Chapter 2 — Pertemuan Rahasia

Hari Jumat datang lebih cepat dari yang dibayangkan Alya.

Sejak menerima surat misterius itu tiga hari lalu, pikirannya terus dipenuhi rasa penasaran.

Siapa yang mengirimnya?

Mengapa harus menggunakan surat?

Dan mengapa harus bertemu secara diam-diam?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepalanya.

Namun hingga sore itu tiba, ia tetap tidak menemukan jawabannya.

Jam di dinding kamar menunjukkan pukul 17.20.

Alya menatap surat yang terletak di atas meja belajarnya.

Amplop putih.

Kertas krem.

Tulisan tangan yang sangat rapi.

Surat itu terlihat biasa saja.

Tetapi semakin lama ia menatapnya, semakin aneh perasaannya.

"Aku cuma lihat sebentar," gumamnya pada diri sendiri.

Ia meraih jaket dan meninggalkan rumah.

---

Langit mulai gelap ketika Alya memasuki area sekolah melalui gerbang samping.

Westbridge Academy tampak berbeda saat sore hari.

Gedung-gedung yang biasanya dipenuhi siswa kini terlihat sunyi.

Lorong-lorong kosong.

Lapangan tanpa suara.

Dan angin dingin yang bertiup pelan.

Alya melangkah menuju taman belakang sekolah sesuai petunjuk dalam surat.

Semakin dekat ia ke lokasi tersebut, semakin sepi suasananya.

Lampu taman hanya beberapa yang menyala.

Sebagian besar sudah redup karena usia.

Pukul 17.58.

Alya tiba di taman.

Tidak ada siapa-siapa.

Ia melihat sekeliling.

Bangku taman kosong.

Jalan setapak kosong.

Tidak ada tanda-tanda seseorang yang ingin menyatakan perasaan.

"Hello?" panggilnya pelan.

Tidak ada jawaban.

Hanya suara dedaunan yang bergesekan tertiup angin.

Alya mulai merasa sedikit kesal.

Jangan-jangan ini hanya lelucon.

Ia memeriksa ponselnya.

18.00 tepat.

Masih tidak ada siapa pun.

"Aneh..."

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki.

Tok.

Tok.

Tok.

Alya langsung menoleh.

Namun lorong menuju taman tetap kosong.

Jantungnya berdegup lebih cepat.

"Halo?" panggilnya lagi.

Kali ini lebih keras.

Tetap tidak ada jawaban.

Langkah kaki itu juga menghilang.

Seolah tidak pernah ada.

---

Di saat yang sama, di tempat lain.

Darren berjalan menuju gedung olahraga yang sudah tutup.

Surat miliknya memintanya datang ke sana tepat pukul enam sore.

Ia mengira akan bertemu seorang siswi yang terlalu malu untuk mengaku secara langsung.

Namun ketika tiba di lokasi, gedung itu kosong.

Tidak ada siapa pun.

Hanya deretan bangku penonton yang gelap.

"Aku dibohongi, ya?"

Darren menghela napas.

Saat hendak pergi, ia melihat sesuatu tergeletak di tengah lapangan basket.

Sebuah amplop putih.

Lagi.

---

Sementara itu Clara tiba di ruang seni lama yang terletak di belakang gedung utama.

Ruangan itu sudah lama tidak digunakan.

Lampunya berkedip-kedip.

Udara di dalam terasa lembap.

Clara menggenggam suratnya erat-erat.

Perasaan tidak nyaman sejak awal kini semakin kuat.

Ketika memasuki ruangan, ia menemukan sebuah amplop putih di atas meja kayu tua.

Tepat di tengah ruangan.

Seolah sengaja ditinggalkan untuknya.

---

Malam itu.

Kelima penerima surat menemukan amplop kedua.

Di dalamnya terdapat pesan yang sama.

> Terima kasih telah datang.

Aku senang kamu mengikuti permintaanku.

Pertemuan kita belum saatnya.

Tunggu surat berikutnya.

Dari Secret Admirer-mu.

Tidak ada penjelasan.

Tidak ada identitas.

Tidak ada alasan.

Hanya pesan singkat yang membuat semuanya semakin bingung.

---

Namun tidak jauh dari taman belakang sekolah, seseorang sedang mengawasi.

Dari balik bayangan pepohonan.

Dari tempat yang tidak terlihat oleh siapa pun.

Orang itu memperhatikan Alya yang akhirnya meninggalkan taman.

Memperhatikan setiap langkahnya.

Memperhatikan setiap gerakannya.

Perlahan sebuah buku catatan kecil dibuka.

Di dalamnya terdapat lima nama.

Alya.

Darren.

Clara.

Kevin.

Nadia.

Di samping nama Alya terdapat tulisan baru.

"Mudah dipancing."

Orang itu menutup buku catatan tersebut.

Kemudian berjalan pergi ke dalam kegelapan.

Senyuman tipis muncul di wajahnya.

Rencana berjalan dengan sempurna.

Dan para target bahkan belum menyadari bahwa mereka sedang menjadi bagian dari sebuah permainan mematikan.

Bersambung...

Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play