Serigala Bertopeng di Kota Awan Biru

​Gerbang selatan Kota Awan Biru berdiri megah, terpahat dari batu hitam tebal yang dilapisi formasi pelindung tingkat rendah. Di atasnya, panji-panji sulaman berhias burung phoenix berkibar gagah—lambang kebesaran Klan Xie yang menguasai hampir separuh perekonomian kota tersebut.

​Lalu lintas manusia di bawah gerbang terasa sangat padat. Para pedagang, pengawal karavan, hingga kultivator wandering dari berbagai pelosok berkumpul menuju pusat kota. Hari ini bukan hari biasa; Paviliun Lelang Mustika menggelar lelang akbar tahunan, sebuah acara megah di mana barang-barang langka dari seluruh penjuru kekaisaran dipamerkan dan diperebutkan dengan harga fantastis.

​Di tengah hiruk-pikuk antrean masuk, seorang pemuda bertubuh tegap melangkah tenang. Pakaian yang dikenakannya hanyalah jubah kain hitam sederhana dengan kelim yang agak berserabut di bagian bawah. Namun, yang paling menarik perhatian orang-orang di sekitarnya adalah topeng kain hitam yang menutupi separuh wajah atasnya, hanya menyisakan rahang yang tegas dan sepasang mata jernih berwarna ungu keemasan yang tersembunyi samar di balik bayang-bayang.

​Zhao Gou—yang kini melangkah dengan identitas bayangannya, Xiao Long—menatap kemegahan gerbang kota tanpa sedikit pun rasa takjub. Bagi orang lain, Kota Awan Biru adalah simbol kemewahan dan status. Bagi Zhao Gou, tempat ini tidak lebih dari sarang serigala berbulu domba yang telah merobek martabat keluarganya beberapa hari lalu.

​"Hei, berhenti! Tunjukkan batu spirit atau surat izin masukmu!" seorang penjaga berzirah besi menghalang jalannya dengan tombak melintang. Sorot matanya penuh penilaian meremehkan saat memperhatikan pakaian Zhao Gou yang terkesan murah.

​Zhao Gou tidak membalas ucapan itu dengan kata-kata. Ia hanya mengangkat tangan kirinya perlahan, lalu menjatuhkan sebuah kristal kecil berukuran ibu jari ke telapak tangan penjaga tersebut.

​Batu kristal itu memancarkan kilau redup berwarna kelabu—Inti Monster dari Serigala Qi Kelabu yang ia bunuh di perbatasan area terlarang.

​Mata sang penjaga serta-merta melotot. Inti monster tingkat satu tahap akhir bukanlah barang sembarangan yang bisa didapatkan oleh sembarang rakyat biasa; itu adalah bukti bahwa pria bertopeng di hadapannya telah menghabisi binatang buas yang setara dengan kultivator puncak Qi Refining. Hawa dingin yang mendadak menguar samar dari tubuh Zhao Gou membuat tenggorokan penjaga itu terasa kering seketika.

​"S-silakan masuk, Tuan," gagap penjaga itu sambil buru-buru menarik tombaknya dan menundukkan kepala kaku.

​Zhao Gou mengambil kembali inti monsternya, melangkah melewati gerbang tanpa menoleh lagi.

​Pasar Kota Awan Biru sangat riuh. Kedai-kedai di sepanjang jalan menjual bermacam-macam bahan obat, senjata spiritual, hingga jimat-jimat pelindung. Namun, tujuan Zhao Gou bukan untuk mencuci mata. Langkah kakinya membawa tubuhnya menuju bangunan paling megah di pusat kota: sebuah pilar bangunan berlantai empat dengan atap genteng emas dan papan nama bertuliskan kaligrafi megah—Paviliun Lelang Mustika.

​Saat ia mendekati tangga marmer paviliun, kebisingan di sekitarnya mendadak surut sejenak. Sebuah kereta kencana yang sangat familiar bagi Zhao Gou baru saja berhenti di depan pintu utama.

​Dua ekor Kuda Darah Spiritual meringkik pelan, menepuk-nepuk kuku mereka di atas batu jalanan. Kereta kencana milik Klan Xie.

​Pintu kereta terbuka, dan sosok pemuda tampan berjubah biru mewah melangkah turun lebih dulu. Di belakangnya, melangkah keluar seorang gadis bergaun putih bersih yang penampilannya bagaikan dewi turun dari langit. Kehadirannya seketika mencuri perhatian ribuan mata di sepanjang jalan.

​Xie Yanfeng.

​Di samping gadis itu, pemuda berjubah biru yang mendampinginya tersenyum lebar, memancarkan wibawa dan kebanggaan. Pria itu adalah Xie Lin, sepupu kandung Yanfeng sekaligus salah satu jenius muda terbaik Klan Xie yang telah menembus tingkat Foundation Establishment tahap awal di usia muda.

​"Adik Yanfeng, Lelang Mustika tahun ini benar-benar tidak mengecewakan. Aku mendengar rumor bahwa Paviliun Lelang berhasil mengamankan sebuah Pil Pembuka Meridian tingkat menengah. Jika aku berhasil memenangkannya untukmu, menerobos tahap pertengahan di Sekte Awan Langit bukan lagi sekadar impian," ujar Xie Lin dengan nada penuh kehangatan yang dipaksakan menonjol.

​Xie Yanfeng hanya mengangguk pelan, suaranya tenang dan acuh tak acuh. "Terima kasih, Kakak Lin. Namun, sumber daya sebesar itu sebaiknya diserahkan pada Tetua jika harganya terlalu melambung."

​"Hahaha! Untukmu, berapa pun jumlah batu spiritnya, Klan Xie tidak akan pernah merasa keberatan!" Xie Lin tertawa bangga, mendongakkan dadanya saat para pemburu dan warga sekitar menatap mereka dengan pandangan iri dan hormat.

​Zhao Gou berdiri di tepi jalan, terhalang oleh kerumunan warga. Matanya yang tersembunyi di balik topeng menyempit dingin saat menatap dua sosok tersebut. Rasa sakit akibat hinaan pembatalan pertunangan di rumah panggungnya masih terasa membakar, namun kini api amarah itu telah berubah menjadi ketenangan yang luar biasa mengerikan.

​Klan Xie... kalian begitu royal menggunakan ratusan batu spirit untuk pamer di tempat ini, sementara untuk menginjak keluargaku, kalian melemparkan lima puluh batu spirit busuk bagai sedekah untuk pengemis, batin Zhao Gou tersenyum sinis.

​Tanpa menarik perhatian, Zhao Gou melangkah melewati kerumunan dan naik menuju pintu samping Paviliun Lelang Mustika, tempat di mana para penjual menyerahkan barang-barang langka untuk dinilai sebelum pelelangan dimulai.

​Di dalam ruangan penilaian yang tenang dan beraroma kayu cendana, seorang pria tua bertubuh agak tambun dengan pakaian juru lelang sedang memeriksa beberapa tangkai rumput obat. Ia adalah Penilai Master Gu, salah satu penilai paling berpengalaman di Paviliun Lelang Mustika.

​"Apakah ada barang langka yang ingin Anda lelang, Tuan?" tanya Master Gu tanpa mengangkat kepala, terbiasa dengan berbagai penjual misterius yang datang bertopeng.

​Zhao Gou melangkah maju, meletakkan dua benda di atas meja kayu di hadapan Master Gu.

​Benda pertama adalah Inti Monster Serigala Qi Kelabu. Benda kedua adalah sebuah botol giok kecil yang baru saja ia isi dengan setetes darahnya sendiri—darah yang telah bersatu dengan Tulang Naga Kuno.

​Master Gu awalnya melirik Inti Monster dengan pandangan biasa. "Inti monster tingkat satu tahap akhir. Nilainya sekitar lima puluh batu spirit kualitas rendah. Lumayan, tapi tidak cukup langka untuk masuk ke panggung lelang utama—"

​Ucapan Master Gu terhenti seketika saat jarinya menyentuh botol giok kecil kedua.

​Brak

​Begitu sumbat botol dibuka sedikit saja, sebuah hawa murni yang begitu pekat, panas, dan sarat akan aura dominasi purba mendadak merebak keluar, memenuhi seluruh ruangan penilai! Hawa itu begitu berat hingga membuat nyala lilin di ruangan tersebut mendadak redup dan bergetar hebat!

​Mata Master Gu terbelalak lebar. Tangannya yang memegang botol giok mendadak gemetaran hebat hingga wajahnya yang tambun dibasahi keringat dingin.

​"Ini... ini adalah... Darah Esensi Binatang Kuno?!" bisik Master Gu dengan suara bergetar tak percaya. Rasa takut dan kagum bercampur aduk di wajahnya saat ia menatap pemuda bertopeng di hadapannya. Sebagai penilai ulung, ia tahu betul bahwa setetes darah ini memiliki energi spiritual destruktif yang sanggup membantu seorang kultivator memurnikan struktur tulangnya secara drastis! Benda ini jauh lebih berharga dari rumput obat mana pun di lelang hari ini!

​"Apakah benda ini layak masuk ke panggung lelang utama?" tanya Zhao Gou, suaranya sengaja dibuat berat dan dalam melalui penyaluran energi Qi-nya.

