Indonesia
NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Romansa pedesaan / Cewek Gendut / Cerai / Tamat
Popularitas:125.4k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.

Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.

Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.

Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.

Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.

Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.

"Kita menikah!"

Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.

Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Melamar Menjadi Ibu Tiri

“Hah? Ternyata ada lowongan pekerjaan seperti ini?” Mireya melanjutkan membaca pengumuman tersebut.

Pekerjaan menjadi seorang ibu tiri. Gaji yang dijanjikan jumlahnya sangat besar. Syarat utamanya harus bersedia menikah dengan ayah sang anak.

Mireya mengernyit. “Menikah? Aku kan baru cerai?”

Lalu ia menatap angka yang tertera sebagai gaji pekerjaan tersebut.

“Wah, gajinya gede bener?”

Dia membaca ulang. Angkanya bahkan membuatnya mengira ada kesalahan. Namun semakin lama membaca, semakin banyak pertanyaan muncul.

“Masa ibu tiri sampai kayak dilelang begini? Kan bapaknya cukup cari istri lagi.”

Mireya hampir menutup unggahan itu.

Namun matanya kembali jatuh pada jumlah gaji yang ditawarkan. Dia teringat uang dua puluh ribu yang terselip di dalam tas.

“Tak ada pilihan. Aku butuh uang,” gumamnya.

Akhirnya, Mireya menekan kontak yang tertera. Panggilan langsung tersambung.

“Selamat sore. Saya melihat lowongan pengasuh anak.”

☎️ “Namanya?”

“Mireya Ananta.”

☎️ “Bisa datang besok pagi?”

Mireya sedikit heran.

“Di mana alamatnya?”

Sebuah alamat disebutkan. Mireya langsung mencatatnya. Sebelum telepon ditutup, pria di seberang memberikan sebuah peringatan.

☎️ “Saya ingatkan sekali lagi, Nona. Pekerjaan ini sangat tidak mudah.”

Mireya tersenyum pahit.

“Sepertinya sepanjang hidup yang saya lewati tak pernah mudah.”

Sambungan telepon pun berakhir.

Mireya menatap layar ponselnya.

Kemudian mengintip uang dua puluh ribu di dalam tasnya.

“Besok?” bisiknya.

“Sepertinya, hari ini aku harus menahan perutku.”

.

.

.

Matahari belum terlalu tinggi, tetapi Mireya baru saja turun dari angkutan desa. Dia berdiri di pinggir jalan sambil memeriksa alamat yang tersimpan di ponselnya.

“Beneran di sini?”

Mireya mendongak.

Di hadapannya terbentang jalan tanah yang diapit perkebunan hijau sejauh mata memandang.

Tidak ada deretan rumah.

Tidak tampak jajaran toko yang biasa ia temukan di kota.

Bahkan suara kendaraan pun hampir tidak terdengar.

Hanya suara burung dan desir angin yang melewati dedaunan.

Mireya mengernyit. Dia kembali membaca alamat yang diberikan kepadanya. Nomornya sama. Lokasinya juga sama.

“Katanya di sini rumahnya...” Mireya memasukkan ponselnya ke dalam tas. “Kok malah kayak masuk perkebunan orang?”

Dia mulai melangkah masuk. Semakin jauh berjalan, semakin luas perkebunan yang ia lihat.

Ada barisan tanaman yang tertata rapi di sebelah kanan. Di sebelah kiri, beberapa pekerja sedang memeriksa tanaman sambil membawa keranjang.

Mireya spontan memperlambat langkah. Matanya memperhatikan kondisi tanah.

Tanahnya cukup subur. Drainasenya bagus.

Lalu matanya berpindah ke beberapa bagian yang terlihat kurang terawat.

“Sayang sekali...”

Mireya berhenti. Kebiasaan lamanya muncul tanpa sadar. Dia jongkok dan menyentuh permukaan tanah.

Sedikit lembap.

Tidak terlalu basah dan tidak tergenang. Struktur tanahnya juga terlihat cukup baik.

“Kalau ditanami sayuran tertentu, hasilnya pasti akan sangat bagus.”

Ketika Mireya hendak berdiri, seorang pekerja yang kebetulan lewat menatapnya dengan heran.

“Nona mencari siapa?”

Mireya tersenyum sopan. “Saya mencari rumah keluarga Zarreti.”

Seketika raut pria itu berubah.

“Keluarga Zarreti?”

“Iya.”

Pria itu menatap Mireya dari atas sampai bawah. Kemudian menunjuk ke arah jalan di depan.

“Terus saja lurus mengikuti jalan ini. Rumahnya berada paling ujung.”

Mireya mengangguk. “Terima kasih.”

Mireya melanjutkan langkah. Namun setelah beberapa meter, dia menoleh ke belakang.

Pria tadi masih berdiri di tempat yang sama. Ia seperti ingin mengatakan sesuatu.

Mireya mengangkat alis.

“Aneh.”

Dia tidak terlalu memikirkannya.

Sekitar sepuluh menit kemudian, langkah Mireya berhenti. Napasnya sedikit tersengal. Sudah lama sekali dia tidak berjalan kaki sejauh ini.

Keringat membasahi dahinya.

Di balik deretan pepohonan, berdiri sebuah rumah besar.

Bukan rumah biasa.

Bangunan itu lebih mirip vila mewah yang sengaja dibangun jauh dari keramaian.

Dindingnya berwarna putih dengan aksen batu alam. Pilar-pilar tinggi menopang teras depan. Jendela-jendelanya besar dan tinggi. Di depan rumah terbentang halaman luas yang dihiasi taman serta air mancur.

Mireya bahkan melihat beberapa kendaraan hitam terparkir di sisi bangunan.

“I-ini... rumahnya?”

Dia menelan ludah.

Mireya membuka kembali ponselnya. Nama yang tertera di pesan masih sama.

Arven Zarreti.

“Jangan-jangan aku salah alamat?”

Dia memeriksa kembali alamatnya.

Ternyata benar.

Mireya menghela napas, kemudian melangkah menuju gerbang.

Baru beberapa langkah, dua pria berpakaian hitam muncul dari pos penjagaan.

“Berhenti.”

Mireya refleks ikut berhenti.

“Saya...”

“Keperluan?”

“Saya datang untuk melamar pekerjaan...” Ia sedikit ragu melanjutkan nama pekerjaan itu.

Namun, kedua pria tersebut tampaknya sudah memahami maksud kedatangannya. Mereka saling melirik sebelum akhirnya mengangguk.

Bukan kali pertama seseorang datang untuk melamar menjadi ibu tiri sang tuan muda.

Salah seorang penjaga kemudian membuka pintu gerbang.

“Masuk.”

Mireya menghela napas.

“Terima kasih.”

Dia melangkah melewati gerbang.

Namun baru beberapa meter berjalan, suara anak kecil terdengar dari dalam rumah.

“Jangan!”

Mireya menoleh.

Seorang bocah laki-laki berlari keluar dari pintu rumah. Usianya mungkin sekitar lima tahun. Rambut hitamnya sedikit berantakan.

Dia memeluk sebuah mobil-mobilan kecil erat-erat sambil berlari menuju taman.

Seorang pria mengejarnya.

“Tuan Muda! Tunggu!”

Anak itu justru berlari semakin cepat.

Kemudian...

Bruk!

Kakinya tersandung, membuat tubuh kecilnya hampir jatuh.

Mireya spontan berlari.

“Hati-hati!”

Dia berhasil menangkap tubuh anak itu sebelum kepalanya membentur lantai.

Elden mendarat di pelukan Mireya. Matanya membesar. Mireya juga terheran. Mereka saling menatap selama beberapa detik.

Anak itu kemudian mendorong dada Mireya.

“Jangan pegang-pegang aku, Genduuut!”

Mireya langsung melepaskan tangannya.

“Maaf.”

Elden mundur beberapa langkah. Wajahnya mengernyit, bibirnya mengerucut.

Pria yang mengejarnya segera datang.

“Maaf, Nona. Elden memang tidak suka disentuh orang asing.”

Mireya mengangguk.

“Tidak apa-apa.”

Dia memperhatikan bocah itu.

Elden langsung bersembunyi di balik pria tersebut. Hanya kedua matanya yang terlihat.

Mireya tersenyum kecil.

“Hai.”

Elden tidak menjawab.

“Kamu Elden?”

Anak itu menggeleng.

Mireya bingung.

“Bukan?”

Elden kembali menggeleng.

Pria di belakangnya tampak panik.

“Elden...”

Mireya akhirnya tersenyum.

“Kalau begitu, aku tidak akan bertanya lagi.”

Dia pun menegakkan badan. Lututnya masih terasa pegal setelah berjalan cukup jauh, tetapi dia berusaha mengabaikannya.

Dari balik tubuh pria itu, suara kecil terdengar.

“Kamu siapa?”

Mireya berhenti.

Dia menoleh.

“Namaku Mireya.”

Elden menatapnya beberapa detik.

Kemudian kembali bersembunyi.

Mireya tersenyum.

Setidaknya... anak itu mau bertanya.

Dan saat itu, Mireya mulai tahu bahwa bocah kecil inilah yang membutuhkan seorang ibu.

*bersambung*

1
Yulvita Darnel
waw... masa dari 50% turun bebas menjadi 35% ada-ada saja mireya.
Dewi Habibah
bagus ceritanya
SoVay: terima kasih kk 🍅🍅🙏
total 1 replies
Yulvita Darnel
gara-gara kelaparan akhirnya lolos jadi kandidat ibu tiri, bagus juga tuh taktik.
Yulvita Darnel
ada-ada aja Thor masa iya ada pekerjaan jadi ibu tiri, boleh daftar nggak 🤣🤣🤣🤣
SoVay: tapi lowongan sudah teriso 🤣
total 1 replies
Wati Anja
semoga mireya dan keluarga barunya bahagia
Yulya Muzwar
cerita yang menarik.
SoVay: makasih kak 🍅🍅
total 1 replies
Esther
Terima kasih untuk ceritanya thor👍👍.
Ditunggu cerita selanjutnya
SoVay: yuk kakakku, mampir cerita baru aku
total 1 replies
@Tie
kq arven diem aja gk belain mireya
Sri Widiyarti
terbaik buat author bagus ceritanya 🥰
SoVay: terima kasih kakakku 🍅🍅🍅
total 1 replies
Sri Widiyarti
akhirnya selesai juga banyak pelajaran yang kita petik dari novel ini makasih banyak author semangat trus berkarya...
Yumna Attaya
bagus, ringan , mudah di ikuti
SoVay: terima kasih kakakku 🍅🍅🍅
total 1 replies
mimief
wahhhh...
ini cerita tee realistis yg pernah aku baca di sepanjang baca pernovelan si.
kenapa?
karena untuk bahagia itu sebenarnya sederhana.
kita ga perlu merubah orang lain atau memaksa keadaan yg penuh problematika biar lepas dr masa lalu.
cukup jadi diri sendiri dan merubah mindset kita sendiri si.
terimakasih atas cerita indah nya Thor.
mungkin Se savage aku mesti belajar jadi orang woles yaa🤣🤣
SoVay: udah mayan banyak nih kak episodenya 🤣
total 7 replies
mimief
wah...mang kita harus belajar Ama mireya ya ngadepin segala sesuatu nya pake kepala dingin
kalau aku udah bertanduk itu...
tapi ga bikin puas ya
kalau begini mereka yg malu sendiri
SoVay: biar kincep sendiri 🤣🤣
total 1 replies
Esther
Yang mandul Syahzan, yang dituduh Mireya.
Sekarang kalau mereka tahu Mireya hamil....bakalan heboh.
SoVay: terima kasih kakakku udah menemani sampai ke cerita ini. 🍅🍅🍅🍅
total 1 replies
Sri Widiyarti
lanjut thor semangat up-nya...
Aidil Kenzie Zie
ibunya bakalan syok kalo tau Mireya hamil dan ternyata yang mandul adalah anaknya sendiri 🤭🤭🤭
SoVay: ayuk kakakku, mampir cerita terbaru aku yuuukk
total 2 replies
Ummee
brarti syahzan tau dirinya mandul...
kira² gmn reaksi keluarga mantan jika tau mireya hamil?
SoVay: terimakasih Ummmiii...🍅🍅🍅
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
bukannya mereka membagikan tomat dekat rumah tor 🤔🤔🤔trus naik mobil mau pulang kemana 🤔🤔🤔
SoVay: di jalan raya kak, jadi kan ada jalan masuk juga. emang gak terlalu jauh, tapi memilih naik mobil. itu haluku 🤣
total 1 replies
Ummee
ternyata syahzan mandul, pantas 5 thn menikah dgn mireya, mireya gk hamil²
mimief
ya ampun
bahagia itu sederhana ya ven
gaya hidup lu yg dulu,yg bebas bisa ga ngasih kebahagiaan kyk gini?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!