Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM MATA SAKTI RAJA GIOK

SISTEM MATA SAKTI RAJA GIOK

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anak Genius / Fantasi
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Gibran Dirgantara, seorang pemuda desa yang berniat mengadu nasib di ibu kota, harus menelan kenyataan pahit saat dicampakkan dan dihina habis-habisan oleh mantan pacarnya, Siska, bersama kekasih konglomeratnya yang arogan. Namun, saat harga dirinya diinjak-injak di tengah kerasnya persaingan pusat pelelangan batu giok, Gibran secara ajaib membangkitkan entitas misterius bernama "Sistem Mata Sakti Raja Giok" yang menyatu langsung dengan saraf penglihatannya. Berbekal mata dewa yang kini mampu menembus lapisan batu kotor untuk melihat energi murni di dalamnya, Gibran memulai jalan balas dendam yang elegan untuk meremukkan kesombongan mereka yang meremehkannya, memborong batu-batu bernilai triliunan dari tumpukan sampah, dan merangsek naik menjadi master giok nomor satu yang paling ditakuti di dunia modern.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Rintik hujan mulai turun membasahi aspal di depan stasiun kota. Gibran Dirgantara berdiri kedinginan dengan jaket lusuh yang sudah memudar warnanya.

Di tangan kanannya, ia menggenggam erat sebuah kotak beludru kecil yang basah. Kotak itu berisi cincin emas murah yang ia beli dari hasil menabung berbulan-bulan sebagai kuli panggul di desa.

"Siska pasti senang, aku akhirnya menepati janji menyusulnya ke kota," gumam Gibran dengan bibir bergetar menahan dingin.

Ia menatap layar ponselnya yang retak, menunggu balasan pesan dari kekasihnya itu sejak dua jam yang lalu.

Brumm! Ciiit!

Sebuah mobil sedan sport berwarna merah mengilap tiba-tiba berhenti mendadak tepat di genangan air dekat kaki Gibran.

Byur!

Air kotor bercampur lumpur menyiprat deras, membasahi separuh celana dan sepatu kanvas Gibran yang sudah usang.

"Woi, kalau jalan pakai mata dong, gembel!" teriak suara bariton dari kursi kemudi yang kacanya mulai turun.

Gibran mengusap wajahnya yang kecipratan air kotor. Rahangnya mengeras seketika saat ia bersiap menegur pengemudi arogan tersebut.

Namun, kata-kata yang sudah berada di ujung lidahnya tertahan paksa di tenggorokan.

Mata Gibran terbelalak lebar melihat siapa yang duduk manis di kursi penumpang mobil mewah itu.

"Siska?" ucap Gibran dengan suara tercekat.

Wanita cantik dengan riasan tebal dan gaun mahal itu menoleh dengan ekspresi terkejut. Namun, keterkejutan itu hanya bertahan sebentar sebelum berubah menjadi tatapan jijik yang menusuk.

"Gibran? Sedang apa kamu di sini? Bukankah sudah kubilang jangan pernah menghubungiku lagi?" ucap Siska dengan nada dingin yang menyayat hati.

Gibran melangkah maju dengan tangan gemetar. Ia tidak peduli pada hujan yang semakin deras membasahi tubuhnya.

"Apa maksudmu, Siska? Aku datang ke sini untuk melamarmu, seperti janji kita tiga tahun lalu."

Pria necis di kursi kemudi tiba-tiba tertawa lepas. Tawanya terdengar sangat mengejek dan merendahkan di telinga Gibran.

"Hahaha, melamar? Pakai apa? Pakai lumpur di sepatumu itu, hah?" ejek pria tampan berkemeja sutra itu.

"Sayang, ini mantan pacarmu yang anak petani itu? Yang kamu bilang cuma bisa makan tempe tiap hari?" tanyanya lagi sambil menatap wajah Siska.

Siska memalingkan wajahnya seolah sangat malu mengakui masa lalunya.

"Iya, Rio. Tolong jangan pedulikan dia, aku sudah muak melihat wajah miskinnya," jawab Siska tanpa ragu sedikit pun.

Dada Gibran terasa seperti dihantam palu godam berukuran besar. Napasnya tiba-tiba menjadi sesak dan berat.

"Miskin? Kau memanggilku miskin setelah semua uang hasil kerjaku kukirimkan untuk biaya kuliahmu di kota, Siska?!" teriak Gibran tidak tertahan.

Tangan Gibran mencengkeram erat pinggiran jendela pintu mobil Rio. Matanya memerah menahan amarah dan kekecewaan yang meluap-luap.

"Lepaskan tangan kotormu dari mobilku, gembel!" bentak Rio sambil mendorong keras bahu Gibran.

Brak!

Gibran terpental ke belakang dan jatuh terduduk di atas aspal yang berair. Kotak beludru di tangannya terlepas, bergulir, dan terbuka.

Cincin emas tipis seberat satu gram itu terlempar ke dekat ban mobil sport Rio.

