Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdir Cinta (Mantan Pendosa)

Takdir Cinta (Mantan Pendosa)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:52.9k
Nilai: 5
Nama Author: red_rubby

Masalah yang menghampiri seorang Nur Anisa secara bertubi-tubi, membuatnya mengambil langkah yang salah saat seorang laki-laki menawarkan bantuan dengan meminta sebuah imbalan untuk menjadi teman tidurnya selama pria itu inginkan. Dan sebagai imbalannya, seluruh biaya hidup Anisa akan ditanggung oleh pria itu.

Hingga seiring berjalannya waktu, Anisa mulai semakin tersadar akan kesalahannya yang membuatnya terjerumus kedalam dosa besar selama bertahun-tahun. Apalagi rasa cinta yang tumbuh dihatinya untuk pria itu semakin kuat Anisa rasakan setiap harinya. Tetapi Anisa lebih memilih mundur saat ia merasa cintanya tak pernah terbalaskan dan hanya membuatnya tetap berada dalam kubangan penuh dosa disetiap hembusan nafasnya.

--------
"Aku merasa malu untuk bersujud pada-Mu. Aku pendosa, aku malu dengan diriku yang kotor ini. Apa aku masih pantas untuk mendapat pengampunan dari-Mu?"

~Nur Anisa~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon red_rubby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 02

"Ibu? Nisa libur sekolah aja ya untuk hari ini?" Aku enggan untuk berangkat sekolah pagi ini.

Aku sungguh tak tega meninggalkan ibu yang sedang sakit. Namun sayangnya, ibu menolak keinginanku, "Kamu harus tetap sekolah. Beberapa bulan lagi kamu bakal melaksanakan ujian." Ucap ibu dengan suara lemahnya sambil mengelus rambutku.

Aku sudah bersiap dengan seragam sekolahku. Aku benar-benar ragu untuk pergi meninggalkan ibu sendiri. Terselip rasa takut bercampur khawatir akan terjadi sesuatu bila aku meninggalkannya sendiri dirumah.

"Ibu gak apa-apa, Sayang. Cepat berangkat, jangan sampai nanti kamu jadi terlambat loh," kata ibu sambil tersenyum lembut kepadaku.

Dengan langkah yang terasa berat, aku meninggalkan ibu yang tengah duduk diruang tamu dengan wajah pucatnya, menyusuri gang sempit dimana rumahku berada hingga sampai ke halte tempatku biasa menunggu angkot.

Dua puluh menit pun berlalu, aku sudah menginjakan kakiku dikawasan Galaxy School. Pagi ini aku merasa tak bersemangat untuk melaluinya. Pikiranku selalu tertuju pada ibu yang sedang sakit dirumah.

Bruuuk,

"Auuwwsss..." Aku mengelus keningku saat menabrak sesuatu yang terasa begitu keras. Kuangkat pandanganku yang sedari tadi hanya tertunduk. Kulihat di depanku kini sudah ada Aslan; salah satu murid populer di Galaxy School. Dialah cowok yang berhasil menarik perhatianku selama ini.

"Sorry. Aku gak lihat ada orang didepan," ucapku dengan tulus. Aku sedikit menciut saat ia hanya menatapku tajam.

Aku bergegas meninggalkannya saat tak ku dapatkan sahutan darinya. Aku harus segera menjauh dari cowok itu demi keamanan jantungku.

"Tumben lo lama?" tanya Pinkan saat aku sudah duduk di bangkuku.

Aku membuang nafas sedikit kasar sebelum menjawab pertanyaan teman setia ku ini. "Iya, niat hati sih gak mau berangkat sekolah, gak tega ninggalin ibu dirumah sendiri. Tapi ibu maksa aku, padahal ibu lagi sakit,"

"Ibu kamu sakit apa?" tanya Pinkan padaku.

"Kata ibu cuma asam lambungnya yang kambuh,"

Pinkan mengelus lenganku, ia tampak iba padaku. Pinkan tahu kalau kami tak memiliki keluarga lain disini yang bisa dimintai bantuan. Sedangkan tetangga kami juga sibuk dengan urusannya masing-masing. Ibu hanya memiliki satu adik laki-laki, tapi beliau memilih tinggal diluar kota serumah dengan mertuanya. Sedangkan orang tua ibu sudah lama meninggal.

Bel jam pelajaran pertama dimulai. Kami menunggu beberapa saat sampai seorang guru memasuki ruangan kelas XII IPS 1.

"Nur Anisa?"

"Ya, Bu?" sahutku sambil mengangkat tangan kananku.

"Kamu diminta untuk menemui kepala sekolah sekarang,"

"Sekarang, Bu?" tanya ku memastikan perintah yang diberinya.

