Jiwa Naga dan Tulang Pembakar

​Gema suara purba itu tidak membalas melalui udara, melainkan dihantamkan langsung ke dalam pusat kesadaran Zhao Gou. Rasa sakitnya begitu hebat, seolah-olah kepalanya sedang dihantam oleh palu raksasa dari perunggu.

​Zhao Gou terbaring telentang di atas altar batu yang terukir rumit. Darah segar yang terus mengucur dari luka-lukanya terus terserap ke dalam celah-celah formasi kuno, memunculkan pendaran cahaya merah darah yang kian pekat. Setiap garis ukiran di lantai batu kini bernapas, menyalurkan energi asing yang dingin menusuk tulang.

​Di hadapannya, tengkorak raksasa Naga Kuno itu merunduk perlahan. Dua gumpalan api jiwa berwarna ungu membara di rongga matanya yang kosong menatap lurus ke dalam mata Zhao Gou—seolah merobek seluruh rahasia, memandangi ingatan akan hinaan yang ia terima, dan menguliti keputusasaan yang membakar jiwanya.

​"Hanya seorang pemuda tingkat Qi Refining yang compang-camping," suara kuno itu bergema kembali, kali ini sarat dengan nada ejekan yang dingin dan kering. "Darahmu memang membawa sedikit jejak keturunan purba, tapi tubuhmu tidak lebih dari wadah rapuh yang hampir hancur. Kau datang ke tempat ini hanya untuk menyerahkan nyawamu secara konyol, Bocah?"

​Zhao Gou menggemeretakkan giginya yang kini dipenuhi darah. Setiap kali ia mencoba menggerakkan jarinya, rasa sakit luar biasa dari tulang-tulangnya yang patah memaksa kesadarannya berada di ambang pingsan. Namun, bayangan raut wajah dingin Xie Yanfeng dan punggung ayahnya yang membungkuk menelan hinaan mendadak berputar tajam di dalam benaknya.

​Ia tidak boleh pingsan. Ia tidak boleh mati di sini!

​"Gua ini... bukan tempatku untuk mati!" jerit Zhao Gou dalam batinnya. Suaranya tercekat di tenggorokan, namun tatapan matanya menyala dengan kebuasan yang liar. "Aku tidak peduli kau monster kuno atau dewa iblis! Jika kau punya kekuatan... berikan padaku! Aku akan membayar berapa pun harganya!"

​Api ungu di mata Naga Kuno itu bergetar halus. Untuk sesaat, tekanan mengerikan yang memenuhi goa itu seolah membeku.

​"Membayar berapa pun harganya?" Naga itu tertawa. Suara tawa yang getarannya meruntuhkan kerikil-kerikil dari langit-langit goa. "Teknik yang terkubur bersama kerangkaku dinamakan Kitab Pembakar Jiwa Naga. Ini bukanlah teknik kultivasi biasa yang lembut dan menutrisi meridian. Ini adalah jalan terlarang. Untuk membentuk kembali Dantianmu yang terbengkalai, kau harus mengganti struktur tulangmu dengan Tulang Naga milikku."

​Naga itu mendekatkan moncong tengkoraknya hingga hanya berjarak beberapa jengkal dari wajah Zhao Gou. Bau kuno tanah dan aura pembunuh yang pekat merebak tajam.

​"Proses penyatuan itu akan meregangkan nyawamu. Sembilan dari sepuluh orang yang mencoba akan hancur menjadi debu karena tubuh mereka tidak sanggup menahan panasnya Api Naga. Rasanya seperti dibakar hidup-hidup dari dalam selama seratus hari dalam hitungan detik. Apakah jiwa kerdilmu mampu menahannya?"

​Zhao Gou menyeringai pahit melalui bibirnya yang berdarah. "Dibakar hidup-hidup? Hinaan yang diterimanya keluargaku... seratus kali lebih panas dari api apa pun yang kau miliki! Lakukan!"

​"Bagus! Mari kita lihat apakah kesombonganmu sebanding dengan rasa sakitnya!"

​Wusss

​Api ungu membara di mata sang naga mendadak meledak! Seluruh kerangka naga sepanjang ratusan meter itu runtuh menjadi serpihan cahaya keemasan bercampur ungu yang pekat, membumbung tinggi ke udara goa sebelum akhirnya menukik tajam, menerjang tubuh Zhao Gou yang terbaring helpless!

