Gue duduk tegak di tepi ranjang, jantung berdebar kencang banget. "Halo? Ibu... Ibu Farhan?"
"Panggil saya Bu Sari, boleh," suaranya bergetar di seberang. "Saya tahu ini mendadak. Saya tahu kalian pasti banyak bertanya."
"Tante Ratna bilang... Ibu pergi karena sakit dan tidak sanggup. Tapi Tante bilang Ibu diancam?"
"Benar. Itu yang tidak boleh diketahui siapa pun." Napasnya terdengar berat dan takut. "Saat ayahnya Raka — maksud saya, Farhan — meninggal, ada seseorang yang mendekati saya. Orang yang sama yang kemudian juga membantu mengurus pemakaman dan semua urusan."
"Siapa, Bu?"
"Dia bilang... kalau saya tetap di sini, nyawa Farhan tidak akan aman. Dia bilang dia punya kuasa di mana pun saya pergi. Jadi saya berpura-pura meninggalkan Farhan karena tidak mampu. Padahal saya lari menyelamatkan nyawanya."
Gue telan ludah susah. "Terus sekarang Ibu di mana? Kenapa baru berani bilang sekarang?"
"Karena orang itu mulai gelisah. Dia tahu kebenaran mulai terbuka. Saya mendengar kabar dari Tante Ratna... dia ikut campur urusan sekolah, ikut campur soal Dimas, bahkan yang soal kecelakaan itu pun dia tidak lepas tangan." Bu Sari berhenti, suaranya turun jadi bisik. "Orang itu sering ke rumah yang merawat Farhan. Dia sering menanyakan perkembangan Farhan. Seakan mengawasi."
Darah di tubuh gue terasa dingin pelan-pelan. "Siapa, Bu? Tolong bilang namanya."
"Dia..."
Tiba-tiba suara terputus. Bukan ditutup pelan — terputus kasar, seakan sinyal diputus dari luar.
"Bu Sari? Bu Sari?!"
Hening. Tidak ada jawaban.
Gue pegang HP erat di tangan, napasnya gak teratur. Jam di dinding nunjuk pukul dua pagi. Gue gak bisa tidur lagi. Langsung ketik pesan ke Farhan, tangan gemetar:
"Besok pagi jangan ke mana-mana sebelum ketemu gue. Ada hal sangat penting."
Pagi itu udara terasa beda — dingin, padahal matahari udah muncul. Gue keluar rumah lebih awal dari biasanya. Farhan udah nunggu di tempat biasa, di bawah pohon. Pas lihat gue, dia langsung sadar ada yang salah.
"Mir? Lo pucat banget. Ada…
Dua Hati,Satu Pilihan
Bab 14: Di Antara Dua Kebenaran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 35 Episodes
Comments