Minggu berikutnya, Farhan dapet surat dari yayasan beasiswa. Dia buka di meja belajar, pelan-pelan. Matanya melirik ke baris atas, lalu diam lama banget.
"Gimana?" tanya gue pelan, duduk di sebelahnya.
Dia serahkan surat itu ke gue. Di paragraf bawah tertulis jelas: "Persyaratan terakhir: surat keterangan asal-usul dan riwayat keluarga lengkap."
Gue tarik napas dalam. "Mereka mau tau semuanya ya?"
"Iya. Semua. Nama ayah, ibu, alamat lengkap, sejarah keluarga." Dia tutup muka dengan kedua tangan, napasnya berat. "Gue takut, Mir. Kalau mereka tau cerita aslinya — gue anak di luar nikah, ayah gue meninggal tanpa pernah resmi mengakui gue... gue takut beasiswa dicabut. Takut gue dibilang gak layak."
"Han..." Gue pegang bahunya pelan. "Lo mau bohong?"
Dia angkat muka, matanya merah dan bingung. "Kalau gue jujur, semuanya hancur. Kalau gue bohong... gue hidup di kebohongan itu selamanya."
Malam itu dia pulang ke rumah Bu Sari. Gue nunggu di kos, gelisah banget. Sampai telepon berbunyi, suaranya pelan dan gemetar.
"Mir... gue cerita semuanya ke Bu Sari."
"Dan beliau bilang apa?"
"Duduklah dulu." Dia hening sebentar, lalu lanjut. "Beliau bilang: 'Kejujuran itu bukan jaminan diterima semua orang. Tapi itu jaminan kamu bisa tidur tenang setiap malam.'"
"Beliau benar, Han."
"Gue tau. Tapi takut banget."
"Takut itu wajar. Tapi jangan biarkan takut yang milih buat lo."
Besok paginya, kita datang ke kantor yayasan bersama. Di ruangan itu, petugas menunggu dokumen lengkap. Farhan tarik napas dalam, lalu letakkan dua berkas di meja — akta kelahiran asli, surat pernyataan Bu Sari, dan surat pernyataan Ibu angkat.
"Ini semua data lengkap saya," katanya mantap, walau tangannya gemetar. "Saya tidak menyembunyikan apa pun. Nama ayah saya... dan kenyataan bahwa saya dibesarkan oleh orang lain sejak bayi. Semua ada di sini."
Petugas baca pelan, lama banget. Farhan berdiri tegak, gak nunduk, gak menghindar. Gue di sebelahnya, pegang tangan di belakang punggung, kasih kekuatan tanpa kata.
S…
Dua Hati,Satu Pilihan
Bab 31: Kejujuran yang Menyembuhkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 35 Episodes
Comments