Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…
Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.
Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.
“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.
Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…
“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”
"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diluar Jalur
Dirinya tidak merasa berbuat kesalahan apapun kepada Angel. Justru Angel yang selama ini berbuat kesalahan padanya. Wanita yang selalu menjadi pihak yang tersakiti.
Kedua orang Angel sudah meninggal dalam kecelakaan. Orang tua arabella yang dermawan, memutuskan menyeponsori pendidikan Angel tanpa mengadopsinya.
Membawa Angel tinggal bersama arabella, sebagai teman bermain putri mereka.
Pada awalnya semuanya baik-baik saja, hingga Cakra mengalami gagal ginjal. Arabella sudah berusaha keras, namun dirinya tidak cocok sama sekali untuk menjadi donor bagi Cakra.
Keputusan diambil olehnya, meminta Angel untuk menjadi donor pada Cakra. Memberikan sejumlah uang padanya. Dengan kesepakatan Cakra tidak boleh mengetahuinya.
Arabella menyembunyikan kenyataannya. Namun, pada akhirnya Cakra mengetahuinya. Angel bagaikan memberikan sedikit demi sedikit petunjuk. Mengatakannya secara tidak langsung, lalu membuat seolah-olah arabella yang jahat, karena menyembunyikan semua kenyataan.
Apa kesalahannya? Apa kesalahan seorang arabella sehingga Cakra berbuat seperti ini padanya.
Lagi lagi tulisan komentar melayang muncul di hadapannya. Komentar-komentar yang menghujatnya seakan-akan menginginkan kematiannya.
‘Bukankah seharusnya ini adalah ending dari novel? Kenapa arabella tidak mati saja!?’
‘Benar! Seharusnya dia dilecehkan hingga mati!’
‘Wanita penggoda sepertinya bahkan berusaha naik keranjang Cakra. Wanita seperti itu harus mati.’
Semua hujatan tertuju padanya. Arabella mengepalkan tangannya, Apa hak mereka untuk mengguruinya? Apa mereka pernah direbut tunangannya? Apa mereka pernah dianggap jahat oleh keluarganya? Apa mereka pernah dijebak untuk dilecehkan oleh pria-pria gemuk ini?
Tidak kan…
“Persetan…” satu kata gumaman darinnya, bagaikan seorang antagonis yang memiliki kesadaran sendiri. Ketika plot berakhir, ketika sebuah novel dinyatakan tamat. Maka kendali penulis untuk dunia ini akan hancur. Apa mungkin itu yang terjadi pada seorang arabella?
“Aggh…darah? Dasar wanita murahan kurang ajar!” Suara bentakan dari salah satu pria bertubuh tambun. Pria itu bergerak hendak menyerang arabella.
Tapi wanita yang bergerak cepat, menendang tepat mengenai belalai gajah lengkap dengan kedua telurnya. Apa mungkin pecah? Entahlah pria itu masih mengenakan boxernya.
Rasa sakit yang tidak tertahankan membuatnya berbaring di lantai memegangi pangkal pahanya.
“Pegangi dia!” Perintah satu pria tambun lagi kepada dua pengawal milik Cakra.
Kedua pengawal itu bergerak hendak memegangi arabella. Arabella berusaha melawan menendang salah satu pria. Tapi pria satunya malah memeganginya dari belakang. Dirinya memang bisa beladiri, tapi tidak pada tahap yang terlalu ahli.
Pengawal yang ditendangnya, perlahan bangkit dari lantai tempatnya jatuh tersungkur. Membantu satu pengawal lagi untuk memeganginya.
“Lepas! Aku akan membunuh kalian! Aku akan membunuh si brengsek Cakra itu!” Dirinya bagaikan memiliki kesadaran untuk membenci sosok Cakra.
Memang benar begitu aneh. Setelah ditolak dan disakiti berkali-kali oleh Cakra, bagaimana bisa arabella Masih mencintainya? Satu hal yang tiba-tiba disadari oleh arabella, apa ini karena pengaturan plot? Apa karena pengaturan plot dirinya harus hanya jatuh cinta pada protagonis pria?
“Kamu begitu menyebalkan…” pria gemuk yang mencengkram kedua pipi arabella. Wajahnya terlihat begitu berminyak, begitu jelek, bagi standar arabella.
Jantungnya berdegup cepat karena ketakutan. Takut dengan apa yang akan dilakukan oleh orang-orang ini.
Arabella berusaha keras untuk melawan. Tapi sama sekali tidak berhasil, pria yang mulai hendak mencium bibirnya ketika dua orang pengawal memeganginya.
Tapi.
Bug!