"Iya, sekarang," jawab Bu Lusi.

Aku berdiri dan langsung bergegas menuju keruang kepala sekolah. Ada apa ya? Biasanya bila aku dipanggil kepala sekolah, itu hanya urusan uang beasiswa yang akan segera cair. Mungkin saja ya? Inikan hampir memasuki semester kedua dikelas XII.

Tok tok tok

Kuketuk pintu sebelum masuk kedalam ruangan orang nomor satu disekolah ini.

"Masuk!" titah seorang pria didalam sana.

Aku menekan hendel pintu dan membukanya lalu melangkah masuk kedalam. "Permisi, Pak? Bapak panggil saya?"

Pria paruh baya itu mengangkat pandangannya dari berkas yang ada dihadapannya. "Ya. Silahkan duduk, Anisa,"

Aku pun menuruti perintahnya tanpa berani mengeluarkan suara atau bertanya lebih pada pria itu.

Ku lihat kepala sekolah menatapku dengan wajah yang begitu serius yang membuatku menjadi deg degan.

"Begini Anisa," Pak Hendro, kepala sekolah Galaxy School membenahi posisi duduknya. "Saya sungguh menyesal atas keputusan ini yang terkesan tidak adil bagi kamu, tapi mau tidak mau saya harus menyampaikannya padamu. Beasiswa yang selama ini kamu dapatkan telah dicabut oleh pihak sekolah," ucap kepala sekolah padaku dengan berat hati.

Aku terhenyak mendapati kabar yang baru saja disampaikan padaku. Apa ini? Kenapa? Apa aku melakukan kesalahan fatal? Bukankah nilai-nilai ku sudah sesuai dengan ketentuan dan syarat yang berlaku untuk mendapatkan beasiswa?

"Kenapa bisa dicabut, Pak?" hanya pertanyaan itu saja yang mampu kutanyakan saat ini.

Tampak kepala sekolah menarik nafas dan menghembuskan nya dengan kasar. "Kenapa kamu bisa berurusan dengan anak dari salah satu penyokong dana terbesar disekolah ini?" tanyanya penu sesal padaku.

Aku diam, mencerna pertanyaan yang kepala sekolah berikan padaku. Aaah... Apa ini ada kaitannya dengan aku yang berseteru dengan Sisil beberapa hari lalu?"

"Saya rasa yang terjadi hanya karena hal sepele, Pak," tuturku.

"Apa masalahnya?" tanya kepala sekolah yang memang penasaran. Pasalnya papa Sisil hanya mengatakan pihak sekolah harus mencabut beasiswa atas nama Nur Anisa karena sudah membuat masalah dengan anaknya, kalau tidak segera dicabut, ia akan menarik seluruh dana yang sudah ia berikan pada sekolah ini, dan hal itu akan berakibat buruk bagi manajemen sekolah nantinya, terlebih lagi untuk gaji para guru dan para staff sekolah.

"Beberapa hari lalu saya tidak sengaja menabrak Sisil, Pak. Dan saya juga sudah minta maaf. Tapi Sisil tidak terima begitu saja hingga terjadi sedikit cekcok antara kamu," aku menjelaskan duduk permasalahannya pada kepala sekolah.

"Hanya itu?" tanya kepala sekolah seakan tak percaya dengan penjelasan ku.

Bagaimana beliau mau percaya? Bukankah itu hanya masalah sepele yang berakibat fatal bagi murid beasiswa, apalagi murid itu memang dari orang yang kurang mampu untuk bersekolah disekolah elit yang terkenal membutuhkan biaya yang banyak?

"Ya, Pak. Hanya masalah itu," mataku mulai berkaca - kaca. Aku tak menyangka akan berujung seperti ini setelah berurusan dengan Sisil.

Kepala sekolah menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. "Sungguh tidak profesional," gerutu kepala sekolah yang masih bisa kudengar.

"Maafkan saya, Anisa. Saya tidak bisa berbuat banyak untuk kamu. Saya juga harus menyelamatkan seluruh staf dan guru-guru disini. Jadi, mau tidak mau saya harus mengorbankan kamu. Saya harap kamu masih bisa bertahan untuk satu semester kedepan," ucap kepala sekolah padaku dengan penuh sesal.

Aku bisa memaklumi itu, tak mungkin kepala sekolah menyelamatkan satu orang sepertiku dan mengorbankan banyak pegawainya disini. Aku hanya bisa mengangguk lemah, lalu permisi untuk meninggalkan ruangan beliau.

Aku berjalan gontai menuju kelas ku. Kuhapus lelehan air mata yang sudah membasahi pipiku. Hingga langkahku terhenti saat seseorang berkata dan menyindirku.

"Adu ... duh ... duuuuh .... Kasian banget yang gak bisa sekolah geratis lagi,"

Aku menoleh untuk melihat orang yang bahagia diatas penderitaan ku. Wajahnya tampak begitu bahagia dengan kemalanganku ini, namun aku hanya bisa menatapnya denagn nanar. Ada ya orang yang setega ini ingin menghancurkan orang lain hanya karena hal sepele?

Sisil berjalan mendekatiku dan sedikit membungkukkan tubuh tingginya dihadapan ku. "Makanya, jangan pernah cari masalah sama gue kalau lo gak punya apa-apa." Setelah berucap seperti itu, ia meninggalkanku yang hanya bisa mengepalkan kedua tanganku.

...Bersambung...

1
Ai Nurlaela Jm
Luar Biasaa, Kereeen
Ai Nurlaela Jm
MasyaAlloh Thor Novelnya luaar biasaa, ceritanya bagus, alurnya epik, bikin baper jugaa😍👏
Sulaiman Efendy
TRMASUK AINA YG JUGA MNYUAKAI ASLAN, TPI AINA BSA JGA MARWAHNYA SBAGAI WANITA MUSLIMAH YG BAIK, TDK SPRTI ANGGI YG GATEL..
Sulaiman Efendy
SABAR LAN.. GK LARI KMNA KOQ, MLH SLEPAS HAID, TU RAHIM NISA LGI SUBUR2NYA, NTAR LO SIRAMI DGN BENIH CINTA & KASIH SAYANG YG SAH & HALAL...
Sulaiman Efendy
YAA ALLAH, AKU JDI TRHARU & BAHAGIA..
Sulaiman Efendy
SETELAH SEKIAN KALI ANCAMAN BARU MAJU...
Sulaiman Efendy
KYK NIKAHKU DLU, UNDANGN IHKWAN & AHKWAT DIPISAH..
Sulaiman Efendy
MALAH IJAB QABUL UNTUK ANISA, BKN AINI DGN ARLAN..
Sulaiman Efendy
NAHH ASLAN, BUANG TRAUMA LO TTG PRNIKAHAN,, KRN STIAP RMH ITU BRBEDA CARA MNGARUNGINYA, DN ITU TRGANTUNG KITA SBAGAI NAKHODANYA..
Sulaiman Efendy
TAPI BAGUSLH ELO GK JDI KHITBAH ANISA..
Sulaiman Efendy
TERNYATA MINDSET IMRAN HNY BRPAKU PADA KEPERAWANAN SEORANG WANITA, GMN DGN PAPA MARTIN YG TRIMA ARUM JANDA ANAK 2... SI ARLAN & AYANA.. DGN KKAYAAN MARTIN, BSA SAJA DIA DPTKN ISTRI BARU YG MSH PERAWAN
Sulaiman Efendy
NAHH LOO ASLAN, TU NISA ADA YG INGIN LAMAR...
Sulaiman Efendy
AINA SDH TAU KLO ASLAN ADIK ARLAN ABANG IPARNYA, NISA BLM TAU TUH, PSTI NISA AKN TEKEJUT LIAT ASLAN DIPERNIKAHN AINI..
Sulaiman Efendy
BTUL NA, ASLAN LH PRIA YG DICINTAI ANISA.. PRIA YG TELAH AMBIL SEGALA2NYA DI ANISA, TRMASUK RASA CINTA NISA.. ASLANLH PMILIK HATI NISA..
Sulaiman Efendy
TEPAT SEKALI. UCAPAN INNALILLAHI BKN HNY UNTUK ORG YG MNINGGAL, TPI JUGA UNTUK ORG YG TRTIMPA MUSIBAH, DI DALAM AL QUR'AN ADA TUH SURAHNYA, MSKI AKU GK HAFAL, TPI ANAKKU HAFAL & HAFIDZ,, AKU SBGAI AYAHNYA MALU.. S2 NYA AZA KAKEKNYA YG BIAYAI.. KLO PKE GAJIKU MNA CUKUP..
Sulaiman Efendy
BNRKN, MEETINGNYA SAMA NEO GROUP..
Sulaiman Efendy
PASTI MEETINGNYA SAMA PRUSAHAAN JOHAN, PSTI KTEMU SAMA NISA...
Sulaiman Efendy
LO BAGUS SMA JOHAN AZA NA, TU ASLAN SDH ADA PMILIK HATINYA, YAITU NISA
Sulaiman Efendy
BRRTI AINI KKNYA AINA CALON ISTRINYA ARLAN..
Sulaiman Efendy
OWH, PERUSAHAAN JOHAN, KIRA PRUSAHAAN ASLAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!