Pohon yang Bertahan Terlalu Lama
Jauh sebelum manusia mengenal roda. Jauh sebelum ada kota. Jauh sebelum seseorang menemukan bahwa kursi bisa dipakai untuk duduk sambil mengeluh tentang pekerjaan... Ada sebuah biji kecil. Biji it
0
1
Jangan Pernah Melepaskan Tanganku (Part 2)
Aku langsung lari ke dapur aku segera membuatkan jus apel 2. “Non.. tumben tumbenan buat jus sendiri”. Gurau bibi padaku. Aku hanya tersenyum malu dan aku bilang sama bibi “bi itu pacar baru aku.. nam
0
0
Wedang Kopi
Nama saya Risqi Dwi Setyo Aji tapi entah kenapa orangtua gue manggil eri!! Gak nyambung banget sih dan Dari kecil sampe gede gue gak pernah ngerti kenapa gue dipanggil eri dan temen temen gue juga ngi
0
0
Jangan Pulang ke Rumah yang Lain
Langkah-langkah itu terabaikan. Mereka berhenti pada kegelapan yang paling dasar. Menatap keyakinan terlalu dalam, hingga aku merasa hilang arah. Aku mengingat berbagai momen ketika semua langkah itu
0
0
Seseorang di Sisiku
“Tadi gimana sekolahnya?” ujar nyaring seorang laki-laki setelah aku pulang sekolah. “..” “Terus, gimana ujiannya? Lancar enggak?” tanyanya lagi. “Biasa-biasa aja,” ucapku malas. “Nanti jangan lupa cu
0
0
Brother
Hujan yang turun tadi malam, masih menyisakan genangan air hingga mengakibatkan becek. Pukul 11:43, Reisya gadis berambut pirang sebahu, hidung sedikit mancung, pendek tapi imut, dan berkulit putih. I
0
0
Embusan (Part 2)
Saat ini Nindya dan Mia sudah kembali berada di pantai, tepatnya di sebelah pohon kelapa tempat mereka pertama kali bertemu pagi tadi. Hari hampir senja. Semburat jingga terlukis di langit dengan inda
0
0
Aku Bisa
Namaku Rafta, seorang wanita yang selalu diremehkan oleh keluargaku sendiri. Entah mengapa mereka sering kali meremehkanku dan tidak hanya itu, mereka dengan seenaknya menentukan pilihan mereka kepada
0
0
Ketika Ibuk Pulang
Saya akhirnya bertemu Ibuk. Setelah sekian lama. Saya rindu sekali. Setelah sekian lama. Beliau berada tepat di hadapan saya. Setelah sekian lama. Saya masih sama. Masih tetap jadi putri mungilnya. Sa
0
0
Rumah Yang Kurindukan
Suara panggilan sang ilahi telah berkumandang diiringi kokok ayam tetangga belakang rumahnya, yang selalu membangunkannya untuk menyambut fajar yang ditunggu. Sholat Subuh berjamaah bersama keluarga a
0
0
Hilangnya Rembulanku
Namaku ibrahim fasya atau biasa dipanggil aim. Aku sekarang sedang berkuliah di salah satu universitas ternama di pulau sumatera. Sedikit aku membagikan kisahku yang abstrak dan abu-abu. Ayahku seoran
0
0
Wanita Yang Kupuja
Tepatnya sudah satu bulan aku di sini. Di sebuah kota yang jauh dari rumah dan jauh dari ibu dan ayah. Hari ini hari minggu. Kakak tertuaku yang berusia 3 tahun lebih tua dariku mengajakku jalan-jalan
0
0
Kenangan Manis
Kami sekeluarga akhirnya sampai di tempat tujuan. Dengan perjalanan memakan waktu kira-kira 4 jam itu aku lelah dan tentu saja ayahku yang menyetir juga kelelahan. Tempat ini tidak banyak berubah mung
0
0
Rara Pengen Masuk SMA
Pelajar kelas 9 tentu memikirkan mereka akan melanjutkan sekolah selanjutnya dimana, itu adalah hal wajar. Seperti aku saat ini, aku sedang bimbang antara ke SMA atau ke SMK. Sejujurnya aku ingin ke S
0
0
Makna Yang Tersembunyi
Ada waktunya gue rindu akan rumah yang selalu memberi kehangatan untuk jiwa yang merasa sepi. Tapi, sedikit saja gue merasa rindu akan hal itu. Kehidupan disini membuatku terlalu cinta akan kesibukan,
0
0
Usaha Yang Tidak Mengkhianati Hasil
Rumah sederhana dengan dinding bambu yang dianyam itu terlihat sepi… seperti tidak ada suatu tanda-tanda kehidupan manusia di dalamnya. Hanya ada suara yang menggema dari mulut beberapa ekor jangkrik
0
0
Melawan Keterbatasan
Tempat ini tak pernah lengang. Selalu sibuk dengan aktivitasnya, hilir mudik orang berlalu lalang. Ada yang datang dengan wajah pias penuh ketakutan, lalu harus pulang dengan isak tangis kesedihan. Ad
0
0
Ayah
Tahun baru tinggal 2 hari lagi, tapi aku masih sibuk di tempat kerja, aku kerja part time jadi pelayan di salah satu kafe di dekat balaikota, dekat dengan area perkantoran dan kampus membuat kafe ini
0
0
Pulang
“Farah, beliau sudah tiada,” sebuah pesan singkat Whatsapp dari ibu yang muncul di layar notifikasi. Menunjukkan pesan tersebut tiba pada pukul delapan malam, sedangkan sekarang sudah menunjukkan hamp
0
0
Kehilangan
Tatapannya jauh ke depan, sesekali nafasnya beradu dengan dinginnya suasana pagi. Untung saja kali ini Iren masih bisa duduk di Transjakarta. Mengingat kemarin terpaksa Ia harus berdiri sepanjang rute
0
0