Seorang pria terlihat, pria yang selalu berpenampilan rapi. Rambutnya berwarna putih panjang, diikat tidak begitu rapi. Tapi sering berpakaian resmi.
Pria yang merupakan kenalan masa kecilnya. Xavier…tatapan matanya begitu dingin. Setelah merobohkan pria gemuk itu dalam satu tendangan.
Pupil mata arabella bergetar, Xavier pria ini juga…selama ini Xavier selalu membela Angel. Dirinya selalu disudutkan oleh Xavier.
“Kalian masih berani berada di sini?” Pertanyaannya begitu tenang, senyuman menyeringai terasa ganjil, sedikit memiringkan wajahnya.
“Tuan Xavier! Ini adalah perintah dari tuan Cakra untuk memberikan pelajaran pada wanita ini.” Kalimat yang diucapkan oleh sang pengawal.
“Kalau begitu katakan kepada Tuan kalian. Xavier sendiri yang akan memberikan pelajaran pada arabella.” Ucapnya dengan nada yang masih tenang.
“Ta…tapi…” salah satu pengawal terlihat ragu.
“Kalian belum mau pergi juga?” Pertanyaan dari pria itu, mengeluarkan senjata api berukuran kecil dari kantong dalam jasnya.
Seketika kedua pengawal itu langsung pergi melarikan diri. Bahkan salah satunya tempat terpeleset jatuh di lantai. Begitu juga dengan kedua pria gemuk itu.
“Xavier…” arabella jatuh terduduk di lantai. Dirinya pun gemetar ketakutan saat ini, tingkah laku Xavier beberapa tahun ini juga begitu aneh. Pria yang dulunya begitu hangat padanya. Tapi semenjak kemunculan Angel menjadi begitu dingin.
Komentar-komentar kembali muncul, tulisan-tulisan yang melayang di udara.
‘Akhirnya Xavier muncul, second male lead yang paling tampan.’
‘Dia mencintai Angel, sayangnya sampai akhir cintanya tidak terbalas.’
‘Benar! Xavier yang malang, bukankah seharusnya dia sudah mati mengakhiri hidupnya? Karena melihat Angel menikahi orang lain?’
‘Kenapa dia malah menyelamatkan si brengsek arabella?’
‘Xavier sayangku yang paling tampan. Ternyata kamu masih hidup.’
Arabella menyipitkan matanya, membaca komentar demi komentar. Novel ini telah mencapai ending, tapi masih dilanjutkan. Atau dunianya berlanjut? Plot yang tidak lagi dikendalikan oleh penulis. Dunia ini, tidak dikendalikan oleh penulis bodoh yang tidak masuk akal itu.
Pria yang melangkah, tiba-tiba saja memeluk tubuh arabella.”Kamu begitu menyebalkan…hampir saja aku terlambat.”
Arabella terdiam sejenak, Xavier datang untuk menyelamatkan nyawanya? Bukan untuk menghukumnya?
“Kamu tidak membenciku? Biasanya kamu begitu membenciku.” Pertanyaan yang diucapkan oleh arabella, entah kenapa dirinya menangis memeluk tubuh Xavier. Mungkin karena nona muda ini ketakutan.
“Membencimu? Justru aku heran pada diriku sendiri selama ini. Kenapa aku selalu membencimu…Kenapa aku selalu rela berkorban demi wanita membosankan itu? Kenapa bahkan aku rela mati deminya?”
alurnya selalu menarik dan selalu ditunggu kelanjutannya 😁😁👍👍👍
tidak mau rugi itulah pebisnis, harus selalu untung...
ntah si arabella anaknya siapa
sebelum berucap sudah disembur naga api😂😂😂
kau salah berpijak. mereka mah tinggal dicire6t dr kk aja langsung the end alias TAMAT.🤣🤣🤣🤣🤣
anal ounggut disayang bagaikan anak kandung. dan anak kandung dianggap bagaikan anak pengemis jalanan yg tidak kenal.
nuh gelo siahhh😂😂😂😂
. buuang ja orang tua laknat macam mereka. tendang dr silsilah keluarga mahendra. emng benar benar keliatan ga bergunanya. mungkin nafas juga ga berguna lagi buat mereka.
aku akan selalu membelamu, akan sellu menjagamu, dan kan selalu ikut merundung dan membully musuh musuhmu😅😅
jangan pake timbang timbangan apa lagi pake acara nolak2 segala. bekerja sama lebih baik dr pada kerja sendiri. jd balas dendam pun bisa lancar. hancurkan si bunga bangke dan ortu durhakamu
kembali ke mode kesadaran sendiri.