Indonesia
NovelToon NovelToon
SERAT-SERAT CINTA

SERAT-SERAT CINTA

Status: sedang berlangsung
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: Imam Robiansyah

SERAT-SERAT CINTA
DUA kakak ber adik Imam Baskoro dan Dadang Baskoro kalau dipandang dari segi pemikatnya,pasti akan banyak yang sepakat tampanan Imam kakaknya. Tapi setelah mengalami kecelakaan saat sedang berlatih menyetir mobil dengan tunangannya yang mengakibatkan salah satu anggota tubuhnya menjadi cacat, pamor Imam sebagai lelaki idaman para mojang dan gadis menjadi turun drastis. Bahkan belakangan sudah banyak yang menyebutnya pemuda jomlo kepada Imam. Sedangkan Dadang sang adik janjinya kepada diri sendiri,sampai kapanpun ia tidak akan mau menikah kalau kakaknya belum menikah.
Atas musibah yang menimpa Imam,Pak Burhan ayahnya Vera tunangan Imam, jadi merasa terpanggil untuk memulihka refutasi seorang pemuda, yang semasa hidupnya putrinya begitu mencintainya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imam Robiansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akad Nikah

SETELAH proses kurang lebih satu bulan, inilah saat yang

ditunggu.

“Saya terima nikah dan kawinnya Osi Amalia bin Anas dengan

mas kawin uang sebesar seratus juta dibayar tuunai”    Imam ber ikrar.

“Syah…? Syah…? Syah…?”  Bapak penghulu bertanya kepada para saksi.

Ternyata ketiga saksi utama dan yang lainnya memberikan

pernyataan yang sama. “ Syaaaah…”  jawabnya serempak.

Sesepuh masjid setempat yang sebelumnya sudah diberi mandat

oleh perwakilan pak Anas langsung membaca do’a untuk pengantin. Diamini oleh

semua yang hadir termasuk kedua mempelai sendiri sama-sama mengangkat kedua

tangannya. Setelah ustaz selesai membacakan do’a, Amel langsung menyalami sang

suami sambil deku tersimpuh. Imam lalu memegang kepala sang istri sambil

membaca sebuah do’a khusus ketika baru menikah yang sudah dipelajarinya dari

seorang ustaz. Menyaksikkan orang yang selama ini dicintainya mendapat

kebahagiaan di samping kakaknya, Dadang menghela nafas panjang. Setelah itu

Dadang buru-buru merunduk supaya kesedihahannya tidak diketahui orang. Giliran

mau menyalami pak Burhan, kedua bahu Amel ditahan oleh pak Burhan.

“Amel…? Karena pernikahannya yang sederhana ini atas

permintaan kamu, jadi setelah selesai acara disini kalian langsung saja pindah

kerumah kalian…Dan mulai hari ini, nikmatilah semua fasilitas dari papa

itu…Dalam waktu dekat, suami kamu juga akan papa tempatkan dikantor, supaya

nanti kalian punya pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari…Terus ada lagi yang

tidak kalah penting…”  Pak Burhan menunda

dulu kalimat yang berikutnya. Bukan hanya Amel, yang lain pun perhatiannya jadi

kepada pak Burhan. Termasuk dua kakak beradik Imam dan Dadang.

“Apa itu pah…?”   Amel

menatap pak Burhan yang gr kerena diperhatikan semua orang.

“Papa sudah tidak sabar ingin segera menimang cucu  Mel…”  Gerrr semua yang ada tempat sacral itu pada tertawa, kecuali Dadang.

Pemuda ini malah wajahnya jadi memerah.

“Ehem…Ehem…” pak Burhan mau menggoda Imam dan Amel yang

tersenyum malu-malu. “Tapi pengantin pria dan pengantin wanitanya, diperhatikan

dari tadi nggak ada greget-gregetnya” canda pak Burhan.

Ternyata dari hadirin ada yang nimbrung.“Itu hanya yang

terlihat dari luar pak...Kalau isi hatinya, pasti keduanya ingit cepat datang

malam…”

Gerr ! Di rumah pak Anas jadi riuh lagi. Terus-terusan

mendapat yang membuatnya tidak nyaman, Dadang ingin sekali buru-buru pergi dari

rumah itu. Tapi sisi baiknya meredam.”Sabar Dang…Setiap orang itu diujinya

beda-beda…Dan kali ini kamu di ujinya itu dengan kekasihmu sendiri menikah dengan

saudara kandungmu”

“Jadi kamu jangan menunda kehamilan ya Mel…?”  Pak Burhan melanjutkan perkataannya yang

tertunda.”Meskipun menyita waktu yang lumayan lama karena yang hadir disini

ikut gembira, sebenarnya hanya itu yang diminta papa “

“Kalau begitu saya mau lanjut sungkeman ke ibu dan ayah”

“Ya, silahkan…Sekarang kamu minta restu kedua orangtua…Sekalian

pamit mau langsung pindah kerumah kalian hari ini…” Pak Burhan melepaskan bahu

Amel yang selama ini dipeganginya.

Amel pun kali ini menggeser kedekat orangtuanya. Tapi

didepan ibunya sudah ada Imam yang sedang sungkem. Amel menahan dulu ipetannya.

“Bu…? Terimakasih ya, sudah memberi terstu kepada aku dan

Amel untuk menikah?”

”Justru ibu yang berterimakasih kepada kamu nak, karena

bantuan kamu sekarang ibu tinggal pemulihan”

“Kalau begitu semoga ibu lekas sembuh”

“Kamu juga tolong jaga Amel…Kamu jangan sungkan-sungkan untuk

memperingatkannya kalau Amel berbuat salah”

“Insyaalloh Amel tidak akan seperti yang dikhawatirkan ibu…”

“Mudah-mudahan…Tapi mempersiapkan kemungkinan, perlu nak.

Karena hati seseorang tidak bisa dibaca oleh siapapun, sekalipun dia orang

terdekat…”  Kenapa ibu mertua ngomong

kayak gitu? Seperti mengetahui sesuatu?” pikir Imam. Terus setelah sungkeman

dari ibu mertua, Imam menggeser ke bapak mertua yang duduk di sebelah

sampingnya.

Kepada bapak mertua Imam memegang kedua tangannya seprti ibu

mertua nya tadi. Tapi kali ini merasa lebih bebas karena sama laki-laki.

“Pak mohon izin saya mau membawa Amel pindah ke rumah kami

hari ini”

“Bapak ridlo nak , Amel mau dibawa kemanapun karena oleh

suaminya sendiri…Mulai hari ini bapak serahkan putri bapak dari unung rambutnya

sampai ujung kakinya kepada kamu…Adik-adik Amel masih ada tiga…Setelah kepada

Amel sudah ada yang bertanggung jawab, jadi nanti bapak tinggal mengurus dan

membiayai sekolah adiknya”

“Mudah-mudahan nanti kami bisa bantu”

“Terimakasih sebelumnya…Tapi bagi bapak, yang penting kalian

rukun…Rumah tangganya repeh rapih tidak kurang suatu apapun…Dan semoga cepat

diberi keturunan yang soleh dan solehah”

“Amin…Sekarang saya mau lanjut kepada yang lain ya pak ?”

Dari mertua laki-laki, Imam langsung kepada Dadang yang

duduk bersebelahan dengan ayah mertua. Yang merangkul duluan Dadang. Imam memeluk

adiknya. Keduanya sama-sama meneteskan air mata.

“Semoga pernikahannya langgeng dan selalu bahagia ya mas…?“

“Terima kasih Dang…Kalau mulai sekarang mas jarang menemui kamu,

harap dimaklum ya?”

“Nggak apa-apa mas, yang penting kita sama-sama sehat”

“Amiiin…”  Dua kakak

adik itu kali ini mulai melepaskan pelukannya.

“Setelah mas mendapat jodoh, kamu harus menyusul merit ya…?”

canda Imam sambil menepuk-nepuk pundak adiknya.

“Kalau sudah selesai kuliah dan mendapat pekerjaan,

insyaalloh mas…”  Dadang tersenyum

hambar.

“Oya mas..? Sepertinya aku tidak bisa terus disini sampai

acara tuntas, soalnya nanti siang ada kuliah…Kalau istri mas, sudah bisa

dipastikan hari ini tidak akan masuk…”  Dadang mulai melepas tangan kakaknya yang sedang menggenggam. Ternyata

Imam langsung melepaskannya.

“Nggak apa-apa Dang, nggak ada undangan dari jauh ini…Dan

seperti yang kamu lihat dan saksikan, pernikahannnya malah sederhana banget…Dan

ini atas permintaan Amel”

“Jelas saja Amel tidak mau pesta yang meriah…Karena seandainya

itu dilaksanakan, sama saja dengan dia menusuk mata aku bulat-bulat. Dan aku

pasti tidak akan memaafkannya “ Gumam dalam hati Dadang selama termenung.

“Ya sudah…Kalau sudah ada izin, sekarang aku pergi ya mas…?

Sekali lagi, semoga mas selalu bahagia” Setelah termenung sejenak untuk yang

kurang bisa diterimanya oleh hati sanubari, Dadang akhirnya berpamitan ulang.

Ternyata kali ini Amel pun menghampiri.

“Dang…? Kalau hari ini kamu mau kuliah, tolong sampaikan

maafku kepada teman-teman ya ?. Tyias, Ratna, Devi, Lala…Pokoknya teman-teman

aku yang selama ini akrab…Bilangin kepada mereka, kalau hari ini aku merit,

tapi mohon maaf tidak bisa mengundang mereka…Jangan lupa ya Dang?“

1
Aprilia
Semangatt thor, izin mampir🤙
Siti Aisyah
luar biasa
Siti Mariyam
Silaturahminya jangan diputus ya..?
Iki nurjaman
Punya dua papa mama dan bunda yang semuanya baik, Egi pasti bahagia
Siti Mariyam
Orang-orang disekitar perduli kepada papa yang sudah tidak muda...? Hehe...Terimakasih
The Gamer
saudara yang akur,, patut di contoh
Asvi Raisa
Paapa....? Bunda...? Aku akan selalu merindukan
ilmi maulida
Papa Imam mohon jangan ngsih adik kepada si kembar ! Dua anak cukup .KB . Dan kini sudah di brojolkan langsung dua-dianya
The Gamer
Harus kuat💪💪💪 buat cucu dan anak/Drool//Drool//Drool/
Siti Aisyah
semangat
The Gamer
papa Dadang masih deg deg ser ya... takut bundanya di ambil/Curse//Curse//Curse//Curse/
Iki nurjaman
Smangat
The Gamer
alhamdulillah,,, bunda Amel udah sembuh
The Gamer
yang sabar semuanya/Determined//Determined//Determined/
ilmi maulida
Bun banyak yg mendo'kan. Cempat sembuh ya?
Siti Mariyam
Begitu Mam harus bisa move on
The Gamer
berjuang buat kesembuhan Amel semuanya
The Gamer
Bunda kalian pasti cepat sembuh
The Gamer
semoga mama Amel cepet sembuh
Iki nurjaman
Smangat




Smangat
Semang4
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!