​AAAKKKHHH

​Jeritan histeris meluncur dari tenggorokan Zhao Gou.

​Rasa sakitnya berada di luar jangkauan akal sehat manusia. Cairan energi naga yang sangat panas menerobos masuk melalui setiap pori-pori kulitnya, membakar daging, melelehkan pembuluh darah, dan secara paksa menghancurkan seluruh struktur tulang lamanya hingga menjadi bubuk.

​Zhao Gou bisa mendengar bunyi krek-krek mengerikan saat tulang rusuk, lengan, dan kakinya dihancurkan dari dalam. Di saat yang sama, sumsum dan serpihan cahaya Tulang Naga menyatu dengan paksa ke dalam sisa-sisa rangkanya. Setiap detik terasa bagaikan ribuan belati membara yang ditusukkan dan diputar secara serentak di dalam organ dalamnya.

​Sarafnya menjerit, meminta kesadarannya untuk menyerah dan mati. Namun, di dalam kegelapan rasa sakit yang luar biasa itu, Zhao Gou mencengkeram erat ingatan tentang kantong berisi lima puluh batu spirit murah yang dilemparkan ke wajah ayahnya.

​Aku adalah Zhao Gou! Aku adalah anjing yang akan menggigit leher kalian semua!

​Di dalam Dantian-nya yang tadinya kering dan retak, energi ungu pekat mulai berputar ganas. Retakan pada meridiannya ditutupi oleh sisik-sisik naga mikroskopis bercahaya emas. Lingkaran energi yang membeku selama tiga tahun mendadak berputar lima kali lebih cepat dari biasanya!

​Bum

​Gejolak energi spiritual meledak dari pusat tubuhnya, menyapu bersih dusta dan kabut hitam di dalam goa.

​Tingkat Qi Refining tahap ketujuh... tahap kedelapan... tahap kesembilan!

​Aura kultivasinya yang sempat runtuh tidak hanya pulih, tetapi menembus batas lama dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Energi Qi yang diserapnya kini bukan lagi energi alam biasa yang tipis, melainkan Qi Naga kuno yang sangat padat dan destruktif.

​BUMMM

​Lantai batu altar hancur berkeping-keping. Zhao Gou terlempar ke udara sebelum akhirnya mendarat dengan kedua kakinya secara mantap di atas tanah.

​Seluruh Goa Kuno itu mendadak hening.

​Zhao Gou berdiri tegak di tengah reruntuhan. Tubuhnya tidak lagi rapuh dan penuh luka. Kulitnya kini memancarkan kilau sehat bagaikan giok hitam, sementara di bawah permukaan kulitnya, terukir samar garis-garis pola sisik naga yang perlahan memudar. Tulang-tulangnya terasa begitu kokoh, seolah-olah sanggup meremukkan gunung hanya dengan pukulan mentah.

​Ia membuka matanya. Pupil matanya yang tadinya berwarna hitam pekat, kini memiliki kilatan ungu keemasan yang memancarkan aura dominasi mutlak.

​Zhao Gou mengepalkan tangan kirinya. Brak! Angin di sekitarnya terhempas hanya karena ketegangan otot tangannya. Kekuatan fisiknya saja kini sudah berlipat ganda, jauh melampaui kultivator biasa di tingkat yang sama.

​"Kau berhasil bertahan, Bocah..." suara sang naga bergema kembali, namun kali ini terdengar sangat lemah dan jauh. Kerangka raksasanya telah lenyap sepenuhnya, menyatu ke dalam tubuh Zhao Gou. "Aku telah menyerahkan seluruh sisa Tulang dan Jiwa Nagaku padamu. Mulai hari ini, kau adalah wadah tunggal dari Dao Naga Iblis. Jangan biarkan namamu tenggelam di tempat sampah ini."

​Suara itu perlahan menghilang, meninggalkan keheningan total di dasar jurang.

​Zhao Gou menunduk menatap telapak tangannya. Rasa tegang, dingin, dan kekuatan yang luar biasa mengalir deras di setiap sudut pembuluh darahnya. Ia tidak hanya sembuh; ia telah terlahir kembali dari neraka.

​Namun, ia tahu betul satu hal: kekuatan tanpa identitas yang tepat hanya akan mendatangkan bencana prematur. Jika ia keluar dari sini menggunakan nama Zhao Gou dan memamerkan kekuatan ini, musuh-musuh lama ayahnya di Kota Megah akan segera mencium keberadaannya dan menghabisi keluarganya di desa sebelum ia sempat tumbuh lebih kuat.

​Dunia persilatan tidak boleh mengenal Zhao Gou yang sakti untuk saat ini.

​Ia berjalan ke sudut goa, mengambil serpihan kain hitam dari jubah milik seorang kultivator tua yang telah menjadi tengkorak puluhan tahun lalu. Zhao Gou merobek kain itu, membentuk sebuah topeng sederhana yang menutupi separuh wajah atasnya—hanya menyisakan bibir yang dingin dan mata berwarna ungu keemasan yang mengerikan.

​"Di desa, aku adalah Zhao Gou... anjing penurut yang membelah kayu bakar," bisik pemuda itu, suaranya kini terdengar berat dan bergema halus, sarat dengan tekanan aura naga.

​"Tapi di luar sana... aku adalah Xiao Long. Sosok bayangan yang akan mencabut nyawa siapa pun yang menghalangi jalanku."

​Dengan satu lompatan ringan, tubuh Zhao Gou memotong udara bagaikan kilat ungu, menjejaki dinding-dinding batu terjal jurang dan melesat naik keluar dari Lembah Keputusasaan dengan kecepatan luar biasa.

​Ujian pertamanya untuk menguji kekuatan baru ini tidak terletak di pegunungan sunyi, melainkan di Kota Awan Biru—kota asal Klan Xie, tempat di mana lelang tahunan teresar akan segera digelar dalam beberapa hari ke depan.

Terpopuler

Comments

Sri

Sri

❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥

2026-08-23

0

Raju

Raju

balas dendam dimulai !!

