Di atas tanah berumput yang basah oleh embun malam, sisa asap dari amblasnya fasilitas bawah tanah Mnemosyne masih membumbung tipis. Bau hangus kabel dan beton terbakar menyeruak, memenuhi udara dingin di pinggiran kota.
Pendar biru di pergelangan tangan Nio berkedip kian cepat, memancarkan gelombang statis yang menyengat kulitnya. Tulisan di layar peretas itu tidak kunjung padam.
Eksperimen Nol belum selesai. Milo ada bersama kami.
"Siapa... siapa orang di atas bukit itu, Nio?!" tanya Nora seraya merangkak mendekat, napasnya masih terengah-engah dari pelarian tadi.
Nio tidak langsung menjawab. Jarinya meraba tekstur kertas kosong di saku mantelnya, mencari pijakan ketenangan saat isi kepalanya mulai bergemuruh kembali.
'Zero sudah hancur bersama laboratorium di bawah...' batin Nio seraya menatap ke kegelapan bukit tempat sosok bermantel itu berdiri tadi. 'Tapi perintah penghancuran remote ini baru saja dikirimkan dari simpul jaringan luar.'
"Seseorang baru saja mengambil alih sub-server Mnemosyne dari jarak jauh," kata Nio seraya mengusap darah kering di dagunya.
Kael menyeka jelaga hitam di wajahnya dengan lengan baju, lalu memandang retakan tanah yang amblas di belakang mereka.
"Maksudmu monster itu tidak bekerja sendirian?" suara Kael terdengar berat dan tertahan. "Masih ada orang lain di atas sana?"
"Zero cuma salah satu eksekutor," jawab Nio seraya bangkit berdiri meski rusuknya masih terasa nyeri luar biasa. "Jaringan utama penghapus eksistensi ini tidak pernah berada di dalam laboratorium di bawah kita."
Tiba-tiba, pendar merah menyala terang dari layar peretas Nio, diiringi suara denting peringatan darurat berfrekuensi tinggi.
"Sistem sabotase otomatis aktif," gumam Nio seraya memperhatikan deretan kode yang terhapus secara beruntun di layarnya. "Mereka sedang menghancurkan seluruh log asal-usul subjek eksperimen dari sub-server bayangan."
Nora membelalakkan mata saat mendengar kata-kata Nio. Dia memegang lengan Nio dengan cengkeraman ketat.
"N-Nio! Bagaima…
SIAPA YANG MENYIMPAN NAMAKU?
Sabotase Kenangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments