Sepulang sekolah, Hanun terlihat berdiri di depan kelas Ipa 4 yang merupakan kelasnya Rama. Begitu kelas bubar dan Rama keluar dari kelasnya, ia langsung datang menghampirinya.
“Aku mau ngomong sama kamu, Ram.”
Rama menoleh. Teman-temannya mulai memperhatikan ke arah mereka berdua. Karena merasa jadi tontonan, Rama langsung mengajak Hanun untuk pergi ke lapangan basket.
"Ada apa?” tanya Rama begitu sampai di tepi lapangan basket.
“Bilang sama temenmu itu, jangan ganggu aku lagi. Dan, jangan pernah berharap untuk bisa bersama denganku lagi.”
“Kenapa?” tanya Rama tidak mengerti.
“Aku udah nggak ada rasa untuk Rian. Ada pria lain yang aku suka dan itu bukan Rian,” tegasnya.
“Siapa?” tanyanya penasaran.
“Temanmu,” jawab Hanun yang membuat Rama bingung.
“Temen gue? Siapa? Anak basket? Atau anak kelas gue?” todongnya dengan beberapa pertanyaan.
“Teman Smp kamu, Hafidz.”
Degghh . . . Rama terkejut bukan main mendengar jawaban Hanun yang terkesan begitu jujur dan juga berani. Ia bahkan tak segan-segan menyebutkan namanya dengan tegas dan tanpa banyak berfikir panjang.
“Elo serius, Nun? Elo tahu Hafidz orangnya kaya gimana, kan? Elo tahu dia punya kasus saat kelas sepuluh, kan?”
“Aku tahu. Aku tahu semuanya, aku tahu semua tentang masa lalunya. Aku tahu kenakalannya dulu.”
“Lantas?” tanya Rama yang masih tidak mengerti.
"Aku tidak peduli dengan masa lalunya,” tegasnya, “yang aku pedulikan saat ini hanya masa sekarang dan masa depannya. Ada yang mengajarkan padaku, kalau masa lalu itu tidak usah diperdebatkan. Aku mau marah atau kecewa pun, itu hakku. Yang menjalaninya juga aku, jadi aku harus siap dengan segala resikonya.
“Anggap saja masa lalu itu sebagai pengalaman hidup kita untuk belajar menjadi lebih baik. Toh, aku tidak ada dalam masa lalunya. Aku hadir hanya di masa sekarang dalam kehidupannya,” paparnya panjang lebar.
Rama tertegun. Ia tak menyangka, akan ada sosok seperti Hanun yang secara gamblang menyukai pria seperti Hafidz. Dan, orang itu tak lain dan tak bukan…
This Is My Girlfriend
Izin Rama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments