Di dalam ruang kabin van yang berguncang keras menembus kegelapan malam, pendar biru dari layar laptop Nio menjadi satu-satunya sumber cahaya.
Suara raungan mesin tua bercampur dengan hempasan angin perbatasan utara, memotong kesunyian yang mencekam di antara mereka bertiga.
"Nio, koordinat itu... berapa jauh lagi dari posisi kita sekarang?" tanya Kael seraya menatap cermin tengah dengan pandangan waspada.
"Sekitar empat puluh kilometer ke arah lembah perbatasan," jawab Nio pelan seraya jemarinya menari di atas papan ketik.
Nora memeluk tas penyimpanan data dengan kedua tangannya yang masih gemetar. "Apakah kamu yakin pengawal Zero tidak mengejar kita dari belakang?"
"Jejak sinyal van ini sudah kubaurkan ke dalam jaringan lalulintas fiktif," sahut Nio datar. "Zero butuh waktu minimal satu jam untuk meretas balik pemancar publik."
Sebuah baris enkripsi tingkat tinggi di layar monitor mendadak retak, menampilkan struktur dokumen rahasia bertanggal 2014.
Nio mendadak tertegun, menghentikan ketukan jarinya saat baris demi baris berkas personal itu mulai mengejawantah secara utuh.
'Apa... apa maksud dari label ini?' batin Nio seraya menyipitkan mata, membaca sekumpulan angka dan istilah medis di layar.
Nora memajukan badannya dari bangku belakang, mengintip layar monitor yang dipenuhi grafik struktur neurologis. "N-Nio... itu berkas apa?"
"Proyek awal Mnemosyne," jawab Nio dengan nada suara yang perlahan memelan. "Dokumen uji coba subjek manusia pertama."
Kael melirik sejenak melalui cermin tengah, menangkap perubahan raut wajah Nio yang kaku. "Ada yang aneh dengan data itu?"
"Sistem ini tidak sekadar mencatat Dr. Lucian Vance sebagai perancang," kata Nio pelan. "Tetapi juga mencatat dua subjek protokol utama yang pernah melalui proses penghapusan total."
Nio meraba tekstur selembar kertas kosong di sakunya, menekan kuat-kuat benda polos itu demi menyakinkan presensinya yang mendadak goyah.
"Subjek 0... dan Subjek 1," gumam Nio seraya menatap grafik pemindaian otak di la…
SIAPA YANG MENYIMPAN NAMAKU?
Cermin Dua Sisi: Nio dan Zero
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments