CHAPTER 5

Della hanya diam saat Dion

membuka dan memakaikan kembali pakaian

padanya. wajahnya sudah memerah seperti

tomat dan bodohnya Dion tidak mengetahui

itu. ia terlalu sibuk dengan Della. Dion

lebih mendekat karna agak terlalu sulit

memasukan tangan yang sedang di gips.

Della hanya menunduk sedari tadi menahan

malu yang teramat sangat. sedangkan Dion

hanya memasang muka datar seperti biasa.

si uncle ga normal kali ya, liat yang kaya

gini ga ngefek apa apa yah... mungkin uncle

ga pernah nganggep gue sebagai cewek. begok... begok... guenya aja yang terlalu ngarep lebih. batin Della sedih. ia benar benar

berharap Dion memandangnya sebagai wanita bukan keponakan kecilnya.

selesai. ucap Dion yang sudah

memakaikan pakaian Della.

tunggu disini, uncle bawakan bubur habis

itu minum obat. Dion berdiri ingin keluar,

namun tangannya ditahan oleh Della.

Della ga mau bubur. lirih Della.

kamu masih sakit, biar uncle masakan

bubur. Dion hendak keluar kembali, tapi lagi

lagi Della menahan tangan dion.

yang sakit tangan Della uncle... bukan

mulut della. Della merengek meminta

makanan yang lebih lezat ketimbang nasi yang dihancurkan.

Dion menghembuskan nafas menyerah

dengan keras kepala Della.

ok.. ok... kamu mau uncle masakan apa.

tanya dion. mata Della berbinar senang.

Della mau makan nasi goreng beef. Ah...

jangan lupa di tabur keju di atasnya. kata

Della semangat. air liurnya menetes

membayangkan lezatnya nasi goreng di tabur

keju di atasnya.

iyaa... iya.... kamu tunggu disini uncle

masak sebentar. Dion hendak keluar namun

Della mencegahnya lagi dengan cara yang sama, memagang tangan Dion.

apa lagi. tanya Dion kesal, langkahnya

selalu di hentikan.

Della tidak menjawab.

maaf. ucap Della menunduk dan

dengan suara sangat pelan, namun masih bisa di dengar oleh dion.

maaf Della ga dengerin kata kata uncle.

Della menatap dion.

Della ga mau pindah. Della ingin terus

bersama uncle. Della janji bakal nurut,

dengerin kata kata uncle. Della mohon jangan

suruh Della pergi. ucap Della lagi dengan

bersungguh sungguh dan dengan mata yang

berkaca kaca.

Dion mengusap pucuk kepala Della.

lalu mengecupnya. Della memandang

Dion yang sekarang telah duduk di sampingnya.

kali ini uncle maafkan dan uncle tidak

akan nyuruh kamu pergi. Dion mengelus

pipi Della dengan ibu jarinya.

uncle sudah sering mendenger kamu janji

seperti ini. dan lagi lagi uncle percaya dengan

janji janji yang selalu kamu ingkari. untuk yang terakhir uncle akan percaya dengan Janji kamu yang ini. tapi tidak untuk seterusnya. kalau kamu mengingkarinya lagi,

uncle benar benar akan memindahkanmu. bukan ke tempat madam rose, melainkan tempat kakekmu di manhattan, Amerika. ucap

Dion serius.

Della meneguk salivanya dengan susah payah, melihat ekspresi Dion yang serius. ini

kali kedua melihat uncle nya seserius ini.

pertama saat Della diculik. Dion dengan

wajah datar namun mematikan menyuruh

suruhannya untuk menangkap pelaku.

kali ini Dion mencium kening Della cukup lama.

uncle seperti ini karna uncle tidak mau

melihat kamu terluka. uncle sayang sama

kamu. Dion menatap Della dalam.

Della menatap dion tidak percaya.

dia bilang apa?? sayang sama gue. ucap

batinnya tidak percaya.

uncle sudah berjanji pada ibumu untuk

selalu menjagamu seperti anak uncle sendiri.

