**Kasih Like dulu sebelum dibaca.. 😉
Suara sirine ambulance meraung raung sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Memekakkan telinga dan bergidik ngeri bagi siapapun yang mendengarnya. Alya tergolek tak sadarkan diri dengan darah yang merembes di balutan perban di keningnya. Perawat yang berada dalam ambulance terus mengecek kondisi Alya. Tak butuh waktu lama akhirnya ambulance tiba dirumah sakit, dengan langkah cekatan para perawat membawa tubuh Alya memasuki UGD dan hanya petugas medis yang boleh memasukinya.
Shinta duduk di kursi tunggu yang terletak depan ruangan itu. Wajahnya terlihat masih syok setelah melihat kejadian naas menimpa teman baiknya tadi. Tangannya gemetar, air matanya sesekali lolos dari pelupuk matanya.
Saat kejadian tadi, Shinta berlari ke arah Alya yang sudah tak sadarkan diri dibawah reruntuhan kayu, ia mendekap tubuh Alya, tubuhnya seketika ikut lemas mendapati darah mengucur deras di kening Alya. Tangisnya pecah ketika melihat tubuh teman yang kini telah dia anggap sebagai sahabatnya itu di bopong oleh Pak Bambang dan karyawan laki laki lain menuju klinik sebagai pertolongan pertama sebelum ambulance datang.
Matanya menerawang melihat bercak darah yang terciprat di tangan dan seragamnya. Sesekali menatap pintu ruangan dimana Alya ditangani sekarang yang tertutup rapat.
Pandangannya teralihkan ketika getaran ponsel yang ia sakukan di saku celananya bergetar. Ia mengambil ponselnya. Ternyata bukan ponselnya yang sedang bergetar melainkan ponsel Alya yang memang ia bawa sebelum kejadian naas tadi menimpa sahabatnya.
Tertulis nama "Mas Akbar" memanggil, dengan bimbang Shinta akhirnya memencet tombol yang menyambungkan dengan panggilannya,,
"Halo Alya, Al kamu ada dimana? kamu baik baik saja kan?
Dari sebrang sana nada suara Akbar begitu panik. Ia mendengar kabar jika ada insiden kecelakaan kerja di pabriknya, tanpa bertanya siapa dan di bagian apa, Akbar langsung teringat dengan Alya. Saat itu juga ia menghubungi Alya.
Shinta yang sedari…
Sebenarnya Cinta Alya
Semua Panik
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 130 Episodes
Comments
Rivaldo Akbar
ayo bar dukung terus alya
2020-10-31
1