Rio melongok ke bawah dan melihat cincin tersebut. Senyum licik langsung mengembang di wajah arogannya.

"Cincin sampah seperti ini kamu pakai untuk melamar Siska? Siska sekarang memakai perhiasan giok seharga puluhan juta dariku!"

Krak!

Tanpa belas kasihan, Rio memajukan mobilnya sedikit dan melindas cincin emas murahan itu hingga pipih dan hancur tak berbentuk.

"Itu adalah tempat yang pantas untuk barang rongsokan dan orang miskin sepertimu," ucap Rio sambil tertawa sangat puas.

Siska menatap Gibran dari balik kaca jendela dengan pandangan angkuh tanpa dosa.

"Pulanglah ke desamu, Gibran. Dunia kita sudah berbeda, aku sekarang milik Rio."

Kaca mobil tertutup perlahan, memutuskan pandangan Gibran dari wanita yang selama ini menjadi satu-satunya alasan kerjakerasnya.

Brumm! Wusss!

Mobil sport merah itu melaju kencang membelah jalanan. Mereka meninggalkan Gibran yang duduk terpaku di tengah derasnya hujan ibu kota.

Tangan Gibran mengepal kuat meninju aspal hingga buku-buku jarinya berdarah. Rasa sakit di tangannya tidak sebanding dengan hancurnya hati dan harga dirinya saat ini.

"Aku bersumpah akan membuat kalian berdua menyesal dan merangkak memohon di bawah kakiku!" batin Gibran dengan tekad dendam yang membara.

Tiba-tiba, rasa sakit yang luar biasa menusuk kedua bola mata Gibran seolah ada jutaan jarum tajam yang ditusukkan secara bersamaan.

"Argh! Mataku! Kenapa rasanya panas sekali!"

Gibran mengerang kesakitan sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan.

Di tengah kegelapan dan rasa sakit itu, sebuah suara mekanis yang dingin dan tanpa emosi tiba-tiba menggema langsung di dalam otaknya.

[Kondisi keputusasaan dan tekad dendam mencapai batas maksimal.]

[Syarat aktivasi terpenuhi. Menginisiasi Sistem Mata Sakti Raja Giok.]

[Integrasi pada saraf optik Master dimulai. 10 persen... 50 persen... 100 persen. Selesai.]

Gibran tersentak hebat. Napasnya terengah-engah saat rasa sakit di matanya menghilang seketika, digantikan oleh sensasi sejuk yang aneh.

Ia perlahan membuka kelopak matanya. Pandangannya kini terasa jauh lebih tajam dan berbeda dari sebelumnya.

Bahkan di tengah hujan, ia bisa melihat butiran air jatuh ke tanah dalam gerakan yang sangat lambat.

[Selamat datang, Tuan Rumah. Kemampuan Deteksi Energi Material tingkat 1 telah aktif.]

"Suara apa itu? Siapa yang bicara?" Gibran menoleh ke kiri dan ke kanan dengan kebingungan, tapi jalanan terminal itu sangat sepi.

[Saya adalah Sistem Mata Sakti Raja Giok yang kini terikat secara permanen dengan saraf penglihatan Anda.]

[Anda kini bisa melihat fluktuasi energi murni dan nilai tersembunyi dari batu giok serta material berharga lainnya.]

Gibran menelan ludah yang terasa kering. Keterkejutannya perlahan berubah menjadi pemahaman, lalu berganti menjadi seringai tipis yang tajam.

"Melihat nilai tersembunyi dari giok? Bukankah si keparat Rio tadi menyombongkan tentang perhiasan giok?" gumam Gibran seraya bangkit berdiri.

Ia menepuk debu basah dari celananya. Hujan perlahan reda, seolah alam pun menyambut kebangkitannya dari keterpurukan.

"Siska, Rio, mari kita lihat apakah kekayaan yang kalian banggakan itu bisa menahan kemarahanku hari ini."

Gibran mulai berjalan menyusuri trotoar jalan raya. Ia mengikuti petunjuk dari papan reklame raksasa yang mengarah ke Pusat Pelelangan Giok Bintang Emas.

Dua puluh menit kemudian, ia tiba di sebuah kawasan pasar indoor yang sangat luas dan dipenuhi ribuan orang yang berlalu lalang.

Suara orang tawar menawar dan deru mesin pemotong batu terdengar bersahutan dari segala penjuru.

Wusss! Klatak!

Ini adalah tempat perjudian kelas atas di mana nasib seseorang bisa berubah dalam hitungan menit. Entah menjadi miliarder kaya raya atau jatuh miskin menanggung hutang.

1
nadymaddy
💚💟
setiawan
🤩🥳
nurul khusna
🌹🥳
fitri
semangat gibran🥰
pricilia
seru banget🥰
gofur
sangat menarik ingin cepat di lanjutkan crita nya
sasa
💕💋
yani
🥳🥳
samuel df
mantap kaka 😘
clara
mantap
DD
bab ini diulang ya Thor 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!