​"Layak! Sangat layak, Tuan!" Master Gu berdiri tergesa-gesa, membungkuk dalam-dalam dengan penuh rasa hormat yang mendalam. Sikap meremehkannya menguap tanpa sisa. "Darah Esensi ini bahkan bisa menjadi salah satu barang penutup lelang malam ini! Boleh saya tahu, dari faksi atau senior mana Tuan berasal?"

​"Pertanyaan yang tidak perlu," potong Zhao Gou dingin, memberikan tekanan aura naga tipis yang langsung membuat Master Gu merinding dan buru-buru mengangguk paham.

​"Maafkan kelancangan saya, Tuan Xiao!" ujar Master Gu panik. Ia dengan cepat mengeluarkan sebuah kartu giok hitam berukiran emas dari laci mejanya. "Ini adalah Kartu Giok VIP VIP Paviliun Mustika. Dengan kartu ini, Tuan berhak duduk di kamar privat lantai tiga dan menggunakan dana pinjaman awal hingga seribu batu spirit kualitas menengah sebelum lelang dimulai!"

​Zhao Gou meraih kartu giok hangat itu, menyimpannya di balik jubahnya.

​"Satu hal lagi," ujar Zhao Gou pelan, memiringkan kepalanya sedikit. "Aku mendengar Klan Xie sangat menginginkan Pil Pembuka Meridian malam ini?"

​Master Gu agak terkejut, namun dengan cepat menjawab jujur. "Benar, Tuan. Muda-mudi Klan Xie secara khusus datang untuk memperebutkan pil itu demi persiapan masuk ke Sekte Awan Langit."

​Bibir di balik topeng Zhao Gou terangkat, membentuk sebuah garis senyuman yang sangat dingin dan mematikan.

​"Bagus," bisik Zhao Gou pelan saat membalikkan badan menuju aula lelang. "Malam ini, pastikan mereka membayar harga yang sangat mahal untuk setiap batu spirit yang mereka keluarkan."

