"Saya cuma sopir. Tapi saya tau cara menjaga hati." - Jaka
---
Dia anak majikan. Aku cuma sopir. Tapi aku berani jatuh cinta.
Setiap pagi, Nadia duduk di kursi belakang. Aku lihat dia dari spion. Aku hafal kebiasaannya-kopi susu gula aren, lagu Taylor Swift, tangis diam-diam di jok belakang.
Aku nggak pernah berani ngomong. Karena aku tahu posisi. Karena Pak Hartawan, ayahnya, sudah peringatkan: "Jaga jarak."
Tapi hati nggak bisa diajak kompromi.
Aku pergi. Pulang kampung. Buka bengkel
dari bekas kandang kambing. Dia ngasih amplop coklat berisi tabungan dan satu kalimat: "Aku percaya."
Empat tahun. Jatuh. Bangkit. Hampir nyerah berkali-kali. Tapi amplop itu selalu ada di tas.
Di Jakarta, Nadia menunggu. Nolak Reza-mantan yang dulu nyakitin dia, yang sekarang sukses besar. Tapi Pak Hartawan mulai goyah. Reza punya segalanya. Aku? Masih berjuang. Belum cukup.
Aku datang ke Jakarta. Bukan buat rebut. Tapi buat lihat sendiri.
NovelToon got authorization from Hargahati to publish this work, the content is the author's own point of view, and does not represent the stand of NovelToon.
Dari Spion Ke Hati Comments