Moncong senjata pelumpuh sinyal milik agen preseden itu memancarkan pendar merah, bersiap melepaskan tembakan penahan presensi.
Tanpa membiarkan musuh membidik, Nio melemparkan bilah besi pendek di tangannya lurus ke arah pemancar suara sang pemimpin.
KLANG!
Bilah besi itu menghantam presisi kotak transmisi di dada musuh, memercikkan bunga api elektrik dan memotong perintah eliminasi.
"Sekarang! Lari ke celah bebatuan di kiri!" teriak Nio seraya menarik lengan Nora cepat.
Lantaran terkejut oleh serangan balasan mendadak, dua agen pembersih lainnya sempat tertahan satu detik untuk mengamankan komandan mereka.
Kael memanfaatkan jeda itu dengan menerjang agen sebelah kanan, menghantamkan bahunya hingga prajurit bertopeng komposit itu tersungkur.
"Jangan sentuh anak-anak ini, brengsek!" raung Kael seraya memutar tubuh menyusul Nio.
Di balik bukit, terdengar deru mesin berat bertubi-tubi saat detonator tanah longsor buatan sengaja dipicu musuh dari jarak jauh.
Dinding tebing pegunungan di atas mereka mulai retak hebat, memuntahkan ribuan ton material batu dan tanah ke bawah.
"Mereka mau menimbun area ini untuk memusnahkan residu bukti!!" jerit Nora di tengah gemuruh tanah roboh.
"Tetap berjalan rapat di belakangku!" balas Nio seraya melompati fondasi beton yang miring. "Ada cerobong ventilasi darurat di balik reruntuhan!"
Pendar indikator pada peretas portabel Nio berkedip makin cepat di saku mantelnya, menandakan transfer data harddisk bukti Mnemosyne masih berlangsung.
'Data keberadaan Milo dan jejak eksperimen ini tidak boleh hancur,' batin Nio seraya mendekap erat saku mantelnya. 'Jika harddisk ini rusak, eksistensi kami semua akan tereliminasi tanpa sisa.'
Dari arah atas, satu bongkahan batu besar meluncur deras mengincar jalur lari Nora.
"Nora, awas!!" teriak Kael seraya mendorong tubuh wanita itu ke depan hingga keduanya terguling di tanah basah.
Batu besar itu menghantam tanah tempat Nora berdiri sejurus sebelumnya, menyemburkan tanah liat dan kerikil ke udara.
N…
SIAPA YANG MENYIMPAN NAMAKU?
Pelarian dari Reruntuhan Pegunungan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments