jangan lupa Vote and Like:3
mbak pesanan bunga saya sudah siap?”
tanya seorang pelanggan toko bunga
“ udah siap nih mas, 1 buket bunga mawar merah yang wangiii banget.”
Ucap pemilik tokoh bunga itu tersenyum lebar kepada langganan nya, sembari menyerahkannya kepada pelanggannya
“berapa harga nya mbak?”
“600 ya ribu mas."
Pelanggan memberi uangnya dengan harga pas
“Terima kasih banyak ya mas”
ucap pemilik toko bunga itu tersenyum
“sama sama mbak”
“ itu buat pacarnya mas?”
" tau aja nih si mbak”
ucap pelanggannya menggaruk kepalanya ya tidak gatal.
Pemilik toko itu terkekeh melihat tingkah laku pelanggannya yang salah tingkah, kemudian pelanggan itu pamit dari toko bunganya.
“oke mari kita lihat list bunga yang akan dikirim hari ini”
ucap pemilik tokoh itu mengambil note kecil dimejanya, dengan cekatan menyentuh note itu dengan telunjuknya melihat nama-nama pelangganan yang memesan bunga miliknya.
“Angeline!”
seseorang memanggil nama nya
Angeline Gloria Renata itu lah nama nya dia adalah seorang pemilik toko bunga “GLOFLORIST” memiliki mata coklat yang menawan hidung yang mancung, dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya yang oval, rambut coklat bergelombangnya yang menambah kesan paras nya yang sempurna.
Meski akan kesempurnaan wajah yang ia miliki, tetapi ia adalah manusia yang tidak sempurna.
Dia adalah seorang penyandang Disabilitas sudah 6 tahun ia duduk di kursi roda, ia tidak bisa menggunakan kaki nya untuk berjalan karena pernah mengalami tragedi kecelakaan yang menewaskan kedua orang tua nya beserta adik kecil nya berumur 4 tahun.
Angeline pernah mengakhiri hidupnya tetapi di gagalkan oleh sang tante (adik dari ibunya).
Setelah kejadian itu Sang Tante yang merawatnya seperti Ibu Angeline sendiri dengan penuh kasih sayang, memberikan konseling untuk psikisnya akibat trauma kecelakaan 6 tahun silam.
(Tante dahlia adalah seorang psikiater)
Perlahan Angeline yang penuh dengan kesuraman perlahan berubah menjadi gadis yang menyayangi dirinya sendiri.
Awalnya toko bunga itu adalah milik mendiang ibu nya saat itu tantenya yang menghandle sementara waktu sembari menunggu usia Angeline sampai berumur 21 tahun .
Karena sesuai wasiat mendiang ibu dan ayahnya akan memberikan toko bunga itu kepada Angeline bertepatan umur 21 tahun.
.
.
“eh tante datang” ucap Angeline tersenyum lebar sembari mendorong kursi rodanya mendekati tante nya
“tante bawaiin kamu nasi kuning nih buat kamu sarapan sayang.”
“Dimakan ya.” Ucap Tante Dahlia membelai pucuk kepala keponakannya.
“terima kasih Tante”
“yuk Tante, Jeli (Nama panggilan Angeline kecil) bikinin teh. Tante duduk aja dulu ya.” Ucap gadis itu menggerakkan kursi rodanya menjauh menuju ke dapur.
Tante Dahlia mengangguk kemudian mengambil kursi tak jauh dari jangkauannya, ia menyaksikan bunga-bunga yang menghiasi toko itu berbagai jenis bunga dengan penuh warna warni disana.
Pandangannya terpaku ke sebuah bingkai foto berukuran 12x12 kemudian mengambil foto itu
ia menyaksikan foto kedua orang tua Angeline dan Angeline yang masi berumur 13 tahun saat itu beserta adiknya yang berumur 4 tahun. Tante Dahlia mengusap bingkai sedikit berdebu itu terpaku melihat wajah kakak nya (Ibu Angeline) di sana.
“Anakmu sudah besar sekarang kak.”
Gumamnya sembari tersenyum tipis.
Kemudian dia meletakkan pigura itu di atas meja.
“Tante ini teh nya”
“Terima kasih Jeli.”
Sembari mengambil cangkir keramik itu.
“Gimana Toko bunga ini jel? Kamu suka?"
tanya Tante dahlia selepas menyeruput the nya.
“Aku suka sekali Tante banyak bermacam-macam bunga yang cantik disini.”
Ucap gadis itu dengan penuh antusias.
Kemudian Angeline menceritakan kesehariannya selama 6 bulan menjadi pemilik Toko Bunga “GLOFLORIST”, Dan Tante Dahlia tersenyum senang dan ikut terlarut dalam cerita Angeline.
......................
“kamu yakin akan mengantar ke alamat itu nak?”
tanya tante dahlia dengan ragu, karena ia khawatir pelanggan yang memesan bunga berada di perusahaan xx yang memiliki tingkat 20 dan pemesan itu berada di tingkat 18.
“Jangan khawatir Tante aku bersama Pak dior kok, pak dior yang akan menemani ku ke sana.”
Angeline berusaha meyakinkan tantenya agar tidak perlu khawatir akan hal itu.
“Tenang saja nyonya, non jeli tetap aman bersama saya.”
Pak Dior adalah supir pribadi keluarganya
“Baiklah kamu jaga Jeli baik-baik ya hati-hati.”
“Jeli berangkat dulu ya.” Sambil menyalami tantenya.
Angeline membawa 3 buket bunga kemudian ia berikan kepada Pak Dior, setelah memasukan ke dalam mobil,
Pak Dior menggendong Angeline dan mendudukannyadi kursi belakang.
Setelah selesai Pak Dior melipat kursi roda itu dan memasukkan ke dalam bagasi belakang.
kemudian mobil meninggalkan area toko bunga.
......................
Sesampainya di Gedung Perusahaan xx Pak Dior bergegas Turun dari Mobil, membukakan pintu untuk Angeline tidak lupa ia mengambil kursi roda di bagasi belakang milik Angeline.
Setelah di merapikannya ia menggendong dan menudukkan kembali Angeline di kursi roda itu, mengambil 3 buket bunga Mawar merah, Aster putih, dan bunga camelia.
Kedua buket di pegang oleh Pak Dior, sedangkan 1 buket bunga dipangkukan oleh Angeline kemudian mereka bedua memasuki pintu Gedung.
...****************...
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments