Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali setelah berlibur
"Kakek!" panggil seorang anak laki-laki berlari ke arah rumah tua yang sudah berada di kampung itu selama puluhan tahun bahkan sebelum di pemilik rumah tinggal di sana, rumah itu sudah berdiri dan masih kokoh.
Rumah keluarga Karta Wihardja, seorang juragan perkebunan karet, kelapa dan teh di kampung Curug. Karta memiliki satu anak bernama Hatta Wihardja dan juga seorang menantu bernama Husna Indrawan. Husna sebenarnya bukan istri pertama Hatta, dia adalah istri kedua Hatta karena istri pertamanya adalah seorang pemuja Iblis dan dia meninggal lima tahun yang lalu akibat iblis sesembahannya kalah oleh keluarga Darmawan dan juga keturunan Wijaya.
Kejadian itu benar benar mengguncang perasaan Karta karena dia juga sempat terjebak dengan istri pertama Hatta yang bernama Radini, dan karena penyesalannya dia harus ikhlas berada jauh dari anaknya meskipun dua cucunya tetap tinggal bersamanya.
"Cucuku... Kakek rindu sekali dengan kalian, kenapa pulangnya lama sekali?" tanya Karta karena kedua cucunya baru kembali setelah berlibur selama dua minggu di Bandung, rumah kedua orang tuanya.
"Kami bersenang senang di sana kek, kami ke kebun binatang, ke tempat rekreasi dan ke perkebunan juga" ungkap salah satu anak Hatta dan Husna yang bernama Hannan Hatta Wihardja dan dia memiliki adik kembar bernama Hisyam Hatta Wihardja.
"Kalian bersenang-senang tapi Kakek di sini sendirian, kesepian" keluh Karta memelas
"Kakek lucu" ucap adik kecil Hannan dan Hisyam yang bernama Hannah Hatta Wihardja dan dia masih berusia tiga tahun.
"Astagfirullah, kakek melupakan cucu cantik Kakek ini" ucap Karta langsung memeluk Hannah.
"Kakek apa kabal?" tanya Hannah mencium tangan Karta.
"Alhamdulillah kakek akan baik baik saja kalau ada kalian" jawab Karta
"Assalamu'alaikum pak" sapa Hatta yang sudah menurunkan barang barang anaknya dari dalam mobil.
"Wa'alaikumussalam nak, bagaimana kabar kalian?" tanya Karta
"Alhamdulillah kami baik pak, bapak kenapa terlihat pucat?" tanya Hatta khawatir.
"Bapak sempat sakit tapi sudah membaik" jawab Karta
Zakariya yang selama ini tinggal dengan Karta menggelengkan kepalanya, kesehatan Karta selama beberapa tahun terakhir ini benar benar sedang menurun, tubuhnya bahkan sudah kehilangan keseimbangan setiap kali Karta bekerja ke perkebunan dan Zakariya lah yang sering menggantikan Karta jika Karta sedang dalam keadaan sakit.
"Ayo masuk pak, Hatta akan menginap di sini selama satu minggu, Hatta mau mengantarkan Hannan dan Hisyam sekolah di hari pertama" ucap Hatta membuat Karta bahagia karena akhirnya anaknya itu mau menginap lebih dari dua hari di rumah lama mereka.
"Jangan pulang sebelum satu minggu ya, bapak mohon, Husna kamu juga jangan minta pulang ke Bandung" ucap Karta
"Insya Allah pak" jawab Husna
Mereka masuk ke dalam rumah Karta, anak anak sudah lebih dulu berlari karena mereka sudah merindukan kamar mereka setelah dua minggu berlibur ke Bandung, hanya Hannah yang tidak tinggal di sana karena dia tinggal bersama Hatta juga Husna di Bandung.
Bukan tanpa alasan, itu karena usaha Hatta di Bandung sudah maju pesat jadi dia tidak bisa tinggal jauh di tempat lain yang akan membuat konsentrasinya terpecah.
"Kenapa tembok itu masih belum di cat pak?" tanya Hatta menunjuk dinding rumah Karta yang terlihat kusam dan berlumut.
"Sejak dulu kan memang begitu, dinding itu sudah ratusan kali di perbaiki dan di cat, tapi beberapa hari kemudian jadi seperti itu lagi" jawab Karta
"Dinding ini memangnya selalu seperti ini mas?" tanya Husna
"Iya, dari sejak bapak membeli rumah dan perkebunan karet di depan sana, kata bapak tembok ini memang selalu berlumut sudah di perbaiki dengan cara di ganti semennya, tapi tetap berlumut" jawab Hatta
"Iya nak tidak udah khawatir lagipula letak dinding ini tidak akan terlihat dari ruang tamu karena letaknya ada di ruang keluarga" ucap Karta
"Aminah, Isah, tolong buatkan minum untuk anak anakku" panggil Karta
"Baik juragan" jawab kedua asisten rumah tangga Karta.
"Ayah, apa ada masalah di perkebunan?" tanya Hatta
"Tidak nak, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, kecuali sering ada beberapa pekerja yang tiba tiba sakit saat mengambil getah karet di perkebunan, katanya mereka mendengar suara burung hantu di siang hari dan tiba tiba pingsan" jawab Zakariya
"Burung hantu di siang hari?" tanya Hatta heran
"Iya, tapi tidak semua pekerja, hanya beberapa perempuan yang kebetulan sedang datang bulan. kalau kata orang sini mereka tercium wangi oleh mahluk halus" jawab Zakariya dan Hatta mengangguk faham.
"Kalau terjadi sesering itu harusnya di tangani langsung dong pak" ucap Hatta
"Sudah, bapak sudah minta bantuan Dimas dan katanya makhluk itu pintar, dia bersembunyi dari orang orang yang punya Indra keenam" jawab Karta
"Pasti dia ini jin pendatang atau jin buangan dari tempat lain" ucap Hatta
"Bukan nak, dia memang penghuni tempat ini sejak ratusan tahun lalu" bisik Urfa, jin pelindung Hatta.
"Bisakah kamu melindungi lahan ini?" tanya Hatta
"Tidak bisa, tapi saya bisa memagari tubuh juragan Karta, tubuhnya lemah karena energinya terserap oleh energi makhluk itu" jawab Urfa
"Lakukan, asal bapak tidak sakit sakitan karena hal gaib, aku tidak tega meninggalkan bapak kalau dia sakit sakitan" ucap Hatta.
"Nak.."
Karta sampai beberapa kali menepuk pundak Hatta karena Hatta terlihat melamun, tanpa Karta tahu kalau Hatta sedang bicara dengan khodam miliknya yang sudah lama tinggal bersama Hatta juga Karta, tapi Karta tidak pernah tahu.
"Maaf pak, Hatta melamun karena tadi di jalan Hatta sempat bertemu kak Roman, dia sedang mengecek lahan Om Bintang yang ada di dekat rumah Radini" jawab Hatta
"Rumah lama Radini di beli oleh Dimas, dia juga membangun rumah di sana karena hutan itu juga katanya sudah menjadi milik Dimas, sekarang dia pindah ke rumah itu bersama keluarganya" ungkap Karta
"Lalu Dirga?" tanya Hatta
"Dirga tetap di rumah kak Bintang bersama istri dan anaknya karena rumah kak Bintang akan di berikan pada Dirga, tapi bengkel Dimas masih tetap di dalam lahan rumah kak Bintang" jawab Karta
"Banyak sekali yang sudah berubah di tempat ini setelah hampir enam tahun berlalu" ungkap Hatta
"Ya, banyak yang berubah nak, tapi bapak tetap bahagia karena akhirnya kamu kembali lagi setelah lama harus tinggal jauh dan berpura pura meninggal demi kedamaian dan kesehatan kamu" jawab Karta
"Hatta juga harus berziarah ke makam Radini nanti pak" ucap Hatta
"Iya, bapak akan temani kamu, Roman sekarang tinggal di rumah itu" jawab Karta
"Papa... Kenapa olang di lual itu telus melotot pada Hannah?" tanya Hannah menunjuk bayangan yang ada di luar kaca jendela rumah Karta.
ma'af thor mau nanya itu nyonya meneer sudah berdiri sejak taun berapa🤭🤭🤭