Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM FLASH SALE Rp1

SISTEM FLASH SALE Rp1

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Ardi, seorang pemuda miskin yang tulus, tiba-tiba dicampakkan oleh Siska, kekasihnya selama lima tahun, demi Bagas, sahabat Ardi yang baru saja naik jabatan menjadi manajer yang kaya raya. Di tengah keputusasaan dan hinaan brutal, Ardi secara tak terduga membangkitkan [Sistem Flash Sale Rp1], sebuah antarmuka misterius yang memungkinkannya membeli barang apa pun—dari mobil sport mewah, penthouse, hingga seluruh perusahaan—hanya dengan satu rupiah. Dengan kekayaan instan yang tak terbayangkan ini, Ardi mulai membalas dendam secara face-slapping kepada mereka yang meremehkannya, sembari menjelajahi kehidupan barunya sebagai miliarder muda yang paling berkuasa di negeri ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Hujan rintik-rintik mulai membasahi jendela kaca sebuah kafe mewah di pusat kota Jakarta.

Ardi duduk sendirian di sudut ruangan dengan secangkir kopi yang sudah mulai dingin.

Tangannya terus menggenggam sebuah kotak beludru merah kecil di dalam saku jaketnya yang sudah pudar.

Hari ini adalah hari jadi kelima hubungannya dengan Siska, wanita yang paling dia cintai di dunia ini.

Ardi telah menabung berbulan-bulan dari gaji kecilnya sebagai staf administrasi demi membeli cincin perak sederhana di dalam kotak itu.

Dia bahkan rela makan mie instan setiap hari demi melihat senyum Siska malam ini.

Tiba-tiba, lonceng pintu kafe berbunyi dan sosok wanita cantik dengan gaun merah elegan melangkah masuk.

Itu adalah Siska, wajahnya dipoles riasan mahal yang belum pernah Ardi lihat sebelumnya.

"Siska, kamu datang juga," ucap Ardi sambil tersenyum lebar dan berdiri menyambutnya.

Namun, Siska tidak tersenyum sedikit pun dan hanya menatap Ardi dengan pandangan dingin yang menusuk.

Wanita itu menarik kursi dan duduk tanpa mengucapkan sepatah kata pun untuk membalas sapaan Ardi.

"Ada apa, sayang?" tanya Ardi dengan perasaan waswas yang mulai menjalar di dadanya.

"Jangan panggil aku sayang lagi," jawab Siska dengan nada datar dan tanpa ekspresi.

Ardi terdiam sejenak, mengira dia salah dengar atau Siska hanya sedang bercanda.

"Maksud kamu apa, Sis?" tanya Ardi dengan suara bergetar pelan.

"Kita putus, Ardi," ucap Siska memecah kesunyian dengan kalimat yang terasa seperti petir di siang bolong. "Aku sudah muak dengan semua ini."

Ardi merasa jantungnya seakan berhenti berdetak detik itu juga.

Tangan yang sedari tadi merogoh kotak cincin di sakunya kini terasa kaku dan mati rasa.

"Tapi kenapa?" tanya Ardi dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Ini hari jadi kita yang kelima, aku bahkan sudah menyiapkan kejutan untukmu."

Siska mendengus sinis dan melipat tangannya di atas meja.

"Kejutan apa?" tanya Siska dengan nada merendahkan.

"Paling-paling barang murah dari pasar malam atau makan di pinggir jalan lagi."

"Aku tidak bisa terus hidup seperti ini, Ardi," lanjut Siska tanpa mempedulikan perasaan pria di depannya.

"Lima tahun aku membuang waktuku dengan pria miskin yang tidak punya masa depan sepertimu."

"Aku sedang berusaha, Sis," bujuk Ardi mencoba meraih tangan Siska, namun wanita itu langsung menepisnya.

"Aku janji akan bekerja lebih keras lagi untuk membahagiakanmu."

"Bekerja keras saja tidak cukup di dunia ini, Ardi!" suara Siska sedikit meninggi.

"Lihat jaket lusuhmu itu, lihat motor tuamu yang sering mogok itu."

"Aku butuh kepastian, aku butuh barang branded, aku butuh mobil yang nyaman," cecar Siska tanpa henti.

"Dan kamu tidak akan pernah bisa memberikan semua itu padaku sampai kapan pun."

"Apakah cinta kita selama lima tahun ini tidak ada artinya sama sekali bagimu?" tanya Ardi dengan suara parau menahan tangis.

"Cinta tidak bisa membuatku kenyang, Ardi," jawab Siska dengan tatapan meremehkan.

"Cinta tidak bisa membelikanku tas Hermes atau rumah mewah."

"Siska benar, cinta saja tidak cukup untuk hidup di kota besar ini."

Sebuah suara pria tiba-tiba terdengar dari arah belakang Ardi.

Ardi menoleh dan matanya seketika membelalak lebar melihat siapa yang baru saja datang.

Itu adalah Bagas, sahabat baiknya sejak masa kuliah.

Pria yang selama ini selalu meminjam uang padanya saat tanggal tua dan sering tidur di kamar kosnya.

Namun hari ini Bagas terlihat sangat berbeda. Dia mengenakan setelan jas desainer mahal, sepatu kulit mengkilap, dan sebuah jam tangan Rolex melingkar di pergelangan tangannya.

Bagas berjalan dengan penuh percaya diri dan langsung berdiri di samping kursi Siska.

Yang membuat hati Ardi hancur lebur adalah ketika tangan Bagas dengan santai merangkul pundak Siska.

