Ukhti itu Maya
Aku Rian anak ekskul DKM, ga alim-alim amat sih, tapi cukup bisa dinilai lelaki baik-baik. Saat ini aku sudah kelas 12 menuju kelulusan. Ya, ini semester akhirku di SMA. Aku di kelas 12 ini sebenarnya
0
0
Dia dan Kunjungannya
Aku masih ingat, saat dia mengunjungiku di penjara suci. Bagiku itu sangat memalukan! Bagaimana tidak, dia datang setelah mengirimiku surat yang aneh, menyebalkan! Sungguh, aku bukanlah santriwati yan
0
0
Tidak Jadi Janji
“Aku hanya sedikit kecewa, kau tidak bisa menjadi seseorang yang membuat badut sepertiku tersenyum sungguhan.” (Fiersa Besari). “Guys! Ada beruang kutub nyasar ke sini,” pekik Kak Zara hampir memecah
0
0
Tanda Mata Dalam Garis Kehidupan (Part 1)
Saat-saat terindah akan bermula dari kisah yang membahagiakan, dan akan sirna seiring dengan angin yang berlalu, mengenalmu adalah bagian dari kisah terindah yang kuuntai dalam setiap alur cerita hidu
0
0
Tanda Mata Dalam Garis Kehidupan (Part 2)
Berusaha tegar saat hati masih merasa gusar, berusaha melepas meski diri masih belum ikhlas, berusaha melupakan meski ada keinginan untuk bertahan, dari membangun sebuah kepercayaan menjadi cara terba
0
0
Tanda Mata Dalam Garis Kehidupan (Part 3)
Hasan Al Ghifari, satu nama yang membuat aku menjadi pandai berkata-kata, dari aku yang tidak menilik sedikitpun bagaimana konsep menulis dan kepenulisan yang sebenarnya, menjadi aku seperti saat ini,
0
0
Apa itu Cinta?
Bayang-bayang itu selalu menggangguku, menyelimuti aku dengan segala keresahananku. Aku masih ingat kejadian itu, di mana aku mengutarakan perasaan yang timbul sejak Aku tiba di pondok beberapa tahun
0
0
Ustadz Muda Imanku
Aku tidak tahu sejak kapan aku menyukainya? Aku tertarik sama dia masih muda usia 19 tahun tapi akhlaknya mulia. Aku menyebutnya Ustadz Rasyid. “Ustadz Rasyid mau daftar kuliah?” “Iya Hafizah.” Aku me
0
0
Pilihan Abah
Subuh ini udara segar telah masuk ke dalam sela-sela ventilasi kamar. Serasa malas bangun dari tempat tidur. Persiapan untuk kembali ke pondok pesantren membuat aku semakin malas. Masih tak ingin berp
0
0
Cerita Hijrahku
Hidup itu lucu, kita bisa tentukan apa yang kita cari. Tapi kita ga bisa atur apa yang kita temukan. “Terus?” tanya Jihan kebingungan. “Itu Bima Jihan, kakak tingkat kita waktu kuliah dulu. Inget ga?”
0
0
Kejutan Dari Allah (Part 1)
Menjadi diri sendiri bersama rasa syukur dengan rezeki yang Allah berikan membuatku sangat terasa bahagia dan begitu menikmati hidup karna setidaknya aku rasa telah sedikit mampu berdamai dengan masa
0
0
Kalut
Aku, seorang wanita biasa yang berharap jodohku datang tanpa ada komitmen sebelum hubungan kita benar-benar memiliki arah yang jelas. Begitulah kira-kira prinsipku setelah sebelumnya aku menjalani hub
0
0
Trauma
Seorang wanita cantik dengan berbalut kerudung pink, duduk diantara pepohonan rindang menatap rembulan. Gemerlip bintang menyambut dengan hangat senyuman. Cakrawala seakan menyinari hatinya yang dipen
0
0
Kamu Tahanan Hatiku
“Bagaimana apakah kamu menerima perjodohan ini, Maaf ayah tidak memberitahumu selama 19 tahun bahwa kamu telah ayah jodohkan” ucapan ayah itu terngiang-ngiang di telingaku “Aku tidak ingin membuang wa
0
0
Instagramer
Aku adalah pengguna instagram aktif, yang ketika ada waktu luang instagram menjadi medsos paling setia menemaniku. Ditambah semenjak hadirnya sesosok pria asal ujung timur pulau jawa yang menjadi saha
0
0
Cinta yang Seharusnya
Sejatinya, semua makhluk akan dihadapkan dengan sebuah perpisahan. Ibarat sudah menjadi hukum alam bahwa pertemuan pasti akan berujung perpisahan. Pisah itu sakit kan? Berat kan? Iya, jelas sangat ber
0
0
Kejutan Dari Allah (Part 2)
Tepatlah pada hari yang kujanjikan pada Nayla untuk datang di acara lamarannya. Semalam Om Yudi dan Istrinya Bu Rasyidah memintaku untuk datang pagi-pagi sekali. Sesampainya aku disambut meriah oleh O
0
0
Hanya Cinta
Hanna terus menatap punggung di depannya, mengabaikan pelajaran. Itulah kesehariannya. Ia sangat menikmati kegiatan itu. Walau akan sia-sia. Tapi tidak masalah. Gadis itu bertekad untuk memanfaatkan k
0
0
Aku Siap Menjadi Imammu, Insyaallah (Part 1)
Kau tahu cintaku, sepercik cahaya lilin saja sudah bisa menerangi seluruh isi ruangan kosong di sisi hatiku, apalagi kobaran api yang besar, apakah kau bisa membayangkan seberapa terang ruang kosong i
0
0
Aku Siap Menjadi Imammu, Insyaallah (Part 2)
Lambat laun aku semakin bertambah dekat dengan Nasya. Diam-diam aku mengagumi gadis cantik ini. Hampir setiap hari kami bertemu. Dia begitu dengan sabar dan tenang menjeaskan seperti apa Indonesia dan
0
0