Hangat. Itulah rasa ciuman Ruma dan Rico pagi hari itu. Keduanya telah berpakaian rapi sejak beberapa menit yang lalu dan seharusnya sudah keluar dari dalam kamar untuk mengisi perutnya yang lapar, kalau saja Rico tidak kembali memeluk dan melabuhkan bibirnya pada bibir Ruma.
"Bisakah kau melepaskan pelukanmu ini?" suara Ruma berpendar merdu di telinga Rico.
Lelaki itu tersenyum sambil menghirup aroma wangi rambut Ruma. "Aku mencintaimu" bisiknya
Ruma menepuk lengan Rico yang masih melingkari lehernya. Tatapan selembut sinar mentari, menandakan kehangatan tengah dirasakan oleh hatinya. "Meskipun kau mencintaiku, tapi perutku tetap lapar" ujar Ruma sambil meraba perutnya.
Rico terkekeh lalu melepaskan pelukannya. Bola mata legamnya tak bisa berpaling dari manik jernih Ruma yang menatapnya syahdu. Kemudian lelaki itu merangkum wajah Ruma dalam telapak tangannya yang lebar. Satu kecupan lagi mendarat di dahi Ruma. "Ayo kita cari makanan. Lagipula kau masih harus meminum obatmu" ucap Rico sambil merapikan anak rambut Ruma.
"Aku pikir kau lupa" Ruma mengangkat sebelah alisnya.
"Aku tidak lupa sayang ... Aku hanya menunda obat berbahan kimia itu, karena obat alami dariku ternyata lebih memberikan efek lebih cepat" goda Rico sembari menyeringai.
Benak Ruma langsung terkoneksi pada aktivitas vulgar mereka di dini hari. Wanita itu memalingkan wajahnya sambil memberungut malu. "Berhenti membuat aku malu, Rico" kata Ruma sambil melepas tangan Rico dari wajahnya.
Hampir tidak bisa dipercaya, Rico sang kriminal ternyata dapat merasakan rasa bahagia yang begitu kuat dari wanita cantik yang berdiri menyembunyikan rasa malu di hadapannya. Ia meraih jemari Ruma, menggenggamnya lembut sambil menyelipkan untaian kata syukurnya pada wanita itu.
"Terima kasih sayang ... Aku berhutang banyak padamu" ucapnya tulus.
Sambil merangkul pundak Ruma, Rico berjalan membawa Ruma keluar kamar. Segera ia membuka pintu. Namun betapa kagetnya mereka, ketika melihat Don duduk bersila di samping daun p…
NIGHTMARE
Bab 43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 81 Episodes
Comments
Devi Lingkar Bentang
dari awal baca sampai sini selalu suka sama kata - katanya... rapih penulisannya.
2022-04-20
1
Fa Ellfa
kita wanita, akn mudah luluh dgn cinta dan ketulusan
2021-08-03
4
Susi Mastuti
lanjut..smoga ruma bahagia,..tidak ada oramg yg merusak kebahagiaannya
2021-07-31
2