Della masih setia menunggu mobil Dion keluar dari sekolah.
gila uncle Lo makin tampan aja. celetuk
Tina melihat Dion dengan tatapan kagum
akan ciptaan tuhan.
Della menoyor sahabat nya itu.
kalo yang ganteng aja langsung ngiler
kaya liat pisang. cibir Della.
emang gue monyet, liat pisang langsung
ngiler. protes Tina.
kemana si kutil, yoga, dian, Dila sama Toni? tanya Della
menyebutkan satu persatu teman teman
seperjuangan soal kekoplakan.
Lo kaya ngga tau mereka aja, paling
dikantin nemenin Toni ngejarah makanan
disana. jawab Tina mengingatkan kelakuan
teman nya yang tidak bisa jauh dari makanan.
ckck!!!Tuh orang badan udah kaya
lapangan bola masih saja makan terus. decak
Della.
yukah.. samperin mereka, siapa tau dapet gratisan dari Dila. Tina menggandeng Della
pergi kekantin menghampiri temannya.
sama yang gratisan aja langsung. cibir
della.
hehe.. kekehnya.
ngga usah gandeng gandeng. emang mau
nyebrang. gurau Della.
Tina dan Della pergi ke kantin sekolah.
benar saja, teman temannya sedang asik
mengobrol. Dila dan Tino sedang asik makan
bakso mang Ujang, Dina sedang berdandan,
ckck kalo dia emang ratunya dandan, Dino
sedang menggoda siswi junior, dasar kadal
burik, kang kardus
sedangkan yoga sedang asik bermain
ponsel.
woy... teriak Della menggema
memanggil temannya.
siswa dan siswi yang sedang berada kantin
menoleh melihatnya aneh. Della cuek tidak
menghiraukan mereka, malah menantang
dengan menaikan dagunya.
apa Lo liat liat. sungut Della kepada
siswa dan siswi yang memandangnya aneh.
woy kupret, makan ngga ngajak ngajak.
Della merampas bakso milik Tino.
punya gue woy.. beli sendiri sana. Tino
merampas kembali bakso miliknya.
koret lu nyet. sungut Della
eh, tar malam si Wella ngadain party ultah
gitu. kata Tina perihal acara yang wela
adakan.
yeah... pasti banyak cewek cewek
bergaun tipis. kata Dino dengan semangat
sama yang tipis tipis langsung melotot
Ampe ngiler. dasar otak selangkangan. Paris
mengeplak belakang kepala Bastian.
anjay Lo. gue kan cuma mengagumi
ciptaan tuhan, kan sayang kalo ga diliat. jangan salahin gue dong. mereka kan pake baju kurang bahan buat ditontoninkan? alibi Bastian padahal omes
sebenarnya ada benarnya juga perkataan bastian. dipakai untuk dilihat bukan? jangan
marah jika ada seorang melihat berlebihan jika yang kalian pakai mengundang mata seseorang untuk dilihat.
woy Sam nanti Dateng ngga ke party ultah
wela. tanya rio ke Samuel yang masih sibuk
bermain ponselnya.
Samuel mengangkat bahu cuek dan kembali memainkan ponselnya.
gaya Lo Sam, kek yang punya pacar aja
soksoan sibuk maenin hp. Della merampas
ponsel sam.
apaan si Lo. kesalnya.
Lo mau ikut ga ke party ultah wela. tanya
Rio lagi ke Sam.
terserah. jawab nya singkat.
tet...tet...tet...
suara bel mengintrupsi para siswa dan siswi untuk segera masuk kedalam kelas,
karena jam istirahat telah berakhir. mereka pun berhamburan masuk ke kelas masing masing.
namun tidak dengan siswa yang terkenal dengan prestasi keluar masuk ruang BP. siapa lagi kalau bukan Bastian dan Daniel yang masih santai memakan baksonya.
lu ga masuk nyet? tanya Della.
ogah ah, pelajaran bahasa Inggris
mending cabut. ucap Bastian santai.
