Episode 3

Bab 003

Story dan Undangan Reuni

Pagi berikutnya, wajah Tiara muncul di layar ponsel Laras bahkan sebelum alarmnya berhenti berbunyi.

Perempuan itu mengunggah Instagram Story dari kabin pesawat. Seragam Angkasa Nusantara melekat sempurna di tubuhnya, senyumnya cerah, dan tulisan kecil di bawah foto sengaja dibuat mencolok.

Flying with the best crew today. Semoga kaptennya juga best.

Story berikutnya milik Sherly. Sebuah tas bermerek diletakkan di meja restoran dengan tulisan, Reuni nanti jangan salah dress code, ya.

Laras menutup Instagram. Belum sampai satu menit, grup angkatan kembali bergerak.

Tiara:

Katanya Arkan juga diundang.

Tiara:

Kalau dia datang, nanti aku ajak duduk bareng. Kami sama-sama di Angkasa, kok.

Beberapa emoji mata dan hati langsung bermunculan. Sherly membalas dengan stiker tertawa. Nama Vina tetap berada di daftar pembaca tanpa satu pesan pun.

Laras mematikan layar, tetapi dadanya sudah terlanjur berat.

Panggilan video dari Nindya masuk saat ia sedang menuang air panas. Laras mengangkatnya dan menyandarkan ponsel di dekat wadah gula.

“Wajahmu kayak habis kena turbulence,” kata Nindya tanpa salam panjang. “Gimana acara kemarin?”

Laras menatap uap yang naik dari cangkir. “Aku kenal orangnya.”

“Mantan?”

“Aku bahkan nggak pernah punya mantan.”

“Terus?”

Laras mengusap tepi cangkir dengan ibu jari. Mengucapkannya keras-keras terasa lebih memalukan daripada menyimpannya di buku harian.

“Dia cowok yang aku suka sejak SMA.”

Nindya membeku di layar. “Yang itu?”

Laras mengangguk kecil.

“Ya ampun.” Nindya mendekatkan wajah ke kamera. “Terus dia gimana? Ingat kamu?”

“Nggak.”

“Sama sekali?”

“Dia minta maaf karena nggak ingat kami pernah satu sekolah.”

Nindya diam selama beberapa detik. Candaan di wajahnya menghilang.

“Ras, kamu mau aku bilang ini takdir atau mau aku maki dia dulu?”

Tawa Laras lolos sebelum sempat ditahan. Pendek, tetapi cukup untuk melonggarkan dadanya.

“Dia nggak salah. Dulu aku memang bukan siapa-siapa.”

“Jangan mulai.” Suara Nindya tegas. “Dia boleh lupa. Kamu nggak boleh ikut-ikutan menghapus dirimu sendiri.”

Laras terdiam.

“Kamu jadi datang ke reuni?” lanjut Nindya.

“Belum tahu.”

“Datang.”

“Buat apa?”

“Buat menunjukkan kalau kamu nggak takut lagi. Bukan buat cowok itu, bukan juga buat tiga perempuan kurang kerjaan di grup. Buat dirimu sendiri.”

Laras melirik layar ponsel kedua kalinya ketika pesan baru masuk. Tiara sedang menjawab pertanyaan teman seangkatan tentang Arkan.

Kapten A330 termuda di Angkasa. Orangnya susah didekati, tapi kalau udah kenal sebenarnya baik banget.

Seolah Tiara mengenalnya lebih dekat daripada siapa pun.

“Nin,” kata Laras pelan, “kalau aku datang, aku nggak mau sembunyi di sudut lagi.”

“Bagus. Pakai baju paling cantik yang kamu punya.”

“Itu saran yang sangat dangkal.”

“Kadang penyembuhan memang butuh sepatu bagus.”

Kali ini Laras tertawa lebih lepas.

Belum lama panggilan berakhir, ketua panitia reuni menandai namanya di grup.

Laras, jadi hadir? Kami butuh jumlah final untuk reservasi.

Sherly langsung menyelipkan balasan.

Kasih alamat lengkapnya, dong. Takut ada yang belum pernah ke tempat seperti itu.

Tiara menambahkan emoji tertawa, lalu menulis, Kalau bingung dress code, tanya aja. Jangan sampai ada yang salah kostum.

Dulu Laras akan membisukan grup dan berharap namanya segera tenggelam di antara pesan lain. Kali ini ia mengetik sebelum rasa takut sempat mengambil alih.

Laras:

Aku hadir. Pembayaran sudah kutransfer. Sampai ketemu Sabtu.

Tanda dibaca bermunculan. Tak ada satu pun dari mereka yang membalas.

Dua hari berikutnya lewat di antara jadwal kerja dan notifikasi yang sengaja tidak ia buka. Pada satu shift pagi, Laras kembali duduk di depan layar Jakarta Approach. Cuaca lebih bersih daripada malam badai, lalu lintas mengalir tanpa banyak deviasi.

“Nusantara 7310, belok kiri heading 240, turun ke ketinggian 4.000 kaki.”

“Belok kiri heading 240, turun ke 4.000 kaki, Nusantara 7310.”

Suara kaptennya bukan Arkan.

Laras tahu hanya dari satu jawaban. Ia kesal pada dirinya sendiri karena sempat menunggu nada rendah yang lain.

“Nusantara 7310, diizinkan melakukan pendekatan ILS runway 25R. Hubungi Tower di 118.75.”

Setelah pesawat itu berpindah frekuensi, Rosa menoleh singkat. “Kamu nunggu callsign tertentu?”

“Aku nunggu kamu berhenti mengawasi wajahku.”

Rosa terkekeh, lalu kembali ke layar koordinasi. Laras pun fokus pada penerbangan berikutnya. Di ruangan itu, perasaannya tak boleh mengambil satu sentimeter pun ruang dari keselamatan.

Sabtu sore, Wulan menemukan tiga gaun terhampar di tempat tidur Laras.

“Katanya cuma reuni,” godanya.

“Memangnya reuni nggak boleh pakai baju bagus?”

Wulan mengangkat gaun hitam, lalu menggeleng. Ia memilih gaun hijau gelap dengan potongan sederhana yang mengikuti tubuh tanpa terlihat berlebihan.

“Yang ini.”

“Kenapa?”

“Karena kamu selalu pilih warna gelap kalau ingin menghilang.” Wulan menaruh gaun hitam kembali ke kasur. “Malam ini jangan.”

Kalimat itu membuat Laras berhenti menyentuh antingnya.

Ia mengenakan gaun pilihan Wulan. Rambutnya dibiarkan tergerai, riasannya tegas di bagian mata, dan sepatu hak berwarna nude membuat langkahnya lebih tinggi. Bukan penyamaran. Bukan pula usaha menjadi orang lain.

Hanya Laras yang tak lagi membungkuk agar orang lain merasa lebih besar.

Menjelang malam, mobil yang membawanya berhenti di depan Restoran Kayu Manis. Dari balik pintu kaca, Laras bisa melihat beberapa wajah lama dan kilatan kamera ponsel.

Pesan Nindya masuk.

Nindya:

Masuk. Jangan kasih mereka kesempatan bikin kamu ragu.

Laras menyimpan ponsel. Ujung hak sepatunya menyentuh lantai batu saat ia berdiri di depan pintu.

Ia menarik napas, lalu mendorongnya terbuka.

Tawa di dalam ruangan terputus.

Semua mata berbalik ke arahnya.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!