CHAPTER 4

pria itu menatap Della yang berjalan

kearahnya dengan wajah menunduk.

uncle baru tahu jenguk orang sakit pakai

baju seperti ini. Dion menyindir dress hitam

yang di kenakan Della.

apa rumah sakit sudah pindah kesini?

Dion dengan nada dingin.

yang di sindir hanya menyengir sambil

menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Maaf. Della tertunduk.

kita pulang sekarang. Dion

mengandeng tangan Della untuk keluar. baru

Beberapa langkah, ada tangan menahan lengan Della juga.

Della biar saya yang antar. ucap Sam

merebut tangan Della yang di pegang dion.

Dion tidak mau kalah dengan anak baru

menetas kemarin. ia juga memegang tangan

della. terjadilah tarik menarik antar dua

pangeran tampan.

astaga, kenapa ke di film film. Di

perebutin dua cogan. ucap batin Della

Della, bilang kepada teman priamu

untuk segera melepaskan tangannya dari

tanganmu. perintah Dion dengan suara

datar, namun penuh penekanan.

Della menoleh kearah Sam.

sam, lepas. pinta Della pada sam.

Lo balik sama gue. kata Sam tidak

menyerah.

ngga papa Sam, gue balik sama uncle

dion. tolak Della.

Sam kenapa si. tanyanya dalam hati

melihat tingkah Samuel.

sudah dengar yang Della ucapkan?

sekarang lepaskan. ucap Dion menatap

Sam.

dengan berat hati Sam melepas

genggamannya di tangan Della dan melihat

Della menjauh bersama Dion yang

menggenggam telapak tangannya. Sam melihat mereka dengan tatapan yang sulit di artikan.

di dalam mobil Dion tidak membuka

suara, begitu pun dengan della, ia menunduk

tidak berani menatap dion.

ganti baju, lalu turun untuk makan.

perintah Dion dengan wajah ketus.

Della naik tanpa membantah ucapan

dion. ia tidak mau membuat Dion

tambah murka. karena di sini Della yang

bersalah.

setelah selesai Della dan Dion makan

malam bersama. masih sama tidak ada yang

membuka suara. Dion masih mengacuhkan

della. hanya suara piring berdenting

menemani makan malam mereka.

uncle sudah putuskan, kamu akan om

pindahkan ke Singapure. kau akan bersekolah

disana dan akan tinggal bersama madam rose.

putus dion.

Della terkejut dengan keputusan

Dion yang tiba tiba. pindah ke luar negeri?

yang berarti akan jauh dari sahabat sahabatnya dan berjauhan dengan dion. ia tidak bisa melakukannya.

bukan ia tidak mau tinggal bersama

madam rose. madam rose sudah seperti ibu

kedua bagi Della. madam rose adalah sahabat ibunya. ia juga sudah menanggap

Della sebagai anaknya sendiri. karna beliau

tidak memiliki anak. tapi sekarang ia sudah

memiliki seorang putra yang masih berusia 6 tahun. madam rose pindah karena pekerjaan

suaminya yang mengharuskan mereka pindah.

Della hanya tidak bisa berjauhan dengan

dion. orang yang selama ini selalu di

dekatnya.

Della ngga mau. tolak Della cepat.

kamu harus mau. ini demi kebaikan kamu

sendiri. kalau kamu tetap disini kamu tidak

akan fokus pada sekolahmu. Dion kekeh

dengan keputusannya.

Della tetap ngga mau. della tetap

pada pendiriannya tidak akan pergi.

sudah uncle bilang, ini semua demi

kebaikanmu.

Della berdiri sambil menggebrak meja.

demi kebaikan aku? uncle selalu

bertindak semua uncle, tanpa tahu benar benar apa kemauan della. uncle tahu, uncle itu egois, Della benci sama uncle. della meninggalkan meja makan, meninggalkan Dion sendirian dengan wajah yang sulit di artikan.

Della putri Wijaya, uncle belum

selesai bicara. panggil Dion melihat Della

yang menjauh dari meja makan.

persetan dengan keputusan uncle.

Della benar benar meninggalkan ruang

makan, dan pergi ke kamar dengan menutup

pintu dengan sangat keras.

di dalam kamar, Della menangis. ia

marah, bagaimana bisa Dion dengan

seenaknya menyuruhnya untuk pindah.

uncle jahat, Della cuma mau uncle, tapi

uncle malah nyuruh Della pergi. kata Della

sambil terisak.

Dion POV

apa aku terlalu keras terhadap Della?

sungguh aku tidak bermaksud seperti itu. aku

hanya ingin Della fokus sekolah,

menyelesaikan pendidikannya. bukan untuk

bermain main seperti tadi. dia berbohong

padaku. dia bilang ingin menjenguk temannya

tapi nyatanya dia pergi kepesta.

aku juga berat mengambil keputusan ini,

jauh dari Della. sungguh itu bukan

kemauanku. tapi sekali lagi kutegaskan, ini

semua demi kebaikannya, demi masa

depannya. meskipun itu akan membuat Della

marah padaku.

Dion POV end

didalam kamar Della masih menangis. ia

mengambil ponselnya di atas malas, menelpon seseorang.

halo paris. Della menelpon Paris.

Lo dimana? tadi uncle Lo jemput? tadi

Daniel yang bilang ke gue. Lo lagi nangis nyet.

tanya Paris mendengar isakan Della.

Paris, gue mau tinggal sementara di

apartemen Lo. Lo sekarang jemput gue. kata

Della langsung, tanpa meminta persetujuan.

gila, mana berani gue jemput Lo bisa bisa

gue di mutilasi sama bodyguard suruhan uncle Lo. tolak Paris, mengingat penjagaan

super ketat di kediaman Della.

Lo jemput gue di persimpangan komplek

aja nanti gue kesana. kata Della tidak

mendengar penolakan Paris.

lagi kenapa si Lo sampai mau kabur

segala. tanya Paris.

uncle gue nyuruh gue pindah ke Singapure.

kata Della memberitahu.

serius? uncle Lo parah. ganteng ganteng

berlebihan. cuma gara gara Lo pergi ke party

sampai harus pindah negara. ucap Paris tidak

percaya.

ya Lo kan uncle gue gimana over

protektif nya sama gue. Della mengingatkan

bagaimana dion.

CK!! bener bener uncle Lo. decak Paris

masih tidak percaya.

ywdh Lo sekarang jalan jemput gue.

Della menutup telpon tidak mau mendengar

penolakan Paris.

sekarang della memikirkan bagaimana

cara agar dia bisa keluar tanpa di ketahui

dion. ia melihat ke bawah melalui balkon

yang terdapat di kamarnya.

kebetulan atau memang keberuntungan

Della, di bawah hanya ada satpam yang

sedang tertidur.

sekarang della sedang berpikir

bagaimana caranya ia bisa turun tanpa

kebawah.

kalo gue loncat kaki sama badan bisa

remuk. batinnya.

Della mengambil seprai kasur dan

handuk untuk ia lilitkan di besi balkon untuk

turun. Della pun mulai turun dengan berhati hati.

ternyata kain dan handuk yang di pakai

Della untuk turun tidak cukup sampai bawah.

kampret kurang panjang, loncat gpp kali

ya, semoga rumputnya empuk. grutu Della.

jarak antara Della yang sedang

bergelantung dengan tanah hanya 3 meter dan itu menurut Della lumayan tinggi.

BRUG

Aaaaa.... pantat gue. Della mengaduh.

tapi ia segera membekap mulutnya agar tidak

terdengar oleh dion.

nyesel gue ngga ngikutin kata Paris pake

silikon pantat. tapi tar pecah lagi. grutunya

lagi.

Della mulai mengendap endap keluar

agar satpam itu tidak terbangun.

sial.. mau keluar rumah sendiri aja kaya

mau maling. semua gara gara uncle Dion

sialan. kesalnya.

keberuntungan memang sedang ada di

pihak della. gerbang tidak terkunci

memudahkan dia untuk keluar. Della berlari

untuk ke persimpangan tempat ia dijemput

oleh Paris.

Argh.. hp gue ketinggalan. Paris mana si

belum keliatan batang hidungnya. apa gue naik taksi aja ya? Tar biar si Paris yang bayar.

ide nya. mengingat ia kabur tidak membawa

apapun selain pakaian yang melekat pada tubuhnya.

saat akan menyebrangi jalan, ada motor

melaju dengan kecepatan tinggi dan

menyerempetnya hingga terjatuh. karena

terkejut Della kehilangan kesadaran.

Della mengerjapkan matanya. dinding

berwarna putih dan aroma obat obatan khas

rumah sakit. ia melihat kesamping dan melihat Dion sedang tertidur sambil duduk dengan bertumpu dengan tangannya.

uncle.. panggil Della.

kau sudah bangun, butuh sesuatu?.

tanya Dion dengan suara serak khas orang

bangun tidur.

suara uncle kalo bangun tidur makin errr..

Della begok, sempet sempetnya mikirin

begitu. grutunya dalam hati.

Della menggelengkan kepala. ia tidak

membutuhkan sesuatu.

ada yang sakit? tanya Dion lagi.

Della menggelengkan kepalanya lagi.

maaf. lirih Della.

Hsst.. jangan banyak gerak dulu. sekarang

makan ya, uncle ambilkan makanan dulu. kata dion.

Della mengangguk.

Dion keluar dan kembali dengan

membawa semangkuk berisi bubur untuk

Della.

suapin.. tangan kamu di gips untuk

sementara. ucap Dion sambil menyodorkan

sendok ke mulut della. ia tidak menjawab

hanya menerima suapan dari dion.

Della mau pulang uncle. ucap Della

setelah menghabiskan makanannya.

belum boleh dokter. untuk beberapa hari

kamu dirawat disini. kata dion. Della

harus dirawat di rumah sakit.

Della ngga suka rumah sakit. Della mau

pulang, mau dirawat di rumah aja. mohon

Della kepada dion. Della benar benar

tidak suka bau rumah sakit.

nanti uncle coba tanya dokter. katanya.

Della di izinkan pulang oleh dokter

dengan syarat rutin meminum obatnya.

bik Yun kemana? tanya Della ke Dion

menanyakan pekerja rumah tangga

yang sudah lama merawat Della.

pergi ke kampung halamannya. anaknya

sedang sakit keras. jawab dion.

oh.. Della ber oh ria.

kamu membutuhkan sesuatu? tanya

dion.

Della ragu bicara pada dion, kalau ia

membutuhkan bik Yun untuk membantunya

melepas pakaiannya. karena ia kesulitan

membuka karena tangannya yang masih di

gips.

Emmm itu. Della masih ragu.

apa? Dion geregetan karena Della

tidak juga menjawab.

sebenarnya della mau minta tolong bik

Yun bantuin buka baju. Della risih mau ganti

baju, dari rumah sakit Della belum ganti baju,

tapi susah gara gara ini. della menunjuk gips

nya.

biar uncle bantu. tawar dion.

Della terkejut, kalau Dion membantu

berarti ia harus membuka pakaian di depannya.

Ah.. ngga jadi deh biar nanti kalo Paris

sama Sarah datang aja. tolak Della.

kenapa malu? tanya Dion melihat

raut wajah Della.

Della menunduk.

Dion mencolek hidung Della.

kenapa malu hmm.. dulu waktu kamu

kecil uncle yang mandikan. kata dion

tersenyum jahil. pipi Della memanas

mendengar jawaban Dion

si uncle ngga peka atau begok si. mana

bisa nyamain sekarang sama waktu kecil.

mana gue ngga pake bra lagi. grutunya.

Dion sedang memilih baju untuk

Della.

pakaian kamu tidak ada yang layak pakai.

semua ngepas di badan. T-shirt kamu juga

tidak cukup besar. pakai pakaian uncle dulu ya.

Dion pergi kekamarnya untuk mengambil

pakaiannya untuk Della pakai.

Dion kembali dengan membawa kaos

polos putih cukup besar untuk Della yang

memang mempunyai tubuh mungil.

Dion mendekat untuk membuka

pakaiannya. Della hanya menurut dan

menundukan kepala karena malu.

Dion membuka mulai dari tangan yang

tidak di gips. lalu kepala Della dan baru

tangan kanannya yang sedang di gips.

sekarang della sudah polos tanpa

mengenakan apapun pada bagian atasnya yang menunjukkan gunung kembar yang tidak

kecil ataupun tidak besar miliknya.

Della hanya menunduk sedari tadi

menahan malu teramat sangat.

Della berharap ada setan datang

menghasut Dion agar dia hilaf dan

menyentuhnya.

anggap saja aku gila karena menginginkan

dia menyentuhku batinnya.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play