Indonesia
NovelToon NovelToon
Istriku Bukan Pembawa Sial!

Istriku Bukan Pembawa Sial!

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:207.6k
Nilai: 5
Nama Author: aisyah az

Andini Amalia, seorang gadis desa yang sangat dibenci oleh Ibu kandungnya sendiri. Bahkan, hampir setiap hari dia mendapatkan perlakuan yang tidak sepantasnya dari seorang Ibu. Seorang anak yang sangat mendambakan kasih sayang dari seorang Ibu, kini justru berbanding terbalik dari kenyataannya.

"Dasar Anak Pembawa Sial! Aku tidak akan pernah Sudi untuk mengakuimu sebagai putriku!"

Akan tetapi, kehidupannya berubah drastis saat dia bertemu dengan seseorang yang sangat mencintainya.

Bagaimanakah kisah selanjutnya gadis malang ini?
Akankah dia menemukan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Manis dan Cantik

Seperti biasa, ku awali hari ini dengan melakukan rutinitasku setiap pagi, sebelum berangkat ke kantor.

Sebenarnya aku sangat malas sekali bertemu dengan CEO mesum itu, jika saja dia bukan pimpinan di sana, sudah ku tampar bibirnya yang lancang.

Meskipun aku telah menaruh hati padanya, akan tetapi sifatnya yang sangat menyebalkan juga membuatku geram.

"Huft, kenapa hari libur terasa begitu cepat. Dan hari ini aku harus bertemu dengan orang yang sangat menyebalkan itu," gumamku.

"Doorr! Hayo lagi ngelamunin apa?" Entah dari mana datangnya, kini Siska sudah berada tepat di belakang ku lalu mengejutkan ku.

Aku yang sangat terkejut dengan kehadirannya yang tiba-tiba, hanya bisa mengelus dada untuk menetralkan degup jantungku.

"Astaghfirullah, Siska! Kamu mengagetkanku tau nggak? Untung aku nggak punya riwayat penyakit jantung," ucapku sambil menatap tajam ke arahnya.

"Hehe, maaf sayang! Habisnya pagi-pagi begini kamu udah ngelamun aja, ada apa sih, Ndin?" tanya Siska yang masih penasaran.

Kini ku hela napas panjang.

"Aku males banget mau berangkat kerja hari ini, Sis. Aku harus bertemu dengan CEO mesum itu," ucapku dengan nada santai.

Siska pun membelalakkan matanya.

"Hah! Apa kamu bilang tadi? CEO mesum? Emang dia udah ngelakuin apa sama kamu, Ndin?" tanyanya sambil berteriak.

Aku pun langsung menutup telingaku yang terasa berdengung. "Ih, Siska. Bisa pelan-pelan aja nggak sih!Telingaku masih sangat normal lho ini," ucapku yang sedikit menjauh dari Siska.

Dia pun mengangkat kedua jarinya, membentuk huruf V. "Hehe, maaf Ndin. Aku reflek tadi, soalnya aku terkejut dengan sebutanmu untuk CEO kita. O, iya kamu kok bisa menyebutnya CEO mesum sih? Emang kamu di apain sama dia?" tanya Siska sambil mengangkat alisnya.

Akhirnya aku tersadar bahwa aku keceplosan saat bicara sama Siska, aku jadi bingung mau bilang apa sekarang sama dia, untuk berkata jujur atau tidak.

Tapi tidak mungkin jika aku harus berkata jujur tentang ciuman pertamaku dengan pak Devano. Bisa heboh dia nanti.

"Emn, nggak di apa-apain sih. Cuma sebel aja sama CEO yang killer itu, apapun yang aku kerjakan harus dengan persetujuan darinya, dan jika dia tidak menyukai apa yang aku kerjakan, aku juga harus mengulanginya lagi. Menurut kamu gimana misal jadi aku?" jawabku sambil menyandarkan punggung ke dinding.

Siska pun terdiam sejenak, lalu menyunggingkan senyumannya.

"Kalo aku jadi kamu sih, aku bakal nurutin aja semua perintah dia. Kapan lagi bisa dekat sama CEO tampan, idola para wanita itu," ucapnya sambil menopang dagu dan mengerjap-erjapkan matanya.

Aku yang mendengar jawaban dari Siska pun di buat melongo olehnya.

"Hah! Kamu lagi nggak sakit 'kan Sis? Gila kali ya, kalo semua kemauannya harus di turutin, bakalan ngelunjak nanti dia, Sis." heranku sambil menggeleng-gelengkan kepala.

"Seandainya aku yang berasa di posisi kamu, bakalan aku nikmati setiap waktuku bersama dengan Pak Devano," ucapnya sambil wajah senang.

Aku yang merasa heran dengan Siska, hanya diam tanpa membalas ucapannya. Lalu aku pun berlalu meninggalkan Siska sendirian, dan mulai bersiap-siap untuk pergi ke kantor.

________###___________###________

Devano.

Setelah aku menyelidiki Daniel kemarin, aku merasa geram padanya. Karena dia masih melakukan penyelidikan kepada Andini tanpa sepengetahuanku.

Sebenarnya aku mau menanyakannya secara langsung saat acara makan malam kemarin, akan tetapi tidak mungkin aku membicarakan hal ini di depan ibuku. Aku tak mau membuat beliau curiga.

Tanpa menunggu lagi saat pagi tiba, aku pun langsung mengambil ponselku dan menghubungi Reno melalui panggilan video.

Saat dering pertama panggilanju belum di jawab olehnya, sampai panggilan ketiga baru terlihat wajahnya yang masih berada di ranjang.

