Hajar!!!

Al masih mengemudi gadis itu masih tidak percaya apa yang dilihat dan apa yang dia dengar ternyata Alex masih bisa bicara sebaik itu walau rasanya rada menjijikkan.

'Apa sih rencana lu Lex, lu mau ngajak lunch kemana coba? Untung gua sibuk besok, makan tuh lunch ama kerjaan sendiri' batinnya sambil meningkatkan kecepatan mobilnya.

Aleta hanya perlu berbelok di pertigaan untuk sampai ke rumah namun Al merasa ada yang janggal. Gadis itu menatap kaca spionnya, matanya menangkap sebuah mobil cadillac hitam tepat di belakangnya.

"Hadehhh ada yang ngikutin gua nih" ucapnya lalu mengambil belokan lain untuk memastikan.

Hampir setengah jam dan mobil itu masih mengikutinya, Al sebenarnya bisa saja berhenti lalu menghampiri mobil itu namun ia sudah terlanjur malas turun dari mobil. Saat asik mengerjai penguntitnya hp Aleta berdering nama alex tertera jelas di layar wallpapernya. Ia menggeser ke tanda mengangkat telepon lalu berniat menutupi keadaannya saat ini.

"Halo selamat malam dengan Al disini ada yang bisa saya bantu. Saat ini saya sedang mengemudi bisa menelpon sebentar lagi kira-kira sepuluh menit lagi lah kalau perlu jangan telpon lagi lebih baik." candanya.

Aleta bisa mendengar orang di balik telepon menarik napas dulu lalu.

"It's me stupid. Dan yah gue dalam masalah kalo elu kaga ikut besok jadi gua mohon change your decision please for the name of God. Al I need you to come with me tomorrow. Gimana??? Iya atau enggak??" ucapnya dengan nada yang sudah begitu lelah.

Suara begitu sunyi hanya ada deru napas Al saja yang terdengar untuk beberapa saat di saluran telepon itu. Gadis itu sedang sibuk berpikir mencari rute lain.

"Enggak!! Gua ada pertemuan seminar dari perusahaan lain besok. Gue bahkan ngak akan ke kantor karena gantiin Naira ikut workshop, dia ada rapat sama divisi proyek dan pak CEO besok siang trus abis itu gua masih harus nyelesaiin laporan keuangan bulan ini sama rencana anggaran bulan depan manusia konyol!! I don't even have free time or even time to breath for a second. So I think it's gonna be no, cause I really have no time that's it. The end of discussion." jelas Al dengan tegas.

"Huft...oke, gue ngerti kita bicara lagi nanti. Oh iya, sudah sampai rumah belum?? harusnya sih udah lah yah," tanya Alex sambil mengaruk jidatnya walau tidak gatal.

"Ahh… mmm, yah, ma...macet gua ke...kejebak macet...hmm" ucap Aleta dengan nada yang agak ragu.

"What...what's wrong is it something wrong??" resah Alex yang mulai merasa aneh.

"Ehh... no, enggak ada yang salah cuma orang numpang lewat. Enggak ada lagikan yang mau lu tanya gua udah sampe so ... goodbye and goodnight," ucap Al dengan ramah lalu mematikan telpon nya.

Alex terdiam sesaat, pria itu sedang memikirkan alasan apa yang harus ia utarakan pada orang itu dan yah orang itu pasti akan marah besar padanya benar-benar marah besar padanya. Di sisi lain Al ia masih di jalanan ia berbohong pada Alex tentang sudah sampai di rumah. Sudah setengah jam lebih Al mengemudi seharusnya dia sudah di rumahnya dan menonton netflix kesukaannya sekarang gadis itu sudah berada di ambang kesabarannya.

Akhirnya ia berhenti di sebuah taman tepat di pertigaan rumahnya, Al turun dan berjalan menuju taman itu. Disana ada mesin minuman otomatis ia merogoh kantong mengeluarkan uang sepuluh ribuan lalu beberapa saat kemudian gadis itu mengambil sebotol minuman teh dingin dari mesin minuman otomatis itu. Mobil yang sejak tadi mengikutinya juga ikut berhenti tepat di seberang mobilnya, Al diam sesaat sebelum dia berjalan menuju mobil itu. Ia tahu itu adalah mobil cadillac hitam bisa berisi enam sampai delapan orang.

Gadis itu mengetuk jendela pengemudi, tidak ada yang merespon tapi Al tahu ada orang yang sedang berdiskusi di dalam. Lima menit kemudian jendela supir terbuka ada delapan orang di dalam mobil itu sesuai dugaan. Gadis itu lalu tersenyum sinis menatap ke aspal sambil menghela napas kasar lalu menatap tajam ke arah pengemudinya.

"Non sono stupido e so che non lo siete neanche voi ragazzi, quindi che ne dite di dirmi chi vi ha ordinato?" ucap Aleta dengan tatapan tajam dan sungging senyum yang jelas bukan untuk memuji tapi menguji. Pria itu hanya tersenyum lalu terkekeh sesaat, Aleta tau ia sedang dipermainkan.

"Hermosa chica tienes un gran coraje. pero cariño, además de hermosa, también eres estúpida. ¿Crees que lo diremos eh hermosa niña?" ejek si supir sambil tertawa bersama teman-temannya.

"Oye, eres un idiota, no creas que mi paciencia es solo un juguete, deja de seguirme y dile a tu jefe que no soy el que está buscando. Si fueras inteligente ahora te habrías ido. Hijo de puta." jawab Al lantang, pria itu diam lalu keluar dari mobil bersama ketujuh orang yang ada di dalam.

"No te hagas el tonto conmigo, señora. Espero que sepas que eres un límite ahora, súbete al auto o no nos comportaremos bien contigo." ucap pria itu sambil mennyangarkan wajahnya.

Al, ia terdiam ia tahu suasana ini malam yang gelap, jalanan yang sepi, angin yang mulai dingin, dan adrenalin yang mengalir deras ditubuhnya. Sudah lama sejak ia merasakan suasana ini, jujur dari hatinya yang paling dalam ada rasa rindu dengan suasana ini namun hal itu tertutupi dengan sesuatu yang gadis itu tidak bisa ungkapkan. Beberapa saat terdiam ia akhirnya tertawa lepas setelah tertawa puas ia menatap tajam ke arah delapan pria yang ada di hadapannya.

"ADELANTE SI TE ATREVES PERDEDORES!?!?" teriaknya dengan lantang.

Sontak mereka maju, memaksa Al untuk segera mengambil ancang-ancang menyerang. Satu pria maju memberikan tinju lurus ke arah wajah ditangkis dengan mudah oleh Aleta lalu ia menggenggam lengan pria itu tanpa basa basi dan kesulita ia  menjungkirbalikkan badan pria itu ke aspal. Ketujuh pria lain menatap terkejut menatap rekan mereka mengerang kesakitan di aspal, hal itu sudah cukup menjelakan pria itu merasakan sakit seluruh badan. Belum sempat pria itu mencoba berdiri dengan segara Aleta memelintirkan tangannya ke punggung lalu meninju keras kepalanya.

'One down, seven more...' batin Al.

Matanya menatap tajam ke arah tujuh pria lainnya. Mereka semua bisa merasakan aura yag berbeda dari Al, begitu dingin dan menyeramkan. Dua pria maju secara bersamaan yang satu memberi tinju yang satu memberi tendangan kedua serangan itu dapat dihindari Aleta dengan cepat kemudian ia melayangkan tinjunya ke arah wajah dua pria itu secara cepat dan tepat. Asik kesakitan Aleta menggunakan kesempatan itu untuk menjongkok sambil memanjangkan satu kakinya lalu memutar dirinya 360' membuat kedua orang itu jatuh ke tanah kemudian tendangan manis mendarat di wajah kedua orang itu.

'Two down four more...' batin Al dengan wajah yang gelap dan aura yang dingin.

Keempat orang itu maju bersamaan di saat mereka sudah di jarak jangkauan Aleta, gadis itu mengangkat satu kakinya ke atas lalu dengan cepat menendang wajah keempat pria itu, belum selesai mereka terkejut dan kesakitan Aleta mengalungkan lengannya di leher salah seorang dari mereka lalu menumbangkan dua pria lainnya dengan flying kick tepat di leher mereka. Ia lalu turun dari pria itu kemudian menghentakkan kepala pria itu dengan cepat ke tanah.

'Three down one left..' batin Al.

Ia lalu berlari ke arah pria setengah pusing itu, lalu meninju wajahnya kemudian melanjutkan dengan tendangan di area pinggang membuat pria itu tersungkur sesak, Al lalu menarik kerah baju pria itu.

"Listen to me you bastard, gua ngak akan ngulang dua kali bilang sama bos kalian itu hari ini gue masih ngirim kalian hidup-hidup. Tapi besok-besok gue bakal anter langsung lu pada ke yang kuasa dan kepala lu semua gua antar langsung ama dia paham!!!" jelasnya dengan suara gelap dan menyeramkan. Pria itu hanya hanya mengangguk membuat kekesalan Al menumpuk di ubun-ubun.

"I SAID ARE YOU UNDERSTAND!?!?" teriaknya dengan amarah yang lebih dalam.

"Ya...ah yah ka..mi kami menge..erti" ucap pria itu dalam rasa sakit yang tak terkatakan.

Al melepaskan cengkramannya kemudia menghabiskan minuman tehnya sambil melenggak pergi meninggalkan orang-orang itu yang masih rebah disana. Gadis kitu memasuki mobilnya, ia menyalakan kembali mobil itu dan melaju dalam kecepatan tinggi untuk sampai ke rumah dalam sepuluh menit. Saat sampai di rumah Al langsung mandi membersihkan simbahan darah dan keringat di sekujur tubuhnya usai mandi ia menghela napas panjang.

'Gua harap peringatan gua jadi yang pertama dan terakhir buat mereka. Ahhh nyebelin banget sih mereka. Hadehhhh au ah gelap' batinya.

Pada akhirnya Al memilih tidur ia sampai di rumah tepat pukul sebelas akibat orang-orang tidak beradap itu. Di bagian lain kota para pria itu sudah berada di sebuah gudang dengan pencahayaan remang-remang, mereka berbaris satu jalur dengan posisi berlutut menghadap seorang pria yang duduk di sofa dalam gelap.

"Maafkan kami bos, kami tidak bisa menangkap wanita itu. Ia juga mengancam jika kau mengirim orang lagi ia akan mengantar sendiri mayat mereka padamu." ucap salah satu dari mereka berdelapan,

"Huh... bisa-bisanya kalian kalah dengan seorang gadis saja. Sungguh memalukan kalian akan dihukum untuk itu." ucap pria itu dengan suara rendahnya.

Kemudian pria itu berjalan keluar gudang dan kedelapan orang itu di pukuli habis-habisan oleh orang suruhan pria itu. Ia berjalan di gelapnya malam orang-orang sudah berbaris rapi menyambut dirinya di luar gudang dan membukakan pintu mobil untuknya. Ia masuk ke dalam mobil, sepuluh menit mobil melaju ia kemudian berteriak kencang.

"AHHH!!!" teriaknya sambil menendang keras kursi si samping kursi pengemudi. Ia lalu mengambil berkas biru di sebelahnya di dalam sana ada data-data dan foto Al ia menatap dalam foto itu lamat-lamat.

"Akan kupastikan identitasmu dan akan kuseret kau kembali, beraninya kau lari dari kami. Aku sudah berjanji pada diriku membawamu kembali maka kau akan kubawa pulang" ucap pria itu di dalam mobil.

NB:

Non sono stupido e so che non lo siete neanche voi ragazzi, quindi che ne dite di dirmi chi vi ha ordinato? \= Saya tidak bodoh dan saya tahu kalian juga tidak bodoh, jadi bagaimana kalau Anda memberi tahu saya siapa yang memerintahkan Anda?

Hermosa chica tienes un gran coraje. pero cariño, además de hermosa, también eres estúpida. ¿Crees que lo diremos eh hermosa niña? \= Gadis cantik Anda memiliki keberanian besar. Tapi sayang, selain cantik, kamu juga bodoh Anda pikir kami akan mengatakannya ya gadis cantik

Oye, eres un idiota, no creas que mi paciencia es solo un juguete, deja de seguirme y dile a tu jefe que no soy el que está buscando. Si fueras inteligente ahora te habrías ido. Hijo de puta. \= Hei, kamu idiot, jangan anggap kesabaranku hanya mainan, berhentilah mengikutiku dan beri tahu bosmu bahwa aku bukan orang yang dia cari. Jika Anda pintar sekarang, Anda akan pergi. bajingan.

No te hagas el tonto conmigo, señora. Espero que sepas que eres un límite ahora, súbete al auto o no nos comportaremos bien contigo. \= Jangan bermain bodoh dengan saya, Bu. Saya harap Anda tahu bahwa Anda adalah batas sekarang, masuk ke dalam mobil atau kami tidak akan berperilaku baik dengan Anda.

ADELANTE SI TE ATREVES PERDEDORES!?!? \= LANJUT JIKA ANDA BERANI PECUNDANG!?!?

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play