Terpopuler

Comments

Raju

Raju

pertarungan politik plus uang akan dimulai

2026-08-08

1

Sri

Sri

❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥

2026-08-23

0

lihat semua
Episodes
1 Anjing yang Menelan Ludah
2 Kertas yang Merobek Harga Diri
3 Langkah ke Dalam Jurang Maut
4 Jiwa Naga dan Tulang Pembakar
5 Serigala Bertopeng di Kota Awan Biru
6 Permainan Bayangan di Aula Lelang
7 Darah Naga yang Mengguncang Kota
8 Pembantaian di Gang Sempit
9 Benih Segel di Dalam Darah
10 Pulang di Bawah Bintang
11 Retakan di atas Batu Kuno
12 Berlutut di Atas Panggung
13 Gempa Politik di Kota Awan Biru
14 Puncak Awan Hitam
15 Utusan yang Kembali Tanpa Hasil
16 Pertemuan Dua Mata di Puncak Awan Hitam
17 Perburuan di Hutan Magma
18 Ratapan Pengkhianat di Tanah Magma
19 Sang Dewi di Ujung Maut
20 Puncak Hasil Perburuan
21 Perebutan Mata Air Qi Murni
22 Perangkap di Balik Tirai Sekte
23 Bayangan di Dalam Cermin Jiwa
24 Utusan dari Kota Megah Tiba
25 Malam Pembukaan Pesta Hari Jadi
26 Jebakan di Atas Panggung Kehormatan
27 Topeng yang Terlepas & Eksekusi Pertama
28 Berdiri di Sisi Naga
29 Benturan Dua Generasi
30 Jatuhnya Sang Pembunuh
31 Akhir dari Klan Xie
32 Langkah Menuju Kota Megah
33 Cahaya di Tengah Kehancuran
34 Kota Megah dan Penyamaran Baru
35 Senandung di Balik Dinding Bunga
36 Gesekan di Antara Kelopak Bunga
37 Jejak Perak di Pasar Gelap
38 Bayang-Bayang di Balik Pualam
39 Rahasia Benua Pusat dan Pertapaan Sunyi
40 Senandung Perdamaian di Hutan Kabut
41 Manisan di Bawah Lampu Kota
42 Senda Gurau di Rumah Kecil
43 Langkah Sunyi Sebelum Badai
44 Bisikan Ajal di Lorong Hitam
45 Bantai Murni di Bawah Altar
46 Pisau Dingin di Atas Darah
47 Pembayaran Utang Darah
48 Bentrokan Dua Ranah
49 Keputusasaan dan Ledakan Inti Kematian
50 Fajar Baru di Atas Reruntuhan
51 Panggilan Pertama
52 Jejak Langkah dan Rengekan Manis
53 Asap Dapur di Hutan Kabut
54 Riak Masa Lalu dan Arah Angin
55 Bayangan Bintang
56 Gemuruh Lautan dan Benua yang Jauh
57 Taruhan di Tengah Lautan
58 Gelak Tawa dan Pandangan Sang Raja Naga
59 Cahaya Esensi
60 Pelabuhan Benua Biru
61 Patung Agung dan Warisan Klan Lin
62 Bunga Berduri
63 Identitas Sang Bunga Berduri
64 Gejolak di Bawah Panggung Seleksi
65 Badai di Atas Panggung dan Kabar Sang Tuan Putri
66 Bayangan Malam
67 Jebakan di Panggung Final
68 Kabar Klan Kuno
69 Reuni dan Tuangan Pil Esensi Naga
70 Pelelangan Bintang Laut
71 Tamparan di Panggung Utama
72 Warisan Dewa Perang
73 Pembagian Hasil Lelang dan Arah Daratan Tengah
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Anjing yang Menelan Ludah
2
Kertas yang Merobek Harga Diri
3
Langkah ke Dalam Jurang Maut
4
Jiwa Naga dan Tulang Pembakar
5
Serigala Bertopeng di Kota Awan Biru
6
Permainan Bayangan di Aula Lelang
7
Darah Naga yang Mengguncang Kota
8
Pembantaian di Gang Sempit
9
Benih Segel di Dalam Darah
10
Pulang di Bawah Bintang
11
Retakan di atas Batu Kuno
12
Berlutut di Atas Panggung
13
Gempa Politik di Kota Awan Biru
14
Puncak Awan Hitam
15
Utusan yang Kembali Tanpa Hasil
16
Pertemuan Dua Mata di Puncak Awan Hitam
17
Perburuan di Hutan Magma
18
Ratapan Pengkhianat di Tanah Magma
19
Sang Dewi di Ujung Maut
20
Puncak Hasil Perburuan
21
Perebutan Mata Air Qi Murni
22
Perangkap di Balik Tirai Sekte
23
Bayangan di Dalam Cermin Jiwa
24
Utusan dari Kota Megah Tiba
25
Malam Pembukaan Pesta Hari Jadi
26
Jebakan di Atas Panggung Kehormatan
27
Topeng yang Terlepas & Eksekusi Pertama
28
Berdiri di Sisi Naga
29
Benturan Dua Generasi
30
Jatuhnya Sang Pembunuh
31
Akhir dari Klan Xie
32
Langkah Menuju Kota Megah
33
Cahaya di Tengah Kehancuran
34
Kota Megah dan Penyamaran Baru
35
Senandung di Balik Dinding Bunga
36
Gesekan di Antara Kelopak Bunga
37
Jejak Perak di Pasar Gelap
38
Bayang-Bayang di Balik Pualam
39
Rahasia Benua Pusat dan Pertapaan Sunyi
40
Senandung Perdamaian di Hutan Kabut
41
Manisan di Bawah Lampu Kota
42
Senda Gurau di Rumah Kecil
43
Langkah Sunyi Sebelum Badai
44
Bisikan Ajal di Lorong Hitam
45
Bantai Murni di Bawah Altar
46
Pisau Dingin di Atas Darah
47
Pembayaran Utang Darah
48
Bentrokan Dua Ranah
49
Keputusasaan dan Ledakan Inti Kematian
50
Fajar Baru di Atas Reruntuhan
51
Panggilan Pertama
52
Jejak Langkah dan Rengekan Manis
53
Asap Dapur di Hutan Kabut
54
Riak Masa Lalu dan Arah Angin
55
Bayangan Bintang
56
Gemuruh Lautan dan Benua yang Jauh
57
Taruhan di Tengah Lautan
58
Gelak Tawa dan Pandangan Sang Raja Naga
59
Cahaya Esensi
60
Pelabuhan Benua Biru
61
Patung Agung dan Warisan Klan Lin
62
Bunga Berduri
63
Identitas Sang Bunga Berduri
64
Gejolak di Bawah Panggung Seleksi
65
Badai di Atas Panggung dan Kabar Sang Tuan Putri
66
Bayangan Malam
67
Jebakan di Panggung Final
68
Kabar Klan Kuno
69
Reuni dan Tuangan Pil Esensi Naga
70
Pelelangan Bintang Laut
71
Tamparan di Panggung Utama
72
Warisan Dewa Perang
73
Pembagian Hasil Lelang dan Arah Daratan Tengah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!