Crazy Of You Uncle
perkenalkan namaku Della putri Wijaya. gadis berumur 18 tahun, sekitar lima
hari yang lalu.
orang tuaku meninggal saat usiaku masih genap 1 tahun. mereka mengalami kecelakaan pesawat saat akan berlibur.
pesawat yang mereka tumpangi
mengalami kesalahan teknis entah apa itu aku juga tidak tahu.
pesawat yang ditumpangi mom dan dad jatuh ditengah laut, dan tidak ada satu orang pun yang selamat.
jasad mereka pun tidak ditemukan sampai saat ini.
pencarian sudah diberhentikan saat kejadian
sudah 5 tahun berlalu. dengan alasan jasad sudah dimakan ikan buas.
sekarang aku tinggal bersama adik dari mom, Dion Wijaya.
semua kebutuhan hidupku yang menanggung uncle Dion. daddyku. Wijaya memiliki perusahan dibidang pertambangan batu bara butik dan perhotelan.
mom juga memiliki perusahan dibidang barang branded.
well... kalian bisa tahu bagaimana kayanya kedua orang tuaku.
perusahaan dad bahkan masuk kedalam 10 besar perusahaan terbesar dan berpengaruh didunia.
saat ini untuk sementara perusahaan mom dan dad uncle dion yang menjalankan sampai aku menginjak usia dewasa dan siap berkecimpung didunia bisnis.
uncle Dion juga memiliki perusahaan nya sendiri dibidang teknologi.
ya.. meskipun tidak sebesar milik dad.
kalau perusahaan mom dan dad sudah masuk ke pasar Eropa. sedangkan perusahaan milik uncle Dion baru mencapai pasar Asia saja.
bayangkan uncle Dion mengelola tiga perusahaan secara bersamaan sendiri.tapi
yang pasti dibantu juga oleh orang kepercayaannya. saking sibuknya, dalam satu
hari ia bisa berpindah pindah kota bahkan bisa negara hanya untuk datang ke pertemuan klien.
oh iya! kalau kalian mengira uncle yangku maksud adalah om om tua, dengan uban dimana mana,
perut buncit, berkaca mata tebal, dan botak. jawabannya adalah big no!!!!
uncle Dion Wijaya, adik dari mom, pria berusia 30 tahun dengan tinggi 186, kulit berwarna putih coklat manly, dengan rahang tegas, badan kekar karena rajin olahraga, tatapan mata tajam berwarna coklat yang bisa membuat para wanita bertekuk lutut hanya dengan tatapan matanya.
well... kenapa aku bisa tahu sampai sebegitunya?anggap lah aku ini keponakan yang merangkap menjadi penguntitnya.
haha... terdengar aneh memang. sejak setahun yang lalu aku mulai terobsesi dengan uncleku yang tampan dan seksi. ok
abaikan kalimatku yang terakhir. aku
mulai terobsesi dengan uncle Dion saat dia berbicara dengan lantang mengucapkan kata aku lebih berharga dari apapun, dan tidak bisa tergantikan, termasuk nyawanya sendiri.
kalian bisa bayangin bagaimana jika kalian berada diposisiku.
flashback on
saat itu, aku diculik oleh seseorang yang tidak aku kenal. dia berbadan besar mirip kingkong yang kulihat di film film saat sepulang sekolah.
aku disekap semaleman tanpa diberiwejangan apa apa oleh si penculik. sepertinya aku harus berhenti menonton film dimana si korban diberi makan sebelum dibunuh.
pagi buta uncle Dion baru datang menjemputku dengan keributan yang besar.
diamanggil manggil namaku seperti orang frustasi mencari belahan jiwanya yang hilang.
sepertinya aku harus mengecek kondisi kejiwaanku
saat uncle Dion menemukanku, ia langsung menghambur memeluk. halalin neng dulu bang.. baru peluk peluk, cium cium, ena ena juga boleh kalau udah sah, neng mah pasrah aja bang. ya Tuhan aku sudah gila. tentu saja aku dengan senang hati menyambut pelukannya. mataku terbelalak saat ada om om jelek muka sangar, pala botak memukul kepala uncle Dion sampai mengeluarkan darah di kepala dan uncle Dion juga tersungkur akibat pukulannya. aku memekik melihat kondisi uncle. aku mengira uncle Dion sudah tidak bisa melakukan perlawan akibat ulah kingkong burik itu. tapi aku salah besar, uncle Dion berdiri tegak seolah tidak terjadi apa apa.
woah uncle makan beton ya bisa sekuat itu,
apalagi kalo diranjang mom maafin Della yang omes ini..
uncle Dion menghajar orang itu dengan membabi buta, dan entah apa yang mereka bicarakan, aku sempat mendengar si kingkong burik itu mengoceh tidak jelas. aku mendenger uncle
menyebutkan kata kata yang membuatku terpaku. yang sebelumnya aku bilang kalau aku lebih berharga dari apapun, dan tidak bisa tergantikan oleh apapun termasuk nyawanya sendiri.
aku menangis sesegukan mendengarnya.
uncle Dion panik melihat aku menangis.
mana yang sakit? tanya uncle Dion panik. aku hanya menggelengkan kepala.
laper... kataku. yah.. hanya itu yang ada
didalam otakku. gengsi dong kalau aku bilang terharu dengan kata katanya. dan lagi dengan keadaannya yang seperti itu malah sempat sempatnya menanyakan kabarku.
uncle Dion terkekeh mendengar jawabanku. ya ampun senyumnya, bikin diabetes. pengen aku lumat aja tuh bibir, coba kalo bukan uncleku sendiri. lemasku.
uncle Dion menggendong aku ala bridal style, kaya pengantin baru diajak kekamar buat malam pertama.
dan setelah kejadian culik menyulik, uncle Dion menjadi super duper ketat menjagaku.
seketat celana dalam yang aku pakai.
sekolah diantar jemput oleh uncle Dion atau sama supir pribadi kepercayaannya, ah..
jangan lupa harus minimal 2 bodyguard. orang berbadan tinggi besar lebih besar dari yang menculik aku tempo hari orang yang menculikku mungkin dia bapaknya kingkong.
protes?
sudah aku lakukan, tapi hasilnya tetep sama. sampai aku pernah mogok makan pun tidak digubris olehnya. malah aku diancem balik olehnya. aku akan home schooling kalau terus membantah. dan.. ujung ujungnya aku lah yang mengalah. apa daya neng mah orangnya pasrahan
Della.. teriak uncle Dion menggema memanggil ku untuk bergegas.
tuhkan baru diomongin udah nongol kaya pocong Mumun
iya uncle.. ini Della udah siap. teriak ku
tak kalah menggemanya.
aku bergegas turun menghampiri uncle dion yang sedang membereskan makanan, dengan
celemek berwarna pink yang masih menempel. nggak bisa bayangin kan badan besar otot kekar, tapi pake celemek pink. but, meskipun terlihat aneh Dimata orang, tentu saja berbeda dimataku.
uncle Dion terlihat lebih menawan dan hot. dan satu lagi, sejak kecil sampai sekarang, uncle lah yang memasak untuk ku dan dirinya sendiri.
menurutnya, masakan rumah lebih sehat, ketimbang beli makanan siap saji. uncle Dion
memang menantu idaman para ibu ibu komplek.
selamat pagi. sapa ku menghampiri meja makan yang sudah tertata rapi dengan makanan ala om om sexy.
kamu telat sarapan 5 menit. protes uncle Dion padaku. aku memutar bola mata malas.
minusnya uncle Dion itu cerewet dan tidak suka buang buang waktu.
yaelah uncle.. telat dikit. aku mempotkan bibirku.
ya sudah cepat dimakan nanti makanan nya dingin. ucap uncle dion
menghidangkan nasi goreng daging dengan kacang polongnya.
uncle.... kacang polongnya banyak amat.
Rajuk ku melihat banyak bulat bulat hijau di nasi goreng.
kacang kacangan bagus untuk
pertumbuhan otak kamu. sebentar lagi kamu UAN. jawabnya
sambil menyendokan makan kemulutnya.
iya... iya. kata ku pasrah. toh percuma berdeb aku tidak akan bisa menang.
oh iya uncle nanti malam makan di luar ya, Della bosan makan dirumah terus. pintaku.
jadi maksud kamu masakan uncle ngebosenin? tanya uncle dion, sedikit tersinggung?
CK!!! udah tua baperan. grutu ku dalam hati.
bukan begitu uncle... masakan uncle mah yang terbaik dari yang terbaik. Della hanya bosan makan dirumah terus. sekali kali tidak apa apakan makan di luar? bujuk ku dengan gaya di buat seimut imutnya.
hah.. baiklah, nanti kita makan diluar, kamu mau makan apa? Dion membuang nafas kasar mengalah.
Yeay...... Della lagi mau makan di huka huka benta. ucapku dengan semangat.
tapi nanti janji, malam harus belajar
persiapan UAN. ucapnya.
yah.. uncle kan masih lama. aku
mengerucutkan bibir. membuat uncle Dion gemas melihatku.
kalo kamu belajar dari sekarangkan nanti bisa lebih mudah mengerjakanya. ucapnya lagi.
mulai dah si uncle cerewetnya. grutuku lagi dalam hati.
ya deh terserah uncle aja. ucapku menyerah percuma juga tidak akan menang.
percuma berdebat sama dia tidak pernah mau ngalah lirihku.
apa. tanya uncle Dion yang mendengar ocehanku.
eh.. hehe.. tidak, nanti kalo Della dapat nilai bagus, Della boleh minta hadiah dari uncle.
pinta ku dengan maksud terselubung
boleh. jawab uncle Dion cepat tanpa menaruh curiga padaku.
yeah.. inget ya uncle ngga boleh nolak permintaan Della. kataku mengingatkan.
tapi jangan minta aneh aneh, tidak ada party perpisahan yang tidak tidak. Dion memperingati.
ya uncle, masih kaku aja. aku bukan minta yang begituan kok.
tentu saja aku ngga minta yang seperti itu.
aku akan memikirkan hadiah apa yang pas buat nanti
ucapku dalam hati dengan seringai tertahan.
baiklah, apa yang kamu mau? tanyanya.
yihaa... uncle emang yang paling the best. ucapku berdiri menghampiri uncle Dion untuk memeluknya.
nanti aja kalau hasilnya sudah keluar.
kataku dengan bergelayut manja pada uncle dion.
dah ah jangan lama lama peluk nya tar ada yang tegang berabe batinku mengingatkan.
yuk ah kita berangkat nanti telat lagi, hari ini Della diantar sama siapa? tanya Della.
berangkat dengan uncle. tapi pulangnya sama Doni. jawabnya. Doni adalah sekertaris sekaligus merangkap menjadi supir antar jemputnya untuk ku.
usia nya masih muda puluhan loh masih muda dan tampan. meski pun tak sehot dan seseksi uncle dion.
perjalanan dari rumah kesekolah hanya memakan waktu 20 menit kalau tidak macet kalau pun macet paling tidak hanya 30 menit dari rumah ke sekolah.
inget belajar yang benar jangan bercanda saat belajar, jangan berbuat macam-macam dengan sahabat sahabat kamu sih Dian, Toni, Tina, Dila, dan yoga
kata uncle Dion mengingatkan.
karenao uncle Dion tahu betul dengan tingkah kelakuan sahabat sahabatku yang sedikit urakan.
kami sudah sampai dan uncle Dion membukakan seat beltku.
uncle jangan Deket deket takut Della khilaf gimana? batinku.
jarak uncle Dion denganku hanya beberapa senti saja. membuatku berhenti bernafas sejenak. namun aroma tubuh Dion membuatku mau tidak mau berfokus padanya. aku menikmati aroma harum maskulin dari uncle dion.
iya uncle bawel... Della masuk dulu ya.
Della mencium punggung tangan Dion.
Della.. teriak Tina salah satu sahabatku.
hai.. sapa Della menghampiri mereka.
Della ingat pesan yang uncle katakan tadi.
belajar yang benar. uncle Dion memperingatkan lagi.
iya uncle.. sana gih ke kantor, nanti telat.
kataku mengusir uncle dion untuk bergegas pergi ke kantor.
bawel banget uncle dion, untung suka, kalau ngga sudah aku tendang tuh Otong supaya tidak cerewet ngomong mulu. batinku.
kamu ini kalau di bilangin. rajuknya.
iya... iya... uncle dion, uncle ku tersayang. kataku menekankan kata sayang.
ya sudah uncle pergi dulu. pamit Dion untuk pergi ke kantor.
aku masih menunggu sampai mobil yang dinaiki uncle Dion tidak terlihat.
kalau saja uncle tahu kalau aku menyukainya, apa uncle akan bersikap seperti ini pada Della?
kalau saja uncle bukan adik dari mom, mungkin aku tidak perlu menyembunyikan perasaan ini ucap batinku.
perasaan yang seharusnya tidak tumbuh untuknya. meskipun aku tahu ini salah, tapi aku tidak akan mencabut dan akan membiarkan tumbuh subur seiring berjalannya waktu.
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments