Rama dan Hafidz memparkirkan motor mereka setelah mereka sampai di sebuah halaman yang cukup luas. Rama melihat sudah ada jejeran motor yang begitu banyak terparkir di sana.
Sudah lama sekali ia tidak pernah ke sini dan sudah lama sekali ia tidak pernah menginjakkan kakinya lagi di sini. Rasanya, ia seperti bernostalgia. Terkenang lagi semua kenangannya bersama teman-temannya dulu di sini, di tempat ini.
“Jadi, kumaha? Alus kan tebakan urang tadi?” tutur Jeri kepada Rama dan juga Hafidz, saat mereka masih berseragam putih biru. (Jadi, bagaimana? Bagus kan tebakan saya tadi?).
“Bisaan euy maneh, apal ti saha tebakan kawas kitu?” tanya Rama penasaran. (Hebat nih kamu, tahu dari siapa tebakan seperti itu).
“Nya bisa atuh. Urang gitu ,loh,” katanya berbangga diri, “matakna, maraneh mun hayang pedekate jeng awewe, kudu unik jiga urang. Bere tebakan jiga kieu, meh indehoy,” tawanya lebar hingga membuat Rama
juga Hafidz ikut tertawa terbahak-bahak bersamanya. (Ya bisa dong. Saya gitu loh. Makanya, kalian kalau mau pedekate sama perempuan, harus unik seperti saya. Kasih tebakan seperti ini, biar keren.).
“Belegug sia mah!” seru Hafidz yang langsung menoyor kepala Jeri dengan kasar. (Bodo kamu).
Hafidz ikut tersenyum, saat melihat sebuah kursi kayu yang berada di depan sebuah rumah yang terlihat gelap, kosong dan berantakan.
Di tempat ini, almarhum sahabatnya mengajarkan tips-tips untuk mendekati perempuan. Walau ia tahu sendiri kalau sahabatnya itu, sampai ia meninggal ia tidak pernah merasakan apa itu yang namanya pacaran.
“Ah, sial banget, nih!” keluh Jeri sambil mengangkat kedua kakinya ke atas kursi dan mulai menyalakan rokok miliknya.
“Kenapa?” tanya Hafidz yang baru saja datang sambil membawa 2 gelas berisi kopi hitam.
“Gagal nih urang bobogohan jeung si Tiwi,” katanya terlihat putus asa. (Gagal nih, saya pacaran sama Tiwi.)
“Ko, bisa?” tanya Hafidz kembali.
“Tiwi jigana teu resep ka urang, Bleh.” Jeri menekuk wajahnya. (Tiwi sepertinya nggak suka sama saya, Bleh.)
“T…
This Is My Girlfriend
Berkumpulnya Broxe
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments