SIAPA YANG MENYIMPAN NAMAKU?

SIAPA YANG MENYIMPAN NAMAKU?

Presensi di Kedai Kael

Aroma biji kopi sangrai merayap pelan menembus udara pagi yang dingin.

Nio duduk menyendiri di sudut meja kayu yang mulai memudar catnya.

Dua jarinya bergerak pelan, mengetuk permukaan meja mengikuti irama detak jarum jam dinding.

'Sialan, kenapa pagi ini udara dingin sekali sampai menusuk ke tulang?' batin Nio sambil menggosok kedua telapak tangannya.

Seangkasa keheningan menyelimuti kedai kecil yang terletak di lantai dasar bangunan tua tersebut.

Kedai itu berada tepat di bawah tempat tinggal Nio yang super berantakan dan dipenuhi kabel.

Pria tua bertubuh sedikit bungkuk melangkah mendekat membawa secangkir kopi hitam panas.

Kael meletakkan cangkir tebal itu tepat di hadapan Nio tanpa suara.

"Minum selagi panas, Nak," kata Kael lirih sambil mengusap celemek kainnya.

"Terima kasih banyak, Pak Kael," jawab Nio singkat lalu meraih cangkir itu.

Pria tua itu tidak pernah bertanya dari mana Nio berasal atau ke mana Nio akan pergi.

Kael bahkan tidak pernah mempermasalahkan nama asli, gender, atau setumpuk rahasia kelam milik Nio.

Bagi Kael, Nio hanyalah seorang pelanggan setia yang selalu menghabiskan kopi hitam tanpa gula.

'Untung saja Pak Kael bukan tipe orang tua yang suka kepo mencampuri urusan orang,' gumam Nio dalam hati.

Kehangatan cairan hitam itu perlahan mengalir basah melewati kerongkongan Nio.

Di luar jendela kedai, lalu lintas kota mulai bising oleh deru mesin kendaraan.

Melihat keramaian yang begitu riuh mendadak membuat kepala Nio terasa pening dan agak mual.

Tangan kanan Nio bergerak refleks, masuk ke dalam saku jaket abu-abunya.

Jemari Nio menyentuh dan meraba tekstur selembar kertas kosong di dalam sana.

Kertas polos tanpa coretan tinta itu menjadi penenang utama saat rasa cemas menyerang kepalanya.

'Dunia ini riuh oleh nama-nama, sementara aku tersisa di sela-sela kata,' batin Nio pusing.

Nio tidak pernah tahu siapa dirinya yang sebenarnya sebelum terbangun di kota ini beberapa tahun lalu.

Setiap kali mencoba mengingat masa lalu, kepala Nio mendadak berdenyut hebat bagai dihantam palu.

"Ada masalah lagi dengan pekerjaanmu di atas?" tanya Kael memecah lamunan Nio.

"Hanya pekerjaan biasa, Pak," sahut Nio pelan. "Banyak berkas rusak yang harus dirapikan."

"Jangan terlalu sering mengurung diri di depan monitor," pesan Kael dengan raut khawatir. "Mata tua saya saja pusing kalau melihat garis-garis hijau di komputermu."

'Kalau Pak Kael tahu apa yang sebenarnya saya lakukan, beliau bisa serangan jantung,' bisik Nio dalam batinnya.

Nio merogoh beberapa keping uang logam lalu meletakkannya di atas meja kayu.

"Saya naik ke atas dulu, Pak Kael," pamit Nio seraya berdiri tegak.

Nio melangkah keluar dari kedai dan menaiki tangga besi berkarat menuju lantai dua.

Pintu kayu tebal bernomor dua ratus empat itu dibukanya menggunakan kunci manual.

Seketika bau khas logam dan udara pengap menyambut kedatangan Nio.

Hanya pendar biru dari layar monitor yang menerangi jemari Nio saat dia melangkah mendekat.

Tempat ini adalah laboratorium rahasia bagi seorang pakar data mati.

Nio menduduki kursi berputar di depan tiga layar monitor besar.

Jemari Nio mulai menari liar di atas tombol papan ketik dengan cepat.

Nio bekerja membedah jejak digital dan memulihkan data yang hancur.

Selalu ada residu data yang tertinggal di dalam sirkuit maupun memori tersembunyi.

Nio adalah sosok nirnama yang memanfaatkan residu tersebut untuk bertahan hidup.

'Mencari jejak orang lain memang jauh lebih mudah daripada mencari jejak diri sendiri,' keluh Nio dalam hati.

Layar monitor utama mendadak berkedip merah secara tidak wajar.

Sebuah grafik anomali muncul, menunjukkan pembersihan data skala besar di area kota.

Pola pembersihan data ini terasa sangat tidak biasa dan terstruktur rapi.

Data identitas milik seseorang tampak tereliminasi bertahap dalam hitungan detik.

'Bagaimana bisa ada sistem yang menghapus data identitas sebersih ini?' pikir Nio dengan keringat dingin.

Kejadian ini tidak memiliki preseden sama sekali dalam seluruh sejarah pekerjaan Nio.

Tiba-tiba, suara ketukan kencang terdengar dari balik pintu depan ruangannya.

Nio terperanjat kaget hingga hampir menjatuhkan papan ketik dari atas meja.

'Sialan, siapa lagi yang bertamu pagi-pagi begini dan menggedor seperti mau merobohkan pintu?' umpat Nio.

Diambilnya sebilah pisau lipat kecil di samping monitor sebagai langkah pencegahan.

Langkah kaki Nio berjalan sangat pelan tanpa suara menuju arah pintu.

"Tol-tolong... buka pintunya!" teriak suara wanita dari balik pintu dengan nada bergetar hebat.

Nio memutar gagang pintu secara perlahan.

"Siapa Anda?" tanya Nio dengan nada dingin dan tegas.

Seorang wanita muda berambut acak-acakan langsung menerobos masuk ke dalam ruangan.

"A-apa benar Anda pakar data yang bisa menemukan hal yang hilang?" tanya wanita itu tersengal-sengal.

"Aa... anu, bisakah Anda keluar dan mengetuk pintu seperti manusia normal?" tegur Nio dengan muka masam.

"Tidak ada waktu untuk sopan santun!" jerit wanita itu panik.

Nio mundur satu langkah sambil memegang pisau lipat di balik saku jaketnya.

"Nama saya Nora!" seru wanita itu dengan mata sembap penuh air mata. "Dan adik saya, Milo, mendadak hilang tanpa jejak!"

"Kalau adikmu hilang, melaporlah ke kantor polisi, bukan menyusup ke tempat ini," tanggap Nio acuh tak acuh.

"Aku sudah ke sana!" jerit Nora frustrasi. "Tapi polisi menganggapku gila! Mereka bilang aku tidak pernah punya adik bernama Milo!"

Nora merogoh ponsel dari tasnya dengan tangan yang gemetaran parah.

Disodorkannya layar ponsel itu tepat ke hadapan wajah Nio.

"Lihat ini! Foto-fotonya, nomor kontak, bahkan obrolan kami mendadak berubah jadi berkas rusak!" tangis Nora pecah.

Layar ponsel Nora menampilkan berkas rusak dengan pola kode anomali yang persis sama seperti di monitor Nio.

Seseorang tidak hanya menculik Milo secara fisik, tetapi menghapus seluruh bukti bahwa Milo pernah ada.

'Pola pembersihan ini sama persis dengan grafik anomali di komputetku!' jerit batin Nio kaget.

"Tolong saya..." bisik Nora pasrah sambil merintih pelan di hadapan Nio. "Semua orang mulai melupakan Milo... seolah dia tidak pernah ada."

Nio melangkah cepat menuju meja komputernya dan mengetik nama Milo Paramita.

Layar monitor berkedip sebelum menampilkan tulisan merah tebal: DATA NOT FOUND / ERASED.

"Sistem kependudukan kota pun sudah bersih dari namanya," gumam Nio kaku.

Nio terdiam kaku sambil meraba selembar kertas kosong di dalam saku jaketnya.

Di layar monitor utama, sebuah jendela pesan misteri mendadak terbuka sendiri secara otomatis.

Layar berubah menjadi hitam pekat dengan satu baris kalimat berwarna putih pucat.

"Identitas adalah penderitaan. Mengapa kamu mencari apa yang seharusnya tidak ada?"

Di bagian bawah pesan tersebut, tertera sebuah simbol huruf tunggal berwarna merah darah: ZERO.

'Zero... siapa sosok di balik nama ini?' batin Nio ketakutan.