"Sialan! Sebenarnya apa tujuan lo, hah!" sentaku tanpa basa-basi.

Daniel pun langsung mengerjap-erjapkan matanya.

"Maksud lo apa sih bro? Gue nggak ngerti?'' jawabnya dengan wajah yang masih mengantuk.

"Nggak usah pura-pura nggak ngerti maksud gue. Sebenarnya apa tujuan lo masih melakukan penyelidikan tentang Andin tanpa sepengetahuan gue?" tanyaku dengan tatapan tajam.

Daniel yang masih memejamkan matanya, kini langsung membuka matanya lebar-lebar dan menegakkan tubuhnya di sisi ranjang.

"Hah! Dari mana lo tau? Perasaan gue nggak bilang apa-apa lagi sama lo. Apa lo emang nguntit gue ya kemarin?" tanyanya dengan mata menyipit.

Aku yang ingin mengintrogasi Reno, kini justru aku yang kalah telak olehnya.

"Iya, gue emang nyuruh orang buat nguntit lo, karena awalnya gue khawatir sama lo. Tapi ternyata dugaan gue salah, lo justru menikam gue dari belakang," ucapku dengan sorotan mata tajam.

"Oke, oke. Gue jelasin sekarang. Gue nggak mau persahabatan kita retak cuma gara-gara seorang gadis. Lo cuma salah paham sama gue bro, gue cuma mau menyelidiki gadis yang sempat gue lihat saat perjalanan pulang ke apartemen, ternyata gadis itu memang gadis yang sama. Dan gue juga sudah mendapatkan alamat tempat tinggalnya," jelas Reno dengan santainya.

Aku yang tadi sangat geram padanya, kini hanya terdiam tanpa sepatah katapun.

"Kenapa sekarang diam aja? Tadi lo marah-marah nggak jelas. Ganggu orang tidur aja!" kesalnya sambil merebahkan tubuhnya kembali.

Tanpa membalas ucapannya, aku pun langsung memutuskan panggilan secara sepihak. Kini aku pun kembali berpikir, kenapa aku bisa jadi seprotektif ini dengan gadis itu.

Sepertinya otak gue perlu di refresh dulu, sebelum gue semakin gila karena dia. Aku yang sejak tadi terdiam di atas ranjang, kini aku pun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah selesai dan sudah bersiap, kini aku langsung mengambil kunci mobil sport ku. Aku memang lebih suka menyetir sendiri, dan jarang menggunakan sopir pribadi untuk bepergian dengan jarak dekat, kecuali untuk ke luar kota.

Sesampainya di kantor, aku langsung menuju ke ruangan ku. Sengaja aku datang lebih pagi, untuk melihat apakah gadis yang bernama Andini sudah datang atau belum.

Saat aku masuk ke dalam ruanganku, sudah ku dapati gadis itu di dalam ruangan dan sedang melakukan tugasnya.

Seketika dia terkejut dengan kehadiranku.

"Pak Devano!" Dia pun terpekik saat melihatku yang tiba-tiba muncul.

"Hmm," jawabku singkat.

"Maaf Pak, saya belum selesai membersihkan ruangan Anda! Saya kira Anda akan datang seperti biasa, saya tidak tau jika Bapak berangkat lebih pagi,'' tuturnya sambil menunduk.

"Hmm, iya tidak apa-apa. Saya juga yang salah, karena tidak mengatakannya padamu jika aku datang lebih awal," ucapku dengan seulas senyum.

"Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu untuk membuatkan kopi untuk Pak Devano, sebelum melanjutkan pekerjaan saya," ucapnya kemudian berlalu meninggalkanku sendiri.

''Cantik, manis, dan rajin. Perfect!'' gumamku sambil menyunggingkan bibirku.

BERSAMBUNG.....

1
debby harahap
Luar biasa
Hamdani Amin
roman roman nya kaya yang mulai bucin nih babang Devan🤣
Sartini Cilacap
Hallo author ijin baca cerita nya
Yaya
tamat oey
💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.
😭😭😭😭😭😭😭
hafid nadhif
lanjut
Nofita Sari
klo dh tamat lnjut kisah arvin thor
hafid nadhif
smoga slalu bahagia ya andini devan
yotte
Lanjut ya thor upnya bnykin
Nofita Sari
naahhh gtu donk ndin
hafid nadhif
smoga andini dan devan kembali bahagia
Nofita Sari
nah gtu donk ndin..
semoga kmu dn devan slalu bahagia dngan kluarga kecil'ny..
jngan buru² namatin ya thor
Herawati Azis
cerita nya gimana yg thor kok andin salah paham terus.
hafid nadhif
smoga andini kembali sehat
Nofita Sari
krna kmu slalu gk prcaya sma suami kmu andin klo ad masalah kok lari'ny dngan pergi dn kata pisah gk bsa d selesaikn dngn baik²
hafid nadhif
aamiin.bi sarah
Nofita Sari
aamiin
Nadja 🎀
Andini kamu benar-benar bodoh juga lemah bgt! aku kurang suka kyk bukannya ada sahabatmu? bego aku gk suka perempuan lemah gara-gara wanita ular!
Nofita Sari
emang klo msalah rumah tangga bsa selesai dngan pergi dn kata pisah yg ad ntar menyesal d kemudian hari krna kejadian yg salah paham..
Nofita Sari
baru aj baikn ad aj yg ngusik itu ank damian bukan devan kmu tunjukin cctv yg kmu dapat donk dev
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!