197
Episode 197
198
Episode 198
199
Episode 199
200
Episode 200
201
Episode 201
202
Episode 202
203
Episode 203
204
Episode 204
205
Episode 205
206
Episode 206
207
Episode 207
208
Episode 208
209
Episode 209
210
Episode 210
211
Episode 211
212
Episode 212
213
Episode 213
214
Episode 214
215
Episode 215
216
Episode 216
217
Episode 217
218
Episode 218
219
Episode 219
220
Episode 220
221
Episode 221
222
Episode 222
223
Episode 223
224
Episode 224
225
Episode 225
226
Episode 226
227
Episode 227
228
Episode 228
229
Episode 229
230
Episode 230
231
Episode 231
232
Episode 232
233
Episode 233
234
Episode 234
235
Episode 235
236
Episode 236
237
Episode 237
238
Episode 238
239
Episode 239
240
Episode 240
241
Episode 241
242
Episode 242
243
Episode 243
244
Episode 244
245
Episode 245
246
Episode 246
247
Episode 247
248
Episode 248
249
Episode 249
250
Episode 250

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!