"Nio... apa itu?" tanya Nora berbisik pelan sambil menunjuk ke layar monitor.

"Seseorang sedang bermain-main dengan kita," jawab Nio dengan suara bergetar.

Nio menyadari bahwa kasus yang dibawa Nora ini baru saja menyeretnya ke dalam pusaran bahaya yang sangat besar.

Bukan hanya nyawa Milo yang terancam, melainkan rahasia masa lalu Nio sendiri yang tersimpan di tangan Zero.

Penyelidikan yang mempertaruhkan eksistensi dan jati diri Nio kini resmi dimulai.

Episodes
1 Presensi di Kedai Kael
2 Klien Tanpa Bukti
3 Anomali di Layar Biru
4 Rumah yang Melupakan
5 Pesan dari Hampa
6 Kehangatan di Sela Kebisingan
7 Korban-Korban Sebelum Milo
8 Kertas Kosong Kedua
9 Serangan Sirkuit
10 Kode di Balik Nama
11 Saksi yang Kehilangan Kata
12 Di Bawah Tanah Kota
13 Cermin Tanpa Bayangan
14 Kebocoran di Gedung Arsip
15 Peringatan Kael
16 Berkas Nirnama Nomor 0
17 Frekuensi Terdistorsi
18 Keputusan Tegas Nora
19 Jaringan yang Terkontaminasi
20 Sinyal dari Reruntuhan
21 Pintu Masuk Fasilitas Dingin
22 Rekam Medis Subjek 0
23 Penyusup dalam Bayangan
24 Transisi Pemburu
25 Deklarasi di Atas Kertas Kosong
26 Pasar Gelap Data "Nir-Wajah"
27 Faksi Tinta Mati
28 Peretas Menengah: 'Vane'
29 Perang Sirkuit Lambat
30 Saksi yang Terfragmentasi
31 Perangkap di Dermaga Tua
32 Balas Dendam Vane
33 Penaklukan Vane
34 Gelombang Psiko-Digital
35 Keraguan Kael
36 Rekaman yang Terdistorsi
37 Pengkhianatan Terpaksa
38 Mata-Mata dalam Bayangan
39 Membalikkan Perangkap
40 Halusinasi Subjek 0
41 Jejak di Tengah Kebisingan
42 Batas Akhir Kesabaran
43 Infiltrasi Fasilitas Server Regional
44 Labirin Sirkuit
45 Konfrontasi Avatar Zero
46 Merebut Residu Milo
47 Ledakan Data & Sabotase
48 Meloloskan Diri dari Kota
49 Eskalasi Skala Nasional
50 Mengosongkan Peta
51 Jejak Tahun 2016
52 Pendiri yang Hilang
53 Cermin Dua Sisi: Nio dan Zero
54 Tempat Kelahiran Bayangan
55 Catatan Harian yang Terbakar
56 Rahasia Nama Nio
57 Sabotase Kenangan
58 Pelarian dari Reruntuhan Pegunungan
59 Sintesis Informasi Asal-Usul
60 Keputusan Menyerang Elit
61 Daftar Korban Elit
62 Target Pertama: Senator Sterling
63 Menyusup ke Gala Malam
64 Pemerasan Berbalik
65 Reaksi Balas Dendam Konsorsium
66 Perangkap di Menara Media
67 Korbankan Transaksi
68 Wajah di Balik Konsorsium
69 Target Eliminasi Tahap Dua
70 Isolasi Nora
71 Dilema Kertas Kosong
72 Ketegangan di Tempat Persembunyian
73 Serangan Sinyal Langsung
74 Pengorbanan Data Pribadi Nio
75 Hampa yang Bulat
76 Inisiasi Protokol Tabula Rasa
77 Keos di Ibu Kota
78 Benteng Mainframe Purge
79 Mobilisasi Aliansi Terakhir
80 Penembusan Barikade Luar
81 Koridor Statis
82 Perangkap Kesadaran Massal
83 Memecahkan Simulasi
84 Hitung Mundur Pembersihan Total
85 Pintu Ruang Inti
86 Pertemuan Dua Subjek
87 Ideologi Nir-Penderitaan
88 Jawaban Nio
89 Duel Sirkuit Langsung
90 Membuka Kunci Subjek 1
91 Runtuhnya Dominasi Zero
92 Penghentian Pembersihan Massal
93 Pengakuan Zero
94 Restorasi Massal
95 Reuni yang Terpisah
96 Pembersihan Konsorsium Lokal
97 Pagi di Kedai Kael
98 Kertas Kosong dan Pena
99 Penulisan Nama Pertama
100 Resolusi & Pintu Terbuka (Final)
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Presensi di Kedai Kael
2
Klien Tanpa Bukti
3
Anomali di Layar Biru
4
Rumah yang Melupakan
5
Pesan dari Hampa
6
Kehangatan di Sela Kebisingan
7
Korban-Korban Sebelum Milo
8
Kertas Kosong Kedua
9
Serangan Sirkuit
10
Kode di Balik Nama
11
Saksi yang Kehilangan Kata
12
Di Bawah Tanah Kota
13
Cermin Tanpa Bayangan
14
Kebocoran di Gedung Arsip
15
Peringatan Kael
16
Berkas Nirnama Nomor 0
17
Frekuensi Terdistorsi
18
Keputusan Tegas Nora
19
Jaringan yang Terkontaminasi
20
Sinyal dari Reruntuhan
21
Pintu Masuk Fasilitas Dingin
22
Rekam Medis Subjek 0
23
Penyusup dalam Bayangan
24
Transisi Pemburu
25
Deklarasi di Atas Kertas Kosong
26
Pasar Gelap Data "Nir-Wajah"
27
Faksi Tinta Mati
28
Peretas Menengah: 'Vane'
29
Perang Sirkuit Lambat
30
Saksi yang Terfragmentasi
31
Perangkap di Dermaga Tua
32
Balas Dendam Vane
33
Penaklukan Vane
34
Gelombang Psiko-Digital
35
Keraguan Kael
36
Rekaman yang Terdistorsi
37
Pengkhianatan Terpaksa
38
Mata-Mata dalam Bayangan
39
Membalikkan Perangkap
40
Halusinasi Subjek 0
41
Jejak di Tengah Kebisingan
42
Batas Akhir Kesabaran
43
Infiltrasi Fasilitas Server Regional
44
Labirin Sirkuit
45
Konfrontasi Avatar Zero
46
Merebut Residu Milo
47
Ledakan Data & Sabotase
48
Meloloskan Diri dari Kota
49
Eskalasi Skala Nasional
50
Mengosongkan Peta
51
Jejak Tahun 2016
52
Pendiri yang Hilang
53
Cermin Dua Sisi: Nio dan Zero
54
Tempat Kelahiran Bayangan
55
Catatan Harian yang Terbakar
56
Rahasia Nama Nio
57
Sabotase Kenangan
58
Pelarian dari Reruntuhan Pegunungan
59
Sintesis Informasi Asal-Usul
60
Keputusan Menyerang Elit
61
Daftar Korban Elit
62
Target Pertama: Senator Sterling
63
Menyusup ke Gala Malam
64
Pemerasan Berbalik
65
Reaksi Balas Dendam Konsorsium
66
Perangkap di Menara Media
67
Korbankan Transaksi
68
Wajah di Balik Konsorsium
69
Target Eliminasi Tahap Dua
70
Isolasi Nora
71
Dilema Kertas Kosong
72
Ketegangan di Tempat Persembunyian
73
Serangan Sinyal Langsung
74
Pengorbanan Data Pribadi Nio
75
Hampa yang Bulat
76
Inisiasi Protokol Tabula Rasa
77
Keos di Ibu Kota
78
Benteng Mainframe Purge
79
Mobilisasi Aliansi Terakhir
80
Penembusan Barikade Luar
81
Koridor Statis
82
Perangkap Kesadaran Massal
83
Memecahkan Simulasi
84
Hitung Mundur Pembersihan Total
85
Pintu Ruang Inti
86
Pertemuan Dua Subjek
87
Ideologi Nir-Penderitaan
88
Jawaban Nio
89
Duel Sirkuit Langsung
90
Membuka Kunci Subjek 1
91
Runtuhnya Dominasi Zero
92
Penghentian Pembersihan Massal
93
Pengakuan Zero
94
Restorasi Massal
95
Reuni yang Terpisah
96
Pembersihan Konsorsium Lokal
97
Pagi di Kedai Kael
98
Kertas Kosong dan Pena
99
Penulisan Nama Pertama
100
Resolusi & Pintu Terbuka (Final)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!