BAB 1 - MALAM MUNTAH DI JALAN

Tiga bulan lalu.

Jon baru pulang dari kasino. Jam tiga pagi. Mercedes hitamnya melaju pelan di jalan sepi Sudirman. Lampu neon “Black Queen” masih terlihat dari kejauhan—bisnisnya lagi naik daun. Kartel obat, judi, money laundry. Semua lancar.

Tapi malam ini, dia capek.

Dia buka kaca jendela. Udara dingin masuk. Pikirannya melayang ke masa lalu—kecelakaan mobil yang merenggut istri dan anaknya. *Kalau gue menang bisnis itu, mereka masih hidup.*

Tiba-tiba, dia lihat sesuatu di trotoar.

Seorang cewek.

Rambut panjang acak-acakan. Dress hitam ketat robek di pinggir. Dia lagi muntah-muntah, badan sempoyongan, hampir jatuh ke selokan.

Jon menghentikan mobil.

“Lo oke?” tanyanya, turun dari mobil.

Cewek itu nggak jawab. Cuma ngacung jempol lemah, terus jatuh lunglai.

Jon menghela napas. *Bukan urusan gue.*

Tapi entah kenapa, dia nggak bisa ninggalin.

Dia angkat cewek itu—ringan, tapi bau alkohol dan parfum murah. Masuk ke mobil belakang.

“Ke apartemen,” katanya ke supir.

Supir melirik. “Bos, ini siapa?”

“Jangan banyak tanya.”

---

Di apartemen penthouse—luas, mewah, tapi sepi. Jon bawa cewek itu ke sofa. Kasih air, selimut.

Dia duduk di meja kerja, buka laptop. Nggak tidur.

Cewek itu masih tepar.

Jon melirik. *Cantik. Tapi keliatan susah.*

Dia ingat istrinya. *Dulu juga gini. Mabok gara-gara gue.*

Pagi harinya, cewek itu bangun.

“...Aku di mana?” suaranya serak.

Jon nggak angkat kepala dari laptop. “Aman. Jangan pikir aneh-aneh.”

Cewek itu duduk pelan. Lihat sekeliling—lukisan mahal, jam Rolex, pemandangan kota dari lantai 40.

“Lo siapa?” tanyanya lagi.

Jon akhirnya menoleh. Matanya dingin, tapi nggak jahat.

“Jon. Lo muntah di jalan. Gue bawa ke sini. Lo tepar di mobil. End of story.”

Cewek itu—Zeka—tersenyum tipis.

“Zeka,” katanya. “Makasih. Lo tajir ya?”

Jon nggak jawab. Cuma balik ke laptop.

Tapi Zeka nggak takut. Malah nyaman.

*Ini... peluang.*

---

Zeka mandi. Pakai baju Jon yang kegedean. Keluar dari kamar mandi, rambut basah, wajah bersih—cantiknya keliatan banget.

Jon lagi bikin kopi.

“Lo masak?” tanya Zeka, duduk di meja makan.

“Sarapan,” jawab Jon singkat.

Zeka makan lahap. “Lo duda ya?”

Jon berhenti. “Iya.”

Zeka nggak tanya lagi. Tapi matanya berbinar.

Hari itu, Zeka cerita sedikit: dulunya LC di karaoke rival Jon. Hidup susah. Nggak punya siapa-siapa.

Jon cuma denger. Nggak komentar.

Tapi malamnya, dia bilang: “Lo mau kerja di kasino gue?”

Zeka tersenyum. “Mau. Tapi gue mau jadi pacar lo.”

Jon melirik. “Lo serius?”

“Serius.”

Jon diam lama. Lalu: “Oke. Tapi jangan main-main.”

Zeka dalam hati: *Bukan main-main. Ini investasi.*

---

Malam pertama Zeka di kasino “Black Queen”.

Lampu neon merah. Musik keras. Taruhan jutaan di meja. Zeka pake dress hitam baru—Jon beliin. Rambut diikat tinggi. Lipstik merah darah.

Jon perkenalin ke anak buah: “Ini Zeka. Pacar gue. Jaga.”

Anak buah pada melongo. *Bos punya pacar?*

Zeka senyum manis. Tapi matanya tajam. *Gue bakal naik. Cepet.*

Dia belajar cepet. Cara main poker, hitung kartu, baca orang. Dalam seminggu, dia udah jadi ratu meja VIP.

Jon liat dari jauh. *Dia pinter. Tapi... gue nggak percaya 100%.*

---

Satu bulan kemudian.

Zeka udah pindah ke penthouse. Punya kamar sendiri. Baju mewah. Tas branded. Tapi dia nggak pernah bilang “sayang” ke Jon—kecuali di depan orang.

Malam itu, Jon pulang telat. Zeka nunggu di sofa, pake lingerie hitam.

“Sayang, pulang?” tanyanya manja.

Jon cuma angguk. “Capek.”

Zeka deketin. Peluk dari belakang. “Mandi dulu. Gue tunggu di kamar.”

Jon nggak jawab. Tapi dia masuk kamar mandi.

Zeka senyum sendiri. *Lo bakal jatuh, Jon. Pelan-pelan.*

---

Tapi di kasino, ada yang lain yang perhatiin Zeka.

Eva.

Rambut pendek hitam. Jaket kulit. Mata tajam kayak elang. Dia ratu judi—tapi nggak punya kartel. Cuma modal otak dan nyali.

Eva duduk di meja sebelah. Main blackjack. Menang terus.

Zeka liat. *Siapa dia?*

Eva nengok. Senyum tipis. “Lo Zeka ya? Pacar Jon?”

Zeka angkat dagu. “Iya. Lo siapa?”

“Eva. Main bareng?”

Zeka ragu. Tapi Jon lagi di ruang bos. Dia duduk.

Eva kasih kartu. “Lo cantik. Tapi di sini, cantik nggak cukup.”

Zeka senyum. “Gue tau. Makanya gue pake otak.”

Eva ketawa pelan. “Bagus. Gue suka lawan yang pinter.”

Malam itu, Zeka kalah 50 juta. Tapi dia nggak marah. Malah seneng.

*Eva... lo beda.*

---

Di penthouse, Jon tanya: “Lo main sama Eva?”

Zeka angguk. “Iya. Dia jago.”

Jon diam. Matanya dingin. “Jangan deket-deket. Dia musuh.”

Zeka pura-pura kaget. “Musuh? Kenapa?”

Jon nggak jawab. Cuma bilang: “Jangan tanya.”

Tapi Zeka dalam hati: *Musuh? Atau... saingan?*

---

Malam berikutnya, Zeka ketemu Eva lagi. Di bar kasino.

Eva pesen whiskey. “Lo tau nggak, Jon dulu pacaran sama cewek kayak lo?”

Zeka kaget. “Apa?”

Eva senyum. “Tapi cewek itu mati. Kecelakaan. Jon bilang... karena dia.”

Zeka diam. Tangan gemetar.

Eva deketin. Bisik di telinga: “Lo yakin Jon sayang lo? Atau cuma... gantiin dia?”

Zeka nggak jawab. Tapi dadanya sesak.

*Gue... cuma pengganti?*

---

Jon pulang. Zeka pura-pura tidur. Tapi dia denger Jon buka laci—ambil foto lama. Foto istri dan anaknya.

Jon duduk di balkon. Sendirian. Ngerokok.

Zeka ngintip dari celah pintu. Liat punggung Jon—gemetar.

*Dia... masih sayang mereka.*

Zeka balik ke kamar. Tapi nggak bisa tidur.

*Gue manfaatin dia. Tapi... kenapa gue ngerasa salah?*

---

Pagi harinya, Zeka ke kasino sendirian. Eva udah nunggu.

“Main lagi?” tanya Eva.

Zeka angguk. “Tapi kali ini, gue menang.”

Eva senyum. “Bagus. Gue suka semangat lo.”

Mereka main. Zeka menang 100 juta.

Eva tepuk tangan. “Lo ratu baru ya?”

Zeka senyum. Tapi matanya kosong.

*Gue ratu. Tapi... buat siapa?*

---

Malam itu, Jon pulang. Zeka peluk dia.

“Sayang, gue menang 100 juta.”

Jon senyum tipis. “Bagus.”

Tapi Zeka ngerasa... Jon nggak peduli.

Eva chat:

> “Besok malam, VVIP room. Main bareng. Cuma kita.”

Zeka balas:

> “Oke.”

Jon liat HP Zeka. Tapi nggak bilang apa-apa.

*Taruhan ini... baru mulai.*

BLACKOUT.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play