"Kita ke taman,” ajak Hanun yang langsung pergi hingga membuat Hafidz mengikutinya dari belakang.
Namun, tiba-tiba saja Hafidz menarik lengan Hanun lembut dan membuat langkah Hanun terhenti.
“Kenapa?” tanya Hanun bingung.
“Tangan kamu kenapa? Kenapa biru-biru gitu?”
“Nggak apa-apa, ko,” jawab Hanun yang langsung menarik tangannya dari pergelangan tangan Hafidz dan menyembunyikannya.
“Di gigit buaya?” tanya Hafidz asal.
Hanun hanya tersenyum kecil dan tak meladeni candaannya.
“Jangan terluka. Aku nggak suka lihat kamu terluka. Hatiku juga ikut terluka melihatnya,” kata Hafidz yang membuat Hanun terdiam sejenak saat menatap wajahnya.
“Ya udah, ke taman, yuk?” ajak Hanun yang diberi anggukan oleh Hafidz.
Setelah sampai di taman sekolah, untuk beberapa saat suasana cukup sunyi, hening dan juga sepi.
“Ada apa? Serius banget kayanya?” tanya Hafidz membuka suara.
Hanun membalikkan badan dan menatap wajah Hafidz dengan kedua matanya yang terlihat tajam dan ekspresinya wajah yang terlihat serius.
“Dulu, kamu preman banget ya di sekolah saat masih Smp?” tanya Hanun tiba-tiba hingga membuat Hafidz terkejut mendengarnya.
“Kamu juga dulu waktu kelas sepuluh punya kasus ya sama Sarah?” todong Hanun dengan beberapa pertanyaanya.
“Kamu denger itu semua dari mana?” tanya Hafidz dingin.
“Dari Gita teman sekelasku. Kenal dia, kan? Dia temen satu sekolah kamu waktu Smp. Dia cerita banyak soal kamu.”
“Tentang keburukanku juga?” sindirnya yang membuat Hanun terdiam beberapa detik.
"Itu??"
“Tentang aku yang suka bikin onar, suka ngerokok dan tawuran juga? Apa jangan-jangan, Gita cerita soal aku yang keluar dari club malam dengan keadaan mabuk berat sama Sarah? Iyakah, Hanun Almeera Romeesa?”
Hanun benar-benar terdiam membisu. Ia tidak berkutik sama sekali, bahkan untuk menjawab pertanyaan Hafidz dan melihat wajahnya saja saja ia tak mampu.
“Apa yang kamu dengar belum tentu itu benar. Apa yang dianggap benar juga belum tentu itu faktanya.”
Hanun masih diam. Ia hanya bisa menundukkan kepala…
This Is My Girlfriend
Masa Lalu yang Tak Perlu di perdebatkan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments