Bab 5. Pindah tempat

Minggu pagi, aku masuk lagi.

Jemput Nadia—katanya mau ke kampus. Ada kerja kelompok katanya. Biasanya mahasiswa malem Minggu, tapi ini Minggu pagi. Entahlah.

Dia turun. Pake dress panjang warna pastel. Rambutnya terurai. Cantik. Sialan.

"Pagi, Mas Jaka."

"Pagi, Neng."

Dia buka pintu belakang. Masuk. Kayak biasa.

Tapi di tengah jalan, dia bilang, "Mas Jaka."

"Ya, Neng?"

"Boleh aku duduk di depan?"

Aku kaget. "Eh... biasane di belakang, Neng."

"Aku tau. Tapi aku mau di depan."

Aku diem. Mikir. Ini mobil. Ini rumah dia. Ini anak majikan. Aku siapa?

Tapi mulutku berkata lain.

"Silakan, Neng."

Dia pindah. Duduk di sampingku. Untuk kedua kalinya.

Aku ngerasa ruangan jadi lebih sempit. Atau mungkin napasku aja yang sesak.

Dia pasang sabuk pengaman. Liat aku. Senyum.

"Makasih."

"Buat apa, Neng?"

"Buat nggak nanya kenapa."

Aku diem. Lanjut nyetir.

Sepanjang jalan, kita ngobrol. Beneran

ngobrol. Bukan obrolan sopir-penumpang. Tapi obrolan dua orang yang... entahlah.

"Mas Jaka, kamu percaya takdir?"

"Percaya, Neng."

"Kalau takdir bilang kita... bertemu, terus pisah, terus ketemu lagi, kamu percaya?"

Aku mikir. "Tergantung."

"Tergantung apa?"

"Tergantung usaha. Kalau kita berdua berusaha buat ketemu lagi, ya mungkin ketemu. Kalau nggak... ya nggak."

Dia diem. Lalu...

"Mas Jaka itu... simple ya."

"Simple aja, Neng. Hidup udah susah. Kalau

dipikirin mulu, pusing."

Dia ketawa kecil. Lalu diem lagi.

Tapi diemnya kali ini beda. Diem yang nyaman. Diem yang nggak perlu diisi suara.

Sampe di kampus, dia turun. Tapi sebelum nutup pintu, dia balik.

"Jaka, nanti jemput jam 11. Tapi... boleh aku minta sesuatu?"

"Apa, Neng?"

"Boleh aku duduk di depan lagi?"

Aku diem. Lalu...

"Boleh, Neng."

Dia senyum lebar. Senyum yang jarang

banget kulihat. Lalu dia pergi ke dalam kampus—gedung tua berwarna krem, tempat dia biasanya bimbingan skripsi.

Aku diem di mobil. Liat gedung itu nutup pintu.

Duduk di depan. Lagi.

Ini udah nggak aman, Jaka.

Tapi hati bilang: Terserah. Yang penting dia senyum.

Jam 11, aku jemput.

Dia duduk di depan. Kayak janji. Sepanjang jalan, kita nyanyi bareng—lagu Taylor Swift yang diputer dari hapenya. Dia ngajarin aku liriknya. Aku nyanyi fals. Dia ketawa.

Ketawanya itu, Tuhan. Rasanya pengen direkam, diputer tiap malem sebelum tidur.

Sampe rumah, dia turun. Tapi kali ini, dia bilang sesuatu.

"Jaka, aku mau kamu tau."

"Apa, Neng?"

"Aku seneng ada kamu."

Dia pergi. Cepet. Kayak takut ditahan.

Aku diem di mobil. Satu jam lagi.

Malamnya, di mess, aku buka buku motivasi yang dikasih Nadia. Yang ada tulisan tangannya.

"Untuk Mas Jaka, yang lebih tahu diri daripada kebanyakan orang yang aku kenal. -

N"

Sekarang, tulisan itu terasa beda.

Aku elus huruf "N" di akhir kalimat.

Lalu aku napas.

Sadar.

Aku nggak cuma suka. Aku nggak cuma sayang.

Aku cinta.

Cinta beneran. Cinta yang bikin aku mau jadi orang lebih baik. Cinta yang bikin aku berani mimpi—sekolah lagi, usaha lagi, jadi sesuatu. Bukan buat aku, tapi buat... dia.

Tapi cinta itu juga bikin aku takut.

Karena dia di atas. Aku di bawah. Dia anak majikan. Aku sopir.

Matematika ini, susah banget.

Besoknya, Senin pagi.

Dia turun. Langsung buka pintu depan. Duduk di sampingku. Kayak itu hal paling normal di dunia.

"Pagi, Jaka."

"Pagi, Nadia."

Kali ini aku sengaja panggil namanya. Tanpa "Neng".

Dia liat aku. Matanya berbinar.

"Jaka, aku mau tanya sesuatu."

"Tanya aja."

"Aku... nggak tahu cara ngomongnya."

"Bilang aja pelan-pelan."

Dia napas. Lalu...

"Jaka, kalau aku... suka sama kamu. Maksudnya suka... lebih dari sekedar suka. Kamu bakal gimana?"

Dunia berhenti.

Lampu merah di depan, tapi rasanya merahnya lama banget.

Aku liat dia. Dia liat aku. Matanya takut. Tapi matanya juga berani.

Aku napas. Lalu...

"Nadia, aku..."

Tiiin!

Klakson dari belakang.

Lampu hijau.

Dan sejarah terulang. Lagi.

Bersambung...

Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play