Sampaikan Salamku Pada Edinburgh (Part 4)
Jika manusia adalah sebuah lensa, Arini Santiana adalah lensa yang dipoles terlalu licin. Begitu mengilat hingga pantulannya mampu memperlihatkan keindahan kota Edinburgh dengan sempurna, namun cukup
0
1
Waktu Senja
Senja itu aku duduk di atas sofa kuning keemasan yang hampir berusia 10 tahun tersebut. Hal yang biasa aku lakukan, mungkin setiap hari. “Jangan terlena dengan rutinitasmu yang biasa-biasa saja. Jadil
0
0
Adek Nih! (Prolog ‘Abang Adek’ Universe 2)
Ressiana Nuryana, putri kedua dari pasangan yang alhamdulillah masih akur dengan anak pertamanya yang juga seorang perempuan. Jarak antara Ressi dan kakaknya cukup jauh, karena sebenarnya Ressi ‘jadi’
0
0
Pak Zain dan Pak Bahri
Di sebuah desa terdapat dua orang yang sudah bersahabat sejak kecil. Mereka ialah Pak Zain dan Pak Bahri. Pak Zain adalah seorang petani yang memiliki lahan pertanian yang cukup besar. Sedangkan sahab
0
0
Lagu Untuk Lintang
Suatu malam yang dingin, diguyur oleh hujan deras bersamaan dengan kilat yang diikuti sahutan gemuruh dari kejauhan, Mentari tengah berkutat pada sebuah buku hariannya dibalik selimut hangat. Sesekali
0
0
72 jam (Kisah Akhir Tahun) Part 2
29 Desember Di hari selanjutnya melalui telefon mereka merencanakan akan pergi ke Toko Buku terdekat di kota. kali ini Tiya yang akan memandu Dita, mengingat kota ini masih cukup asing bagi teman baru
0
0
Sampai Jumpa, Elene (Part 1)
Hidup selalu berjalan terbalik dengan apa yang diharapkan. Tidak semua memang, but mostly. Sore ini aku sedang asyik mengerjakan laporan kerjaan kantor. Kepala rasanya mau pecah setelah hampir 6 jam d
0
0
Surat Terakhir
Malam ini entah mengapa aku tak bisa tidur, pembicaran Pak Dokter dengan Ayahku pun terus terngiang di telingaku. Jujur aku tak pernah tahu tentang penyakitku ini Ayah dan Bunda selalu merahasiakan te
0
0
Janji Telapak Tangan dalam Memori
Namaku Ila. Aku masih kelas 5 SD. Di kelas, aku punya teman yang namanya Alya Mahardika Hapsari. Panggilannya adalah Iya’. Iya’ termasuk anak yang cerdas. Ia tak peduli penampilan. Maklum, dia pintar
0
0
Diary Diandra
Pagi itu, mentari membangunkanku lebih cepat dari biasanya. Titik titik hujan semalam masih membekas membasahi jalanan. Aku membuka jendela kamarku, menatap keluar dan melihat ramainya pasar. Hari ini
0
0
Sahabat
Perkenalkan dulu, nama lengkap saya Muhammad Agung Ferdiyanto. Lahir di Jakarta Selatan. Umur saya 15 tahun. Kisah ini terjadi pada saat saya masih di Jakarta Selatan. Karena saya sekarang berada di k
0
0
The Great Winter in London
London, 2015 (Maya POV) Hamparan salju yang indah menyambut pagiku di apartemen. Di luar sana sepertinya sedang turun salju, pertama kalinya aku melihat salju turun sepanjang umurku yang sudah mencapa
0
0
Saat Cinta Datang, Lalu Pergi dan Tak Pernah Kembali
Sinar bulan yang cerah melengkapi indahnya malam, membuat hari tampak sempurna. Satu hari penuh ini adalah hari yang akan menjadi peristiwa berharga bagi Dini. Bagaimana tidak, Dini adalah gadis yang
0
0
Haruskah Dikenang?
Pertemanan, sering dijadikan alasan untuk sebuah kunjungan. Pertemanan juga kerap dibahasakan “ikatan tanpa darah”. Bahkan terkadang ikatan tanpa darah terasa lebih kuat dari ikatan darah. Karena yang
0
0
Berwisata ke Pantai Balekambang
“Halo, Syaf”. Sasa menghubungi Syafa. “Ha-hai, Sa. Ada apa?”. “Aku mau ngajak kamu berwisata ke Bunaken. Kamu mau nggak?”, tanya Sasa. “Mmm… boleh juga. Aku tertarik untuk kesana. Tapi, kita naik apa
0
0
Festival
“Kenapa kau berdarah-darah, Dee?! Apa sekarang orang-orang memasang ranjau di sepanjang jalan ke tempat ini?” Dee memandang nanar pada ketiga rekannya yang duduk mengeliling sebuah meja kecil. Lelaki
0
0
Takdir Tuhan
Mentari mulai menunjukan sinar indahnya, dimana orang-orang akan memulai aktivitasnya. Hari baru semangat baru, itulah kata kebanyakan orang. Dunia akan semakin indah apabila jika ditemani seorang sah
0
0
Persahabatan Kita (Part 2)
Tak lama kami mengobrol bersama, rafa tiba-tiba saja dihubungi temannya karena ada kepentingan mendadak yang membuatnya harus pergi dulu dan alhasil dibangku ini hanya aku dan tara yang duduk. “Ratna,
0
0
Kembali Bersama
Hatiku sangat tidak tenang. Begitu juga diriku sangat tidak tega melihatnya terbaring lemah di sleeping bed. Dia adalah mbak Widya. Sekarang ia sedang koma. Hari ini yang menunggunya hanya aku dan mba
0
0
Dandelion
Kau ingat? Hari saat pertama kita berdua bertemu. Iya, hari indah itu. Kamu mengajakku bermain bunga dandelion. Berlarian kesana kemari merasakan sejuknya angin. Sepasang kaki mungilmu berderap bergan
0
0