Daniel mengangguk mengamini ucapan bastian.
bahasa Indonesia gue aja masih di bawah
rata rata, soksoan belajar bahasa Inggris.
timpal Daniel dengan mulut penuh mie.
serah lo dah. Della Bastian dan Daniel.
jam 7 gue jemput di rumah. teriak Bastian kepada della.
di kelas para murid sedang mengerjakan
tugas yang diberikan guru bahasa Inggris.
bukan mengerjakan soal yang diberikan,
Della hanya melamun. ia memikirkan
bagaimana cara agar dia bisa datang ke party
ulang tahun Wella. mengingat betapa ketatnya uncle dion.
gimana caranya minta izin sama uncle pergi ke acara wela. batinnya bertanya.
Della putri Wijaya, apa kau tidak mendengarkan ibu? kalau tidak lebih baik
keluar dari kelas. tegur guru bahasa Inggris
yang bernama Irma melihat Della tidak merhatikan pelajaranya.
terimakasih bu, saya memang sedang bosan.
kata Della tanpa rasa takut dan melanggang keluar dari kelas begitu saja tanpa memperdulikan tatapan bengis dari sang guru.
guru bahasa Inggris hanya bisa mengelus dada mempunyai murid seperti Della. ia juga
tidak bisa berbuat banyak, karena keluarga Della adalah donatur terbesar disekolah ini.
Della memilih pergi kekantin seorang diri ditemani jus mangga dan beberapa Snack.
daniel
Dan Bastian sudah pergi entah kemana.
della masih memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa keluar dari rumah.
apa izin aja sama uncle dion? tapi ngga
mungkin uncle Dion memperbolehkan aku
keluar. atau mungkin aku kabur saja lewat
jendela. tapi sama bodyguard dan satpam di
depan rumah? gumamnya mencari solusi
terbaik untuk pergi.
Arghh...uncle Dion keterlaluan.
memangnya aku tahanan apa mau keluar rumah aja susah
grutunya dalam hati saking frustansinya ia
mengacak ngacak rambutnya sendiri.
rambut Lo udah jelek, ngga usah diacak acakin. kata Sam tiba tiba datang merapihkan
rambut Della.
Lo ikut keluar juga. tanya Della.
bosen juga. jawab Samuel santai.
Lo ikut ke party Wella? tanya della.
ngga tertarik. jawabnya singkat.
Sam ini berbeda dengan teman teman
Della yang lain. sifatnya lebih pendiam dan cuek.
berbeda dengan yang lain, cablak, tukang onar, berisik, ajaib dan absrak lainnya.
Della sebenarnya mengetahui kalau Sam menyukainya. terlihat dari sikap diam terkesan cuek namun perhatian terhadap Della. tapi Della lebih memilih berpura pura tidak mengetahui perasaan sam. menurutnya itu lebih baik dari pada persahabatannya hancur karena terdapat cinta didalam pertemanannya.
nanti ikut ke ultah Wella? tanya Samuel kepada della.
ngga tau bingung. jawab Della jujur.
kenapa? tanya nya lagi.
biasa bodyguard ganteng gue. jawab Della sambil memakan cemilannya.
mau? Della menyodorkan snacknya.
Sam mengambil Snack ditangan Della.
om Lo? tanyanya kesekian kali.
yalah siapa lagi. gue bingung gimana
caranya biar uncle Dion ngijinin gue keluar.
tapi kayanya susah. ucap Della pasrah. ia tahu bagaimana kerasnya Dion menjaga
della.
bilang aja mau jenguk Fitri dirumah sakit.
dia kan emang dirumah sakit, tapi udah pulang
katanya. kata Sam memberikan solusi.
tumben Lo pinter Sam. puji Della
berbinar. akhirnya memiliki ide untuk keluar.
cih! gue emang pinter dari dulu kali.
jawab nya percaya diri.
ya, ya gue mah caya. ejeknya.
sepulang sekolah pukul 16:15 Della baru
pulang sekolah karena ada bimbel. ia dijemput oleh Dani sekertaris uncle Dion.
uncle Dani, nanti kita ke kantor uncle
Dion dulu ya. kata Della kepada Dani sekertaris dion.
siap non. jawabnya sopan.
uncle Dani, kenapa uncle Dion pakai
sekertaris cowok bukan cewek?
biasanyakan kalo CEO pakai sekretarisnya
cewek cantik, bohai seksi gitu uncle kaya
dinovel novel. tanya Della ngasal.
Dani sekertaris uncle Dion tertawa
mendengar pertanyaannya.
saya tidak tahu non. jawabnya masih sambil terkekeh.
apa jangan jangan uncle Dion
homo? berarti uncle Dani homoannya uncle
Dion dong? tanya Della lebih ngaco.
kalau uncle dion beneran homo, pupus
sudah harapannya. batin Della.
eh.. saya masih normal non, sepertinya tuan Dion juga normal. jawabnya.
oh.. Della kira uncle Dani sama uncle Dion
pasangan homo. syukur... syukur
masih ada harapan buat gue. katanya
bersyukur apa yang dipikirkannya itu salah.
tanpa sadar Dani mendengar celotehannya.
apanya yang syukur non. tanya Dani
mengagetkan Della.
ah.. itu, y ya kita bersyukur aja uncle Dion ngga homo. Jawabnya gugup.
oh.. Dani ber oh ria.
Della pun sampai di kantor unclenya.
dan langsung menaiki lift yang tersedia hanya untuk para petinggi, termasuk dirinya.
Della memasuki ruangan dion.
uncle.. teriak Della saat sudah membuka pintu. tapi sialnya della, ternyata diruangan tersebut sedang diadakan rapat.
M-maaf. ucapnya malu, Della pun menutup kembali pintu ruangan dengan tertunduk malu.
ia memilih menunggu Dion dikantin
kantor sampai Dion selesai dengan rapatnya.
tiga puluh menit sudah Della menunggu Dion keluar, tapi yang ditunggu tidak muncul juga batang hidungnya.
maaf, lama ya? tanya Dion baru datang.
udah tau nanya. kata Della pura pura marah.
kita ke huka huka benta sekarang atau pulang dulu? soalnya nanti uncle
adapertemuan dengan klien. tanya dion
mengingat janjinya mengajak Della makan diluar.
ish si uncle, dasar ngga peka, orang lagi ngambek dibujuk ke gitu. batinnya sebal.
kayanya ga jadi deh uncle. emm.. Della juga kesini mau minta izin. katanya sedikit takut meminta izin.
izin kemana? tanya dion.
em.. itu uncle Fitri baru pulang dari rumah sakit mau jengukin gitu. ucap Della.
tidak ada jawaban dari dion. Della
kembali pasrah tidak bisa ikut party bersama
teman temannya. dan kembali bergumul
dengan selimutnya seharian. saat Della ingin
bicara Dion lebih dulu memotongnya.
tapi pulangnya jangan terlalu malam.
kata dion memperbolehkan Della keluar.
dalam hati Della bersoraksenang.
ok deh. oh iya uncle minta uang dong
buat beli buah. kan ngga enak kalo jenguk
orang sakit ngga bawa apa apa bohong della.
emang uang bulanan kamu yang tujuh ratus juta dari uncle sudah habis? gurau Dion.
si uncle lawak, boro biro tujuh ratus juta,
lima juta aja ga lebih. Della memutar bola mata malas.
haha.. baiklah, kamu butuh berapa? tanya dion.
uncle jangan lama lama ketawanya, entar tambah banyak yang ngelirik, liat uncle ketawa kadar ketampanannya bertambah berabe kalo gue banyak saingannya. batin Della.
tiga ratus ribu aja buat beli apa gitu buat orang sakit. jawabnya.
nih. Dion memberikan uang yang diminta Della.
Yeay.. thank you uncle. ucap Della
berlari menghampiri Dion dan duduk
dipangkuan untuk memeluknya, dan mencium dion.
Della mencium pipi dion. dasar akan
perbuatannya ia pun merutuki dirinya sendiri.
bodoh, bodoh. dasar bibir pengennya nyosor mulu. kesalnya dalam hati.
sadar atau tidak perlakuan Della memunculkan sebuah tali tak kasat mata
diantara mereka.
tali yang sewaktu waktu bisa menghubungkan mereka atau malah membuat tali itu menjadi kusut dan tidak beraturan seperti layaknya sebuah jalan tak berujung.
hanya waktu yang bisa menjawab. dan campur tangan Tuhanlah yang bisa membuatnya lebih jelas.
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments