CHAPTER 2 : FULL OF FATE

...“Aromanya menghantamku bagaikan kenangan yang tak pernah kualami.”...

...°°°...

Hutan malam itu begitu sunyi.

Terlalu sunyi.

Seolah setiap dedaunan, setiap serangga, bahkan angin pun sedang menahan napas. Tidak ada bunyi jangkrik, tidak ada seru burung malam. Yang terdengar hanyalah langkah kaki Hoseok di atas tanah berdaun kering, gesekan ranting yang patah setiap kali ia bergerak.

Ia berjalan pelan, hati-hati, seakan hutan bisa pecah hanya dengan sekali langkah keras. Gerakannya ringan, terlatih, buah dari bertahun-tahun pengalaman sebagai Alpha yang menjaga batas wilayah. Namun meskipun tubuhnya disiplin, pikirannya malam itu berbeda gelisah, kacau.

Ia tahu, ia seharusnya tidak keluar sendirian. Aturan pack jelas tidak ada patroli tunggal, apalagi saat bulan penuh.

Tapi ada sesuatu di dalam dirinya yang menolak untuk diam. Sebuah suara samar, bukan dari luar, melainkan dari kedalaman jiwanya sendiri, mendesak, memaksa, menuntut. Ia harus keluar malam ini. Tidak ada alasan logis. Hanya rasa tak terhindarkan.

Dan memang, bulan purnama malam itu menggantung penuh di langit. Cahaya terangnya menembus celah pepohonan, jatuh ke kulit Hoseok, membasuhnya dengan dingin yang menusuk. Serigala di dalam dirinya meraung, menggeliat, mencakar, berusaha keluar dari kulitnya. Naluri Alpha berdesir, liar, tak terkendali.

Lalu...ia berhenti.

Seketika, napasnya tercekat.

Sebuah aroma. Aromanya begitu manis sehinggakan Hoseok hampir terbuai.

Hoseok terpaku, matanya membelalak. Itu bukan aroma biasa. Ia mengenalnya begitu saja, meski tak pernah bertemu sebelumnya. Samar, lembut, menguar pelan dari sela pepohonan. Wangi itu seperti melati yang hancur di bawah cahaya bulan, manis namun tidak menusuk. Ada kelembutan, ada jarak, ada misteri.

Aroma itu merayap masuk ke dalam tubuhnya, menelusup ke paru-paru, menempel di tenggorokan, lalu merembes ke dalam darah. Rasanya seperti sutra dingin yang mengikat tulangnya dari dalam. Hoseok menggigil. Itu bukan sekadar wangi. Itu adalah tarikan. Sebuah panggilan.

Ia melangkah lagi hati-hati, nyaris tanpa suara. Dan di sanalah ia melihatnya.

Seorang pemuda. Tidak...seorang Omega?

Ia berdiri di tepi sungai kecil, tubuhnya seolah dibungkus cahaya bulan. Kulitnya pucat, nyaris berkilau. Rambutnya seputih salju panjangnya jatuh melewati bahu, bergoyang pelan tertiup angin malam. Sosok itu begitu rapuh, seolah jika disentuh sedikit saja akan pecah, seperti kaca tipis. Ia tidak bergerak. Tidak menoleh. Hanya menatap permukaan air, seakan dunia di sekitarnya tak ada.

Hoseok berhenti bernapas.

MATE...

Ikatan itu menghantamnya mendadak, bagai petir menyambar tulang. Tidak ada peringatan, tidak ada ruang untuk lari. Dalam sekejap, seluruh dirinya bergetar. Ada rasa sakit, ada kelegaan, ada sesuatu yang terkunci dan tiba-tiba terbuka.

Bond.

Ia tahu itu. Tulangnya tahu. Jiwanya tahu.

Omega? itu menoleh perlahan.

Mata mereka bertemu.

Dan saat itulah Hoseok hampir terhenti seluruhnya.

Mata itu… biru. Bukan biru biasa seperti kebanyakan omega, bukan biru langit yang lembut, tapi biru es yang berkilau seperti berlian, seolah mengandung cahaya sendiri. Biru yang memantulkan cahaya bulan dan memecahnya jadi serpihan berlian. Mata itu melebar sesaat, lalu melembut, seperti ia juga merasakannya. Seperti ia pun mendengar ikatan yang baru saja terjalin.

Hoseok terhuyung satu langkah mundur. Tubuhnya menolak, pikirannya berteriak. Tidak. Tidak mungkin. Tidak boleh.

“Siapa kau…?” bisiknya. Kata-kata itu hampir tidak bersuara, lebih terdengar seperti gumaman kepada dirinya sendiri daripada pertanyaan untuk sang Omega.

Omega itu...

Hyungwon

tidak menjawab.

Ia hanya tersenyum tipis. Senyum samar, nyaris malu, nyaris minta maaf, seakan ia sendiri bingung dengan apa yang baru saja terjadi.

Dan Hoseok...berbalik. Berlari.

Ia tidak menoleh. Tidak berani.

Tapi aroma itu… menempel. Menghantui. Menyusup ke kulitnya, mengalir di nadinya, ikut bersamanya sepanjang jalan pulang.

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play