Della hanya diam saat Dion
membuka dan memakaikan kembali pakaian
padanya. wajahnya sudah memerah seperti
tomat dan bodohnya Dion tidak mengetahui
itu. ia terlalu sibuk dengan Della. Dion
lebih mendekat karna agak terlalu sulit
memasukan tangan yang sedang di gips.
Della hanya menunduk sedari tadi menahan
malu yang teramat sangat. sedangkan Dion
hanya memasang muka datar seperti biasa.
si uncle ga normal kali ya, liat yang kaya
gini ga ngefek apa apa yah... mungkin uncle
ga pernah nganggep gue sebagai cewek. begok... begok... guenya aja yang terlalu ngarep lebih. batin Della sedih. ia benar benar
berharap Dion memandangnya sebagai wanita bukan keponakan kecilnya.
selesai. ucap Dion yang sudah
memakaikan pakaian Della.
tunggu disini, uncle bawakan bubur habis
itu minum obat. Dion berdiri ingin keluar,
namun tangannya ditahan oleh Della.
Della ga mau bubur. lirih Della.
kamu masih sakit, biar uncle masakan
bubur. Dion hendak keluar kembali, tapi lagi
lagi Della menahan tangan dion.
yang sakit tangan Della uncle... bukan
mulut della. Della merengek meminta
makanan yang lebih lezat ketimbang nasi yang dihancurkan.
Dion menghembuskan nafas menyerah
dengan keras kepala Della.
ok.. ok... kamu mau uncle masakan apa.
tanya dion. mata Della berbinar senang.
Della mau makan nasi goreng beef. Ah...
jangan lupa di tabur keju di atasnya. kata
Della semangat. air liurnya menetes
membayangkan lezatnya nasi goreng di tabur
keju di atasnya.
iyaa... iya.... kamu tunggu disini uncle
masak sebentar. Dion hendak keluar namun
Della mencegahnya lagi dengan cara yang sama, memagang tangan Dion.
apa lagi. tanya Dion kesal, langkahnya
selalu di hentikan.
Della tidak menjawab.
maaf. ucap Della menunduk dan
dengan suara sangat pelan, namun masih bisa di dengar oleh dion.
maaf Della ga dengerin kata kata uncle.
Della menatap dion.
Della ga mau pindah. Della ingin terus
bersama uncle. Della janji bakal nurut,
dengerin kata kata uncle. Della mohon jangan
suruh Della pergi. ucap Della lagi dengan
bersungguh sungguh dan dengan mata yang
berkaca kaca.
Dion mengusap pucuk kepala Della.
lalu mengecupnya. Della memandang
Dion yang sekarang telah duduk di sampingnya.
kali ini uncle maafkan dan uncle tidak
akan nyuruh kamu pergi. Dion mengelus
pipi Della dengan ibu jarinya.
uncle sudah sering mendenger kamu janji
seperti ini. dan lagi lagi uncle percaya dengan
janji janji yang selalu kamu ingkari. untuk yang terakhir uncle akan percaya dengan Janji kamu yang ini. tapi tidak untuk seterusnya. kalau kamu mengingkarinya lagi,
uncle benar benar akan memindahkanmu. bukan ke tempat madam rose, melainkan tempat kakekmu di manhattan, Amerika. ucap
Dion serius.
Della meneguk salivanya dengan susah payah, melihat ekspresi Dion yang serius. ini
kali kedua melihat uncle nya seserius ini.
pertama saat Della diculik. Dion dengan
wajah datar namun mematikan menyuruh
suruhannya untuk menangkap pelaku.
kali ini Dion mencium kening Della cukup lama.
uncle seperti ini karna uncle tidak mau
melihat kamu terluka. uncle sayang sama
kamu. Dion menatap Della dalam.
Della menatap dion tidak percaya.
dia bilang apa?? sayang sama gue. ucap
batinnya tidak percaya.
uncle sudah berjanji pada ibumu untuk
selalu menjagamu seperti anak uncle sendiri.
Dion mengingat kembali saat
kebersamaannya dengan ibu Della.
flashback
dion. panggil seorang wanita cantik
dan anggun dan yang sedang mengandung
besar.
iya kak. jawab dion remaja. usia
Dion 16 tahun.
berjanjilah, kalau Della telah lahir kau
harus menjaganya.
tentu saja, Della keponakanku. ucap
Dion dengan muka datar.
memang kakak mau pergi kemana?
sampai Dion harus menjaganya. tanya
dion.
wanita itu adalah Jasmine ibu Della yang
sudah berusia 25 tahun. Jasmine tersenyum
mendengar pertanyaan Dion remaja.
siapa yang tahu? bisa saja setelah
melahirkan kakak akan pergi. kata Jasmine
dengan senyumnya. senyum yang selalu ia
tunjukan meski sedang dalam keadaan apapun.
kakak ini bicara apa? jangan ngaco.
kakak tidak akan kemana mana. kakak tetap
disini membesarkan Della. kata dion
sedikit kesal mendengar Jasmine berbicara
tidak jelas.
jadi kamu tidak mau menjaga Della
huh.. Jasmine berpura-pura merajuk.
bukan tidak mau. Dion bahkan sudah
berjanji sebelum kakak bertemu dengan kakak ipar kalau Dion berjanji akan menjaganya sampai titik darah penghabisan.
tapi ucapan kakak seolah ingin meninggalkan
kita saja. ucap Dion bertambah kesal.
kita tidak pernah tahu takdir kita akan
seperti apa. jadi berjanjilah pada kakak, kau
akan menjaga Della.
Dion tidak menjawab ucapan Jasmine.
yang menurutnya semakin melantur. kalau
dijawab akan semakin ngelantur kemana mana.
tidak diberitahu kakak pun Dion akan menjaga kalian dari apapun. agar kita bisa
bersama sama terus. ucap batin dion.
flashback off
Dion mengingat saat bersama,
Jasmine, kakaknya, ibu Della. ia juga
mengingat janjinya untuk menjaga mereka.
namun ia tidak bisa menepatinya.
bantu uncle untuk menepati janji uncle
untuk kali ini. cukup sekali uncle tidak bisa
menepatinya. ucap Dion sedih.
woaaah.. ternyata seorang Dion Scott
yang perfectsionis bisa juga melakukan
kesalahan. canda Della mencairkan suasana.
uncle juga manusia. ucap Dion
tersenyum sambil mengacak rambut Della
gemas.
Della juga baru tau uncle ini manusia,
Della kira uncle ini robot, abis uncle
kebanyakan masang muka datarnya ketimbang yang lain. canda Della lagi. Dion tertawa kecil.
sudah, kapan uncle memasak kalau
kamu terus saja mengajak uncle bicara.
heheeeee... cacing Della juga udah minta
jatah. ucap Della mengelus perutnya yang
rata.
Dion pun benar benar keluar untuk
masak, setelah dari tadi ditahan oleh Della.
20 menit Della menunggu Dion tidak
nampak juga batang hidungnya. Della sudah
tidak sabar, ia keluar dari kamarnya untuk
menemui belahan jiwanya, ralat, unclenya yang sedang memasak.
Della melihat Dion yang sedang
menghidangkan masakannya ke piring.
hmm..... baunya enak, Della jadi makin
laper. Della menghampiri dion.
kenapa turun? uncle bisa antar ke
kamar. Dion menghidangkan piring ke
meja.
uncle lama Della udah ga sabar. cacing di
perut udah meronta ronta.
Della menyuap makanannya
menggunakan tangan kiri.
woahhh masakan uncle mantap. kenapa
ga jadi petinju aja. gurau Della.
takk..
Dion menjitak dahi Della pelan.
apa hubungannya bisa masak sama
petinju? kayanya besok kamu harus ke rumah
sakit lagi buat periksa kepala kamu di USG.
Dion menanggapi gurauan Della.
yah.. uncle lawak, emang Della hamil
pake di USG kebanyakan bergaul sama Della si jadi ikutan sengklek.
haha... mungkin. Dion tertawa
terbahak.
astaga uncle Dion kalo ketawa bikin
jantung dag-dig-dug kaya lagi dangdutan. ucap batinnya dan menatap dion lekat tanpa mau menoleh kearah manapun. seolah Dion lah pusat kehidupannya.
uncle harus sering sering ketawa begini.
kadar ketampanan uncle bertambah berkali
kali lipat. David Beckham aja kalah tampannya sama om. puji Della dengan mata berbinar.
jangan mengaco dan cepat habiskan
makanan kamu. ucap Dion sambil
menggiring piring di hadapan Della agar lebih
dekat dan memakan makannya.
siapa juga yang mengaco. Della serius
tau. seserius bumi mengitari matahari.
sudah, jangan banyak bicara. makan
dulu.
Della menurut ia makan menggunakan
tangan kirinya, karna tangan kanannya sedang tidak bisa digunakan. tidak terbiasa
menggunakan tangan kiri, Della sedikit
kesulitan.
Dion yang melihatnya langsung
mengambil sendok di tangan Della dan
menyuapinya.
Della bisa sendiri uncle. tolak Della.
megang sendok saja kamu kesulitan.biar
uncle suapi. Dion menyodorkan sendok ke
mulut della. dan Della hanya menurut dari
hatinya sangat senang bisa disuapi oleh
Dion.
tadi pertanyaan Della belum di jawab
sama uncle. Della mengingatkan Dion
tentang pertanyaannya.
pertanyaan yang mana? tanya Dion
tidak ingat.
siapa yang uncle ingkari janjinya?
dion tidak menjawab.
uncle.... panggil Della karena Dion
tidak juga menjawab.
apa... jawab dion singkat tanpa mau
menjawab pertanyaan Della.
jawab ih... uncle nyebelin. Della
ngambek, pertanyaannya tidak dijawab.
iya.. uncle jawab. jangan ngambek
hemm.. Dion mencubit pipi Della gemas
karena wahai merajuk nya.
jadi siapa? tanya Della lagi.
kak Jasmine. jawab dion.
maksud uncle mom? tanya Della.
Dion mengangguk.
uncle berjanji akan menjaga kalian. tapi
uncle tidak bisa. ucap Dion menyesal tidak
bisa menepati janjinya.
tapi itu bukan kesalahan uncle, itu
kecelakaan. Della tidak sependapat dengan
Dion yang menyalahkan dirinya sendiri.
Dion menggeleng.
tetap saja. uncle tidak bisa menepati janji
itu. Dion tersenyum getir.
Della menghampiri Dion dan duduk
di pangkuannya untuk memeluk
menenangkan.
uncle tidak salah. mereka pasti sudah
bahagia disana. della menepuk punggung
menenangkan Dion dengan tangan yang
tidak sedang di gips.
Della janji ga bakal nakal lagi, nurut sama
uncle dan ga bakal bikin uncle khawatir lagi.
janji Della.
kamu tau kan uncle begini kenapa? uncle
tidak mau kamu terluka. diluar sana banyak
yang mengincarmu Della. Dion
memandang Della.
Della tidak mengerti maksud yang di
ucapkan Dion. mengincar? aku? kenapa?
tanya Della bingung.
mungkin sekarang sudah waktunya kamu
tahu. ucap Dion serius.
Della mengerutkan dahinya tidak
mengerti.
maksud uncle? tanya Della lagi
bingung.
ibumu adalah istri kedua dari ayahmu.
istri yang pertama tidak bisa memiliki
keturunan. lalu kakekmu menyuruh ayahmu
untuk menikah kembali. dan ayahmu menikahi ibumu, yang lain tak bukan adalah
sahabat ayahmu. sebelum ayahmu menikahi kak Jasmine, mereka sudah saling jatuh cinta.tapi ayahmu telah dijodohkan lebih dulu oleh kakekmu. dari pernikahan pertama mereka tidak dikaruniai anak. karena kakekmu ingin ada pewaris, maka kakekmu menyuruh ayahmu untuk menikah kembali.
istri pertama ayahmu sangat marah, karena ia sangat berambisi untuk mengambil alih semua perusahaan dan
kekayaan milik kakekmu. dan dia ingin
merebut itu semua dengan cara apapun,
termasuk membunuh kakekmu. tapi kakekmu
sudah lebih dulu menulis wasiatnya melalui
pengacaranya. semua kekayaan dan perusahaannya jadi milik ayahmu dan akan
jatuh ketanganmu setelah kamu sudah siap
nanti. Dion bercerita panjang lebar.
lalu sekarang kemana istri pertama ayah?
apa di penjara? tanya della.
dia sekarang dirumah sakit jiwa. jawab dion
jadi, dia membunuh kakek karena
otaknya udah ga waras? tanya Della
penasaran.
uncle pikir tidak. itu hanya akal bulusnya
saja.
kenapa uncle bisa berpikir kalau dia ga gila. tanyanya.
uncle menyelidikinya. jawab dion.
jadi uncle masih nyelidikin dia? tanya
Della untuk kesekian kalinya.
untuk kebaikan kamu. Dion memeluk
Della.
cukup sekali uncle tidak menepati janji
uncle. jadi semua perlakuan uncle kepada
kamu semata-mata untuk melindungi kamu.
kata dion. Della mengangguk mengerti.
uncle tidak mau kehilangan orang yang uncle sayang untuk kedua kalinya. Dion semakin erat memeluk Della yang masih di pangkuannya.
Della ga akan ninggalin uncle. Janji della.
karna uncle juga sangat berarti buat
Della... bukan sebagai keponakan kepada
unclenya. tapi, sebagai seorang remaja yang
mencintai pria dewasa. batin Della.
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments