Indonesia
NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 1 : Tekanan dari luar ( mertua )

Kora menarik lalu menghembus kan nafasnya berulang kali, ia mencoba menetralkan perasaan nya yang takut dan kalut kala sang mertua datang mengunjunginya. Ia berusaha mengukir sebuah senyum manis di wajah nya meski sekarang hatinya sedang kalut. Ia perlahan melangkah menuruni anak tangga menuju ruang tamu, rumah mewah ini tampak begitu elegan dengan tampilan klasiknya.

Perempuan yang berusia 31 tahun itu mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini semua pasti akan baik-baik saja, sudah lebih dari 9 tahun terakhir ia hidup dalam bayang bayang rasa bersalah karna tak kunjung juga memberi keturunan pada sang suami.

" mama.!!"

Kora berjalan mendekati sang mertua yang terlihat duduk santai sembari menyilangkan kedua kakinya, wajah yang dulu selalu menyambutnya hangat kini terlihat ketus dan tak ramah seperti biasanya.

" apa sudah ada tanda-tanda.??"

Pertanyaan spontan dari mulut wanita paruh baya tersebut sedikit membuat hati kora menciut, ia menunduk kan kepalanya berusaha menahan rasa yang tak dapat dijelaskan. Mertua nya kini sudah tak sabar lagi untuk menanti hadiah terindah dari pernikahan anaknya.

" be.. belum mah.!!" kora hanya menunduk kan kepalanya ia tak berani menatap wajah sang mertua yang pasti saat ini sudah sangat kecewa.

" sudah 11 tahun, itu bukan waktu yang sebentar. Jika diri mu tidak bisa memberikan kenapa tidak merelakan, toh saya juga tidak akan membuang mu hanya saja menyuruh Hendra menikahi gadis yang dapat memberikan nya keturunan." ia menatap sinis menantu nya bukan kah wanita di depan nya ini terlalu egois, hanya mementingkan perasaan nya sendiri tanpa melihat dan memperdulikan perasaan orang di sekitarnya.

" aku dan Hendra sudah berjanji akan selalu bersama, aku tidak ikhlas jika harus berbagi kasih. apa mamah di posisi ku apa mama rela membiarkan suami mama memadu kasih dengan perempuan lain.?" kora memberani kan diri mengangkat kepala dan menatap mertua nya langsung matanya mulai berkaca-kaca.

wanita di depan nya menarik nafas kasar, ia bangkit berdiri.

" jika saja diri ku tak dapat memberikan kebahagiaan kepada pasangan ku apa pantas ku biarkan dia turut menderita bersama ku, kita ini perempuan jika tidak dapat memberikan apa yang seharusnya di berikan seharusnya bisa mengikhlaskan.!!" ia hendak pergi namun kora segera berdiri.

" kasih kami kesempatan mah.!!"

wanita itu tetap saja berlalu ia seperti nya sudah lelah dengan kesempatan yang sudah berulang kali di berikan namun tak juga membuahkan hasil, ia sudah menunggu bertahun-tahun hanya untuk sebuah panggilan " nenek".

...----------------...

Mahendra memijit pelipisnya pria yang sudah berusia matang itu masih terlihat tampan dan gagah, meski kini sudah usia menginjak kepala 3. Ia pusing dengan sang mama yang terus merengek untuk segera menimang cucu. Sementara kora saat ini tidak ada menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

" kita ke tempat biasa saja.!!"

Hendra memerintahkan sopirnya untuk memutar balik dan menuju ke sebuah club tempat ia dan teman teman nya biasa minum, rasanya saat ini hanya minuman yang memabukkan itulah yang dapat meringankan sedikit beban di kepala nya.

" bukan nya malam ini tuan ada janji dengan nyoya untuk makam malam bersama.??" sopir yang sudah berusia lanjut itu mengingat kan tuan nya.

Namun Hendra tak menghiraukan nya untuk saat ini yang ada di pikiran nya cuma ingin ketenangan sesaat.

...----------------...

Jam di dinding sudah menunjukan angka 12 malam, namun tak ada tanda-tanda kepulangan orang yang di tunggu. Hatinya gelisah selama ini Hendra tak biasanya pulang terlalu larut malam begini, apa suaminya itu sedang ada meting dadakan. Tapi biasanya sang suami mengabari tapi ini samasekali tidak ada kabar.

Makanan yang sedari sore ia masak dengan sepenuh hati sudah dingin, tak ada lagi uap panas yang mengepul dari mangkuk sayur itu. Hatinya merasakan hal yang tak biasa, apakah kali ini ia benar-benar telah mengecewakan Hendra dan keluarga nya.

Mata kora mulai memanas air mata perlahan jatuh dari kedua bola mata nya yang cantik, riasan cantik di wajah nya mulai luntur oleh air mata nya. Selama 11 tahun penantian ini tidak ada tanda akan hadirnya seseorang dalam pernikahan ini. Ia mengusap perutnya yang datar dan bertanya pada dirinya sendiri.

" bagaimana kah rasa nya ada sesuatu yang tumbuh dan bergerak di sini.!!"

Kora merasa dunia nya saat ini hampa, ia takut takut jika Hendra berpaling dan memilih seseorang yang lebih baik dari nya, bagaimana jika Hendra meninggal kan nya? Bagaimana ia bisa memulai hidup tanpa laki-laki yang sangat ia cintai itu, ia hanya punya Hendra saat ini.

Memikirkan kan itu membuat hatinya tambah kalut, kora memeriksa ponsel nya namun tak ada notifikasi dari Hendra, ponsel nya terlalu sunyi hanya ada notifikasi dari berita acara yang sedang ia ikuti di sosial media, ia lalu menghubungi nomor suaminya namun tak ada jawaban atau sekedar balasan dari pesan yang ia kirim.

Kora berjalan ke depan pandangan nya menatap kearah luar, halaman yang begitu luas namun sepi, rumah yang besar namun hampa. Apakah ini benar benar kehidupan, gaun yang ia kenangkan mewah namun tak berarti.

Merpati yang beberapa lalu ia pelihara saling bersenda gurau dengan pasangan nya dalam sanggar, ia memperhatikan kedua merpati jantan dan betina yang asik dengan dunia nya. Tampak nya betina itu sedang mengandung terlihat dari perut nya yang agak membengkak dari biasanya.

" ia saja bisa merasakan nya kenapa aku tidak bisa.??"

Kora mengusap air mata nya ia berjalan mendekati sanggar merpati itu, lalu mengusap keduanya yang tangah asik dengan dunianya. Merpati adalah tanda kesetiaan yang tulus, andai saja pernikahan nya bisa terus seperti merpati ini yang tulus dan setia.

kora kembali duduk di meja makan yang luas juga besar tapi hanya ada diri nya sendiri yang duduk tidak ada yang menemani ia benar benar sendirian, detingan suara sendok yang beradu dengan piring mengema di sepanjang ruangan besar itu. Ia berusaha memasukkan nasi dalam mulutnya meski hatinya sakit bak teriris pisau. Air mata nya terus mengalir ia menangis dalam diam dalam sepi tidak ada yang benar-benar ada dan tidak ada yang benar-benar pergi hanya ada kehampaan dan sunyi.

" seperti apakah cinta yang sesungguhnya itu, kenapa hanya ada kehampaan tanpa bisa menemukan ruang, jauh di sudut hati janji yang terucap di altar suci itu. Ternyata hanya sebuah lisan yang tak berpendirian hanya di ucapkan sekali lalu tak lagi berarti. bagaimana kah kebahagiaan sejatinya itu.???"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!