"Bagas? Apa yang kamu lakukan?" tanya Ardi yang masih tidak percaya dengan pemandangan di depannya.

Siska justru tersenyum manis dan menyandarkan kepalanya di lengan Bagas.

Pemandangan itu bagaikan ribuan jarum yang ditusukkan tepat ke ulu hati Ardi.

"Maafkan aku, kawan," ucap Bagas sambil tersenyum meremehkan ke arah Ardi.

"Tapi Siska sekarang adalah kekasihku."

"Kalian..." bibir Ardi bergetar hebat saat mencoba mencerna pengkhianatan ganda ini. "Sejak kapan?"

"Sejak Bagas diangkat menjadi manajer pemasaran di perusahaan multinasional bulan lalu," jawab Siska dengan bangga.

"Dia membelikanku gaun ini, tas ini, dan menjemputku dengan mobil mewah."

"Kamu sahabatku, Gas," desis Ardi dengan tangan terkepal erat menahan amarah dan kekecewaan.

"Bagaimana bisa kamu menusukku dari belakang seperti ini?"

"Jangan naif, Ardi," tawa Bagas meledak pelan mendengar ucapan sahabatnya itu.

"Di dunia ini, yang kuat dan kaya yang akan menang."

"Kamu itu cuma staf rendahan yang gajinya bahkan tidak cukup untuk membeli satu roda mobilku," hina Bagas tanpa ampun.

"Siska terlalu cantik untuk menderita bersamamu di kamar kos sempit itu."

"Lagipula, wanita mana yang mau dibonceng motor butut saat hujan deras?" tambah Siska dengan tawa mengejek.

"Bersama Bagas, aku tidak perlu lagi takut kehujanan atau kepanasan."

Ardi menundukkan kepalanya dalam-dalam. Harga dirinya sebagai seorang pria benar-benar diinjak-injak hingga rata dengan tanah hari ini.

Dihina miskin oleh wanita yang dia cintai, dan dikhianati oleh sahabat yang paling dia percayai. Kombinasi rasa sakit ini benar-benar membuat napasnya terasa sesak.

"Sudahlah, sayang, jangan buang waktu lagi mengobrol dengan pecundang ini," ucap Siska sambil berdiri dan menggandeng lengan Bagas mesra.

"Kita sudah pesan meja di restoran bintang lima, kan?"

"Tentu saja, sayang," jawab Bagas sambil mengecup pipi Siska di depan mata Ardi.

"Ayo kita pergi dari sini, udara di dekat orang miskin ini membuatku sesak napas."

Bagas lalu melemparkan selembar uang seratus ribu ke atas meja.

"Itu untuk membayar kopimu," ucap Bagas dengan nada menghina.

"Anggap saja ini sedekah dari sahabat lamamu."

Keduanya berbalik dan berjalan keluar dari kafe, meninggalkan Ardi yang masih mematung di kursinya.

Ardi melihat mereka masuk ke dalam sebuah sedan mewah berwarna hitam yang langsung melesat menembus hujan.

"Kenapa dunia ini begitu kejam padaku?" batin Ardi sambil menatap kosong ke arah uang seratus ribu di atas meja.

Dia mengambil kotak cincin dari sakunya dan membukanya perlahan.

Cincin perak seharga lima ratus ribu rupiah itu kini terlihat sangat menyedihkan.

Dengan langkah gontai, Ardi bangkit dari kursinya dan berjalan keluar dari kafe tanpa menyentuh uang pemberian Bagas.

Dia tidak peduli dengan hujan deras yang langsung mengguyur tubuhnya begitu dia melangkah keluar.

Ardi berjalan tanpa arah di trotoar yang sepi, membiarkan air hujan menyamarkan air mata yang akhirnya menetes dari sudut matanya.

Dia merasa hidupnya sudah hancur tidak tersisa.

Dia tidak punya uang, tidak punya pacar, tidak punya sahabat, dan tidak punya masa depan.

"Apakah uang benar-benar segalanya di dunia ini?" batin Ardi sambil menengadah menatap langit kelabu.

"Jika aku punya banyak uang, apakah mereka masih berani menginjak-injak harga diriku seperti tadi?"

1
clara
😶‍🌫️😶‍🌫️😶‍🌫️
pricilia
🥰🤩
Antoni gergio
saya suka cerita ini kak🥰🌹
sasa
🤗🥰😍🤩💘💟
nurul khusna
🥰🌹🌟⭐
Anton barly
baik dan bagus novel nya😍🤩
yani
💫🌟🌟
fitri
⭐⭐⭐⭐
yudi permana
seru kak🥰
Angel
keren kak Cherly🥳😘😘
setiawan
/Good//Good//Moon//Heart/
gofur
baik🥰😍🤩
Äï
dia terlalu mudah menguasai dunia fana co aku curiga ntar dia bakal ke dunia lain seperti abad pertengahan, alam kultivator, dunia pedang dan sihir atau kek lou feng yg menjelajah di luar angkasa dan membangun kerajaan di semesta
Shinta geol
💟🥰💋
Cherlly
baca judul nya kaka dia memliki sistem flash sale Rp1 jdi dia bisa beli apa saja dgn Rp 1
Äï
loh uang dari mana dia? saldo nya kan 10M terus pake belanja 800jt kok malah nambah jadi 50M
Cherlly
itu di gas keras kalo ferari/lambo pasti keluar api dan asap kaka,..
Äï
masa mobil baru berasap
samuel df
🌹🥰
Äï
plot klise ini sudah lama aku tidak melihat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!