Empat bulan.
Empat bulan telah berlalu sejak kematian Alya Mahendra mengguncang Westbridge Academy.
Namun alih-alih menemukan jawaban, sekolah justru kehilangan lebih banyak siswa.
Korban kedua.
Korban ketiga.
Korban keempat.
Korban kelima.
Satu per satu.
Semuanya adalah penerima surat misterius yang sama.
Dan semuanya meninggal dalam keadaan yang mencurigakan.
---
Bulan pertama setelah kematian Alya.
Darren Wijaya ditemukan tak bernyawa di ruang ganti tim basket.
Saat itu latihan sudah selesai dan seluruh anggota tim telah pulang.
Menurut laporan polisi, Darren ditemukan terbaring di lantai dengan sebuah amplop putih di samping tangannya.
Di dalam amplop itu hanya ada satu kalimat.
> Kau hampir menemukan jawabannya.
Tidak ada sidik jari.
Tidak ada saksi.
Tidak ada petunjuk.
---
Sebulan kemudian.
Clara Prameswari menjadi korban berikutnya.
Tubuhnya ditemukan di ruang seni lama tempat ia menerima surat kedua beberapa bulan sebelumnya.
Lukisan terakhir yang sedang ia kerjakan masih berada di atas kanvas.
Kuasnya jatuh ke lantai.
Dan di meja sebelahnya terdapat amplop putih lain.
Kali ini bertuliskan:
> Rahasia harus tetap terkubur.
Seluruh sekolah mulai ketakutan.
Beberapa siswa bahkan memilih pindah sekolah.
Orang tua mulai menuntut pihak sekolah untuk bertindak.
Namun pelaku tetap tidak ditemukan.
---
Sebulan setelahnya.
Kevin Hartanto ditemukan meninggal di laboratorium komputer.
Lampu ruangan masih menyala ketika petugas keamanan menemukannya.
Monitor komputer di depannya menampilkan layar hitam.
Di tengah layar hanya terdapat tulisan putih.
> Tinggal satu.
Tidak ada seorang pun yang tahu siapa yang mengetik kalimat tersebut.
Semua data di komputer terhapus secara misterius.
---
Kemudian bulan berikutnya.
Korban terakhir.
Nadia Putri.
Tubuhnya ditemukan di rooftop sekolah tepat saat matahari terbit.
Menurut laporan polisi, Nadia sempat menghubungi seseorang sebelum menghilang.
Namun isi panggilan itu tidak pernah diketahui.
Saat petugas menemukan jasadnya, sebuah amplop putih berada di dekat tangannya.
Pesan terakhir berbunyi:
> Permainan selesai.
Atau mungkin baru dimulai.
---
Kini, empat bulan setelah kematian Alya, kelima penerima surat misterius telah meninggal.
Tidak ada yang selamat.
Tidak ada yang berhasil mengungkap identitas pengirim surat.
Dan yang paling mengerikan...
Polisi masih belum menemukan pelakunya.
---
Suasana di Westbridge Academy berubah menjadi suram.
Koridor yang dulu ramai kini terasa sunyi.
Klub-klub sekolah dibubarkan sementara.
Jam kegiatan sore dipersingkat.
Bahkan beberapa area sekolah ditutup.
Setiap siswa hidup dalam ketakutan.
Mereka tidak lagi takut pada ujian.
Mereka takut menjadi korban berikutnya.
---
Di perpustakaan sekolah, Raka Pratama menatap foto-foto kelima korban yang tersusun di atas meja.
Alya.
Darren.
Clara.
Kevin.
Nadia.
Lima siswa.
Lima kematian.
Dan satu kesamaan.
Surat misterius.
Maya duduk di hadapannya dengan laptop terbuka.
"Masih tidak masuk akal," katanya pelan.
Raka mengangguk.
"Lima korban dalam empat bulan."
"Dan polisi belum menemukan apa pun."
Maya menghela napas.
"Mereka bilang tidak ada hubungan langsung di antara korban."
"Tapi aku tidak percaya."
Raka menatap foto Alya.
"Aku juga."
---
Saat itu, Arvin datang tergesa-gesa.
Wajahnya terlihat tegang.
"Aku menemukan sesuatu."
Raka langsung berdiri.
"Apa?"
Arvin meletakkan sebuah map tua di atas meja.
Map itu tampak usang.
Sudut-sudutnya mulai menguning.
"Aku menemukan arsip sekolah dari tahun lalu."
Maya membuka map tersebut.
Di halaman pertama terdapat daftar nama peserta kegiatan orientasi kepemimpinan sekolah.
Dan di sana...
Lima nama korban tercantum dalam daftar yang sama.
Alya Mahendra.
Darren Wijaya.
Clara Prameswari.
Kevin Hartanto.
Nadia Putri.
Raka merasakan bulu kuduknya berdiri.
"Itu bukan kebetulan."
Maya mengangguk perlahan.
"Kalau begitu..."
Arvin menelan ludah.
"Mungkin alasan mereka dibunuh ada hubungannya dengan apa yang terjadi tahun lalu."
Ruangan mendadak sunyi.
Untuk pertama kalinya sejak kasus ini dimulai...
Mereka menemukan sebuah petunjuk.
Dan petunjuk itu mengarah pada sebuah rahasia yang telah terkubur selama setahun.
Bersambung ke Chapter 6...
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments