Meja Dan Kursi
Aku melihat tempat belajar anak-anak usia dini di Kampung Cileuksa Desa Bandung sangatlah prihatin. Anak-anak belajar di kantor balai desa secara lesehan. Tidak mempunyai meja dan kursi. Mereka melaks
0
0
Perjuangan Revita
Nama gue Revita, gue tinggal di Jakarta Selatan. Sekarang gue sekolah di salah satu sekolah favorit dan terkenal di Jakarta, yaitu SMA Negeri 1, gue baru masuk tahun kemarin. Malam minggu ini gue sepe
0
0
Asa Pada Savana dan Takdir di Bukit Punggur
Bermimpilah! Sungguh, Tuhan tak akan pernah alpa dengan mimpi-mimpimu. Rangkaian kata itu menggetarkan gendang telingaku. Rangkaian kata yang telah berhasil menyihir pikiran, perasaan dan tindakanku.
0
0
Pemimpi Dalam Amplop
Jantungku seakan berayun-ayun seumpama buah mangga yang digoyangkan oleh angin. Berdegup kencang, darahku serasa mengalir deras. Ubun-ubunku bagaikan mendidih, serupa direbus di dalam panci. Bergulat
0
0
Kegagalan Adalah Motivasi Bagiku
Pada saat memasuki bulan Februari saatnya untuk para siswa kelas XII yang ingin berkuliah untuk mendaftarkan dirinya mengikuti SNMPTN yaitu seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur nilai raport. S
0
0
Triangle of Life
Tria. Begitulah namanya. Seorang anak perempuan berhijab yang saat ini sedang duduk di bangku sekolah SMA. Melihatnya begitu aneh. Tidak ada yang mau mendekatinya sebagai teman. Banyak orang prihatin
0
0
Hitam Putih Pergaulan
Dalam kenangan masa lalu yang sangat buruk tentu Naila tak mau lagi jatuh ke jurang yang sama. Karena salah memilih sahabat, ia menjadi anak pemalas dan boros. Sebelumnya ia berteman dengan Hafiz, lak
0
0
Sebuah Cake
Menjadi kuat itu tak semudah bayangan, tak seindah keinginan, tapi seperti membuat sebuah cake yang hasilnya manis atau mungkin gosong dan bisa saja tetap menjadi bahan dasar. Filosofi manusia dalam s
0
0
Lensa Ungu
Ku lihat dirinya yang berdiri di ujung lapang basket sana, dia yang memakai baju putih biru berkerudung paris. Kusapa namanya “Desi, Desi” ya itulah namanya. Dia menoleh pandangannya kepadaku, dan ane
0
0
Perjuangan
Kini kakiku sudah mempunyai tujuan, melangkah menuju sekolah hijau yang berada di Puncak Bukit. Sekarang langkah kakiku sangat ringan karena aku dapat melihat senyuman anak-anak yang memiliki impian y
0
0
Welcome Exam I am Ready!
malam kian larut waktunyatarik selimut angin berhembus lembut ,malam yang sunyi, hanya deru kendaraan roda 2 dan roda 4 yang terdengar, lampu2 di setiap rumah masih menyala hanya pintu2 rumah mereka y
0
0
Perjuanganku Untuk Anak Pertiwi
Suara nyanyian Katak di belakang rumah telah membangunkanku. Mungkin mereka girang bahagia, bak orang yang antri mendapatkan daging hewan kurban Idhul Adha yang saling beradu kekuatan untuk setengah k
0
0
Tanah Airku
Semenjak penjajah menginjakkan kaki di tanah air ini pahlawan iandonesia tidak akan pernah tinggal diam di injak oleh penjajah meski senjata hanyalah ” Bambu Runcing ” namun demi membela tanah air ini
0
0
Semilir Angin, Kapankah?
“Praannggg….” Bunyi itu pun terdengar sampai ke kamar Ridwan. ”suara apa itu?” ucapnya dalam hati. Iapun melangkahkan kakinya dan mencari apa yang sedang terjadi. Tampak ibunya sedang gemetar dan hany
0
0
Masuk Sekolah Baru
Nama ku Catty aku mempunyai saudara kembar lho! Namanya Cindy, aku pindah sekolah karena Ayahku di pindah tugaskan di daerah sini. Semula aku bersekolah di SMP 1 Kusuma Bangsa, lalu aku pindah ke SMP
0
0
Si Bocah Daman Setiawan
Bermula dijalanan menuju sungai aku berpapasan dengannya. Aku menyapanya dengan senyum terhiasi di wajah. Dia hanya diam. Berlalu pergi meninggalkanku. Tak berkata apa-apa, tersenyum pun tiada. Di har
0
0
Ujian Untuk Andin
Malam semakin mencekam,,angin bertiup menampar alam, hingga menusuk tulang rusuk yang semakin hari semakin rapuh dengan tangan yang lebam. Ku lihat taburan bintang yang indah di atas langit sana, ku c
0
0
Aku dan Gia
“Gi!” ku sapa temanku, Gia Saksono. “Ada apa, An?” Gia menjawab sambil bertanya. “Oh tidak ada apa-apa. Aku hanya bertanya, kamu sudah mengerjakan PR Matematika?” aku balik bertanya. “Sudah dong.” jaw
0
0
Semangat Sekolah
Matahari terbit, ayam berkokok sudah waktunya pagi tiba. Hari yang baru Bella mulai dimana ia harus belajar di bangku sekolah yang baru, pelajaran baru, guru baru, dan teman yang baru. Pukul 05. 00 pa
0
0
Cinta, Barcelona dan Analogy
Barulah seabad saja, sinar cakrawala berwarna kuning emas itu tumbuh mengembang dari balik gagahnya Gunung Gambir nan hijau rupawan. Pelukan embun-embun musim kemarau merayapi ranting-ranting bunga Cl
0
0