Angeline

Angeline

1. Gideon Ferdinan

Gideon berlari menaiki tangga darurat menuju Rooftop Gedung perusahaan yang baru saja menolaknya, setiba di penghujung tangga ia membuka pintu itu.

Cklek..

Pintu berhasil terbuka Dengan sempurna, ia menyaksikan pemandangan Kota dan beberapa Gedung Pencakar Langit dihiasi dengan nuansa langit yang cukup tidak mendukung. Sejenak ia memejamkan mata nya mengambil nafas dan mengehembuskan dengan kasar.

Kemudian dengan tertatih berjalan menuju bagian ujung Rofftop itu, ia sudah berada di ambang maut dengan niat mengakhiri dirinya di usia yang cukup muda.

Dengan ketidak peduliannya menanggung semua beban rasa sakit selama bertahun-tahun. Ia sudah tiba di penghujung, matanya mengerjapkan berkali-kali karena air mata yang jatuh begitu saja di pipinya.

sembari ia memandang ke bawah ia melihat berbondong-bondong orang yang berteriak histeris menyaksikan dirinya yang sudah siap meloncat dari Gedung bertingkat 20 itu.

Baru saja ia siap akan meloncat..

“hei, kalau kamu loncat sekarang yang ada semakin mempersulit hidupmu bukan memudahkannya.”

Ucap wanita itu.

Gideon langsung mencari sumber suara dan menemukan sosok wanita yang tengah mendorong kursi rodanya sembari wanita itu mengeluarkan senyum terbaiknya.

Dan, kisah ini baru saja di mulai….

“Menyerah untuk hidup adalah kaum para pengecut.” (Angeline Gloria Norita)

6 jam sebelum kejadian.

Sang Fajar mulai menampakkan cahayanya menyinari Bumi beserta isinya, burung berkicau menyambut hari baru, kecuali seorang laki-laki yang masih meringkuk beralaskan tikar , dengan dibantu sinar matahari masuk ke dalam kamar nya, perlahan mata laki-laki itu mulai sadar dari alam bawah sadarnya.

Dengan mengerjapkan matanya berulang-ulang sembari menatap langit Kamar yang sudah reot itu, perlahan ia membangunkan dirinya mengumpulkan nyawa yang masi tertinggal sembari merenggangkan ototnya. Kemudian ia berbalik dalam posisi duduk menyilang menatap jam dinding kecil yang tengah menunjukkan pukul 06:00 pagi.

“Masih 2 jam lagi.” Gumamnya .

Kemudian ia bangkit berdiri memandangi perumahan di sekitarnya dari jendela kamar rumah kayunya itu, menghirup dan menghembuskan nafas nya perlahan. Pandangan nya teralihkan dengan kalender di atas meja belajar sederhannya, ia mengambil dan menatap cukup lama berbagai coretan Kalender yang ia Lingkari di sana.

Matanya tertuju pada hari sekarang tanggal 15 , tatapannya seketika kosong memikirkan ditolak pekerjaan ke 9 kali nya, dan sekarang akan menjadi ke 10 bagi nya jika ia di tolak lagi Oleh perusahaan yang akan ia lamar nanti nya.

“kak don, di panggil ibu sarapan.” Ucap seorang anak kecil berumur 9 tahun yang membuyarkan lamunannya.

“Oke hito, kakak mau mandi dulu nanti kakak susul."

Ucap laki-laki itu pada adiknya tersenyum.

Kemudian hito meninggalkan kakak nya dan berlari kecil menuju dapur menemui Ibu nya.

.

.

laki-laki itu menatap punggung hito perlahan menjauh wajahnya yang tersenyum kemudian berubah menjadi muram.

Setelah itu ia mulai mengambil berkas-berkas lamaran dan memasukkan nya ke dalam map berwarna merah maroon.

rambut nya yang agak ikal berwarna coklat itu ia acak dengan sedikit frustasi.

“kalau gagal lagi jadi nya ke 10 kali dong, arghhh pusing .”

ucapnya dengan kesal

“Tapi kamu pasti bisa Don lakukan yang terbaik .”

ia mengepalkan tangannya erat-erat untuk menyemangatinya.

Laki-laki itu adalah tokoh utama kita yang bernama Gideon Ferdinan biasa di akrab dengan sapaan “Don” oleh orang sekitarnya.

Gideon merupakan Anak pertama dari 2 saudara yang baru saja memanggilnya adalah Si Bungsu bernama “Geraldi Hito Effendi”. Mereka berdua tinggal bersama Ibu Mereka “ Berliana Felice” Berumur 45 tahun.

Sejak duduk di kelas 2 SMP mereka bertiga telah ditinggal oleh ayahnya yang memilih menikah lagi dengan anak perusahaan ternama yang Berada di Ibu Kota.

Hal itu membuat dirinya terutama sangat membenci keputusan Ayah yang meninggalkan mereka.

Dan Gideon bertekad untuk membalaskan dendam suatu hari nanti ketika dia sukses nantinya, tetapi semakin lama semakin ciut tekad itu karena setiap ia berusaha melamar di berbagai perusahaaan ia selalu ditolak

tidak mengerti alasannya mengapa padahal ia sangat yakin dengan ipk nya yang berada di atas rata-rata dan tentu saja perusahaan pasti akan menerimanya. Cukup mencurigakan bukan?

Tapi ia sampai sekarang tak pernah mendapatkannya membuat dirinya sering berkecil hati dan tertekan.

......................

Gideon membersihkan diri nya terlebih dahulu, setelah itu mengeringkan tubuhnya dengan handuk bersihnya .

kemudian mengambil kemeja berwarna putih dari lemari nya. beserta celana formal berwarna hitam, tidak lupa juga dengan dasi yang ia sesuaikan dengan warna celana nya, membuat penampilan nya sangat keren.

tidak lupa juga menggunakan sedikit parfum oles agar memberikan sensasi wewangian nan lembut, menyisir rambutnya sedikit berantakan. setelah itu ia menuju ke dapur menemui Ibu dan adiknya yang sudah menunggu nya di sana.

kamarnya menghubungkan ruang tamu sederhana dan dapur sebelum Gideon memasuki dapur ia melihat bingkai foto berukuran 10x10 menampakkan foto keluarga bersama dirinya, Sang Ibu, Adik nya dan..

"Ayah.. gumamnya.

tanpa berpikir panjang ia meletakan dalam keadaan menutup dan berjalan lagi menuju dapur.

GIDEON FERDINAN

.

.

.

.

...****************...

haloo kenalkan aku Septholly (nama samaran) ini adalah karya pertama ku yang masih amatiran :'(

Jangan lupa Vote and Like ya😇😇😇😇

Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play