Dion mengingat kembali saat

kebersamaannya dengan ibu Della.

flashback

dion. panggil seorang wanita cantik

dan anggun dan yang sedang mengandung

besar.

iya kak. jawab dion remaja. usia

Dion 16 tahun.

berjanjilah, kalau Della telah lahir kau

harus menjaganya.

tentu saja, Della keponakanku. ucap

Dion dengan muka datar.

memang kakak mau pergi kemana?

sampai Dion harus menjaganya. tanya

dion.

wanita itu adalah Jasmine ibu Della yang

sudah berusia 25 tahun. Jasmine tersenyum

mendengar pertanyaan Dion remaja.

siapa yang tahu? bisa saja setelah

melahirkan kakak akan pergi. kata Jasmine

dengan senyumnya. senyum yang selalu ia

tunjukan meski sedang dalam keadaan apapun.

kakak ini bicara apa? jangan ngaco.

kakak tidak akan kemana mana. kakak tetap

disini membesarkan Della. kata dion

sedikit kesal mendengar Jasmine berbicara

tidak jelas.

jadi kamu tidak mau menjaga Della

huh.. Jasmine berpura-pura merajuk.

bukan tidak mau. Dion bahkan sudah

berjanji sebelum kakak bertemu dengan kakak ipar kalau Dion berjanji akan menjaganya sampai titik darah penghabisan.

tapi ucapan kakak seolah ingin meninggalkan

kita saja. ucap Dion bertambah kesal.

kita tidak pernah tahu takdir kita akan

seperti apa. jadi berjanjilah pada kakak, kau

akan menjaga Della.

Dion tidak menjawab ucapan Jasmine.

yang menurutnya semakin melantur. kalau

dijawab akan semakin ngelantur kemana mana.

tidak diberitahu kakak pun Dion akan menjaga kalian dari apapun. agar kita bisa

bersama sama terus. ucap batin dion.

flashback off

Dion mengingat saat bersama,

Jasmine, kakaknya, ibu Della. ia juga

mengingat janjinya untuk menjaga mereka.

namun ia tidak bisa menepatinya.

bantu uncle untuk menepati janji uncle

untuk kali ini. cukup sekali uncle tidak bisa

menepatinya. ucap Dion sedih.

woaaah.. ternyata seorang Dion Scott

yang perfectsionis bisa juga melakukan

kesalahan. canda Della mencairkan suasana.

uncle juga manusia. ucap Dion

tersenyum sambil mengacak rambut Della

gemas.

Della juga baru tau uncle ini manusia,

Della kira uncle ini robot, abis uncle

kebanyakan masang muka datarnya ketimbang yang lain. canda Della lagi. Dion tertawa kecil.

sudah, kapan uncle memasak kalau

kamu terus saja mengajak uncle bicara.

heheeeee... cacing Della juga udah minta

jatah. ucap Della mengelus perutnya yang

rata.

Dion pun benar benar keluar untuk

masak, setelah dari tadi ditahan oleh Della.

20 menit Della menunggu Dion tidak

nampak juga batang hidungnya. Della sudah

tidak sabar, ia keluar dari kamarnya untuk

menemui belahan jiwanya, ralat, unclenya yang sedang memasak.

Della melihat Dion yang sedang

menghidangkan masakannya ke piring.

hmm..... baunya enak, Della jadi makin

laper. Della menghampiri dion.

kenapa turun? uncle bisa antar ke

kamar. Dion menghidangkan piring ke

meja.

uncle lama Della udah ga sabar. cacing di

perut udah meronta ronta.

Della menyuap makanannya

menggunakan tangan kiri.

woahhh masakan uncle mantap. kenapa

ga jadi petinju aja. gurau Della.

takk..

Dion menjitak dahi Della pelan.

apa hubungannya bisa masak sama

petinju? kayanya besok kamu harus ke rumah

sakit lagi buat periksa kepala kamu di USG.

Dion menanggapi gurauan Della.

yah.. uncle lawak, emang Della hamil

pake di USG kebanyakan bergaul sama Della si jadi ikutan sengklek.

haha... mungkin. Dion tertawa

terbahak.

astaga uncle Dion kalo ketawa bikin

jantung dag-dig-dug kaya lagi dangdutan. ucap batinnya dan menatap dion lekat tanpa mau menoleh kearah manapun. seolah Dion lah pusat kehidupannya.

uncle harus sering sering ketawa begini.

kadar ketampanan uncle bertambah berkali

kali lipat. David Beckham aja kalah tampannya sama om. puji Della dengan mata berbinar.

jangan mengaco dan cepat habiskan

makanan kamu. ucap Dion sambil

menggiring piring di hadapan Della agar lebih

dekat dan memakan makannya.

siapa juga yang mengaco. Della serius

tau. seserius bumi mengitari matahari.

sudah, jangan banyak bicara. makan

dulu.

Della menurut ia makan menggunakan

tangan kirinya, karna tangan kanannya sedang tidak bisa digunakan. tidak terbiasa

menggunakan tangan kiri, Della sedikit

kesulitan.

Dion yang melihatnya langsung

mengambil sendok di tangan Della dan

menyuapinya.

