IN ANOTHER MOON (INDO VER)

IN ANOTHER MOON (INDO VER)

CHAPTER 1 : THE CHOOSEN ONE

...“Tidak semua cinta dimulai dengan takdir. Ada yang berawal dari sebuah pilihan.”...

...°°°...

Aroma tea lavender memenuhi udara di sebuah kafe kecil di sudut kota. Tempat itu nyaris kosong, hanya ada suara lembut musik jazz yang mengalun dari pengeras suara tua di pojok ruangan. Tirai tipis bergoyang pelan setiap kali angin akhir musim gugur menyelinap masuk melalui jendela yang setengah terbuka, membawa hawa dingin yang tajam, bercampur dengan sisa aroma dedaunan kering di luar sana.

Hoseok duduk bersandar pada kursinya dengan santai, bahunya sedikit merosot seolah seluruh tubuhnya larut dalam keheningan sore itu. Senyum malas tergambar di wajahnya, bukan karena ia benar-benar mendengarkan cerita Minhyuk, melainkan karena kehadiran pria di hadapannya selalu memberi rasa nyaman yang sulit dijelaskan.

Minhyuk sedang bercerita tentang sebuah buku, novel filosofis yang katanya lembut sekaligus dalam. Ia bercerita dengan penuh semangat, matanya berbinar, jemarinya tanpa sadar menelusuri tepi cangkir yang hangat. Hoseok tidak terlalu peduli dengan kata-kata itu. Yang ia lihat hanyalah jari-jari panjang yang bergerak pelan, senyum Beta itu yang selalu terasa menenangkan, dan suara tawanya yang seolah mampu meredakan kerasnya dunia.

Di momen itu, segalanya terasa sederhana. Damai. Aman. Seperti sesuatu yang dipilih, bukan dipaksa oleh takdir.

“Kau melamun lagi.” Minhyuk menyenggol kakinya pelan ke arah Hoseok di bawah meja, senyumnya nakal. “Apa kau baik-baik saja?”

Hoseok sempat terdiam, sebelum mengedip perlahan. “Ya. Hanya… udara dingin. Bulan purnama sebentar lagi.”

“Ah.” Minhyuk menyesap tehnya, lalu bergumam pelan. “Naluri Alphamu mulai bergejolak lagi, ya?”

“Mungkin.” Hoseok mengangkat bahunya ringan.

Namun ia tahu betul, apa yang dirasakannya bukan sekadar itu. Bukan hanya gelisah menjelang purnama. Bukan sekadar lapar atau tegang yang biasa muncul. Ada sesuatu yang berbeda, lebih dalam, lebih tua, seolah tarikan samar yang merambat ke tulang, sebuah bisikan jauh yang datang dari hutan. Hoseok mencoba menyingkirkannya, berpura-pura tak mendengar. Ia menatap kembali ke arah Minhyuk, memaksa dirinya untuk tetap hadir di sini, di antara tawa yang lembut itu.

Tapi jauh di dalam, serigalanya sudah mulai gelisah.

...°°°...

Malam turun lebih cepat dari biasanya. Langit dikuasai bulan purnama yang menggantung terlalu terang, sinarnya membasuh halaman rumah kawanan dalam cahaya pucat. Udara dingin menusuk, membawa aroma tanah basah dan suara ranting-ranting kecil yang patah di bawah langkah angin.

Hoseok berdiri di sana, di depan rumah pack, dengan tatapan terpaku pada langit. Nafasnya tampak dalam embun putih yang keluar dari bibirnya. Di balik kulitnya, serigala hitamnya berputar gelisah, seolah ingin lepas, seolah sedang menunggu sesuatu yang tak bisa dijelaskan.

Ketenangan sore di kafe terasa begitu jauh sekarang. Yang tersisa hanyalah rasa waspada yang membakar, sebuah perasaan bahwa ada sesuatu yang bergerak di luar jangkauan mata.

Pintu di belakangnya berderit terbuka. Kihyun melangkah keluar, tubuhnya diselimuti hangatnya selendang yang ia tarik lebih erat di bahu. Wajahnya serius, sorot matanya menatap bulan yang sama dengan tatapan penuh kehati-hatian.

“Kau merasakannya juga, bukan, adeul?” suaranya pelan, namun tegas, seolah ia sudah tahu jawabannya.

Hoseok menoleh sedikit, keningnya berkerut.

“…maksud Omma apa?”

Kihyun berdiri di sisinya, menatap langit yang terang. “Perubahan itu.”

Hoseok terdiam. Ia tidak menjawab. Tapi ia tahu Ommanya benar. Sesuatu memang sedang datang.

Dan di saat itu, di tengah cahaya bulan yang menusuk ke tulang, Hoseok merasakan sesuatu yang lebih mengganggu dari sekadar panggilan serigala untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ikatannya dengan Minhyuk terasa… tidak lagi lengkap.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play