2026-08-08

1

lihat semua
Episodes
1 Anjing yang Menelan Ludah
2 Kertas yang Merobek Harga Diri
3 Langkah ke Dalam Jurang Maut
4 Jiwa Naga dan Tulang Pembakar
5 Serigala Bertopeng di Kota Awan Biru
6 Permainan Bayangan di Aula Lelang
7 Darah Naga yang Mengguncang Kota
8 Pembantaian di Gang Sempit
9 Benih Segel di Dalam Darah
10 Pulang di Bawah Bintang
11 Retakan di atas Batu Kuno
12 Berlutut di Atas Panggung
13 Gempa Politik di Kota Awan Biru
14 Puncak Awan Hitam
15 Utusan yang Kembali Tanpa Hasil
16 Pertemuan Dua Mata di Puncak Awan Hitam
17 Perburuan di Hutan Magma
18 Ratapan Pengkhianat di Tanah Magma
19 Sang Dewi di Ujung Maut
20 Puncak Hasil Perburuan
21 Perebutan Mata Air Qi Murni
22 Perangkap di Balik Tirai Sekte
23 Bayangan di Dalam Cermin Jiwa
24 Utusan dari Kota Megah Tiba
25 Malam Pembukaan Pesta Hari Jadi
26 Jebakan di Atas Panggung Kehormatan
27 Topeng yang Terlepas & Eksekusi Pertama
28 Berdiri di Sisi Naga
29 Benturan Dua Generasi
30 Jatuhnya Sang Pembunuh
31 Akhir dari Klan Xie
32 Langkah Menuju Kota Megah
33 Cahaya di Tengah Kehancuran
34 Kota Megah dan Penyamaran Baru
35 Senandung di Balik Dinding Bunga
36 Gesekan di Antara Kelopak Bunga
37 Jejak Perak di Pasar Gelap
38 Bayang-Bayang di Balik Pualam
39 Rahasia Benua Pusat dan Pertapaan Sunyi
40 Senandung Perdamaian di Hutan Kabut
41 Manisan di Bawah Lampu Kota
42 Senda Gurau di Rumah Kecil
43 Langkah Sunyi Sebelum Badai
44 Bisikan Ajal di Lorong Hitam
45 Bantai Murni di Bawah Altar
46 Pisau Dingin di Atas Darah
47 Pembayaran Utang Darah
48 Bentrokan Dua Ranah
49 Keputusasaan dan Ledakan Inti Kematian
50 Fajar Baru di Atas Reruntuhan
51 Panggilan Pertama
52 Jejak Langkah dan Rengekan Manis
53 Asap Dapur di Hutan Kabut
54 Riak Masa Lalu dan Arah Angin
55 Bayangan Bintang
56 Gemuruh Lautan dan Benua yang Jauh
57 Taruhan di Tengah Lautan
58 Gelak Tawa dan Pandangan Sang Raja Naga
59 Cahaya Esensi
60 Pelabuhan Benua Biru
61 Patung Agung dan Warisan Klan Lin
62 Bunga Berduri
63 Identitas Sang Bunga Berduri
64 Gejolak di Bawah Panggung Seleksi
65 Badai di Atas Panggung dan Kabar Sang Tuan Putri
66 Bayangan Malam
67 Jebakan di Panggung Final
68 Kabar Klan Kuno
69 Reuni dan Tuangan Pil Esensi Naga
70 Pelelangan Bintang Laut
71 Tamparan di Panggung Utama
72 Warisan Dewa Perang
73 Pembagian Hasil Lelang dan Arah Daratan Tengah
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Anjing yang Menelan Ludah
2
Kertas yang Merobek Harga Diri
3
Langkah ke Dalam Jurang Maut
4
Jiwa Naga dan Tulang Pembakar
5
Serigala Bertopeng di Kota Awan Biru
6
Permainan Bayangan di Aula Lelang
7
Darah Naga yang Mengguncang Kota
8
Pembantaian di Gang Sempit
9
Benih Segel di Dalam Darah
10
Pulang di Bawah Bintang
11
Retakan di atas Batu Kuno
12
Berlutut di Atas Panggung
13
Gempa Politik di Kota Awan Biru
14
Puncak Awan Hitam
15
Utusan yang Kembali Tanpa Hasil
16
Pertemuan Dua Mata di Puncak Awan Hitam
17
Perburuan di Hutan Magma
18
Ratapan Pengkhianat di Tanah Magma
19
Sang Dewi di Ujung Maut
20
Puncak Hasil Perburuan
21
Perebutan Mata Air Qi Murni
22
Perangkap di Balik Tirai Sekte
23
Bayangan di Dalam Cermin Jiwa
24
Utusan dari Kota Megah Tiba
25
Malam Pembukaan Pesta Hari Jadi
26
Jebakan di Atas Panggung Kehormatan
27
Topeng yang Terlepas & Eksekusi Pertama
28
Berdiri di Sisi Naga
29
Benturan Dua Generasi
30
Jatuhnya Sang Pembunuh
31
Akhir dari Klan Xie
32
Langkah Menuju Kota Megah
33
Cahaya di Tengah Kehancuran
34
Kota Megah dan Penyamaran Baru
35
Senandung di Balik Dinding Bunga
36
Gesekan di Antara Kelopak Bunga
37
Jejak Perak di Pasar Gelap
38
Bayang-Bayang di Balik Pualam
39
Rahasia Benua Pusat dan Pertapaan Sunyi
40
Senandung Perdamaian di Hutan Kabut
41
Manisan di Bawah Lampu Kota
42
Senda Gurau di Rumah Kecil
43
Langkah Sunyi Sebelum Badai
44
Bisikan Ajal di Lorong Hitam
45
Bantai Murni di Bawah Altar
46
Pisau Dingin di Atas Darah
47
Pembayaran Utang Darah
48
Bentrokan Dua Ranah
49
Keputusasaan dan Ledakan Inti Kematian
50
Fajar Baru di Atas Reruntuhan
51
Panggilan Pertama
52
Jejak Langkah dan Rengekan Manis
53
Asap Dapur di Hutan Kabut
54
Riak Masa Lalu dan Arah Angin
55
Bayangan Bintang
56
Gemuruh Lautan dan Benua yang Jauh
57
Taruhan di Tengah Lautan
58
Gelak Tawa dan Pandangan Sang Raja Naga
59
Cahaya Esensi
60
Pelabuhan Benua Biru
61
Patung Agung dan Warisan Klan Lin
62
Bunga Berduri
63
Identitas Sang Bunga Berduri
64
Gejolak di Bawah Panggung Seleksi
65
Badai di Atas Panggung dan Kabar Sang Tuan Putri
66
Bayangan Malam
67
Jebakan di Panggung Final
68
Kabar Klan Kuno
69
Reuni dan Tuangan Pil Esensi Naga
70
Pelelangan Bintang Laut
71
Tamparan di Panggung Utama
72
Warisan Dewa Perang
73
Pembagian Hasil Lelang dan Arah Daratan Tengah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!