Della bisa sendiri uncle. tolak Della.

megang sendok saja kamu kesulitan.biar

uncle suapi. Dion menyodorkan sendok ke

mulut della. dan Della hanya menurut dari

hatinya sangat senang bisa disuapi oleh

Dion.

tadi pertanyaan Della belum di jawab

sama uncle. Della mengingatkan Dion

tentang pertanyaannya.

pertanyaan yang mana? tanya Dion

tidak ingat.

siapa yang uncle ingkari janjinya?

dion tidak menjawab.

uncle.... panggil Della karena Dion

tidak juga menjawab.

apa... jawab dion singkat tanpa mau

menjawab pertanyaan Della.

jawab ih... uncle nyebelin. Della

ngambek, pertanyaannya tidak dijawab.

iya.. uncle jawab. jangan ngambek

hemm.. Dion mencubit pipi Della gemas

karena wahai merajuk nya.

jadi siapa? tanya Della lagi.

kak Jasmine. jawab dion.

maksud uncle mom? tanya Della.

Dion mengangguk.

uncle berjanji akan menjaga kalian. tapi

uncle tidak bisa. ucap Dion menyesal tidak

bisa menepati janjinya.

tapi itu bukan kesalahan uncle, itu

kecelakaan. Della tidak sependapat dengan

Dion yang menyalahkan dirinya sendiri.

Dion menggeleng.

tetap saja. uncle tidak bisa menepati janji

itu. Dion tersenyum getir.

Della menghampiri Dion dan duduk

di pangkuannya untuk memeluk

menenangkan.

uncle tidak salah. mereka pasti sudah

bahagia disana. della menepuk punggung

menenangkan Dion dengan tangan yang

tidak sedang di gips.

Della janji ga bakal nakal lagi, nurut sama

uncle dan ga bakal bikin uncle khawatir lagi.

janji Della.

kamu tau kan uncle begini kenapa? uncle

tidak mau kamu terluka. diluar sana banyak

yang mengincarmu Della. Dion

memandang Della.

Della tidak mengerti maksud yang di

ucapkan Dion. mengincar? aku? kenapa?

tanya Della bingung.

mungkin sekarang sudah waktunya kamu

tahu. ucap Dion serius.

Della mengerutkan dahinya tidak

mengerti.

maksud uncle? tanya Della lagi

bingung.

ibumu adalah istri kedua dari ayahmu.

istri yang pertama tidak bisa memiliki

keturunan. lalu kakekmu menyuruh ayahmu

untuk menikah kembali. dan ayahmu menikahi ibumu, yang lain tak bukan adalah

sahabat ayahmu. sebelum ayahmu menikahi kak Jasmine, mereka sudah saling jatuh cinta.tapi ayahmu telah dijodohkan lebih dulu oleh kakekmu. dari pernikahan pertama mereka tidak dikaruniai anak. karena kakekmu ingin ada pewaris, maka kakekmu menyuruh ayahmu untuk menikah kembali.

istri pertama ayahmu sangat marah, karena ia sangat berambisi untuk mengambil alih semua perusahaan dan

kekayaan milik kakekmu. dan dia ingin

merebut itu semua dengan cara apapun,

termasuk membunuh kakekmu. tapi kakekmu

sudah lebih dulu menulis wasiatnya melalui

pengacaranya. semua kekayaan dan perusahaannya jadi milik ayahmu dan akan

jatuh ketanganmu setelah kamu sudah siap

nanti. Dion bercerita panjang lebar.

lalu sekarang kemana istri pertama ayah?

apa di penjara? tanya della.

dia sekarang dirumah sakit jiwa. jawab dion

jadi, dia membunuh kakek karena

otaknya udah ga waras? tanya Della

penasaran.

uncle pikir tidak. itu hanya akal bulusnya

saja.

kenapa uncle bisa berpikir kalau dia ga gila. tanyanya.

uncle menyelidikinya. jawab dion.

jadi uncle masih nyelidikin dia? tanya

Della untuk kesekian kalinya.

untuk kebaikan kamu. Dion memeluk

Della.

cukup sekali uncle tidak menepati janji

uncle. jadi semua perlakuan uncle kepada

kamu semata-mata untuk melindungi kamu.

kata dion. Della mengangguk mengerti.

uncle tidak mau kehilangan orang yang uncle sayang untuk kedua kalinya. Dion semakin erat memeluk Della yang masih di pangkuannya.

Della ga akan ninggalin uncle. Janji della.

karna uncle juga sangat berarti buat

Della... bukan sebagai keponakan kepada

unclenya. tapi, sebagai seorang remaja yang

mencintai pria dewasa. batin Della.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play