Suasana di halte tempat Alya biasa menunggu Akbar, sudah terlihat sepi. Hampir semua karyawan yang berjubel menunggu angkot satu persatu telah pergi meninggalkan halte. Kini tinggal dirinya dan Shinta yang sedang duduk menunggu jemputan mereka datang.
Shinta melepas sepatu highheelsnya, dan melihat ujung kuku kakinya yang terlihat lecet lecet. Secara bergantian, Alya menatap kaki dan wajah Shinta yang sedang meringis menahan perih dikakinya.
"Ternyata gak senyaman yang dibayangkan ya Al?, " keluhnya.
"Lo juga sih tinggi amat milih sepatu, " balas Alya.
"Gue nyontoh inspirator gue Al, Bu Monic, kayak nyaman nyaman aja gitu jalan, udah kayak model, pakek highheels tinggi banget malah, " timpal Shinta.
"Shin.. nyontoh sih boleh tapi jangan lupa, sepatunya Bu Monic pasti harganya mahal banget, branded, gak bisa ngebayangin gue, gaji kita setahun mungkin, " ucap Alya yang juga tengah menggerak gerakkan kakinya yang terasa pegal.
"Iya juga sih, " balasnya pelan sambil mengipasi ujung kuku kakinya yang lecet.
Hening beberapa saat. Dan tiba tiba Shinta teringat kejadian tadi siang.
"Eeh lo tadi diapain sama Pak Akbar diruang meeting?." Shinta tersenyum menggoda Alya yang terlihat mulai gugup dengan pertanyaannya.
"Diapain?? enggak diapa apain laah, " sahut Alya gugup.
"Masa?, seminggu gak ketemu masa gak melepas rindu?, " Shinta tambah gencar menggoda sahabanya itu.
"Lipstik lo berantakan tau gak, pas keluar dari ruang meeting tadi, " Shinta tertawa melihat Alya reflek menutup mulutnya sendiri. Padahal ia berbohong dan hanya menggoda saja.
"Orang gue gak diapa apain kok, " sahut Alya cepat menahan jengkel. Bukan jengkel pada Shinta melainkan dengan kekasihnya. Dirinya kembali mengingat ulah Akbar siang tadi di ruang meeting.
Shinta terus saja menggoda Alya, Alya hanya memasang wajah jengkel sesekali menahan senyum mendengar kalimat godaan Shinta. Hingga terdengar bunyi klakson mobil, keduanya menoleh dan terlihat mobil Akbar sudah datang. Alya segera berpamitan dengan Shi…
Sebenarnya Cinta Alya
Highheels
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 130 Episodes
Comments
Rivaldo Akbar
anakx monic adik akbar
2020-11-01
0
Amry Muhammad
kurang banyak
2020-04-01
0
Shalsyalala
Makasih kakaa
2020-04-01
0